Terjebak Cinta Segitiga

Terjebak Cinta Segitiga
BAB 53 "Sedih"


__ADS_3

Satu minggu kemudian, saat para siswa sibuk mencari kesibukannya, ada yang makan juga ada yang sedang bermain, dan ada juga yang sedang bergurau, berbeda dengan Kak Langit dia menyendiri seperti biasanya. Murung dan bersedih, muram gundah gulana entahlah apa yang dia fikirkan sehingga membuat seperti itu. Siang pukul 12.00 wib, saat semua para siswa pun beristirahat sekolah.


Siang matahari nampak malu menampakan wajahnya, seiring berjalannya dentang jam dia bersembunyi di balik kepulan awan hitam


Ternyata seperti biasa awan ingin menangis dan mencurahkan isi hatinya, kepada Bumi dia ingin mengirim pesan singkat untuk mau bermain dengannya sejenak, serta meluapkan perasaan yang sedang tak bergairah. Merasa sangat penat dan bersandar sejenak tak ubah nya ingin bercengkrama dengan Bumi lagi.


Guntur sesekali terdengar di telinga, dan juga kilatan cahaya dari petir yang bersahut-sahut an mulai menyeruak. Tak itu saja aroma air hujan sudah mulai tercium sebelum ia jatuh.


Bau debu, tanah dan aroma air yang tercium di hidung serasa ia akan jatuh sebentar lagi.


Seorang pria yang sedang duduk di bangku paling belakang, dia itu merasa sangat sedih saat ini, tidak mau bermain dengan para pria lainnya, dia hanya ingin diam saja atau juga tidak mau melakukan kegiatan lainnya selain menyendiri .


"Hai, kak kenapa kau menyendiri lagi?" Tanya Himawari dengan tersenyum sangat manis, pada Kak Langit agar dia mau tersenyum tak murung lagi.

__ADS_1


Namun Kak Langit tetap saja diam tidak mau menjawabnya, akhirnya Himawari memegang kedua telinga Kak Langit,ia sambil tersenyum.


Menariknya pelan agar dia mau mengahadap wajahnya ,akhirnya dia pun mau menatapnya.



Kak Langit sangat terkejut kenapa gadis ini melakukan hal seperti itu,karena dia sekarang dia tak ingin di ganggu oleh siapapun juga.


"Kak, kenapa murung ?"Tanya dari Himawari sambil melapas kedua tangannya dengan amat pelan dan lembut.


"Maaf ya ,aku tak bisa melindungimu, dan aku rasa mereka ingin menghajarku, memalak aku juga." Jawab dari Kak langit menatap wajah Himawari dengan sendu, penuh kesedihan.


Lalu wajahnya menunduk sangat kecewa dia merasa kalau dia adalah pria yang lemah tak bisa membela dirinya, ataupun untuk orang lain juga.

__ADS_1


"Tidak apa-apa untung ada Bang Gamma, lagi pula kenapa Kakak itu pulang malam sekali?"


Himawari penasaran, dia juga mengernyitkan alisnya yang sebelah, tidak itu saja dia pun menatap kedua bola mata Kak Langit yang terlihat menutupi beberapa hal. Ada hal yang tidak mau ia bicarakan dan membuat sangat muram sedih sekali.


"Baiklah kalau gak mau cerita, nanti kakak, mau keluar main bersama Shakira dan Kak Bryan ?" Himawari menawari Kak Langit agar mau bermain dengan temanya tak bersedih lagi.


"Ehm, tapi sepulang sekolah aku kerja di Pak Baek, apa kau sudah lupa?" Tanya dari Kakak Langit dan menoleh ke arah Himawari.


Dan Kak Bryan pun sudah tiba di kelas, dia berdiri samping Himawari saat ini, terlihat menyeringai terlihat wajahnya yang arogan.


Wajah tirusnya di tekuk, alisnya agak merapat dan menarik salah sisi bibirnya, dan menatap Kak Langit dengan pandangan tajam, tak itu saja dia mulai angkat bicara.


"Ckk, aku kira kau ini memanglah pria yang sangat aneh, kau seharusnya tak membawa seorang gadis dalam bahaya!!!" Suara lantang dari Kak Bryan memicu emosi dari Kak Langit yang pendiam, dan suka berkata irit.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2