Aku Kamu Dan Dia

Aku Kamu Dan Dia
RhnS 6


__ADS_3

Seusai memberikan data-data kepada panitia, Sehun memutuskan berjalan-jalan di dalam gedung dan dia kembali menemukan gadis itu masuk ke dalam sebuah ruangan.


Namun kali ini Sehun melihat ada yang beda, karena gadis itu terlihat begitu lemah.


“Dia sakit?” tanya Sehun dalam hatinya.


Tidak lama setelah itu pandangan Sehun terarah pada Yuda yang menemui seorang wanita yang hampir baya.


“Ibu, saya boleh minta tolong?” tanya Yuda pada wanita itu.


“Apa yang bisa saya bantu?”


“Tolong jaga obati gadis yang ada di ruangan sana, tubuhnya menggigil.” jelas Yuda.


Setelahnya Yuda meraba dompet yang ada di sakunya, dia pun mengeluarkan beberapa jumlah uang.


“Ini uang, jika Anda ingin membeli apa pun untuknya, beli saja dan jika ada sisa untuk Anda. Ketuk saja pintunya, aku yakin dia akan membukanya.” ucap Yuda yang terlihat cemas.


“Ah, baiklah.”


“Terima kasih.”


Setelah itu Yuda pun meninggalkan wanita yang hampir baya itu.


Setelah kepergian Yuda, Sehun pun mendekati wanita itu dengan sedikit ragu.


“Ibu permisi.” ucap Sehun ramah pada wanita tersebut.


“Iya, ada apa?”


“Apa yang Anda bicarakan dengan laki-laki itu?”


“Oh, itu. Sepertinya pria muda itu memintaku mengobati kekasihnya yang sedang sakit. Oh, sangat romantis.” jelas wanita itu terlihat senang, namun membuat Sehun muak.


“Ah, iya-iya. Bibi, biar saya saja yang mengurus gadis itu.”


“Hei! Apa kau mengenal gadis itu?” goda wanita itu.


“Tentu saja. Aku adalah bodyguardnya, jadi aku punya tugas melindunginya, baik saat sakit atau pun apa pun.”


“Oke, baiklah.” ucap wanita itu mengerti. “Ini.” Lanjutnya memberikan Sehun uang.


“Untuk apa ini?”


“Itu uangnya, dia bilang untuk gadisnya.”


“Tidak usah, aku memiliki uang untuk gadis itu, itu untuk Bibi yang mau berbaik hati.” tolak Sehun, wanita itu pun kembali mengambil uangnya.


“Baiklah, kalau begitu saya pamit.”


“Sebelumnya aku mau minta pertolongan padamu Bi.” ucap Sehun tiba-tiba dan membuat wanita itu terheran.


“Kenapa?”


“Saya akan membelikan gadis itu coklat hangat dan bubur. Saya minta tolong pada Bibi agar memberikannya pada gadis itu.” jelas Sehun.

__ADS_1


“Baiklah.”


“Tunggu sebentar ya Bi!”


Sehun pun bergegas untuk memesan sesuatu ke toko yang ada di dalam gedung.


Sehun pun memesan coklat hangat dan bubur, barulah dia membawanya pada wanita tadi.


“Tolong Bi. Berikan surat kecil dariku juga. Oh, iya, panggil dia Nona.” ucap Sehun yang begitu senang.


“Hmm, baiklah.”


Wanita itu pun mengambil surat tersebut dari Sehun dengan senang, dan pergi meninggalkan Sehun.


****


Gadis SMA itu duduk di bangku dengan menggigil dan saat ini dia melepaskan hijabnya, membiarkan rambutnya terurai.


Tok tok!!


Bunyi pintu mengejutkan gadis SMA itu.


“Siapa?” tanya gadis SMA itu teriak dengan kakinya yang melangkah mendekati pintu.


“Aku seorang Bibi yang diminta oleh kekasih Anda untuk memberikan ini padamu.”


“Kekasih? Aku tidak punya kekasih.”


“Lalu pria muda itu siapa?” tanyanya dan membuat gadis itu bingung, gadis itu pun membuka kunci dan mulai membuka pintunya sedikit.


“Ini untuk Nona manis.” ucap wanita itu dengan sangat manis dan membuat gadis SMA itu tidak percaya.


“Itu untukku?”


“Iya.”


Gadis SMA itu pun kemudian memakai tupluk sweaternya dan membuka pintunya lebih lebar.


“Ambilah Nona!”


“Terima kasih Bi.” ucap gadis itu mengambil keduanya.


Wanita itu pun langsung pergi, gadis SMA itu pun masuk kembali, dia menaruh bubur dan coklat hangannya di bangku, barulah menguncinya.


Gadis itu mengambil sebuah surat yang diletakan di atas bubur dengan tersenyum, kemudian membukanya.


“Hai Nona! Aku pengagum rahasiamu. Aku memesankanmu bubur dan coklat, kau harus meminumnya agar aku senang. Cepatlah sembuh! Oh, iya, aku hanya ingin berkata jujur bahwa, pria itu mengkhawatirkanmu dan ini bisa dikatakan rencananya juga.”


Setelah membacanya, gadis itu pun tekekeh dengan lemasnya.


“Siapa kamu? Kau tau suratmu itu sangat berkesan untukku.” ucap gadis itu dengan senyumannya yang merekah.


Saat gadis itu berbicara, Sehun mendengarnya dari luar pintu.


Walau pun kurang terdengar oleh telinga Sehun, tapi itu cukup terdengar olehnya.

__ADS_1


Sehun pun tidak bisa menahan senyumanya yang sangat membara dalam hatinya.


****


Chanyeol masih terduduk dengan menatap langit, namun kali ini dengan jaket yang sangat tebal membalut tubuhnya.


Dia membiarkan salju berjatuhan pada sekujur tuburnya, perasaannya mulai menenang.


****


Sehun membawa peralatan untuk mengompres ke depan ruangan gadis SMA itu.


Tok tok!!


Sehun mengetuk pintu, namun tidak ada jawab, hingga dia melakukannya sampai tiga kali, namun tetap tidak ada balasan.


“Nona?” panggil Sehun khawatir, namun tidak ada jawaban.


Sehun pun memutuskan untuk membukanya dengan kunci cadangan.


Feeling Sehun benar, saat dia membuka pintu, dia melihat gadis itu menggigil dengan keadaan tertidur.


“Nona.” kejut Sehun khawatir.


Sehun pun masuk kemudian menutup pintunya, barulah dia memasukan handuk ke air hangat dan setelah memerasnya ditempelkan pada dahi gadis itu.


Sehun melepas mantelnya dan menyelimutkan pada gadis itu, sehingga gadis itu mulai menenang dalam tidurnya.


Sehun melihat gadis SMA yang kini ada di depannya dan kali ini tanpa hijab.


“Pertama kalinya aku melihatmu adalah kamu gadis yang polos dan lucu, namun sekarang... Mm. Aku memang sudah kurang ajar.” ucap Sehun yang mulai memegangi rambut gadis SMA itu.


“Hei! Sebenarnya kamu itu apa?” tanya Sehun lembut dengan mengelus-elus rambut gadis tersebut, dia tidak membiarkan rambut itu menutupi gadis itu.


“Maafkan aku, semoga kita bertemu lagi. Dan saat kita bertemu, kamu jangan membenciku karena aku telah masuk dan menyentuhmu tanpa izin. Bukan mukhrim? Itu sangat lucu. Sekali lagi maafkan aku.”


Tidak lama setelahnya, Sehun mengalihkan pandangannya pada sebuah buku.


Dia pun mengambil dan melihat isi buku tersebut dan di dalamnya terdapat banyak tulisan Chanyeol, Sehun pun terkekeh.


“Mm, dia fansgirl Chanyeolie Hyung.” ucap Sehun tidak menduga dengan sedikit penyesalan. “Harusnya aku tidak membuat gadis ini bertemu dengan Chanyeolie Hyung.”


Tidak lama setelahnya, ponsel gadis itu pun berbunyi, Sehun mengambilnya dan dia dapat melihat itu pesan dari seseorang.


“Chanbin ah, dia punya teman di Korea.” tanya Sehun dalam hati dengan perasaan aneh.


“Syah, sampai jumpa. Mungkin ini pesan terakhirku untukmu. Aku berbohong pada dirimu soal jati diriku yang sebenarnya. Aku hanya ingin kamu tahu, aku bukanlah gadis, tapi aku pria. Aku ingin berteman denganmu, jadi aku berbohong. Dan aku juga menyukaimu.” tulis Chanbin.


“Siapa pun Anda? Harusnya Anda jangan berbohong, itu kesalahan fatal Anda.” ucap Sehun lembut.


Sehun pun menaruh ponselnya kembali dengan sedikit frustasi, dia hanya bisa menarik nafasnya panjang.


“Siapa lagi orang yang menyukai Nona selain Chanbin, dan kedua pria muda itu?”


Sehun bangkit dan kemudian berbisik pada telinga gadis itu. “Untuk pertama kalinya aku menyukai seorang gadis dan begitu bodohnya aku sampai mengejarnya seperti ini, bahkan hanya untuk seorang gadis. Jika suatu hari kita bertemu lagi, aku akan membuatmu sah menjadi milikku.” bisiknya lembut, sungguh Sehun sendiri tidak mengerti makna yang dia ucapkan.

__ADS_1


Setelahnya Sehun pun pergi dan membawa barang-barang yang tadi dibawanya.


__ADS_2