Aku Kamu Dan Dia

Aku Kamu Dan Dia
RhnS 7


__ADS_3

Chanyeol menatap ponsel yang sedang dia pegang dengan sayu, tatapannya terlihat sangat lemah, wajahnya juga menampilan kesedihannya yang mendalam.


“Apa sekarang dia marah padaku? Dia membenciku karenanya?” tanya Chanyeol pada dirinya saat malam penuh salju itu.


Chanyeol kembali berjalan meninggalkan tempat tersebut.


****


Tok tok!!


Bunyi ketukan pintu terdengar oleh gadis SMA yang masih tertidur itu.


Gadis SMA itu pun bangkit untuk duduk di bangku yang dia tiduri dan tanpa sengaja membuat buku yang tadi dibaca Sehun terjatuh ke kolong meja.


“Siapa?”


“Pak Mukhlas.”


“Yuda.”


“Dan simanis Aryo.”


Setelah mendengar jawabn itu, gadis itu pun terburu-buru menggapai hijabnya dan memakinya. “Tunggu aku sedang memakai kerudung!”


“Tenang Syah! Selow aja.”


Setelah memakai hijabnya gadis itu pun membukakan pintu dengan kunci yang dia pegang.


“Assalamualikum.” ucap mereka bertiga.


“Waalakumussalam.”


Mereka bertiga pun masuk ke dalam dan mengambil barang-barang mereka yang ada di dalam, mereka terlihat sangat lesu.


“Ada apa? Bagaimana?” tanya gadis itu penasaran, namun mereka hanya menggidik.


“Syah, untuk kali ini…” ucap Yuda hendak menjawab, namun terhenti, dia tidak bisa mengatakannya.


“Kali ini apa Kak?” tanya gadis itu sangat khawatir, Yuda pun menggidik. “Kak Aryo, Pak Mukhlas gimana?”


“Rapihkan barang-barangmu Syah! Hari ini kita harus pulang.” pinta Pak Mukhlas dengan wajah kecewa. “Kita akan kembali ke hotel untuk mengambil barang-barang kita yang lainnya.”


“Ah, aku tau. Pasti kali ini gagal.” ucap gadis SMA itu bersedih, dan pun terduduk lemas di mantel milik Sehun. “Maafkan aku semuanya.”


“Syah.” Panggil mereka bertiga, namun kali ini terlihat senang.


“Kenapa? Kalian kok sepertinya senang.” tanya gadis itu bingung.


“Syah kamu utama 1 lagi.”


“Alhamdulillah.” Senang gadis itu, dia pun langsung bersujud syukur.


Mereka bertiga pun terkekeh senang, tidak lama setelahnya, Aryo melihat semuat mantel di tempat yang tadi di duduki gadis SMA itu.


“Hei, itu mantel siapa?”


Setelah mendengr ucapan Aryo semua orang pun menatap pada mantel yang Aryo lihat.


“Mantel?” ucap gadis itu heran, dia pun mengingat saat dia terbangun mantel itu menyelimutinya.


“Syah itu milik siapa?” tanya Pak Mukhlas, gadis itu pun menggelengkan kepala tidak tahu.

__ADS_1


Yuda pun mulai berpikir dengan mengambil matel tersebut.


“Mungkin ini milik seorang Bibi yang aku pintai tolong untuk mengurusimu.”


“Eh!?”


“Tapi Bibi itu sepertinya sangat kaya, ini kan mantel merek gucci dan ini asli lho, masih bagus, tapi dia tinggalkan untuk kamu Syah.” jelas Aryo.


Mendengar itu gadis SMA itu terdiam, dia merenungi apa yang sebenarnya telah terjadi.


****


Gadis SMA itu membuka pintu hotelnya dengan kunci, namun pandangannya teralihkan oleh seorang pria yang ada di pintu sebelah.


Gadis itu melihat pria yang ada di sebelah dan ternyata itu Taeyong yang sedang melihatinya juga.


Taeyong tersenyum, gadis itu pun membalas tersenyum, tangannya berhenti mengunci.


“Oppa, boleh aku minta tanda tanganmu?” tanya gadis itu asal dan mengejutkan Taeyong.


“Aku kira kamu EXO L.”


Gadis itu menggelengkan kepalanya dengan tersenyum. “Bukan untukku, tapi untuk temanku yang NCTzen.”


“Oh, baiklah.”


“Sebentar!”


Gadis itu pun meraba tasnya dan mengeluarkan selembar kertas dan pulpen. “Ini.”


“Oke.”


Tanpa menunggu lama, Taeyong pun menandatangani kertas tersebut.


Taeyong mengembalikan kertas dan pulpennya, gadis itu pun mengambil dan menaruhnya kembali.


“Oppa boleh minta satu hal lagi?”


“Apa?”


“Kita foto bersama.”


“Oke.”


Taeyong dan gadis itu pun berfoto bersama, dengan beberapa jarak memisahkan mereka.


****


Setelah semua siap, mereka berempat pun ke bandara dan kemudian menaiki sebuah pesawat, pesawat itu terbang sangat tinggi, tinggi sekali.


Walau pun di tempat yang berbeda, Chanyeol melihati kepergian pesawat tersebut, dia pun tersenyum sebelum akhirnya kembali bersedih.


“Akhirnya kamu kembali ke negaramu. Selamat jalan Syah, pernah terhubung denganmu adalah pengalaman terbaikku, walau aku memalsukan jati diriku.” ucap Chanyeol lembut dan pun menjauhi tempat itu.


****


Sehun sedang bermain game sendirian di kamarnya, pintunya tertutup sangat rapat.


Tok tok!!


“Sehunie.” ucap seorang wanita baya yang mengetuk pintu.

__ADS_1


“Ada apa Ibu?”


“Ada paket untukmu.”


Setelah mendengar itu, Sehun pun agak berpikir.


“Pasti itu dari fansku.” tebak Sehun.


“Kali ini dari sebuah perusahaan.” jelas wanita baya itu, Sehun pun langsung beranjak dari ranjang dan membuka pintunya.


“Aigoo.” kejut wanita baya itu saat Sehun tiba-tiba membuka pintu. “Hei kau! Jangan terburu-buru.”


“Maaf, Bu. Habis aku kaget dapat kiriman dari sebuah perusahaan.”


“Ya sudah. Ini paketnya.”


Wanita baya itu memberikan paketnya, Sehun pun menerimanya dan setelah wanita baya itu pergi Sehun kembali menutup pintu.


Sehun duduk di ranjangnya dan kemudian, mulai membuka paketnya dan di dalamnya dia menemukan sebuah memo dan buku milik gadis SMA itu.


“Eh!? Inikan milik Nona.” kejut Sehun, Sehun pun mengambil keduanya dengan heran, dia mulai membaca memonya. “Sehun ssi, tolong kembalikan buku ini kepada pemiliknya. Temui dia langsung! Karena gadis itu spesial. Selain uang kerjamu, kami juga akan memberikanmu uang untuk masalah pengembaliannya. Jangan lupa hubungi kami!” ucap Sehun. “Aih, masalahnya jika aku bertemu lagi dengannya, aku akan menikahinya. Ah, pasti dia akan menolakku.” keluh Sehun frustasi.


Sehun menidurkan dirinya di ranjang, dia mencoba menetralkan dirinya.


“Temui? Tidak?”


“Tidak. Yah, tidak.” ucap Sehun sedikit ragu. “Aku akan membayar orang untuk menemui Nona.” lanjutnya semangat dan beranjak dari ranjang sebelum meninggalkan kamar.


****


Baru saja aku turun ke bawah, aku terkejut melihat keluargaku berkumpul di sebuah ruang TV dan menghalagi siaran TV.


Sehun bingung dengan kejanggalan yang sedang terjadi, pasalnya mereka menonton tidak sampai mengrumini TV.


Sehun masuk ke sela-sela mereka, Sehun pun membulat matanya sempurna saat melihat Chanyeol di TV.


“Park Chanyeol pindah agama.” latah Sehun saat melihat caption di layar TV.


“Bagaimana dia bisa segila ini?” ucap Ayah Sehun yang terdengar sangat tidak senang dengan Chanyeol dan membuat Sehun terbangun dari lamunannya, kini dia melihat Ayahnya.


“Kenapa Ayah bicara seperti itu? Apa salahnya berpindah...” belum selesai Sehun berbicara, Ayah menamparnya dengan begitu keras dan mengejutkan seluruh anggota keluarga. “Akh!!”


Sehun menatap Ayahnya tajam, rasanya dia belum terima telah di tampar.


“Kau sadar tidak? Dia telah menghina agama kita dengan dia berpindah agama. Dan satu hal lagi, Ayah melarangmu bertemu lagi dengan anak itu.” ucap Ayah terdengar marah. “Ayah tidak akan membuatmu terpengaruh virus buruk.”


Sehun yang kesal pun langsung meniggalkan tempat dengan kesal kembali ke kamarnya, Ibu yang khawatir hendak mengejar, namun Ayah menghentikannya.


“Biarkan dia! Biarkan dia berpikir.”


“Harusnya kau tidak usah menamparnya.” keluh Ibu.


“Dia laki-laki, memang harus dikerasi.”


“Tapi dia tidak melakukan kesalahan.”


Tidak lama setelahnya...


Tok tok


Suara pintu terdengar, Ibu pun langsung bergegas untuk membuka pintu rumah.

__ADS_1


Ibu Sehun melihat penampakan Chanyeol di luar dia sangat terkejut.


“Chanyeolie.” latah Ibu Sehun dan mengejutkan semua anggota keluarga.


__ADS_2