
Raisa membuka koleksi photo milik Jonathan. Ia menelan salivanya saat melihat semua isi photo kakaknya adalah Gita. Entah kenapa dia tidak suka Gita kembali masuk ke kehidupan keluarganya, terlintas ide untuk meminta bantuan kakaknya.
Aku tidak tahu apa yang mereka lihat dari Gita. Dia tidak cantik, tapi terlihat sosoknya yang kalem menjadi daya tarik pria. Termasuk suamiku dan kakakku sendiri. Apakah aku harus menerima Gita sebagai kakak iparku? Sementara pernikahanku sekarang di ujung tanduk. Aku harap kak Nathan mau menikahi Gita dan mengajaknya tinggal jauh dari Jakarta.
Raisa mendengar pintu kamar Jo terbuka. Dengan cepat dia mengembalikan kamera milik Jo.
"Kamu ngapain dikamar kakak?" Jo tiba-tiba muncul di belakang Raisa.
"Aku penasaran dengan si imut yang sering kakak bahas."
"Sekarang kamu sudah lihat, kan. Dia benar-benar imut kan?"
"Iya, kak. Imut sekali kayak anak belasan." jawab Raisa sambil menyunggingkan senyum.
"Ajak dia ke rumah, kak. Mama pasti senang."
"Makanya besok aku mau pulang ke Malaysia."
"Kok cepat banget,kak."
"Ya, iyalah. Kalau kelamaan ntar di embat orang"
"Aku kenal Gita kak, yang mendekatinya banyak."
Termasuk suamiku, kak.
"Makasih, sa. Kamu adikku yang paling the best."
"Ingat ultimatum Mama. kalau belum dapat kakak harus mau sama Keisya."
"Masa iya aku sama kakak iparmu. Kayak nggak ada orang lain saja."
Masa iya kakak sama mantan pacar suamiku. Kayak nggak ada perempuan lain aja.
Raisa keluar dari kamar Jonathan. Entah kenapa terlintas berbagai ide untuk mendukung kakaknya.
Kalau Gita tidak mau? Aku harus memakai cara seperti yang terjadi dengan Ilham dulu. Gita .. Gita siapa suruh jadi perusak rumah tangga orang.
Eh, bentar bukannya Gita mau nikah sama Ronal,ya?
Jonathan membereskan pakaian untuk berangkat ke Malaysia. Dapat dukungan dari sang adik akan menjadi motivasi mendapatkan hati Gita. Jonathan pergi ke toko perhiasan untuk membeli hadiah untuk Gita.
Semoga dia suka.
Eh! aku belum tahu tempat tinggalnya! Apa aku tanya Raisa aja? kan tadi Raisa bilang kenal dengan Gita. Ya, tapi kan Gita nya di Malaysia, nggak mungkin dong Raisa tahu alamat Gita.
Ah, dia kan suka nongkrong di pantai bisa aku ikuti saja dia. Aduh Jo, kamu ini ya, kalau sedang jatuh cinta sering kumat error.
"Kamu mau balik ke Malaysia lagi,Jo." suara mama mengagetkan lamunannya.
"Iiya, ma. Aku ada job disana." ucap Jo sambil membereskan pakaiannya.
"Boleh mama lihat photo gadismu."
"ini, ma." Jo menyerahkan photo Gita yang ada di kameranya.
"Cantik, imut. Siapa namanya?" Mama terus memandang photo Gita.
"Gita, ma." ucap Jo masih asyik menyiapkan barang.
"Sudah berapa lama kalian pacaran?"
"Ada satu bulan, ma."
"Kamu mau kan mengajaknya ke Indonesia?"
"insyaallah, ya, ma." Jo duduk di samping mamanya.
"Mama harap ini jadi yang terakhir."
"Amin, terimakasih, ma atas restunya."
Mama keluar dari kamar Jo. Mama merasa tidak asing dengan wajah Gita. Dia merasa seperti pernah mendengar nama itu.
Ilham datang ke rumah Raisa membicarakan soal perceraiannya dengan Raisa. Tapi malah mendapat bogem dari Jonathan.
"Kamu mau menceraikan adikku demi mantan pacarmu itu. Kalau kamu tidak cinta sama adikku kenapa kamu menikahinya!" ucap Jo emosi melihat kedatangan Ilham.
"Kak Jo tidak tahu kan masalah sebenarnya?" balas Ilham tidak mau kalah.
"Apapun masalahnya, bicarakan baik-baik bukan langsung menceraikannya."
__ADS_1
Flashback
Raisa diantar pulang oleh Ilham. Ilham bermaksud mengembalikan Raisa kepada orang tuanya. Setelah berembuk dengan keluarga Ilham, hanya Mama Mila yang tidak setuju kalau Ilham menceraikan Raisa.
Mama Mila menganggap kalau itu hanya akal-akalan Ilham saja untuk lepas tanggung jawab. Tapi bagi ilham, dia akan terus di hantui rasa bersalahnya pada Gita.
"Kemana kamu kemarin, ham? Kenapa baru sekarang kamu ingin bertanggung jawab pada Gita?" ucap Keisya.
"Selama ini aku terlalu percaya dengan ucapan Raisa kalau aku pernah melecehkannya. Selama ini aku menikahi Raisa karena aku ingin bertanggung jawab."
"Masa iya kamu nggak tahu kalau gadis itu Gita?"
Ilham menggeleng. Dia pernah menyelidiki tentang video itu tapi hasilnya nihil. Kalau tidak ada campur tangan dari dokter Sasono, selamanya dia tidak akan pernah tahu soal ini.
Di keluarganya, Raisa mengatakan alasan Ilham menceraikannya karena masih cinta pada mantan pacarnya. Padahal mantan pacarnya sudah meninggal. Raisa mengatakan Ilham belum pernah menyentuhnya sejak awal menikah.
"Bukankah kamu pernah di lecehkan Ilham." Tanya mama
"Tapi? ... itu cuma kecelakaan, ma. Ilham tidak sadar. Pengaruh alkohol, maafkan aku, ma. Aku tidak bisa menjadi istri yang baik untuk Ilham."
"Apapun itu, nggak benar kalau harus bercerai. Kalian baru tiga bulan menikah. Apa kata tetangga nantinya." keluh mamanya Raisa.
Apapun yang terjadi aku tidak akan mau jadi janda. Aku akan mempertahankan perkawinan ini. Kalau perlu aku akan singkirkan Gita. Terserah Ilham mau terima atau tidak.
Flashback end.
...----------------...
Mama Yulia pulang ke Jakarta. Mama meninggalkan Gita bersama seorang suster dan asisten rumah tangga. Papa kaget mama pulang tanpa Gita.
"Kenapa Mama pulang?" tanya papa masih heran dengan kepulangan istrinya.
"Papa bilang kesepian. Ya, makanya mama pulang?"
"Tapi kenapa Gita nggak diajak?" papa masih kesal dengan kepulangan Mama.
"Emang papa nggak kangen sama mama?"
"Bukan masalah kangennya, ma? Kalau ada apa-apa dengan Gita gimana? Mama sendiri yang bilang kalau Gita buta lagi."
"Maaf, pa." Mama menunduk merasa bersalah.
"Papa nggak mau tahu, ma. Mama pulang ke Malaysia atau tarik Gita kembali ke Jakarta. Tapi papa lebih setuju kalau Gita kembali ke Jakarta. Bukankah Gita sebentar lagi akan menikah dengan Alam."
"Jeng, bukannya alam bersama kalian di Melaka?" tanya mama Marni
"Dia sudah pamit sama saya, untuk pulang ke Jakarta. Katanya Bobby kritis."
"Iya, jeng Yulia. Mas Bobby sempat kritis dan Alhamdulillah sudah melewati masa kritisnya."
"Syukurlah jeng Marni. Tapi kemana Alam? Mereka kan mau menikah bulan depan."
"Saya tidak tahu jeng Yulia. Apakah mereka ada masalah?"
"Setahu saya mereka tidak ada masalah, jeng."
Mama Marni Menelpon Roki untuk melacak keberadaan Alam. Mama Marni menangis takut terjadi apa-apa pada putranya. Roki kaget saat mendengar cerita mama Marni. Dia akan menyelidiki keberadaan Alam.
Sampai ada berita kalau mobil yang di tumpangi Alam di temukan hangus terbakar.
Mama Yulia kaget. Apa yang harus dia jelaskan pada Gita kalau Alam kecelakaan. Karena menurut dokter Gita tidak boleh stress.
"Jeng Marni, tolong rahasiakan dulu soal ini dari Gita. Kata dokter Gita tidak boleh stress."
kata mama Yulia cemas memikirkan perasaan putrinya.
...----------------...
Gita menatap pantai dari atas balkon. Dia tahu kalau tidak bisa melihat indahnya pantai, tapi dia bersyukur bisa mendengar suara deburan ombak pantai.
Gita mencoba menghibur diri dengan bernyanyi lagu Agnes Monica yang berjudul rindu
Selama aku menanti
Bayang-bayangmu dibatas senja
Matahari membakar rinduku
Ku melayang terbang tinggi
‘tuk slalu mega-mega
__ADS_1
menembus dinding waktu
Ku terbaring dan pejamkan mata
Dalam hati kupangil namamu
Semoga saja kau dengar dan merasakan
Getaran dihatiku
Yang lama haus akan belaianmu
Seperti saat dulu
Saat pertama kau dekap dan kau kecup bibir ini
Dan kau bisaikan kata-kata ku cinta padamu
Peluhku berjatuhan
Menikmati sentuhan
Perasaan yang teramat dalam
Telah kau bawa segala yang kupunya
Segala yang kupunya ouoooo
Getaran dihatiku
Yang lama haus akan belaianmu
Seperti saat dulu
Saat pertama kau dekap dan kau kecup bibir ini
Dan kau bisikan kata-kata aku cinta padamu ooho kepadamu hohoh
Tanpa Gita sadari nyanyian Gita di rekam mbak Ela dan dimasukkan ke dalam sosmednya.
Beberapa hari kemudian
Gita tertidur di sofa ruang TV. Mbak Ela membangunkan Gita, tapi mbak Ela kaget melihat hidung Gita mengeluarkan darah. Ia bingung minta tolong sama siapa. Saat keluar teras mbak Ela melihat seorang laki-laki sedang memotret pantai.
"Tuan tolong bantu saya, majikan saya pingsan." panggil Mbak Ela.
Mereka langsung menuju apartemen Gita. Laki-laki itu kaget melihat siapa yang di temuinya. Mereka langsung membawa Gita ke rumah sakit mahkota yang tak jauh dari tempat tinggal.
"Makasih, Tuan." Mbak Ela berterimakasih pada laki-laki itu.
Laki-laki itu adalah Jonathan. Dia memang sengaja berjalan di sekitar pantai agar bisa bertemu Gita. Tapi dia tidak menyangka bakal bertemu Gita dengan momen seperti ini. Jonathan menanyakan Gita sakit apa pada dokter. Dia cukup kaget mendengar penyakit Gita.
Jonathan ingat dengan vino yang dulunya menjadi pacar adiknya. Jo tahu kalau vino ada di RS itu juga. Dengan berbekal ke kepoannya, dia langsung berhasil menemukan keberadaan vino. dokter ganteng itu terkejut ketika melihat Jo mendatangi ruangannya.
"Vin, tolong Gita?" suara Jo yang panik.
"Gita? kakak kenal Gita?" vino kaget mendengar Jo menyebutkan nama Gita.
"Ceritanya panjang! pokoknya tolong selamatkan Gita!" Jo menarik tangan vino ke ruangan tempat Gita di rawat.
Vino menceritakan penyakit yang diderita Gita pada Jo. Mata jo merasa iba melihat kondisi Gita.
"Tadi Gita mimisan, apa artinya itu?" tanya Jo masih penasaran dengan keadaan Gita.
"Kankernya sudah menyerang otak. Apalagi kalau lagi banyak pikiran, akan kesakitan. Saya mau kakak jangan bikin Gita sedih." pesan vino.
"Aduh, gimana ya? Saya aja baru kenal sama dia."
"Oh, aku kira kak Jo yang jadi tunangan Gita. Soalnya Gita katanya mau menikah bulan depan." cerita vino.
Oh, jadi dia akan menikah. Hmmm ... tapi mana tunangannya. Kok tidak datang. Yang sabar ya Gita. kalau tunanganmu tidak datang biar aku yang menggantikannya.
"Dok, mbak Gita sudah siuman." panggil Mbak Ela.
Vino dan Jo langsung menuju ruang tempat Gita di rawat. Gita memang belum sadar, tapi sudah melewati masa kritis. Gita terus memanggil nama Alam.
"Alam itu siapa?" tanya Jo pada mbak Ela.
"Tunangannya, mas. Kasihan mbak Gita, tunangannya kecelakaan dan meninggal." ucap mbak Ela sedih melihat kondisi Gita.
"Apa itu yang buat Gita drop?"
__ADS_1
"Sepertinya tidak, mas. Keluarga sengaja merahasiakannya." tambah mbak Ela.