
Setelah mendengar semua penjelasan Meisya, perasaan Siska bener-bener bimbang dan juga di selimuti oleh rasa bersalah.
Ia benar-benar tidak menyangka bahwa Angga tidak seburuk yang ia kira.
Selama ini ia sudah membenci Angga tanpa sebab.
Sesampainya di Bali, hal yang pertama Siska lakukan adalah mencari Angga, ia ingin meminta maaf atas sikap dan perkataan nya yang selalu kasar kepada Angga.
Siska mencoba pergi ke apartemen Angga tapi ia tidak menemukan keberadaannya disana.
Keesokan harinya Siska sudah mulai bekerja kembali seperti biasa, berharap bisa bertemu dengan Angga di kantor, tapi sampai menjelang siang pun tidak ada tanda-tanda kehadiran Angga.
"Sis... Kenapa sih kamu celingak-celinguk dari tadi, kamu lagi nyari siapa"
"Nyari Adi ?"
"Bukannya tadi pagi kalian berangkat bareng ya" Tanya Anita penasaran.
"Nggak... Aku gak nyari siapa-siapa"
"Itu cuman perasaan kamu aja kali" kilah Siska.
"Oia Nit... kok dari tadi aku belum liat pak Angga ya"
"Tumben jam segini dia belum datang" tanya Siska basa-basi.
"Emang nya kamu blm tau Sis..."
"Pak Angga kan pergi ke luar Negri"
"Dan aku denger-denger dia bakalan menetap di sana, ngurusin perusahaan keluarganya yang ada di sana" jelas Anita.
Deg... Jantung Anita rasanya terasa tertusuk duri dan tubuhnya pun terasa lemas.
"Kamu serius Nit" tanya Siska tidak percaya.
"Kalo yang Aku denger dari orang-orang sih gitu"
"Ngomong-ngomong tumben kamu nanyain pak Angga, emangnya ada apa".tanya Anita heran
"Nggak... Aku cuman pengen tau aja"
Kesempatan Siska untuk meminta maaf kepada Angga benar-benar sudah terlambat, ia sudah tidak punya kesempatan untuk menebus kesalahannya.
"Kenapa kamu pergi begitu aja Ga"
"Padahal aku ingin meminta maaf sama kamu"
"Apa mungkin kamu pergi gara-gara aku"
"karna aku pernah meminta kamu untuk menjauhi aku"
"Mungkin itu sebabnya kamu pergi tanpa memberitahu aku dulu"
"Aku nyesel ga... Sudah berbicara seperti itu sama kamu" gumam Siska dalam hati.
***
"Nit... Mami mau biacara Sama kamu" Mami Anita menghampiri putrinya di kamar dan mendatarkan tubuhnya di sebelah Anita yang sedang beristirahat sehabis pulang kerja.
__ADS_1
"Mami pasti mau membahas masalah perjodohan Anita kan " tebak Anita
"Nita cape Mih... Nita pengen istirahat" Jawab Anita malas.
"Nanti malam Amar akan datang ke sini untuk menemui kamu"
"Jadi Mami minta kamu siap-siap dan dandan yang cantik untuk menemuinya" jelas Mami.
"Mih... Kenapa Sih Mami terus-terusan maksa aku untuk nerima perjodohan ini"
"Sekarang udah jaman modern Mih... Udah gak musim lagi yang namanya perjodohan" ucap Anita kesal.
"Mami ngelakuin ini untuk kebaikan kamu"
"Amar itu anak yang baik, dia sudah mapan. selain itu Mami dan Papi sangat kenal dekat dengan keluarga nya, mereka semua dari keturunan baik-baik"
"Mami yakin kamu pasti akan bahagia menikah dengan Amar" Jelas Mami lagi.
"Mih .. Anita sudah dewasa"
"Tolong biarkan Anita memilih jodoh Anita Sendiri Mih"
"Lagi pula ini hidup Anita, Anita yang berhak menentukan mana yang terbaik untuk Anita, toh Anita yang akan menjalaninya, bukan Mami"
"Terserah kamu mau bilang apa"
"Pokoknya Mami gak mau tau, nanti malam kamu harus menemui Amar" Mami sama sekali tidak menghiraukan ucapan Anita.
"Mih... Kenapa sih Mami gak mau mendengarkan ucapan Anita"
"kenapa sih Mami sebegitu bencinya sama Jodi"
"Feeling Mami mengatakan kalo Jodi itu bukan pria baik-baik"
"Mami bisa melihat dari sikap dan cara bicaranya"
"selain itu asal-usul keluarganya pun tidak jelas"
"Feeling Mami bilang" Anita tersenyum sinis.
"Mami gak merestui hubungan aku dan Jodi hanya dengan mengandalkan Feeling Mami aja"
"Bener-bener gak masuk akal"
"Lagipula Anita sudah berkali-kali bilang sama Mami kalau keluarga Jodi tinggal di luar negri"
"Mereka semua sibuk dengan bisnis nya di sana"
"Itu sebabnya Jodi tidak bisa memperkenalkan mereka kepada Mami"
"Tapi Jodi sudah janji sama aku, kalau orang tua tidak sibuk, dia akan mengajak orang tuanya untuk menemui kita" jelas Anita lagi.
"Sudah Cukup Nit... mami cape berdebat terus sama kamu"
"Pokoknya kamu sekarang siap-siap"
"Nanti mami akan memanggil kamu kalau Amar sudah datang" ucap Mami sambil pergi meninggalkan Anita.
Sepeninggalnya Mami dari kamarnya, Anita langsung menghubungi Jodi kekasihnya itu.
__ADS_1
"Halo Jod kamu ada di mana" tanya Anita saat panggilannya tersambung.
"Aku ada di apartemen sayang..."
"Ada apa, kok kedengerannya kamu lagi kesel gitu" jawab Jodi dari sebrang sana.
"Ia Jod... Aku kesel banget sama Mami"
"Nanti malam Mami mau mempertemukan aku sama laki-laki yang mau di jodohin sama aku"jelas Anita.
"Malam ini aku boleh kan nginep di apartemen kamu" sambungnya lagi
"Tentu saja boleh dong sayang..."
"Aku jemput kamu ke sana ya sekarang"
"Ya udah kalo gitu kamu tunggu aku di ujung jalan deket pos security ya, nanti aku jalan kesana lewat pintu samping" jelas Anita.
Anita langsung bersiap-siap untuk melarikan diri dari rumahnya"
Kemudian Ia mengintip dari balik pintu kamarnya, memastikan kalau tidak ada siapa-siapa di luar. Setelah itu ia mengendap-endap pergi ke samping rumah untuk pergi ke luar menghampiri Jodi yang sudah menunggunya di sana. kebetulan Papi dan Mami Anita sedang berkumpul di ruang keluarga menunggu kedatangan Amar.
Tak berselang lama pria yang di tunggu Mami dan Papi Anita pun datang. Amar menyapa Mami dan Papi Anita dengan sangat sopan, begitupun sebaliknya, Mami dan Papi Anita menyambut Amar dengan sangat ramah.
"Om Tante Amar bawa titipin kue dari Mami untuk Om sama Tante"
"Mami dan Papi juga minta maaf tidak bisa ikut ke sini karna sedang ada keperluan yang tidak bisa di tinggalkan" ucap Amar seraya memberikan bawaannya.
"Aduh... kenapa repot-repot segala" ucap Mami seraya menerima kue yang di bawa Amar.
"Tolong sampaikan terimakasih kepada Mami dan Papi nak Amar dari Tante"
"Ya sudah kalau begitu Tante ke atas dulu ya, tante mau panggil Anita" Mami meninggalkan suaminya dan juga Amar berdua di sana untuk berbincang-bincang.
Tok tok tok "Nit... Amar sudah datang, apa kamu sudah siap" ucap Mami seraya mengetuk pintu kamar Anita, namun sama sekali tidak ada jawaban dari dalam, dan akhirnya Mami memutuskan untuk masuk ke dalam kamar putrinya itu.
"Nit... Nita... kamu di mana" Ucap Mami saat masuk ke dalam dalam kamar Anita. Kemudian Mami mencari Anita ke kamar mandi, tapi Nita tetap tidak ada.
"Ya Ampun... pergi kemana anak itu"
"Dia pasti pergi sama si Jodi"
"Anita bener-bener keterlaluan" ucap Mami kesal.
"Bagaimana ini, apa yang harus saya katakan sama Amar, gak mungkin saya kasih tau Amar kalau Anita Kabur" ucap Mami bingung.
Setelah berpikir beberapa saat, akhirnya mami memberanikan diri untuk turun ke bawah menemui amar.
"Mih... mana Anita, Kenapa dia gak ikut turun" tanya Papi saat melihat istrinya hanya datang sendiri.
"Anita gak enak badan Pih .. badannya demam" jawab Mami bohong.
"Tante minta maaf ya nak Amar... seperti hari ini Nak Amar belum biasa bertemu dengan Anita" Ucap Mami kepada amar.
"Tidak apa-apa Tante... saya bisa bertemu Anita lain kali" Jawab Amar sopan.
"Tante jadi merasa gak enak... padahal nak Amar udah jauh-jauh datang kesini" Mami Anita bener-bener merasa tidak enak hati sekaligus bingung.
"Tidak apa-apa Tante... Amar seneng kok bisa datang kesini" ucap Amar lagi
__ADS_1