Aku Kamu Dan Dia

Aku Kamu Dan Dia
85. S2: Pernikahan dalam koma


__ADS_3

Raisa berdiri di depan rumah ilham. Dia juga ingin meminta pertanggungjawaban Ilham atas kehamilannya. Tangannya gemetar saat akan mengetuk rumah mantan mertua. Tidak seperti biasanya dia dengan bebas main kesana, sekarang suasananya sudah berbeda.


"Mbak Raisa cari mas ilham, ya." tanya mbak Inong pembantu tetangga Ilham.


"Iya, mbak nong." jawab Raisa.


"Kayaknya mas Ilham mau nikah lagi tuh mbak. Tadi dia gaya banget kayak orang mau akad." jelas mbak Inong.


"nikahnya dimana mbak?" tanya Raisa.


"katanya ke rumah sakit." jelas mbak Inong.


Pasti mau nikah sama Gita. Huh dasar pelakor!


Raisa melajukan mobilnya ke rumah sakit kasih bunda. Pikirannya melayang bagaimana Gita dan ilham tertawa bahagia karena akhirnya menikah. Raisa merasa kacau. Berkali-kali dipukulnya setir mobil.


Raisa sampai di rumah sakit, segera menemui Ilham, Raisa melihat Ilham akan menikahi Gita.


"Tunggu!!!!" Teriak Raisa.


Semua yang di dalam ruangan Gita menoleh arah suara.


"Pernikahan ini tidak saah! Ham, kamu tega ya. Aku lagi hamil kamu malah menikah dengan perempuan lain!" Teriak Raisa.


"Yakin itu anak aku. Kita aja tidak pernah sekamar." bantah Ilham.


Ilham mendorong Raisa keluar dari ruangan. Jonathan yang melihat adiknya diperlakukan seperti itu langsung turun tangan.


"Ham, Raisa ini lagi hamil. Jangan seperti itu, Gita kalau dia sadar juga tidak akan setuju dengan semua ini."


"Kak Jo nggak usah ikut campur!"


"Wajar aku ikut campur karena ini menyangkut adikku juga."


"Kita sudah bercerai, Raisa."


"Kamu memang menceraikan aku,ham. Tapi belum melalui pengadilan agama, kamu cuma menalakku dan mengembalikan aku pada orangtuaku."


"Oke besok aku akan urus ke pengadilan agama. Itu kan mau kamu, ham!" Raisa pergi dengan menangis diikuti Jonathan yang menenangkan adiknya.


Plaaaaak


Sebuah tamparan mendarat di wajah ilham.


"Tante dari awal sudah bilang, selesaikan urusanmu dengan Raisa. Sekarang kalau begini jadinya, kalian tunda dulu pernikahan ini."


"Tapi gimana dengan Gita?" tanya Ilham.


"Itu urusan kami sebagai orang tuanya." ucap Mama Yulia dengan lantang.


Mama tidak mau saat Gita sadar statusnya menjadi perebut suami orang. Ya, walaupun ilham dan Raisa sudah pisah. Tapi dari keterangan Raisa kalau perceraian mereka bukan melalui pengadilan agama.

__ADS_1


...----------------...


POV Gita ( dalam koma)


Jakarta Maret 2021


Rumah sakit kasih bunda pukul 16:00


Aku melihat semua orang berkumpul di ruangan VVIP. Tangisan demi tangisan kulihat dari wajah mereka. Ada apa ini? Apa yang terjadi padaku.


Kulihat Ilham memakai jas. Dia tampan sekali, tapi memang dia memakai apapun terlihat tampan. Mama papa dan semua sahabatku ada disana. Eh, ada keluarga Spencer pun turut hadir.


Ada apa ini? Apakah ini hari kematianku? Kenapa semua menangis? Mama papa aku belum mau meninggal? Tapi jika memang sudah ajalku aku bisa apa.


Tut ... Tut ... Tut ...


Ku tatap sebuah layar komputer. Sebuah garis yang bergelombang besar. tiba-tiba menjadi gelombang kecil. Sekuat tenaga aku memasuki tubuhku, tapi gagal. Sekali lagi, aku kembali terhempas.


Mama ....


Papa ...


Aku ingin pulang ...


Berkumpul bersama kalian.....


"Saudara Ilham Ramadhan saya nikahkan kamu dengan putri saya yang bernama Gita Mandasari binti Abdullah. Dengan mas kawin tersebut tunai!"


"Saya terima nikahnya Gita Mandasari..."


Raisa sedang apa dia disini. Apakah dia datang kembali menggagalkan pernikahanku. Kenapa Raisa? kenapa kamu begitu padaku?


Aku ingin menggapai mereka tapi tidak bisa.


Kulihat pertengkaran mereka tapi kenapa aku tidak bisa mendekati mereka. Apa yang mereka ributkan?


Sekarang aku sedang berada di luar ruangan. Kulihat seorang lelaki berlari ke arah ruanganku. Boy! sedang apa dia disini. Laki-laki itu berlari menembus tubuhku. Tunggu! aku bisa di tembus! apakah aku sudah mati!


Tubuhku mengikuti arah tempat dimana laki-laki itu berada.


"Gita sadarlah ini aku Gita. Aku sudah kembali, ku mohon cepat sadar. Sudah seharian kamu tertidur indah. Bangunlah, aku masih hidup, Gita. Kamu tidur pun masih terlihat cantik. Kamu ingatkan Gita!"


siapa dia sebenarnya!


Kenapa dia seperti begitu dekat denganku!


Mataku menatap Ilham yang masih meringkuk di kursi salah satu ruang rumah sakit. Pakaiannya yang tadi gagah terlihat mulai kusut. Aku duduk disampingnya, rasanya ingin sekali bersandar tapi tidak bisa.


Aku merasa seperti tersedot! perlahan tubuhku menghilang. Sebuah cahaya menarikku


Aaaaaaaa....

__ADS_1


Boy tertidur di pinggir ranjang pasien. Posisi tidurnya dengan kepala di tepuk dan menggenggam tangan Gita. terlihat wajah nya capek karena semalam tak bisa tidur. Sebuah tangan mengelus dengan lembut. boy terbangun ketika merasakan helusan tersebut.


"boy." Sebuah suara memanggilnya dengan lembut.


"Gita kamu sudah bangun?"


Gita tersenyum. Gita cukup kaget melihat tangan laki-laki itu memegang tangannya.


"Mana Ilham?" tanya Gita. Melihat kekasihnya tidak terlihat batang hidungnya.


"Aku tidak tahu git. aku kesini sudah pada sepi. Aku dengar kamu menikah. Selamat ya."


"Kalau aku sudah menikah kenapa kamu yang menungguku boy. Mana suamiku. Apa jangan jangan kamu yang jadi suamiku" canda Gita yang heran kenapa dia cuma berdua sama boy.


"Kalau aku jadi suamimu, aku sudah tidur disampingmu Gita. Tapi posisinya sama sama telentang" kelakar Boy.


"Nak boy sudah bangun" suara mama Yulia.


"Iya, Tante. Maaf kalau aku tertidur di dekat Gita."


"Nggak papa, nak." Mama menepuk pundak boy.


Boy pamit pada mama Yulia. Tapi dia merasakan nyeri kembali di dadanya. Boy ambruk tak jauh dari ruangan Gita.


Ilham memasuki ruangan untuk memeriksa kondisi Gita. Sedari awal masuk Gita melihat Ilham yang masih bungkam. Gita mencoba mencairkan suasana.


"Sayang, kamu kenapa? Mukanya tekuk gitu? ada masalah ya?" tanya Gita.


"Alhamdulillah kondisi Gita stabil Tante. Nanti saya kasih resep untuk antibodinya." setelah menjelaskan pada mama Yulia, Lalu keluar dari ruangan.


"Ma? Ilham kenapa? Kenapa dia cuek sama aku, ma?" tanya Gita.


"Gita, ada yang mau mama bicarakan?"


"Ada apa, ma?" Gita mulai cemas melihat raut muka Mama.


"Sebenarnya .... kamu sebenarnya..."


"Apa ma?"


"Kamu memang sudah menikah, nak. Tapi bukan sama Ilham.." jawab mama masih takut Gita terkejut.


"Sama si..siapa, ma?"


"Sama boy, Gita."


"Apaaaa! Mama tega nikahin aku sama orang yang baru aku kenal!" ucap Gita histeris.


"Maafin mama, nak. Kami semua panik. Raisa datang mengaku hamil anak Ilham.Dokter memvonis kamu akan meninggal, semuanya jadi kacau dan saat boy datang kami meminta dia menikahimu." cerita mama berlinang air mata.


Bagaimana mungkin aku menikah dengan orang yang baru aku kenal

__ADS_1


Bagaimana mungkin aku harus mengganti status tapi bukan dengan lelaki yang aku cintai


Ilham maafkan aku, maafkan aku!


__ADS_2