Aku Kamu Dan Dia

Aku Kamu Dan Dia
104. S2: Doa ibu yang murka


__ADS_3

Sudah 3 jam Alam berdiri di ruang ICU. pikirannya berkecamuk takut terjadi sesuatu pada Gita dan kandungannya. Terbersit di pikirannya tentang kata dokter jika terjadi sesuatu pada Gita juga akan membahayakan kandungannya.


"Ya, Allah selamatkan istri dan calon anakku."


Tak lama terdengar suara langkah, Alam mengira kalau yang datang adalah mama Yulia, tapi ternyata bukan.


"Itulah akibatnya kamu melawan ibu. Istri kamu jadi banyak masalah dengan kehamilannya."


Alam mendongak ke atas melihat siapa yang berbicara "Ibu!"


Mama Marni terus mengoceh tentang karma yang dialami Alam dan Gita. Dia masih bersikap menyalahkan Gita atas yang terjadi pada alam selama ini.


"Bu, cukup! Selama ini aku diam saat ibu terus menyalahkan Gita. Tapi pernahkah ibu berpikir kalau ibu juga andil dalam semua permasalahan yang terjadi. Ibu lupa saat ibu mengganti identitasku dari Alam menjadi Ronal, ibu lupa kalau ibu mengabaikan keadaan paman dan bibi setelah aku koma, ibu juga jangan lupa, ibu yang membuat aku harus berpura menjadi boy, itu campur tangan siapa! Ibu lupa yang membuat Gita hampir kritis karena surat cerai yang ibu buat!" ucap Alam dengan lantang.


"Alam! tidak pantas kamu bicara seperti itu dengan ibu kandungmu!" sebuah suara dari belakang Mama Marni.


"Bibi! Kapan bibi datang! Mengapa tidak mengabari aku!" Alam kaget melihat bibi ada di hadapannya.


Alam memeluk bibi, perempuan yang sudah seperti ibunya sendiri. Bibi menangis melihat Alam sudah dengan wajah orang lain. Mereka melepas rindu depan ruang ICU.


"Ibumu benar, lam. Pernikahan tanpa restu seorang ibu akan menjadi malapetaka. Seharusnya kamu bisa berpikir panjang saat akan menikahi Gita."


"Maaf, Bi." Alam menunduk.


"Minta maaf pada ibumu. Tinggalkan Gita. Wanita itu cuma hanya memberimu masalah dalam hidupmu."


"Bi, Gita sedang hamil. Aku tidak bisa meninggalkannya, ada darah dagingku disana."


"Bagaimana bisa kalian baru menikah, tau tau sudah hamil? Apa kalian.."


"Kami sudah menikah siri, bi. Kemarin hanya pengesahannya saja. Maaf kalau aku tidak mengundang bibi." cerita Alam pada bibi.


"Astaga kalian!" pekik bibi.

__ADS_1


Bibi tidak habis pikir apa yang dilihat anaknya pada Gita. Baginya, Alam hanya sekedar terobsesi pada Gita, atau mungkin sebaliknya. Semua sudah terjadi, bibi tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi sepertinya Marni tidak pernah habis akal untuk membuat Alam pisah dari Gita.


"Satu yang kamu ingat Alam. Ibu tidak akan memaafkan kalian." Ucap Mama Marni seperti murka.


Mama dan Papa datang. mereka menanyakan keadaan Gita, Alam menjelaskan kalau sudah tiga jam lebih dokter memeriksa Gita. Mama menangis karena ini pemeriksaan paling lama ketimbang yang pernah Gita alami.


Tak lama dokter keluar. Alam meminta penjelasan dokter terkait kondisi istrinya. Tapi sepertinya dokter masih bungkam. Dia berkilah kalau Gita sedang di tangani dokter lain.


"Bisa kita bicara!" ucap dokter.


"Ada apa dengan istri saya, dok?"


"Alhamdulillah kandungannya kuat. Saya takjub dengan calon bayi anda."


"Bagaimana dengan istri saya, dok?"


"Untuk sementara ini istri anda harus di rawat di rumah sakit. Saya pernah mewanti-wanti anda agar menjaga kandungannya. Karena kandungannya sangat lemah."


"Tolong selamatkan istri saya, dok."


Papa menemani Alam yang masih kalut. Dia menyabarkan menantunya. Dua pria itu duduk di dekat taman lorong rumah sakit.


"Pernikahan papa dan Mama juga sama seperti kalian. Awalnya papa sempat mendekati Mama, tapi tidak pernah di tanggapi. Papa selalu mendapat penolakan dari Mama, Hingga saat papa kerja di kantor Opa, kami di pertemukan kembali. Mama Yulia saat itu sudah punya tunangan. Tapi saat hari pernikahan, calon suaminya kabur mengejar pacarnya sudah pulang kampung. Pada akhirnya, papa menggantikan calon suami mama pada saat itu juga.


pernikahan kami di awali ketidakbiasaan, perjuangan agar mama menerima papa sebagai suami."


"Sama dengan kamu sekarang, kamu datang kembali ke kehidupan Gita. Setelah semua yang terjadi diantara kalian. Gita yang sudah membuka hatinya untuk Ilham. Tapi papa tahu dia masih mencintaimu, lam. Kamu ingat saat kalian berkelahi di ulang tahunnya Gita. orang yang pertama dia cemaskan itu kamu bukan ilham.


Kamu tahu saat Gita mengetahui kamu meninggal, berhari-hari dia tidak keluar kamar.


Papa cuma minta satu, lam. Apapun yang terjadi pada Gita. Jangan pernah kamuncoba meninggalkannya lagi."


"Aku janji, pa. Aku tidak akan meninggalkan Gita."

__ADS_1


Mama mendatangi mereka mengatakan kalau Gita sudah di bawa ke ruang inap. Alam dan Papa berdiri mengikuti mama ke tempat dimana Gita di rawat.


Sudah seminggu Gita belum sadarkan diri. Semua keluarga cemas dengan keadaan Gita. Menurut dokter, semuanya baik dari segi jantung, aliran darah, tidak ada satupun yang bermasalah, bahkan janinnya berkembang dengan baik. Tapi tetap saja Gita belum sadar dari tidurnya.


Mama Yulia malah ingin memanggil ustad supaya meruqiyah Gita. Mama menganggap ada orang yang menyantet Gita.


"Mama masih percaya yang begituan." ucap Papa Dul, baginya zaman sekarang hal seperti itu cuma omong kosong.


"Papa lihat kan, sampai sekarang Gita belum sadar. itu pasti ada yang guna-guna anak kita."


"Ma." ucap Alam tiba-tiba datang.


"Mungkin ini ada hubungannya dengan ibu saya yang sakit hati dengan pernikahan kami."


"Maksudnya ibu kamu yang guna-guna Gita." sahut Mama Yulia.


"Bukan,ma. Sakit hati yang ini alami. Sejenis doa seorang ibu yang kecewa dengan keputusan saya untuk menikahi Gita. Maafkan saya, karena saya Gita jadi begini!" Alam menunduk.


"Temui mama kamu,lam. minta maaf, pokoknya selesaikan urusan kamu dengan keluargamu." papa menasehati menantunya.


"Tapi, pa. Kalau ibu minta saya meninggalkan Gita bagaimana?"


"Semua keputusan ada padamu! Kamu tahu mana yang terbaik buat hidupmu."


Alam pulang dalam keadaan kalut. Dia rela bersujud sujud di kaki ibunya, asal ibunya tidak memintanya menceraikan Gita. Sejenak Alam berhenti, rasanya ingin menangis meratapi permasalahan yang ada.


...----------------...


Bagaimana pemirsa, ada yang mau bantu solusi mereka


Apakah Mama Marni mau memaafkan Gita dan Alam


Atau Alam memilih mengalah demi Gita

__ADS_1


Tetap kepoin mereka ya ..


__ADS_2