
Keesokan Harinya...
Sehun membangunkan dirinya dari ranjangnya, kemudian beranjak menuju kamar mandi dengan menahan tubuhnya yang masih terasa sakit. Saat telah tiba di kamar mandi, Sehun membuka bajunya hingga dia telanjang dada. Dia dapat melihat beberapa luka memar pada dirinya dan paling biru di bagian perutnya, Sehun menyentuh perutnya.
“Akh!!” desah meringis ke sakitan. “Payah! Gini aja masa sakit.” sempelenya mengejek diri sendiri. “Ah, ini mah gak sakit. Aku kan kuat.” ucap Sehun lagi, namun kali ini menghibur dirinya.
****
Setelah keluar dari kamar mandi dengan sebuah handuk menutupi pusar sampai lututnya, Sehun memakai baju kokonya. Terlihat rambut Sehun yang masih yang lepek karena basah, Sehun menyisir poni yang bahkan hampir tidak adanya ke belakang, kemudian memakai pecinya. Setelah menggelar sajadah, Sehun pun melaksanakan shalat.
Saat Sehun sedang shalat, Bu Fatimah membuka pintu sebentar dan dia dapat melihat Sehun yang sedang melaksanakan shalat. Bu Fatimah tersenyum, namun masih terlihat wajah kesedihannya, wanita itu pun kembali menutup pintu.
Sehun usai menyelesaikan shalatnya, dia pun berdoa. Dia merapihkan sajadahnya dengan rapih dan benar, kemudian dia melihat pada pintu kamarnya yang sempat terbuka itu.
“Apakah Ibu benar-benar tidak ingin melihatku? Dia bahkan tidak datang membangunkanku shalat Subuh.” ucap Sehun sedih dengan lirih.
Sehun kembali melepaskan bajunya dan menggantikannya dengan baju kaos hitam panjang, serta memakai celana tanpa melepaskan sarungnya dahulu, setelah memakai celana, baru dia melepaskan sarungnya.
Sehun memakai tasnya, barulah memakai sepatunya. Dia mengeringkan rambutnya yang masih cukup basah dengan pengering rambut. Dia melihat dirinya di cermis, dia dapat melihat visualnya yang tampan, namun kali ini hal itu membuatnya kecewa.
“Apa yang harusku lakukan agar aku gak dibilang ganteng lagi. Dulu aku senang, namun sekarang sepertinya tidak lagi.” ucap Sehun pada dirinya sendiri.
Sehun melihat ponselnya, kemudian dia duduk di atas ranjangnya, dia membuka youtube, dengan pencarian ‘Bagaimana cara membuat kita jelek permanen'. Konyol sih, tapi jika semua orang tampan ngalamin ini, dia pasti juga bakal gini. Tidak di sangka pencarian itu juga ada di youtube, Sehun pun langsung memikirkan ide yang nakal.
****
Terlihat dari belakang,belakan dalam kegelapan, Sehun mengendap-endap keluar dari rumah, sementara securitynya sedang tertidur. Dan saat Sehun sudah menyentuh gerbang kemudian membukanya, security itu terbangun dan dapat mengenali Sehun.
“Mas Rehan gak boleh kemana-mana dulu kata Ibu.” teriak security itu.
Sehun yang terkejut pun replek menoleh, dan terlihat dirinya yang terlihat kumuh seperti tidak terurus bertahun-tahun. Security itu langsung menertawai Sehun, Sehun pun merasa malu. Security itu mendekati Sehun petlahan.
__ADS_1
“Mas, Mas ngapain sih dandan kaya gembel gini?” tanya Security tidak habis pikir, tapi sepertinya Sehun suka.
“Kaya gembel?? Seriusan gak nih?” tanya Sehun antusias.
“Mas Rehan ini aneh, dikasih muka ganteng kok maunya jadi jelek sih.” ucap security itu lagi, Sehun pun menanggapinya dengan tersenyum. “Oh, iya, Mas. Silahkan kembali masuk!” pinta security tersebut.
“Sudah terlambat.” balas Sehun dengan berlari keluar gerbang, security itu pun terlihat terkejut, dia mengejar Sehun.
“Mas Rehan.” panggilnya, namun Sehun tidak menghiraukannya, dia tetap pergi menjauh.
Security itu berhenti dengan nafasnya yang terputus-putus, apa lagi dia sudah jauh dari rumah dan tanpa menutup gerbang, sementara Sehun yang sudah sangat jauh dari kejaran terus berlari.
“Ya Allah, Mas Rehan kok langkahnya panjang banget. Haduh!! Punya tubuh tinggi emang enak ya, bisa kabur kaya Mas Rehan gitu.” ucap security itu tidak habis pikir.
Rehan berhenti di sebuah jalan raya karena tubuhnya kembali menghasilkan rasa sakit, Sehun pun melihat ke belakang, dan tidak ada lagi yang mengikutinya. Sehun menghembuskan nafas leganya, kemudian memberhentikan sebuah taksi yang lewat. Sebuah taksi berhenti, Sehun pun langsung menaiki taksi tersebut menuju kuliahannya.
****
“Waah. Ada gembel masuk kelas nih.” ejek Aldi dan yang lain tertawa.
“Ganteng lu kemana, Bro?” tanya Bryan dengan nada mengejek, Sehun hanya tersenyum, kemudian duduk di sebelah Aji.
Aji menuliskan sesuatu di selembaran kertas yang bertulisan ‘Kak kenapa berdandan kaya gak dirawat bertahun-tahun?’
‘Solusi biar aku gak jadi bulanan lagi.’ tulis Sehun membalas pesan Aji, Aji pun mengerti.
‘Harusnya Kakak laporin aja!’ tulis Aji lagi, namun kali ini Sehun tidak membalas, dia hanya tersenyum.
****
Sehun keluar dengan senang dari kelasnya, dan lagi-lagi Bryan, Aldi dan Boby menghadangnya. Wajah Sehun menjadi kembali datar dengan melihat wajah mereka bertiga yang menatapnya sinis.
__ADS_1
"Masih berani lu masuk kelas?" ucap Bryan sinis, Sehun diam.
"Beranilah, Yan. Kan dia kuliah di sini." balas Boby dan itu mengundang kemarahan Bryan dan Aldi.
"Lu bisa diem gak, brengsek!?" sentak Bryan kesal pada Boby, Boby pun terdiam.
"Boby mendingan lu gak usah ngomong deh!" tambah Aldi yang juga kesal.
"Maaf-maaf. Khilaf." ucap Boby merasa bodoh.
Di saat-saat seperti itu, Sehun memanfaatkannya untuk menjauh dari mereka bertiga, untuk kali ini Sehun tidak akan terkena, meskipun hanya sekali dia bebas, namun itu adalah sebuah keberuntungan. Tidak lama setelahnya, mereka berhenti bertingkai hingga mereka dapat menyadari kepergian dari Sehun. Mereka bertiga pun menggeram kesal, sekesal-kesalnya.
"Yaah, anak ayamnya kabur." dengus Boby kesal dengan kecewa.
"Diem, Boby! Ngerti gak? Diem!!" bentak Bryan lagi dengan kesal, Boby kembali terdiam, Aldi pun memukul Boby dengan kesal agar dia terdiam.
****
Sehun berlari sepanjang jalan hingga langkahnya terhenti di sebuah Halte BusWay, nafasnya terpenggal-penggal. Saat dia akan berdiri dengan benar, Sehun dapat melihat gadis SMA itu duduk di Halte BusWay yang tidak jauh darinya. Sehun mencoba ingin mendekat dengan senang, namun langkahnya terhenti.
"Ah, gak mungkin aku datang dengan kaya gini? Aku jelek banget. Nanti dia jijik gimana? Aih!?" keluh Sehun kesal, hingga tidak sadar semua orang memperhatikannya.
"Orang itu kenapa sih?" tanya mereka semua saling berbisik-bisik, namun Sehun tetap tidak menyadarinya.
Tidak lama setelahnya, BusWay yang ditunggu gadis itu datang, tanpa berpikir panjang lagi, Sehun mengejar gadis itu yang akan masuk BusWay. Sehun berhasil menaiki BusWay yang sama dengan gadis itu, Sehun dapat melihat dia duduk di depan. Sehun terus memperhatikan aktivitas gadis itu, saat dia memakai earphone dan memasukannya ke dalam kerudungnya.
Tidak lama setelahnya, BusWay berhenti di sebuah Halte, gadis itu pun turun dari BusWay tersebut, Sehun juga ikut turun. Sehun memperhatikan gadis yang tidak menyadari keberadaannya itu, dia terus mengikuti langkah gadis itu. Gadis itu memberhentikan sebuah angkutan kota yang melintas, Sehun hanya menyaksikannya kali ini.
"Aku seneng banget bisa liat kamu hari ini." ucap Sehun lembut dengan tersenyum. "Lain kali akan akan mengejarmu sampai kamu berhenti berjalan." lanjutnya lagi. "Aih, udah ah pulang." keluh Sehun. "Dandanan ini sangat tidak nyaman."
Sehun pun kembali ke tempat BusWaynya, dia memberhentikan BusWaynya yang menuju ke arah Halte Busway yang dimana dia pernah naiki. Kali ini perasaan senang menyelimutinya, hatinya begitu berbunga-bunga.
__ADS_1