Terjebak Cinta Segitiga

Terjebak Cinta Segitiga
BAB 22 "Himawari membantu Kak Langit"


__ADS_3

Siang telah tergantikan dengan langit yang tampak mendung, beberapa gumpalan awan hitam pekat keabuan yang siap-siap untuk menjatuhkan air di muka Bumi ini .


Langit yang masih memakai seragam sekolah namun, untuk sekarang ini dia menuju tempat Coffee untuk bekerja sampingan, tentu untuk mencari uang tambahan untuk kebutuhannya sehari-hari .


Saat masuk kedalam Coffee pun Langit amat terkejut, karena di belakangnya ada sesosok gadis yang biasa membuntutinya , dengan nama Himawari .


"Kenapa kau membuntutiku?" Tanya dari Kak Langit dengan sangat sebal karena sudah di luar sekolah masih saja, dia bertemu dengan gadis ini


"Aku tentu saja, ingin membantu Kakak, aku masih bingung gara-gara kejadian tadi." Ucap Himawari sambil memanyunkan bibirnya juga menggerakkan-gerakan kelopak matanya itu beberapa kali.


"Aku tidak marah, pergilah aku hanya tidak ingin kau membuntutiku." Jawab dari Kakak Langit dengan lirih dan singkat .


"Begitu ya tetap saja aku tak enak, aku mau membantu Kakak, ehm anggap ini ganti dari aku menumpahkan makanan Kakak." Ujar dari Himawari memohon pada Kakak Langit saat ini, dan melihat ekspresi wajahnya yang datar


"Hei gadis kecil!!, kemarilah kebetulan ada 2 karyawan yang tak masuk hari ini, kau mau membantu?"Tanya seseorang laki-laki dengan tiba-tiba, suaranya itu terdengar serak ia pun sedari tadi sudah mengamati Kakak Langit dan juga gadis bernama Himawari ini .


"Ehm, tentu saja Pak mau lagipula tak ada hal yang aku lakukan hari ini." Jawab gadis kecil ini dengan polosnya. Dia pun menghampiri pria paruh baya tersebut .


"Ya sudah kau boleh ganti baju, di loker ada dan satu lagi, Langit memang pendiam ada baiknya kau mengajaknya mengobrol." Ucap dari Bapak yang sedari tadi mengamati dari kejauhan.

__ADS_1


"Tapi Pak, kenapa dia diperbolehkan begitu saja?"Protes dari Langit dan menatap lekat penuh tanda tanya di benaknya saat ini .


"Sudahlah, bekerjalah ada banyak pelanggan hari ini, bergegaslah ok." Ujar dari Bapak itu agar Himawari dan Langit bekerja bersama- sama .


"Baiklah kalau begitu." Ujar dari Kak Langit.


Beberapa menit kemudian Himawari dan Kak Langit yang sudah berganti seragam , sudah siap untuk bekerja.


"Kemarilah antarkan minuman ini ke meja 50." Ujar dari Bapak tersebut sambil melihat ada beberapa cangkir coffee yang ada di meja .



"Panggil saja aku Pak Baek." Ujar dari Bapak tersebut sambil tersenyum.


"Pak Baek, kayak orang Korea namanya, kalau aku panggil Himawari ya Pak." Ucap Himawari dengan lembut dan ia pun mengambil semua coffee yang sudah siap di atas nampan.


"Iya gadis kecil, semangat bekerjanya ya, oh satu lagi jangan lupa ajak bicara Langit agar tidak menjadi pria pendiam." Ujar dari Pak Baek dan menganggukan kepalanya .


"Iya Pak, saya usahakan." Himawari pun lalu membawa coffee itu ke meja pelanggan .

__ADS_1



"Silahkan Pak silahkan menikmati." Kata dari Himawari dan memberi secangkir coffee ke salah satu meja pelanggan tersebut .


"Makasih."


"Sama-sama." Jawab dari Himawari , ia pun berlalu, saat ini mengamati Kak Langit yang sedang meracik Coffee di meja, dia menjadi seorang barista .


Perlahan-lahan Himawari mendekati lalu ia mencium aroma coffee yang sangat harum.


Dalam ruangan ini tercium aroma seduhan coffee yang pekat, aroma khas dari bahan baku yang mengandung kafein jika ia terkena air yang mendidih. Serta bahan baku bubuk yang tercipta dari biji kopi pilihan yang sudah melalu proses pemanggangan terlebih dahulu


Bersambung...


Karya ini hanyalah fiksi dan imaginer author saja harap bijaksana dalam membaca serta menyerap sisi positif dari bacaan Trimakasih


ini adalah Visual dari Pak Baek dia adalah pemilik Coffee ini.


__ADS_1


__ADS_2