
Ronal datang ke Malaka membawa kedua orangtuanya Tante Marni dan Bobby Spencer. Dia juga mengajak keluarga Sukasari untuk acara keluarga. Ronal sudah mengantonginya restu dari mama Marni dan Bobby Spencer. Dengan tekad yang bulat dia akan melamar Gita.
Tante Marni sudah menyerah pada keinginan Ronal yang ngotot tetap melamar Gita. Dia pun akhirnya merestui hubungan Gita dan Ronal.
"Kamu yakin Gita mau nerima lamaranmu." tanya Mama Marni takut anaknya di tolak lagi.
"Aku akan terus mencoba, Bu. Tolong restui."
Marni menghela nafas. Dia tahu anaknya susah dikasih tahu. Dulu anaknya sampai masuk rumah sakit saat ditolak Gita. Sekarang pun masih keras kepala. Mama Marni pusing jadinya.
"Udah biarin aja. Dia kan muka tembok." kata papa Bobby Spencer.
Mama Marni tidak suka anaknya di bilang muka tembok. Tapi emang kenyataannya begitu. Udah di tolak berkali-kali masih saja percaya diri, nggak ada kapok kapoknya. Marni mengatur nafasnya dan berangkat bersama Ronal ke Melaka menemui keluarga Gita.
Sebelum berangkat
Malam ini Ronal mendatangi kost Siti. Dia pamit pergi ke Malaysia untuk melamar Gita.
"Emang kakak yakin di terima?"
"Kan sainganku tidak ada lagi. Ilham sudah menikah." jawab Ronal dengan pedenya.
"Ya, terserah kakak aja deh. Kalau di tolak jangan ngamuk lagi, ya." gelak Siti.
"Yang aku tahu kak Gita itu masih sayang sama kakak. Buktinya waktu kakak dipukul Ilham dia lebih ngebelain kakak. Waktu kakak sering berdua dengan Keisya, dia cemburu. Udahlah kalian balikan saja." oceh Siti
"Terus kamu gimana?" Ronal memegang tangan Siti.
"Kok aku?" Siti bingung
"Bukannya Gita minta kita jadian." Jawab Ronal.
__ADS_1
"Kan itu mau Gita. Tapi kan kakak nggak cinta sama aku. Jangan dituruti maunya Gita. Aku nggak ada perasaan apa-apa dengan kakak."
Ronal menunduk. Dia ingat permintaan mamanya Gita saat dia mengantar Gita pulang. Mama Yulia bilang umur Gita tidak lama.
Flashback
"Ronal! apa kamu mencintai Gita?" tanya Mama Yulia.
"I-iya Tante." jawab Ronal sedikit gugup.
"Tante, titip Gita ya. Jangan kamu sakiti dia lagi."
"Maksud Tante. Tante merestui kami?"
Mama Yulia mengangguk. Ronal bersujud di kaki Mama Yulia, air matanya yang tadi sudah mulai mengering kini kembali membasahi wajahnya. Ronal senang akhirnya penantiannya selama setahun terjawab sudah.
"Gita sakit, Ronal." ucap Mama Yulia mulai terisak.
Tangan Ronal gemetar saat membacanya. Disana tertulis Gita menderita kanker mata stadium tiga. Badan Ronal lemas.
"Pantas dia sering ke rumah sakit. Ya, Allah cobaan apalagi yang kau beri padanya."
"Umur nya cuma batas 1 tahun, nal. Dan selama satu tahun, Tante minta kamu mendampingi Gita. Karena yang Tante tahu Gita masih mencintaimu."
"Bukan Tante. Yang dicintai Gita bukan aku. Tapi Ilham. Kenapa Tante tidak minta Ilham mendampingi dan menyembuhkan Gita?"
"Gita yang menolak uluran tangan Ilham. Dia sakit hati karena Ilham akan menikah. Harapan Tante cuma kamu, Ronal. Maaf kalau Tante sedikit memaksa."
Ronal paham dengan keresahan Mama Yulia. Dia ingin membahagiakan Gita di saat-saat terakhir. Dia kembali ke kamar Gita, dan melihat kondisi Gita. Berkali-kali menghapus air matanya, lalu mengecup kening Gita dan sedikit memberi sentuhan di bibir Gita.
Sepanjang perjalanan pulang, Ronal memikirkan banyak hal. Termasuk tentang keadaan Gita saat ini, dia berjanji akan ada di dekat Gita.
__ADS_1
Ronal menawarkan apartemen milik keluarga Spencer untuk tempat tinggal Gita di Malaka. Kebutuhan Gita selama berobat akan terjamin disana.
Karena itu, saat tahu Gita ada undangan reuni, Ronal sudah siap menemaninya. Saat tragedi di acara reuni, Ronal tidak menyangka Ilham malah menorehkan trauma baru pada Gita. Dulu Ilham yang bilang padanya akan mengobati trauma Gita.
Flashback selesai
"Jadi? kamu merestui kami lagi, Siti."
"Bukankah dari dulu aku di pihak kalian." jawab Siti sambil tersenyum melihat impiannya terwujud.
Apa impian Siti? Melihat Gita dan Ronal bersatu, apalagi banyak banget rintangan hubungan mereka. Siti juga harus mengubur dalam-dalam perasaannya pada Ronal. Dia yakin akan ada laki-laki lain yang lebih baik dari Ronal.
Ronal pamit pada Siti. Dari jauh Siti menangis.
Kenapa rasanya sakit sekali? Gita selalu beruntung didekati dua lelaki yang mencintainya. Kenapa harus Gita yang selalu dilimpahkan cinta?
...----------------...
"Gita perkembangan kamu lumayan pesat." puji dokter vino.
"Terimakasih, Dok." jawab Gita tersenyum senang.
"Kalau dalam 4 bulan ini kamu sembuh. Kamu bisa pulang ke Indonesia."
"Mah, dengarkan aku akan pulang ke Indonesia." seru Gita terlihat bahagia.
Mama tersenyum kecut. Mama berharap Gita menetap di Malaysia saja. Mama takut Gita bertemu Ilham, sama dengan keresahannya waktu Gita amnesia dulu.
Jika Gita pulang ke Indonesia, Apakah kisah yang dulu terulang lagi? Apakah Mama Yulia akan kembali membuat Gita melupakan Ilham lagi?
Menuju season 2, ya....
__ADS_1