
Dari apartemen Mona, Adi segera bergegas ke kontrakan Siska, sebab ia yakin Siska pasti sudah pulang dari tempat acara pernikahan mereka.
Sesampainya di sana, Adi langsung di hadang oleh Ayah Siska dan sodara nya yang lain.
"Untuk apa kamu kesini" ucap Ayah Siska Emosi.
"Masih berani kamu muncul di hadapan kami setelah membuat kami semua malu"
"Bisa-bisanya kamu tidur dengan perempuan lain di hari pernikahan kamu sendiri"
"Kamu sudah mempermainkan perasaan putri saya" ucapnya geram, begitupun dengan sodara-sodara Siska yang lain, yang sudah tidak tahan ingin menghajar Adi.
"Saya ingin bertemu Siska Om... saya ingin minta maaf dan menjelaskan kesalahpahaman ini" jawab Adi.
"Kesalahpahaman apa, sudah jelas-jelas ada buktinya kalau kamu sedang tidur dengan perempuan lain, kamu pikir kami bodoh" bentak ayah.
"Saya bisa jelasin semuanya Om..."
"Tapi tolong ijinkan saya bertemu dengan Siska dulu"
"Saya tidak akan mengijinkan putri saya bertemu lagi dengan kamu"
"Sebaiknya kamu pergi dari sini sebelum kesabaran saya habis" usir Ayah Siska
"Gak om saya gak akan pergi dari sini sebelum saya bertemu dengan Siska"
"Siska.... tolong keluar sebentar, aku mau bicara sama kamu" teriak Adi.
"Dasar keras kepala" akhirnya sepupu laki-laki Siska memberikan pukulan di perut Adi, ia benar-benar geram atas buatan Adi.
"Cukup... cukup..." teriak Siska yang akhirnya keluar dari dalam rumah.
"Siska...untuk apa kamu keluar, Ayah sudah bilang, kamu diam saja di dalam"
"Tolong tinggalkan kami sebentar Yah... Siska ingin mendengar penjelasan Adi" mohon Siska.
"Tapi Siska..." Ucap Ayah merasa ragu.
"Siska mohon Yah..."
"Baiklah kalau begitu, tapi kamu jangan mudah percaya dengan laki-laki ini" akhirnya Ayah memberikan kesempatan kepada Siska dan Adi untuk bicara berdua.
"Makasih Sis... kamu udah mau menemui aku"
"Aku bener-bener minta maaf Sis... aku gak bermaksud melakukan hal ini sama kamu" ucap Adi merasa bersalah.
"Cukup... kamu tidak perlu bicara panjang lebar"
"Saya hanya ingin dengar dari mulut kamu sendiri, apa benar kamu pernah tidur bersama Mona, bahkan sampai berkali-kali, seperti yang ada di Foto itu"
"Aku bisa jelasin Sis..." ucap Adi bingung.
"Kamu hanya perlu jawab Ia atau tidak" bentak Siska.
"I_ia Sis.... maaf aku hilap" Akhirnya Adi mengakui perbuatannya.
Siska tersenyum sinis mendengar jawaban Adi, kemudian Siska menampar Pipi Adi. "Hilap kamu bilang.... apakah ada seseorang yang hilap sampai berkali-kali"
"Dasar bajingan...."
"Tega kamu sama Aku Di..."
"Aku pikir kamu pria yang baik"
"Tapi ternyata kamu tidak ada bedanya dengan serigala berbulu domba"
"Pergi kamu dari sini, saya tidak sudi melihat wajah kamu lagi, saya jijik sama kamu" usir Siska.
"Sis... tolong maafin aku, aku janji aku gak akan pernah mengulangi nya lagi" ucap Adi menyesal.
__ADS_1
"Memangnya kamu pikir maaf saja cukup untuk mengembalikan semuanya ?"
"Kamu sudah mempermainkan perasaan aku"
"Dan Kamu juga sudah membuat aku dan keluargaku malu"
"Mereka jauh-jauh datang dari Jakarta, tapi mereka malah di permalukan di sini"
"Puas kamu Di... puas kamu sudah melakukan semua ini kepada aku dan keluargaku"
"Aku punya salah apa sama kamu Di..."
kenapa kamu sampai tega melakukan ini sama aku"
"Kalau kamu memang mencintai Mona, Kenapa kamu gak jujur aja sama aku dari awal" Air mata Siska mengalir begitu deras, dadanya benar-benar sesak.
"Nggak Sis... aku gak bermaksud seperti itu"
"Pergi dari sini Di..." usir Siska lagi, bahkan ia tidak mau menatap wajah Adi.
"Tapi Sis..."
"Aku bilang pergi...." teriak Siska lagi.
***
"Mona... ngapain kamu di sini" Adi sangat terkejut saat melihat Mona berada di rumahnya.
"apa maksud kamu ngelakuin ini sama aku"
"Dasar wanita licik"
"Aku kesini ingin meminta pertanggungjawaban kamu Di... sekarang aku sedang mengandung anak kamu" Mona juga sudah memberitahu hal tersebut kepada orang tua Adi.
"Nggak gak mungkin... kamu pasti bohong, ini cuman akal-akalan kamu aja kan" ucap Adi tak percaya.
"Adi... tolong jelasin sama Mami, apa maksud semua ini, kenapa semuanya jadi seperti ini" tiba-tiba saja Mami Adi menghampiri mereka.
Mami bener-bener kecewa sama kamu Di..."
"Kamu sudah mencoreng nama baik keluarga kita"
"Mami tidak pernah mengajarkan kamu jadi lelaki seperti ini" Mami Adi tampak kecewa.
"Mih... maafin Adi Mih, Adi mengaku salah, maafin Adi Mih..." Ucap Adi sembari meraih tangan Mami nya.
"Kami semua benar-benar kecewa sama kamu"
"Sekarang juga kamu selesaikan masalah kamu dengan perempuan ini"Ucap mami sembari melepaskan tangan Adi dan pergi dari sana.
"Puas kamu... puas kamu sudah membuat aku seperti ini"
"Kamu benar-benar licik ya Mon..."
"Selama ini aku udah nurutin semua kemauan kamu, agar kamu merahasiakan semua ini dari Siska"
"Tapi apa sekarang, kamu sudah membuat semuanya hancur"
"Sebenarnya apa mau kamu" ucap Adi setelah Mami nya pergi.
"Aku mau kamu Di..."
"Aku ingin memiliki kamu seutuhnya"
"Aku gak mau jadi pelampiasan kamu aja"
"Yang bisa kamu buang seenaknya"
"Setelah apa yang pernah kita lakukan selama ini" jawab Mona tanpa merasa bersalah.
__ADS_1
"Tapi kan kita udah sepakat untuk berhubungan secara diam-diam, aku juga sudah janji sama kamu, aku akan selalu menyempatkan waktu untuk bersama kamu"
"Kamu pikir aku bodoh"
Aku tau Di... sebenarnya kamu itu tidak menginginkan aku"
"Aku yakin, kamu pasti akan membuang aku setelah menikah dengan Siska"
"Aku gak mau semua itu terjadi sama aku"
"Apalagi sekarang aku sedang hamil anak kamu"
"Aku mau kamu menikahi aku secepatnya"
"Sebelum perut aku semakin membesar"
"Hahahaha setelah apa yang kamu lakukan Sama aku, kamu meminta aku menikahi kamu ? jangan mimpi kamu Mon..."
"Dan belum tentu juga anak ini adalah anak aku"
"Bisa saja kan kalau anak ini dari laki-laki lain"
"Aku tau betul wanita macam apa kamu ini" Ucap Adi tersenyum sinis.
"Jaga bicara kamu Di... sudah jelas-jelas ini anak kamu"
"Kalau kamu gak mau nikahin aku, aku akan temui orang tua kamu lagi, aku akan bilang kalau anaknya gak mau tanggung jawab" ancam Mona. Ia langsung menghampiri orang tua Adi.
"Mon tunggu Mon... jangan bicara macam-macam kamu" Adi mengejar Mona.
"Tante tolong aku Tante..." Mona Langsung meminta perlindungan Mami Adi.
"Ada apa ini"
"Kenapa kamu teriak-teriak seperti itu Adi..."ucap Mami bingung.
"Tante... tolong bujuk Adi tante..."
"Dia gak mau nikahin aku"
"Dia gak mau mempertanggungjawabkan perbuatannya"
"Adi gak mau mengakui bahwa anak yang ada di dalam perut aku ini anak dia"
"Padahal selama ini Adi yang selalu merayu aku dan memaksa aku untuk berbuat hal seperti itu"
"Tapi sekarang dia malah mau lari dari tanggungjawab nya" ucap Mona sambil menangis, ia bersikap seolah-olah dirinya itu adalah korban.
"Mih jangan percaya sama dia mih... dia bohong" ucap Adi.
"Plak" kali ini Papi Adi yang menampar Adi.
"Papi benar-benar Kecewa sama kamu"
"Sejak kapan kamu menjadi manusia yang tidak punya perasaan seperti ini"
"Melakukan hal memalukan kepada perempuan"
"Dan kamu mau lari dari tanggungjawab kamu"
"Papi sudah gagal mendidik kamu"
"Papi malu punya anak seperti kamu"
"Pokoknya Papi gak mau tau, kamu harus mempertanggungjawabkan apa yang telah kamu perbuat"
"Kamu harus menikahi perempuan ini secepatnya"
"Tapi Pih...."
__ADS_1
"Keputusan Papi sudah tidak bisa di ganggu gugat lagi" Papi Adi adalah orang yang sangat tegas.
Mona Tersenyum puas dengan semua ini.