Terjebak Cinta Segitiga

Terjebak Cinta Segitiga
BAB 125 "Dewasa 2"


__ADS_3

"Haaa... ibu pasti sudah menunggu, aku mau pulang ah..." ucap Himawari meninggalkan warung bubur ayam favoritnya.


Dia pun menaikki motor kesayangannya dan kembali menuju rumah nya,karena agak siang jalan raya tidak terlalu macet seperti tadi,dan hanya ada beberapa motor dan mobil berlalu- lalang, dan Himawari hanya butuh beberapa menit saja sudah sampai di depan rumahnya.


Dengan membawa banyak barang belanjaan, dia masuk ke dalam rumahnya itu di sambut oleh ibunya, yang sedari tadi sudah menanti .


"Kenapa lama sekali?,ibu sudah menunggu dari tadi." gerutunya ibu Himawari dan mulai tersenyum melihat putri kecilnya, membawa keranjang besar.


Nampak kesulitan karena tubuh kecilnya tak sepadan dengan barang bawaannya.


"Ha... capek nya, dan tadi sangat macet aku sampai lewat gang kecil agar lebih cepat!!" gerutu Himawari sambil menenggak es dingin


"Aaaaah..."


"Pelan-pelan minumnya kau itu, masak ya kau harus bilang Aah.."goda ibu Himawari melihat kekonyolan anak gadis semata wayangnya.


"Ha...terserah aku bu, aku akan mengulangi nya lagi."


"Glegek, gelegek aaaaahhhhhhhhh." Himawari mengulangi bunyi ah lagi, dan menggoda ibu nya agar kesal, namun ibunya tidak kesal dan malah mencubit pipi gembilnya.


"Arrgghhhh,sakit bu!!"sambil mengusap pipi nya yang memerah karena cubitan ibunya.


"Sudahlah, ibu mau memasak kau tunggu di depan ya, kau sudah sarapan aku mencium bau bubur ayam." ujar ibu Himawari karena indra penciuman yang tajam ,terbiasa masak dengan mencium aroma nya saja bisa tahu semua kompisisi bahan yang di gunakan.


"Iya bu, aku tadi udah makan bubur ayam di tempat biasanya." ujarnya Himawari sembari merebah di kasur lantai dan menyalakan tv.


"Ya udah, kau boleh istirahat habis ini bantu ibu jualan ya, seperti biasa kalau agak siang pasti ramai pembeli." ujar Himawari dengan segera membawa bahan masakan ke dalam dapurnya.


Himawari asyik menonton televisi, dan tidak sengaja melihat Kak Bryan berada di dalam siaran tersebut. Dia mengenakan jas warna putih tampan maksimal, dengan senyuman yang khas itu tak lekang oleh waktu.


Himawari tertegun untuk beberapa detik kala melihat wajahnya Kak Bryan yang di siarkan langsung di televisi.


Kak Bryan yang sudah sukses dan menjadi seorang pengusaha yang handal, dalam dunia permodelan.Dia itu sukses membawa harum nama Indonesia. Membawa brand bajunya ke berbagai negara ke luar negeri.


Senyuman yang amat senang dan terlihat kalau Kak Bryan itu tidak sedih sama sekali.

__ADS_1


Himawari sedikit ngilu dan terasa sesak di dadanya, mengingat perasaannya yang sudah lama terkubur mencuat kembali seakan rasa hatinya bergetar, mengingat masa lalunya itu.


"Wah... selamat Kak Bryan aku harap kau bisa melupakan aku." ucap lirih Himawari sembari melihat wajahnya terpampang di televisi dia amat senang dan membanggakan.


Karena sudah lama tidak bertemu Himawari pun memutuskan untuk tidak menghubungi kedua pria yang membuat perasaannya tidak menentu. Dan tak bisa mengambil keputusan dengan bijaksana baginya dulu dia hanyalah gadis kecil yang masih polos dan naif namun sekarang berbeda dia sudah berusia 23 tahun


Dan harus merubah sifat kecilnya itu, bahkan sekarang dia itu harus berusaha mencari kerja untuk membantu ibunya, terlihat ibu Himawari yang sudah tua. Dia adalah anak satu-satunya harus bisa membantu agar ibunya itu merasa bangga kepadanya.


"Maafkan aku ya kak, aku rasa sekarang kau lebih bahagia dan sukses." ucapnya dengan memandang wajahnya,mantan seorang yang pernah ada di dalam hati gadis kecil itu .


Siaran televisi itu berganti iklan dengan tiba- tiba, Himawari pun mendengus agak sebal.


Merebahkan tubuhnya yang kecil itu dengan seenaknya.Dan meringkuk memeluk boneka besarnya itu sambil mengerucutkan bibirnya yang kecil.


"Ha... ya Tuhan kenapa aku bodoh sekali,dan kenapa mereka bedua masih saja membuat aku bingung??" batin Himawari menggerutu.


🌻🌻🌻🌻🌻


Pagi ini Kak Langit nampaknya dia sedang presentasi di depan banyak orang, mereka semua adalah orang penting.


Setelah beberapa menit dia pun mengahiri berterimakasih kepada semua orang yang sudah hadir .


"Sekian terimakasih, demikian presentasi saya, jika ada salah kata mohon maaf." ujar Kak Langit dengan membungkukkan badan.


Di depan semua orang yang hadir kala itu,dan mereka semua berdiri dan bertepuk tangan.


"Prook...proook..proookk."


Beberapa orang pun menyalami dan pergi dari ruangan itu.Akan tetapi saat ini hanya ada satu orang saja yang berdiri menunggunya.


"Kemarilah Langit aku ingin mengobrol, dan duduklah di dekatku." ujar pria berjas biru itu.


"Iya Pak, ada apa?" tanya Kak Langit sembari duduk di dekatnya.


"Aku tanya ya, kau pintar dan juga cerdas, apa kau tak tertarik masuk perusahaanku?" tanya pria berjas biru pada Kak Langit dan menatap dengan mengulas senyum.

__ADS_1


"Maaf aku, tak tertarik sama sekali menjadi seorang pengusaha." ucap singkat Kak Langit kepada pria itu lalu dia melihat jam tangannya


"Mohon maaf, aku masih ada janji boleh aku tinggal." pamit Kak Langit undur diri kepada pria berjas biru itu.


"Tentu saja, silahkan." jawabnya itu terdengar agak sebal atas tolakkan tanpa basa-basi itu.


Kak Langit pun keluar ruangan dan membawa berkas-berkas juga laptop miliknya, dia mulai tersenyum manis dengan melangkahkan kaki nya yang jenjang masuk kedalam lift.


Saat masuk kedalam lift ada seorang wanita seksi, dengan memakai baju sekertaris, span dan kemeja putih, dengan blazer bewarna biru


Dia memandang dengan tatapan intens pada Kak Langit, dan menggeser badannya yang sangat seksi, dengan kaki jenjangnya mulai terekspose sempurna karena span mini nya dan sepatu high heelnya membuat kakinya itu semakin jenjang terlihat.


Kakak Langit yang menatap fokus ke arah depan, tak mengindahkan sama sekali gadis berkaki jenjang, namun tiba-tiba lift berhenti sejenak dan tidak bisa berfungsi secara tidak sengaja wanita itu gontai dan jatuh di dekat Kak Langit, lipstik warna pink nya menempel di kemeja putihnya, membentuk sebuah bibir.


"Aduh sialan, kau menyingkirlah." sembari mendorong tubuh ramping sang wanita itu.


"Maafkan saya tuan, aku tak sengaja." ucap wanita itu dengan gaya menggoda, wajahnya yang cantik tirus, dengan bibir seksi bewarna pink, berbalut baju yang membentuk lekukan indah tubuhnya membuat daya tarik sendiri.


Kakinya amat jenjang putih mulus,dan rambut panjangnya terurai itu, pasti akan membuat para pria akan bertekuk lutut di hadapannya.


Aroma parfum mahal yang tercium dari tubuh wanita itu, pastilah semua kamu adam akan langsung terpikat olehnya itu, dengan semua yang ada pada dirinya.


"Hem, kau hanya wanita murahan, sadarlah aku tak akan tergoda dengan parfummu itu." ucap Kak Langit dengan nada dingin dan juga ekspresi datarnya.


"Sialaan, kau kira kau siapa pria sombong??" ujar wanita itu mengumpat, karena merasa terhina sekali dengan kata-katanya tersebut.


"Yang kau kenakan itu pastilah parfum dari para pria bodoh iya kan, yang sudah kau rayu juga kau sihir !!" sambil menyeringai ke arah wanita itu.


"Tiiiing."


Lift tiba-tiba terbuka banyak para eksekutif muda juga karyawan akan masuk ke dalam.


Kak Langit keluar dengan tatapan tajam dan dingin, dia keluar lift dan tetap fokus dengan langkahnya.Menuju keluar gedung pencakar langit itu. Lalu naik mobil sport merahnya itu.


Melaju dengan kencangnya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2