Terjebak Cinta Segitiga

Terjebak Cinta Segitiga
BAB 146 "Makan Malam"


__ADS_3

Dia di sambut dengan senyuman pria tampan yang sedari tadi sudah menunggunya, pria itu adalah Kak Bryan. Dia menyambut Himawari dengan senyuman sumringah.


"Apakah kakak sudah lama menunggu?" tanya Himawari, dan menatap wajah Kakak Bryan.


"Baru saja kok, aku ingin mengajakmu makan malam dengan ibu , sepulang kerja makanya aku langsung kesini." ujar Kak Bryan duduk di samping Himawari yang melepas sepatunya.


"Aku lelah kak, kakak tidak ada acara hari ini?" tanya Himawari dan meluruskan kaki kecilnya


"Tentu saja ada gadis kecil." ujar Kak Bryan hingga muncul seulas senyuman di bibirnya.


"Lalu, kenapa kakak kemari ?, kalau ada kakak ada acara?" tanya Himawari, mengerucutkan bibirnya ke arah Kak Bryan.


Kak Bryan mendekat ke arahnya dan menatap wajahnya begitu dekat,lalu dia pun tersenyum lagi melihat wajahnya Himawari yang saat ini sebal kepadanya.Lalu mengernyitkan kedua alisnya , sembari menatap lekat kedua bola mata Himawari, gadis itu heran dengan sikap Kakak Bryan kepadanya.


"Aku kan sudah bilang, kalau kita akan makan malam, itulah acaranya gadis ini." ujar Kakak Bryan dengan tersenyum lega, dan juga tulus.


"Oew, iya aku kira kak Bryan mau ada acara di kantor." gumam Himawari agak malu, karena ia sudah salah terka pada Kak Bryan.


"Ibumu juga sudah tahu hubungan kita, aku sudah mengenalkan diriku ." ujar Kak Bryan dan memerah pipinya.


"Memang kakak cerita apa pada ibu??" tanya Himawari dengan perasaan yang risau, dan juga penasaran.


"Tentu saja,aku bilang kalau kita berhubungan sejak SMA, dan sekarang kita itu bertemu lagi maka aku mau kita lebih serius saja." ucapnya Kak Bryan dengan merona pipinya.


"Lalu jawaban ibu gimana?" tanya Himawari penasaran sekali.


"Ibumu bilang jika terserah kau jadi aku tanya padamu, maukah kita jalani hubungan yang lebih serius??" tanya Kak Bryan dengan amat serius menatap wajah Himawari.


"Apakah benar ibu bilang begitu kak?" tanya Himawari lagi memastikan.


"Kalau kau tak percaya padaku bisa tanyakan pada ibumu??" ujar Kak Bryan, berdiri setelah nya.


"Ibu aku suruh menutup kedainya lebih awal, dan aku ingin kita bertiga makan malam ya." ucap Kak Bryan dengan sopan kepada gadis kecil itu.

__ADS_1


"Baiklah, kalau ibu merestuinya, aku mau kita makan malam hari ini kak." jawab Himawari dan tersenyum manis.


Kak Bryan sangat senang dengan ucapan dari gadis itu seketika dia pun mencubit pipinya.


Dan mereka berdua memerah pipinya karena sama-sama malu, dan juga salah tingkah .


Beberapa jam kemudian mereka bertiga itu, sudah berada di sebuah restoran mahal dan mewah, beberapa hari lalu sudah di booking oleh Kak Bryan,karena memang acara hari ini adalah khusus untuk makan malam keluarga yang sudah di rencanakan oleh Kakak Bryan untuk Himawari dan ibunya.


Ibu Himawari sangat heran nampak tak biasa karena dia tak pernah sama sekali makan di restoran mahal dan mewah seperti ini.


Kak Bryan dengan sopan menarik kursi untuk ibunya, karena ia ingin lebih dekat dengan ibu Himawari. Bukan karena ia ingin mencari-cari perhatian pada ibunya, namun karena Kakak Bryan ingin lebih dekat dengan beliau, ia juga menganggap sebagai ibunya sendiri.


"Makasih ya nak." ucap Ibu Himawari.


"Sama-sama bu." jawab Kak Bryan.


Malam indah ini bernuansa dengan temaram dari cahaya lilin-lilin yang berpendar indah di dalam ruangan restoran, cahanya tidak terlalu silau, agak remang-remang juga, serta ada beberapa para seniman musik , sedang asyik menggesek biolanya. Agar malam semakin indah dengan suara alunan musik yang juga mendayu-dayu saat ini.


Banyak para pengunjung sedang menikmati alunan musik itu, mereka menikmati makan malam mereka bersama orang yang terkasih, dan juga dengan sanak saudara.


"Aku ke toilet dulu bu, kak mengobrol dengan ibu ya aku hanya sebentar." pamit Himawari.


"Iya hati-hati, toiletnya ada di pojok kanan ya," ujar Kak Bryan.


"Ok kak." jawab Himawari dan memberi tanda ok ke arah Kak Bryan.


Saat akan menuju ke arah toilet, berpapasan dengan seorang pria tinggi tegap, dan dengan memakai kacamata tebal. Dia adalah Rayan.


Teman kantor Himawari bagian IT, kenapa dia juga berada di sini. Himawari melihat dengan seksama apa dia tidak salah melihat, ternyata memang benar Rayan.


"Rayan sedang apa kau disini?, apakah kau sedang makan malam dengan kekasihmu?" tanya Himawari memperhatikan penampilan Rayan saat ini, memakai jas hitam dan juga ia memakai kemeja putih, terlihat sangat gagah dan maskulin, tidak sama saat ia bertemu di kantor biasanya .


"Ehm, aku sedang ada acara , kau sendiri apa kau sedang kencan dengan anak Pak Direktur gadis kecil?" tanya Rayan, dengan tersenyum kecil ke arah Himawari.

__ADS_1


"Tidak, aku sedang makan malam dengan ibu dan juga kekasihku." ucap Himawari dengan jujur dan polos.


"Ya udah aku mau ke toilet dulu ya ." pamit Himawari.


"Iya," jawab Rayan dan mengeryitkan kedua alisnya ke arah Himawari namun, gadis itu sudah berjalan ke arah toilet wanita.


Beberapa menit setelahnya Himawari kembali duduk di meja makan bersama ibu dan juga Kakak Bryan.Mereka bertiga mengobrol asyik bersama dengan hangat dan juga harmonis.


Setelah menikmati makan malam bersama begitu romantis, dan mewah mereka bertiga beranjak pulang karena besok pagi Himawari harus bekerja begitu juga dengan Kak Bryan.


Ibu Himawari masuk kedalam rumah duluan, namun Himawari dan Kakak Bryan saat ini masih tetap di dalam mobil mereka berdua, ingin mengobrol sejenak.


"Kita pergi sebentar ada hal yang ingin aku sampaikan padamu?" tanya Kakak Bryan ke Himawari dan gadis itu mengangguk tanda ia mau di ajak keluar oleh Kak Bryan.


Mereka berdua berhenti di tepi danau dengan suasana begitu indah,air dari danau ini begitu tenang begitu indah karena tepat di atas air danau ini terdapat bayangan sang rembulan yang bulat sempurna, memancarkan sinarnya begitu menawan hati siapapun yang melihat nya.Karena di tepi danau tidak ada orang lain selain mereka berdua maka, Kak Bryan bebas mengutarakan semua isi hatinya saat ini.


"Lihatlah bulan di atas sana bagus dan indah bukan?" tanya dari Kakak Bryan yang begitu canggung, untuk mencairkan suasana.


"Iya kak." jawab Himawari dan menyandarkan pinggangnya di depan mobil Kak Bryan.


"Hari ini aku mau memberimu hadiah, tapi kau janji harus menerimanya."ucap dari Kak Bryan


"Memang kakak mau memberi apa?" tanya Himawari dengan antusias.


"Ini aku hanya memberimu kalung saja." ujar Kakak Bryan lalu dia memasangkan ke leher Himawari dengan pelan.


Lalu dia memeluknya dari belakang, sembari melihat pemandangan danau mereka berdua.


"Makasih kak, indah sekali kalungnya." jawab Himawari sembari melihat liontin kalungnya yang berbentuk bulan yang bulat, di samping nya ada beberapa hiasan bunga kecil-kecil.


"Ornamen bunga apa ini kak, kecil-kecil dan bagus sekali???" tanya dari Himawari sambil melihat liontin kalung di lehernya.


"Ini adalah oranamen bunga camomile, kau tahu aku suka bunga camomile, walau kecil dia punya banyak manfaat." ujar Kakak Bryan dan berdiri di samping Himawari dan mereka berdua terkena sinar cahaya bulan .

__ADS_1



Bersambung...


__ADS_2