
"Apa yang terjadi, nak?" tanya papa melihat Alam yang tergesa-gesa.
"Gita..Gita hilang lagi, pa?" jawab Alam yang membuat wajah papa Dul melotot ke arah Alam.
"Kok bisa? bukannya tadi sama kamu." tanya Papa.
"Maaf, pa. aku tadi ninggalin Gita." Jawab Alam menunduk.
"Kenapa kamu tidak belajar dari pengalaman, lam. Kamu kan tahu Gita saat ini dalam bahaya. Kenapa kamu ulangi lagi. Papa kecewa sama kamu alam." Emosi papa saat melihat putrinya hilang lagi.
Sementara Mama memarahi Nabila yang sudah di bawa ke dalam kamar. Sesekali wanita berusia 55 tahun itu menghembuskan nafasnya. Dia tidak menyangka menantunya menyimpan wanita lain di kamar.
"kemana anak saya!" bentak mama Yulia pada Nabila.
Nabila ketakutan melihat amarah Mama Yulia. Dia memilih diam, toh kalau dia bersuara pun tetap akan dimarahi. Kepalanya terus menunduk.
"JAWAB!!! DIMANA ANAK SAYA!" Suara mama Yulia semakin menggelegar.
"Saya tidak tahu, Bu. Saya sampai kesini Bu Gita sudah tidak ada di kamar." jawab Nabila yang sudah ketakutan.
"Bohong! Pasti kamu melakukan sesuatu sama anak saya. Biar kamu bisa berduaan dengan lelaki itu!" bentak mama Yulia sambil menunjuk ke arah Alam.
"Ma..." bujuk papa
"Apa, pa! Mau bela Alam lagi. Papa lihat dia tidak becus menjaga istrinya. Mama kecewa sama kamu, lam. Bisa-bisanya kamu menyimpan wanita lain dikamar." amuk Mama Yulia.
"Ma, ini tidak seperti yang mama pikirkan. Dia tiba-tiba datang ke kamar. Percaya sama aku,ma." Alam membela.
"Setelah Gita ketemu. Jangan harap kamu bisa kembali sama Gita." ancam Mama Yulia.
Beberapa orang di hotel keluar saat mendengar keributan. Mereka penasaran apa yang terjadi.
"Ada apa sih?" tanya penghuni hotel.
"Sepertinya soal pelakor." Jawab yang lain.
"Yang mana pelakornya?" tanya yang lain.
"Itu yang pake lingerie." tunjuk salah satu penonton.
"Ih, nggak tahu malu." sambung yang lain.
__ADS_1
Alam tidak peduli ocehan mama Yulia. Dia keluar dari kamar untuk mencari Gita. Pikirannya kacau, alam masuk ke pantai menangis sejadi-jadinya.
"Percuma!" Suara papa Dul.
Alam menoleh ke arah papa Dul "Pa. Papa percaya sama aku. Aku tidak akan melakukan itu."
Plaaaaak
Sebuah tamparan mendarat di wajah Alam. Gurat kemarahan di wajah papa Dul terlihat jelas. Selama ini dia terus mendukung menantunya, tapi ternyata kejadian hari ini membuka matanya.
Alam kaget dengan kemarahan Papa Dul. Dia terus meyakinkan papa kalau semua ini jebakan. Tapi sepertinya usaha Alam sia-sia karena papa memberikan ancaman agar alam tidak menggangu Gita lagi.
"Mulai sekarang kamu bukan menantu papa lagi. Papa kecewa sama kamu, lam. Benar kata mama kalau kamu tidak becus menjaga Gita. Benar kata mama kalau kamulah yang memberikan penderitaan dalam hidup Gita." amuk papa Dul.
"Pa... dengarkan aku dulu. Aku mohon papa percaya sama aku. Tidak mungkin saya .? menyimpannya wanita lain di kamar. Papa kan tahu kalau aku cuma cinta sama Gita." Alam menjelaskan pada papa Dul yang mulai beranjak dari hadapannya.
Tuhan! Apalagi yang kau berikan pada kami. belum puas kau mengambil anak kami. Kenapa sekarang kau memporak-porandakan rumah tangga kami. Apa salahku, Tuhan! Kami cuma ingin bahagia! Nggak lebih! Tapi sekarang kau hancurkan semua nya dalam sekejap! Apa mau mu, Tuhan!
Alam terus menjerit-jerit di pantai. Meratapi yang terjadi dalam hidupnya.
klik
Masih di dalam hotel.
Kepalanya berputar melihat sekelilingnya. Beda dengan kamarnya yang sebelumnya. Gita mencoba bangkit, mencari sosok suaminya. Seorang wanita membantu Gita.
"Anda siapa?" tanya Gita pada wanita yang menemaninya di kamar.
"Bu Gita sudah mendingan?" tanya wanita itu.
"Saya kenapa?" Gita masih bingung dengan apa yang terjadi.
"Ibu cuma tertidur. Ayo kita siap-siap. Tuan pasti sudah menunggu." wanita itu mengajak Gita mengganti bajunya dengan gaun yang sudah disiapkan di tempat tidur.
Apakah ini kejutan dari suamiku? Ya, Allah terimakasih kau berikan aku suami yang romantis.
Gita berkaca melihat dirinya yang sudah di dandani. Kecantikannya terpancar ketika memakai baju bertabur berlian. Wanita yang mendampingi Gita tak henti-hentinya memuji kecantikan Gita.
Gita masih tidak percaya kalau ini adalah dirinya. Tak henti-hentinya dia memandang kaca. Baju yang dia kenakan dipastikan bukan harga jutaan tapi lebih dari jutaan.
"Saya izin ke toilet dulu." pamit Gita memasuki toilet yang ada di kamar.
__ADS_1
Hueeeek .. Hueeeek ... Hueeeek
Gita tak henti-hentinya mengeluarkan isi perutnya. Kepalanya kembali merasa pusing.
"Bu Gita tidak papa?" panggil wanita itu dari luar.
Hueeeek hueeeek hueeeek
Suara itu kembali terdengar. Sampai wanita itu menelpon bos nya, karena khawatir terjadi sesuatu pada Gita.
"Apaaa! Dia mual-mual. Ya, sudah batalkan dulu dinnernya." ucap Ken saat mendengar informasi dari asistennya.
Gita keluar dari kamar mandi. Tak lama tubuhnya ambruk tak sadarkan diri. Ken masuk ke kamar melihat Gita pingsan.
"Bawa ke rumah sakit cepat!" Perintah Ken.
Ah, tidak mungkin aku bawa ke rumah sakit. Bisa ketahuan nanti. Lebih baik kupanggil dokter saja ke sini. Itu lebih bagus. Lagian aku menahannya bukan untuk memilikinya tapi supaya acara di perusahaan lancar. Paling tidak adikku yang akan menjadi direktur pengganti Om Bobby.
Zreeeeet zreeeeet zreeeeet
"Gimana, kak?" suara seorang lelaki yang menelpon Ken.
"Apanya?" jawab Ken dengan santai.
"Gita nya?" jawab lelaki itu
"Oh, dia aman saja. kamu tenang, besok jabatan itu jatuh ke tanganmu. Kita kan cuma mau mengalihkan Ronal agar dia tidak pulang untuk acara besok. Tapi kalau sudah selesai aku kembalikan Gita ke suaminya" jawab Ken sambil menatap Gita yang masih tak sadarkan diri.
"Terserah kak Ken saja mau apain dia." jawabnya tertawa.
klik
"Sayang, kamu telponan sama siapa?" tanya Rere saat mendengar suaminya tertawa sambil menelpon.
Roki menoleh kearah istrinya. Dengan lembut memeluk pinggang Rere dan memegang perut Rere yang mulai membuncit.
"Biasa obrolan teman." jawab Roki sambil tersenyum simpul.
"Sayang, besok kamu dandan yang cantik ya." Ucap Roki masih memeluk pinggang Rere.
Rere tahu besok adalah pengumuman pensiun Papa Bobby, langsung dengan pengangkatan pengganti Papa Bobby. Tapi yang Rere tahu Papa Bobby mau mengangkat Ronal jadi pengganti dirinya. Karena perusahaan banyak kemajuan saat di pegang Ronal.
__ADS_1
Yang jadi masalah, seharian ini Ronal tidak bisa di hubungi. Rere merasa suaminya berharap kalau Ronal tidak datang, Roki yang akan menggantikan Papa Bobby. Papa Bobby sedari tadi uring-uringan, karena yang dia harapkan tidak memberi kabar.