
Sehun berlari tanpa menggunakan alas kaki dengan terburu-buru hingga dia menabrak seseorang yang sedang terburu-buru juga bersama temannya.
“Akh!!” keluh Sehun dan orang yang dia tabrak.
Sehun melihat kepada orang yang dia tabrak dan itu ternyata adalah Kyungsoo dan temannya adalah Junmyun.
“Kakak!?” kejut Sehun.
“Se-Sehunie, kau sedang apa?” tanya Kyungsoo dan berusaha berdiri menyamai Junmyun.
“Hm, tidak apa-apa.”
“Bangunlah!” ucap Kyungsoo dan Junmyun membangunkan Sehun.
Sehun berhasil bangun dengan bantuan mereka berdua.
“Sekarang katakan kamu mau kemana?” tanya Junmyun.
“Mencari Kak Chanyeol.” jawab Sehun lirih, tadi Kak Chanyeol datang ke rumahku, tapi Ayahku mengusirnya, beliau sangat marah.” jelas Sehun merintih.
“Chanyeolie menemuimu?” tanya Kyungsoo.
“Iya.”
“Sepertinya dia hanya perduli pada Sehunie, dia bahkan tidak menemuiku, aku sahabatnya kan?” ucap Kyungsoo, emosinya terpancing kembali. “Lihatlah Kak! Dia tidak mengingat kita.” ucap Kyungsoo yang terdengar kecewa pada Junmyun.
“Kyungsoo ya, lagi-lagi pikiran seperti itu datang padamu. Sadarlah!”
“Kakak hentikan! Kenapa kalian bertengkar? Mu-mungkin saja Kak Chanyeol bukannya tidak mau, tapi dia malu bertemu dengan kalian.”
“Hm.” keluh Kyungsoo sedikit kesal. “Pantas saja Chanyeolie selalu meningatmu, kau tahu kau penuh perhatian.”
“Kenapa Kakak bicara seperti itu?”
“Kyungsoo ya, hentikan jangan menekannya!” ucap Junmyun mencoba menenangkan. “Ayo pergi!”
****
Baekhyun membawa Chanyeol ke sebuah rumah sederhana, Baekhyun pun sedang berusahan membuka pintu dengan kunci sampai dia dapat membukanya.
“Ayo kita masuk!” ajak Baekhyun, mereka berdua pun masuk bersama.
Chanyeol terus melihati isi rumah tersebut dengan takjub, Baekhyun yang menyadarinya pun tersenyum.
“Lumayan kan? Walau tidak sebesar rumahmu.” ucap Baekhyun, Chanyeol pun tersenyum.
“Bukan besar rumahnya, tapi arti di dalamnya. Ya, aku mungkin memang terlahir dari keluarga kaya, namun sampai sekarang aku bahkan belum bisa membeli rumah sepertimu.” salut dan bangga Chanyeol.
“Aku harus mempersiapkannya. Kamu tahukan tinggal 1 bulan lagi aku akan menikah dengan Suzy ya. Disini kami akan membuat keluarga kecil bahagia kami.”
Chanyeol terkekeh saat Baekhyun mengatakan keluarga kecil, Baekhyun pun menatap Chanyeol heran.
“A-Apa yang k-kau tertawakan hah!?” kesal Baekhyun.
“Keluarga kecil? Kamu tidak jadi mau punya 4 anak?”
“Si-sial!!” cibir Baekhyun. “Baiklah, aku akan membuat keluarga besar.”
“Setelah Kak Minseokie, aku tidak pernah menyangka, ternyata kamu yang akan menikah setelahnya.” ucap Chanyeol kagum, Baekhyun pun tersenyum.
“Aku juga tidak menyangkanya.”
__ADS_1
Tidak lama setelahnya, ponsel yang dari tadi dipegang Baekhyun pun berbunyi.
“Siapa?”
“Kyungsoo ya.”
“Angkatlah!” pinta Chanyeol antusias, Baekhyun pun menspeaker ponselnya.
“Halo?”
“Baekhyunie, apa Chanyeolie sempat menemuimu?”
“Iya, sekarang dia ada bersamaku di sini.”
“Biarkan kami bicara dengannya!” pinta Sehun yang terdengar dalam ponsel.
“Se-Sehunie, apakah kau Sehunie?” tanya Chanyeol antusias.
“Kak Chanyeol iya ini aku, Sehun, bahkan bukan hanya aku, ada Kak Suho, Kak Minseok.” jelas Sehun.
“Hei, bodoh!! Kenapa kau pergi saat melihatku?”
Terdengar suara Minseok yang marah, Chanyeol pun merasakan sedikit ketenangan, teman-temannya mengkhawatirkannya.
“Kak Minseok, aku minta maaf. Hanya saja aku tidak ingin merusak kebahagiaan keluarga kecilmu itu.”
“Jangan menjadi bodoh! Kau pikir dengan lari seperti itu dapat menyelesaikan masalah?” balas Minseok.
“Kak aku mencintaimu.”
“Aku juga. Kami semua mencintaimu.” Balas Minseok yang terdengar mulai merintih. “Nah, Baekhyun, tolong kirim dimana lokasi kalian!”
“Iya, Kak.”
****
Baekhyun menyediakan coklat panas untuk Chanyeol, barulah dia mengeluarkan makanan kering dari lemarinya.
“Malam ini adalah malam salju kedua kita di tahun ini, cuacanya masih sangat dingin. Hanya ini makanan yang ada di sini, tidak apa-apakan?”
“Hm, tidak apa-apa, malah aku yang malu dan sangat berterima kasih, aku sangat merepotkanmu.”
“Jangan bicara seperti itu! Dalam pertemanan dan persahabatan tidak ada yang namanya merepotkan.”
“Bicaramu banyak, tapi itu bagus.”
“Itulah Byun Baekhyun. “ ucap Baekhyun dengan tersenyum.
“Chanyeol!!” pangil beberapa orang yang tiba-tiba masuk dan ternyata itu Minseok, Junmyun, Kyungsoo dan Sehun.
“Kalian.”
Chanyeol dan keempat orang itu pun berpelukan untuk saling menguatkan.
Sementara itu, Baekhyun melihat ponselnya yang sudah disenyapkan, banyak sekali SMS dan telpon dari Suzy.
Suzy : Kau dimana? Kenapa belum datang?
Suzy : Aku sudah menunggumu selama hampir 2 jam.
Suzy : Datanglah! Aku tidak kuat berlama-lama di sini, Baekhyun.
__ADS_1
Tulis Suzy yang masih bisa Baekhyun baca di notifikasi, Baekhyun merasa tidak enak hati dan saat melihat teman-temannya, rasanya bertambah.
Baekhyun yang tidak mengerti harus apa pun meninggalkan ponselnya dan bergabung dengan yang lainnya.
****
1 Jam Kemudian…
Semua orang berkumpul di ruang TV untuk menonton TV, semua terlihat menikmati kecuali Baekhyun.
Tidak lama setelahnya Sehun pun berdiri dan meninggalkan kerumunan, dia mengambil air minum di tempat yang dimana Chanyeol diberikan coklat panas oleh Baekhyun.
Saat akan menuangkan air, dia melihat ponsel Baekhyun yang menyala dan banyak sekali riwayat pesan dan telepon dari Suzy.
“Dari Suzy. Banyak sekali dia mengirimkan pesan dan menelpon.” pikir Sehun.
Sehun membawa ponsel tersebut dan langsung memberikannya kepada Baekhyun di depan semua orang.
“Dari Suzy.”
“Hm, sepertinya tidak penting.”
“Dia mengirimkanmu pesan dan menelpon terus.” jelas Sehun.
“Untuk saat ini priotas pertamaku adalah kalian, jadi aku tidak ingin ada yang mengganggu.” ucap Baekhyun dan mengejutkan semua orang.
“Kak kamu harus pergi, Suzy menulis jika dia masih di Caffe.” ucap Sehun.
“Kau bohongkan?”
“Bacalah pesan darinya!”
Sehun memberikan ponsel itu pada Baekhyun, Baekhyun pun mengambilnya dengan gugup serba salah.
Suzy : Baekhyun ku mohon datanglah! Aku kedinginan.
“Suzy ya!?” kejut Baekhyun, kemudian menelpon balik Suzy dan Suzy mengangkatnya. “Su-Suzy, kamu baik-baik saja kan?”
“Mm.” jawab Suzy merintih. “Datanglah! Aku akan menunggumu.”
“Kau harus pulang!”
“Aku tidak mau, ini kencan pertama kita kan? Mana mungkin aku pergi dari sini.” lanjut Suzy lemas.
Suzy terlihat sangat kedinginan, sementara Baekhyun tidak bisa tenang dengan keadaan Suzy.
Minseok, Junmyun, Chanyeol, Kyungsoo dan Sehun pun merasakan kekhawatiran yang dirasakan Baekhyun.
“Pergilah! Temui dia.” Pinta Chanyeol.
“Maaf telah membuat kebahagian kita hancur, tapi terima kasih, aku akan menemuinya.” jelas Baekhyun merasa sangat bersalah.
“Ambilah mobilku untuk menjemputnya!” pinta Kyungsoo dengan melemparkan kunci mobil dan berhasil ditangkap Baekhyun.
“Terima kasih. Aku akan pergi.” ucap Baekhyun sebelum akhirnya meninggal kawanan.
Tidak lama setelah itu, mereka menutup pintu, karena di luar sangat dingin, mereka berdua pun kembali duduk di sofa, dan setelahnya tiba-tiba seseorang mengetuk pintu. Akhirnya pintu dibukakan oleh Kyungsoo, Kyungsoo dapat melihat bahwa yang datang adalah Chen, Kai, Lay dan…
“Kakak.” ucap Kyungsoo terkejut saat melihat 3 sosok yang bersama mereka yang tidak lain adalah Kris, Luhan dan Tao, Kyungsoo pun tersenyum. “Selamat datang pada kalian berenam.” sambut Kyungsoo dan itu membuat 4 orang yang ada di dalam terkejut.
“Berenam??”
__ADS_1
Kyungsoo membuka lebar-lebar pintu hingga mereka dapat melihat mereka berenam, mereka berempat pun terkejut, kemudian bahagia, mereka pun saling menjemput dan berpelukan dengan senangnya. Luhan terlihat sangat kangen dengan Xiumin dan Sehun, Kris merindukan Chanyeol dan juga Kyungsoo, sementara Tao merindukan Baekhyun, namun dia juga rindu Xiumin, Yixing tentu rindu Suho, jika Chen dan Kai, mereka tidak merindukan siapa pun.