Aku Kamu Dan Dia

Aku Kamu Dan Dia
RhnS 1


__ADS_3

Seorang gadis SMA berhijab bersama kedua orang laki-laki yang sebaya dengan gadis itu dan seorang pria berumur baya, mereka sampai ke Korea yang kala itu musim salju akan datang.


Dengan menuruni tangga pesawat, jantung gadis itu terus berdetak sekencang-kecangnya.


Dia membawa tas sekolahnya yang kini tampak besar, sementara mereka bertiga membawa koper.


Sungguh dia memakai tasnya bukan karena dia sederhana, hanya saja dia memang tidak memiliki koper, lagi pula tasnya muat menyimpan semuanya.


Tidak lama saat menginjakan kakinya di dalam gedung bandara...ponselnya berbunyi.


Gateun nara...


Ya, dia mendapatkan sebuah pesan chat dari seseorang yang bernama Chanbin.


Chanbin adalah wanita kenalan pertamanya di Korea, dia ingin sekali bertemu dengannya, namun dia menolaknya.


Dia membuka chatnya, karena tidak bisanya dia mengiriminya pesan chat lewat SMS.


Chanbin : Syah, on WA!


Tulis Chanbin dalam bahasa Korea, tentunya dia sudah mengerti, walau pun dia orang Indonesia, karena dia bisa beberapa bahasa dan hebatnya, bahasa Korea dia pelajari tanpa guru.


Tanpa menunggu lama dia pun menyalakan data dan membuka WA dari Chanbin.


Chanbin : Syah saat kamu di sini, apakah aku masih bisa menghubungimu terus?


Chanbin : Kalau tidak bisa tidak apa-apa, mungkin aku akan menunggu.


Tulis Chanbin.


Gadis : Hubungi aja kalau kamu butuh, aku selalu stay untuk teman-temanku, aku akan berusaha tetap terhubung dengan kalian.


Chanbin : Kamsahamida Syah ah


Tulis Chanbin yang ternyata dia adalah seorang pria.


Sebenarnya Chanbin adalah Chanyeol, dia menyukai gadis SMA itu, namun dia belum berani jujur, makanya dia tidak ingin bertemu walau pun sebenarnya ingin.


Pria itu tersenyum saat mematikan ponselnya, dia tidak menyangkan akan satu negara dengan gadis kecintaannya.


"Hari ini adalah konser terakhirku bersama Kyungsoo ya, Lay Hyung dan Chenchen." ucapnya lembut dengan senang. "Tuhan kini aku mempercayaimu, melalui gadis ini Engkau memberiku hidayah A-Allah." lanjutnya lagi.


Pria itu pun segera bersiap-siap dengan senyuman yang sangat merekah.


****


Sementara di sisi lain, Taeyeong dan Sehun terlihat sedang masuk ke suatu kamar Hotel bersama kedua orang pihak dari SM.


"Di sini tempat kalian berdua! Kami menyewanya secara VIP, dan sore nanti kalian turunlah ke bawah, kita akan makan bersama di Kantin." jelas pihak SM 1.


"Ye." balas Sehun dan Taeyeong mengerti.


Tidak lama setelahnya, kedua pihak SM pun meninggalkan tempat dan langsung saja dengan senang Sehun dan Taeyeong menyerbu ranjang mereka berdua.

__ADS_1


Di waktu yang sama juga gadis SMA itu memasuki Kamar Hotel di sebelah mereka berdua, walau pun tidak VIP.


Gadis itu membereskan semua barang-barang yang dia bawa dengan rapi.


Dia menatap sekeliling sebelum akhirnya memvideo call lewat WA seseorang yang dia beri nama Navy. Navy menganggkatnya dan di sana dia sudah bersama yang lainnya.


"Assalamualaikum." salam gadis itu yang kini hijabnya mulai berantakan.


"Waalaikumussalam." balas semua orang antusias dan membuat senyuman di bibir gadis itu.


"Anyeong, aku sudah sampai."


"Alhamdulillah." ucap mereka semua bersyukur.


"Teh, jaga diri baik-baik ya?" pinta seorang wanita baya yang merupakan Ibunya, gadis itu pun mengangguk.


"Teh, bawa oleh-oleh." pinta adik laki-laki gadis itu, dia pun kembali mengangguk.


"Kita gak sabar nungguin kamu pulang ke rumah, kamu hati-hati di sana, Mamah khawatir banget di sini."


"Iya, Mah. Tenang aja! Ada Pak Mukhlas yang akan bertanggung jawab kok."


"Tapi tetep aja Mamah khawatir."


"Tenang Mah! Percaya sama Enda."


"Teh, jaga kesehatan. Pulang-pulang dalam keadaan sehat wal afiat." pinta Ayah gadis itu.


"Amiin."


"Oh, entar Teteh VC Ray deh, insyaallah besok."


"Yeeh. Mereka maunya sekarang juga bukan besok." cibir Navy.


"Hari ini gua mau fokusin berlajar dulu buat nambah-nambah ilmu, kali aja besok keluar."


"Ya, udah dah, serah lu."


****


Gadis SMA itu tertidur sangat nyenyak, dan saat dia bangun, waktu menunjukan pukul 3 sore, dia pun mendudukan dirinya di ranjang dengan lemas.


"Hmm, aku harus sucian." ucap gadis itu lembut, sebelum akhirnya menuju kamar mandi.


Sementara di sisi lain Taeyong yang sudah berpakaian rapi dengan sebuah jas, sedang sibuk membangunkan Sehun.


"Hyung bangun! Cepatlah mandi! Jam 4, mereka menunggu kita di Kantin, nanti kalau telat, aduh!!" ucap Taeyong begitu cemas.


Sehun pun membangunkan dirinya dan mengambil peralatan mandinya sebelum dia masuk kamar mandi meninggalkan Taeyong.


****


Chanyeol terlihat sedang duduk melamun di samping Chen yang sedang minum jus. Senyuman demi senyuman terjadi begitu saja di bibirnya, sampai Kyungsoo datang.

__ADS_1


"Ini minuman untukmu." ucap Kyungsoo memberikan minuman pada Chanyeol, dan menyadarkan Chanyeol dari dunianya.


"Aku tidak minum." balas Chanyeol dan sontak mengejutkan Kyungsoo.


"Eh!? Biasanya kau minum paling banyak." ucap Kyungsoo terkejut-kejut dengan duduk di bangku di samping Chanyeol dan Chanyeol pun megingat sesuatu.


"Ya, hari ini aku sedang melakukan puasa." ucap Chanyeol sedikit kaku, Kyungsoo pun terkekeh percaya.


"Seorang Chanyeol melakukan puasa minum." ucap Kyungsoo tidak habis pikir. "Kapan kamu sudah tidak minum?"


"Mm, entah."


"Chanyeolie." panggil Lay yang dari tadi duduk di saping Chen. "Ini air mineral, minumlah!"


Chanyeol pun mengambil minuman tersebut dengan senyuman.


"Kamsahamida Hyung."


"Cepatlah minum! Kita akan bermusik lagi setelah 5 menit lagi." ucap Lay lagi, Chanyeol pun tersenyum, barulah meminum air tersebut.


****


Gadis itu berlari kearah pintu keluar kamar Hotelnya dengan terburu-buru dan saat membuka pintu dia pun berbelok.


Bruk!!


Gadis itu menabrak seorang pria yang alhasil membuatnya terjatuh karena tubuhnya yang tidak sebanding dengan tubuh orang yang ditabraknya.


"Mianhae yo." ucap gadis itu merasa bersalah.


Pria itu menawarkan tangannya untuk menolong gadis itu.


Gadis itu pun melihat pada seorang pria yang menabraknya dan pada saat dia lihat itu adalah Sehun, mendadak gadis itu cegukan.


Heg!?


Tanpa membalas jabatan, gadis itu langsung mengambil barangnya yang terjatuh dan langsung melarikan diri.


Sehun tersenyum melihat kepergian gadis itu yang sangat terburu-buru. Dia juga sedikit kecewa karena jabatan tangannya ditolak.


Sehun memasukan tangannya yang tertolak pada sakunya dan kembali pada tujuannya.


****


Aryo, Yuda dan Pak Mukhlas terlihat sudah menunggu gadis tersebut di depan Hotel, mereka bertiga terlihat khawatir.


"Dimana dia, kok belum datang-datang sih!?" ucap Aryo resah.


"Coba salah satu dari kalian cari dia!" pinta Pak Mukhlas.


"Saya aja yang nyari dia." ucap Yuda mengajukan diri.


"Ya, udah sana!"

__ADS_1


Tanpa menunggu lama-lama Yuda pun langsung berlari untuk mencari gadis itu.


__ADS_2