
Mamanya Ilham marah saat mengetahui Ilham masih dekat dengan Gita. Bagi Mamanya ilham, Gita bukan gadis yang cocok untuk Ilham. Dia bahkan sudah menyiapkan gadis lain untuk Ilham. Kata-kata Keisya yang mengatakan Gita kabur bersama Ronal telah meracuni pikirannya.
Dia adalah dokter Raisa yang notabene sahabat Keisya. Raisa juga sudah tahu cerita hubungan Ilham dan Gita versi Keisya. Raisa dulunya mantan pacar Ilham sebelum dekat dengan Gita. Mereka putus saat Raisa memilih mengambil gelar doktor di Thailand.
"Ham, bisa jemput dokter Raisa di bandara?" perintah pak Sasono direktur rumah sakit.
"Dokter Raisa? Dia mau pulang, ya?" Ilham lumayan kaget mendengar nama itu disebut.
"Iya. Tolong, ya. Disini cuma kamu yang sedang tidak sibuk."
Ilham bingung. Hari ini dia mau mengajak Gita ke pertemuan keluarga, tapi ternyata malah di suruh jemput Raisa. Ilham tidak enak menolak perintah pak Sasono.
"Iya, pak." jawabnya setengah ikhlas.
"Nah, gitu dong." pak Sasono menepuk pundak Ilham.
Dalam perjalanan ke Bandara Ilham mencoba memutar otak. Bagaimana dia harus menjelaskan pada Gita dan Mama Papanya di rumah. Dulu, Mamanya sangat suka pada Raisa.
Di bandara seorang gadis tinggi semampai, sejajar dengan tingginya Ilham, sampai di tempat bagasi. Mata nya melirik kanan kiri, karena pihak rumah sakit berjanji akan menjemputnya. Sekali lagi dia mencari sosok yang akan menjemputnya.
Mata Raisa berbinar saat melihat Ilham berdiri di tengah para penjemput. Raisa memeluk Ilham, wangi tubuh Ilham yang dia rindukan. Dengan cepat Ilham melepaskan pelukan Raisa.
"Kenapa? Tidakkah kamu tahu aku sangat merindukanmu."
Ilham melengos membawa tas Raisa. Tanpa sepatah kata pun dia memasukan tas Raisa ke mobil. Raisa kesal dengan sikap Ilham.
"Apakah pacarmu tahu tentang kita?" tanya Raisa.
Ilham tetap fokus membawa mobil. Tak sedikit pun dia melirik Raisa. Wajahnya datar, saat Raisa bilang dia masih Rindu pada ilham. Sekali lagi Ilham takkan goyah. Raisa kesal dengan sikap Ilham yang dingin.
"Kamu kenapa sih?" protes Raisa
"Kamu yang kenapa? Ngapain terus bilang begitu?" Balas Ilham.
"Kan faktanya emang begitu. Kan faktanya aku rindu sama kamu."
"Setelah kamu hilang tanpa kabar?"
"Dan kamu pasti masih menungguku, kan." Raisa berdiri menempelkan pipinya di dekat Ilham. Lalu ber-selfie bersama Ilham.
Raisa mengirimkan photo itu ke keisya. Dengan senyum bangga keisya memamerkan photo itu pada mamanya.
__ADS_1
"Itu baru calon mantu mama, berkelas, berpendidikan tinggi. nggak kayak Gita, penyakitan, tukang selingkuh." komentar mama setelah melihat photo Raisa dan Ilham.
"Iyalah, ma. Bilangin ke Ilham. cari pacar lihat bibit bebet bobotnya." Keisya terus memanasi mamanya tentang Gita.
Keisya tersenyum senang. Rencananya berhasil menjauhkan Gita dan ilham. Karena dia sempat gagal membuat Gita tidak bisa pulang ke rumah. Keisya mau Gita berada di posisi dirinya di khianati orang yang dicintai.
Raisa sampai di rumah sakit. Sambutan dari para staf bikin Raisa terharu. Apalagi disampingnya ada Ilham, menambah rasa bahagia buat Raisa. Ilham pamit pulang, Raisa juga ikut pulang.
"Aku mau ketemu Tante dan Keisya."
"Kamu kan masih lama disini. Besok juga bisa. Temani para dokter dulu, hargai sambutan mereka buat kamu."
Ilham langsung pergi dari hadapan Raisa. Ilham berencana mencari hadiah untuk Gita, karena Gita berulang tahun. Ilham menyempatkan pergi ke toko perhiasan untuk mencari hadiah untuk Gita.
Ilham bertemu Ronal yang juga mencari perhiasan. Hanya saja Ilham enggan menanyakan untuk siapa hadiah itu.
Ilham pulang ke rumah untuk mengganti pakaian. Ada Raisa yang sedang mampir ke rumah Ilham. Ilham mengabaikan Raisa. Dia sibuk mempersiapkan kado untuk Gita.
Ilham menggunakan jas hitam dengan kemeja putih.
Keisya terus menahan Ilham agar tetap menemani Raisa. Tapi Ilham tetap pergi ke tempat Gita.
"Kenapa kesini! Bukankah waktu itu kakak sendiri yang bilang tidak mau berurusan dengan saya!"
"Kenapa masih muncul di depan saya!"
Ronal cuma terdiam. Dia mengeluarkan kado yang sudah hampir setahun yang lalu dia siapkan.
"Sesuai janjiku dulu. Gita Mandasari Will you marry me?"
Ronal berlutut mengeluarkan cincin hitam yang dulu dia siapkan sebelum kejadian itu.
"Apa apaan ini, kak!" bentak Gita.
Gita mengambil cincin yang di pegang Ronal lalu melemparkannya ke jalanan. Semua yang ada di acara itu kaget melihat tindakan Gita.
"Keluar! Tidak pernah ada yang namanya kita!"
Ilham datang. Gita yang melihat Ilham, langsung berlari memeluk Ilham. Gita menangis seperti orang ketakutan. Ilham menggendong Gita yang mulai lemas.
__ADS_1
Ilham minta Siti mengajak Gita ke dalam rumah. Sementara Ilham menghajar Ronal di depan para tamu.
Buuuughhh!
tangan Ilham langsung menancap di perut Ronal.
"Ini untuk trauma yang di terima Gita."
Buuuughhh!
Tangan Ilham kembali menghajar Ronal yang mulai muntah darah.
Sahabat-sahabat Gita menyaksikan perkelahian antar dua rival. Ilham terus menghujam tangannya ke tubuh Ronal. Ronal tidak melawan sedikitpun.
Jika aku harus mati di tangan Ilham. Aku pasrah. Mungkin itu bisa membayar semua rasa bersalahku pada Gita.
Gita aku tidak pernah melupakanmu, tidak pernah meninggalkanmu. Jika hari ini adalah hari terakhirku, aku ikhlas.
Ronal terpental saat hantaman terakhir dari Ilham. Seketika Ilham mulai lemas karena emosi dan energinya juga terkuras.
Gita berlari mendekati keduanya. Gita tidak menyangka akan ada tragedi lagi di hari ulang tahunnya.
Gita mengguncang tubuh Ronal yang banyak mengeluarkan darah.
"Kak! bangun!" Gita terus mengguncang tubuh Ronal dan menyebut kalo dia sudah ingat semuanya.
Papa dan Roki memapah ilham yang juga setengah sadar. Ilham melihat Gita yang masih memegang tubuh Ronal. Hatinya kecewa melihat Gita lebih memilih mendatangi Ronal.
Tak lama ambulans datang membawa tubuh Ronal yang sudah tidak sadarkan diri. Gita ingin naik tapi di cegah mama Yulia.
"Yang harus kamu perhatikan Ilham, bukan dia! Masuk!" perintah Mama Yulia.
Gita tidak beranjak meskipun ambulans sudah pergi dari hadapannya. Mama meminta Siti dan Beta membawa Gita ke dalam rumah.
"Puas kamu Gita! ini yang kamu inginkan!" Siti mulai emosi.
"Kamu lihat kak Ronal bahkan tidak melawan saat di hajar Ilham. Kamu lihat demi kamu Ilham meluapkan emosinya pada Ronal. ini mau kamu! Seandainya kamu tidak terlalu drama, semua ini tidak akan terjadi Gita!" Siti meluapkan kemarahannya pada Gita.
Gita masih terdiam. Pikirannya berkecamuk, antara memikirkan perasaan Ilham dan takut Ronal tidak selamat. Sekali lagi hanya air mata yang keluar dari wajahnya.
Ilham bangun melihat Gita yang masih kosong pikirannya. Ilham berdiri memeluk Gita. Gita menumpahkan air matanya di pelukan Ilham, hingga akhirnya tertidur di pangkuan Ilham.
__ADS_1
Maafkan aku Gita.