Terjebak Cinta Segitiga

Terjebak Cinta Segitiga
BAB 52 "Trouble 2"


__ADS_3

"Kalian ,sudah cukup!!! lihatlah Kak Langit berdarah ,apa kalian ini manusia?" Tanya dari Himawari dengan menangis tersedu-sedu.


"Hiks...hiks...hiks huhhu... kalian jahat sekali." Suara tangisan Himawari terdengar memecah keheningan malam.


"Pergilah, tinggalkan aku, berlarilah secepat mungkin cepaaaat!!!" Seru dari Kak Langit dia sudah di keroyok oleh banyak pria berbadan tegap dan juga sangat jago bela diri.


Namun Himawari yang mungil adalah gadis manis, yang tidak bisa beladiri sama sekali maka ia pun hanya bisa menangis, tak bisa membalas ataupun melakukan pertolongan pada Kak langit. Hanya bisa melihat Kakak Langit yang di keroyok habis-habisan oleh semua pria yang ada disini.


"Buag,... buk...gedubuk..."


Kak Langit pun sudah pingsan babak belur di hajar para preman, Himawari pun shock yang melihat itu. Dia tertegun mendapati apa yang dia lihat saat ini, semua para preman saat ini menyeringai seperti para serigala yang sudah menemukan mangsa yang empuk di jadikan santapan malam, mereka semua mendekati gadis ini . Dan Himawari sudah sangat takut.


Namun karena dia hanya gadis polos kecil tak berdaya, hanya bisa terdiam karena ketakutan hebat, badanya bergetar dan keluar keringat dingin di sekujur tubuhnya.


"Hei, baguslah!!! karena kita malam ini bisa melahap makanan empuk, hahaha..." Ujar dari salah satu preman dengan tertawa terbahak- bahak. Lalu ia pun mencolek pipi Himawari dengan pandangan pria yang menjijikan.


"Apa yang kau lakukan, dasar pria brengsek, aku akan membunuh kalian!!!" Seru Himawari namun dengan nada ketakutan.

__ADS_1


Dan juga dia hanya menghindar mundur agar para preman itu tak bisa melakukan hal yang mereka inginkan, saat Himawari mau pergi dan berlari salah satu preman pun memegang tubuhnya yang mungil dengan keras sekuat tenaga agar tak bisa lepas dengan mudah.


"Dasar kau makhluk lemah, kenapa bisa gadis kecil ini malah menyerahkan nyawanya pada kita, iya kan?" Ujar salah satu Preman kepada teman-temannya. Dan tersenyum penuh intrik


"Cuuih, dasar kalian pria bejat tak bermoral!!, lepaskan aku!!!" Himawari meronta-ronta dan meludahi wajah salah satu preman itu .


"Gadis kecil bodoh, kau ini memang!" Sambil menyeka air ludah Himawari dengan murka , namun preman itu tak takut malah merasa sangat geram, mendekatkan tangannya pada gadis itu. Dan mulai melancarkan aksinya.


"Setelah ini kau ku pastikan tak akan pernah bisa meludah sembarangan!!!" Sambil tangan itu membuka kancing baju Himawari dengan paksa. Dan salah satu preman memegang tubuh Himawari yang kecil mungil itu dengan kuat, maka ia tak bisa lepas.


Kakinya yang jenjang itu melayang ,salto dan juga mengeluarkan semua jurusnya dengan sempurna, mulai mengahantam, mengunci, menarik lengan, membanting, dan menghajar


"Buak, gedebuk, buak..." Semua para preman di hajar habis-habisan oleh seseorang yang tampan, pandai beladiri jago menumbangkan semua para lelaki hidung belang. Dia adalah Abang Gamma .


"Dasar beraninya kalian menyentuh, adikku yang imut ini, kalian mau mati!!!" Suara dari Bang Gamma yang terdengar nyaring dan merdu di telinga Himawari.


Abang Gamma pun melotot dan memberikan peringatan pada semua preman itu. Ternyata mereka semua lari tunggang-langgang dan ketakutan.

__ADS_1


Lalu gadis itu pun menangis tersedu-sedu karena malam ini dia mengalami hari yang sangat buruk, sampai ketakutan dan tubuh kecilnya bergetar, dia jongkok dan menutup matanya sambil menangis.


Bajunya agak sedikit terbuka, dia amat sangat shock akan kejadian yang ia alami malam ini.


"Hu..hu..hu..hiks...hiks..." Suara dari tangisan Himawari di malam ini ,dan Bang Gamma pun menghampirinya jongkok di sebelahnya.


"Sudahlah, maaf ya Abang Gamma, lama tak memberi kabar?" Suara Abang Gamma yang menghibur Himawari dengan lembut, agar tak menangis lagi.


Namun Himawari ini tak diam, malah tambah keras menangisnya.


"Huu,huu,hiks...hiks..." Tangisan Himawari malam ini dan Bang Gamma, hanya diam.


Di sudut gang ternyata ada Kak Bryan yang baru datang melihat Kak Langit pingsan dan Himawari yang juga menangis, Bang Gamma yang jongkok di dekat gadis kecil itu .


Kak Bryan diam membisu, terheran apa yang membuat mereka seperti ini, tidak tahu harus berbuat apa. Sambil mengepalkan erat kedua tangannya.Dan bingung harus apa kenapa dia terlambat mengetahui hal yang penting.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2