Aku Kamu Dan Dia

Aku Kamu Dan Dia
132. S2 : Awal kehancuran


__ADS_3

"Mamaaaa... tolong" Suara lirih Gita terdengar dari depan pintu kamar hotel mama Yulia.


Bruuuukkk


Mama Yulia langsung bergegas ke depan pintu melihat putrinya sudah terkulai lemas. Mama langsung membawa Gita ke kamar. Sebab kalau dia teriak Alam akan muncul. Pelukan seorang ibu yang membuat Gita sedikit lebih tenang. Mama tidak akan pernah bertanya pada Gita tentang apa yang sebenarnya terjadi. Baginya putrinya pulang dengan selamat itu sudah suatu kebahagiaan.


Mama bergegas menelpon papa Dul. Paling tidak membawa putrinya pulang ke Jakarta. Merawat Gita yang tengah hamil. Walaupun mama tahu seharusnya dia mengabari Alam, tapi kekecewaan yang mereka rasakan lebih besar.


"Ma... apa kita kabari Alam tentang kondisi Gita." tanya papa saat mereka sudah berada di Jakarta.


Papa sebenarnya juga kecewa dan marah pada Alam. Tapi papa tidak ingin cucunya tumbuh tanpa ayah. Walaupun begitu Gita masih istri Alam. Beberapa kali Alam mendatangi rumah mama Yulia. Tapi tidak di gubris oleh orangtua Gita.


Sama saat dulu


Beberapa tahun yang lalu, Gita ke Singapura untuk berobat. Alam beberapa kali mendatangi kediaman Gita, hanya untuk mengetahui perkembangan pengobatan Gita. bahkan Ine , Rere dan Beta pun ikut bungkam. Saat itu Alam benar-benar putus asa.


Mama beberapa kali mengusir dirinya, sampai dia rela bersujud di depan mama Yulia hanya untuk bertemu gadis yang dia cintai. Lebih sakitnya saat Gita bersujud di hadapannya hanya untuk meminta membebaskan Ilham.


Lebih sakit yang dia rasakan saat Gita lebih memilih lamaran Ilham daripada dirinya.


Alam menangis saat mengenang perjuangan untuk kembali pada Gita.


Sementara itu Gita yang sekarang kembali ke Bandung. Merenungi yang terjadi akhir-akhir ini. Termasuk beberapa kali dirinya di culik karena orang yang bermasalah dengan Alam.


Aku seperti barang yang ditumbalkan oleh keluarga Spencer. Entah kenapa aku selalu yang mereka incar. Apa ini Permainan mereka dalam berbisnis? Tapi kenapa harus aku! Kenapa bukan keluarga mereka!


Ken yang dulu menyekapku bersama Zahra sekarang muncul lagi dalam kehidupanku. Ken yang ternyata masih keluarga Spencer, Ken yang walaupun menyekapku tapi tidak memperlakukan aku seperti tawanan. Lebih menyakitkan kalau ternyata ada seseorang yang sangat ku kenal adalah dalam dari masalahku.


Kenapa harus aku! Kenapa bukan Keluarga kalian!


Gita ingin berkeluh kesah tapi tidak tahu pada siapa. Yang dia bisa lakukan hanya menangis. Entah kenapa dia ingin sekali melepas cincin pernikahannya dengan Alam. Melihat cincin itu hanya sakit yang dia rasa.

__ADS_1


"Kamu jangan egois! ingat bayimu butuh ayah!" ucap kak Grace, sepupunya.


Baginya sosok ayah untuk anaknya bisa dia tanamkan dalam dirinya. Gita yakin bisa menjadi ibu sekaligus ayah untuk anaknya nanti. Sekarang yang dia rasakan, muak. muak karena terseret drama keluarga Spencer.


Kaki Gita menggelepak diatas air. Udara Bandung yang lumayan dingin membuat tubuhnya mengalami sedikit hipotermia. Dulu waktu kecil dia sering ikut Opanya liburan ke Jepang. Sampai di Jakarta dia langsung demam.


Kepalanya sedikit pusing dan mual tapi anehnya dia tidak mau beranjak dari kolam kecil di belakang rumah kakak sepupunya.


"Tante imut!" panggil Gery


Gery adalah anak kakak sepupunya, usianya 2 tahun di bawah Gita. Kalau mereka jalan berdua tidak ada yang tahu kalau mereka Tante dan ponakan.


Kak Grace memang usianya 20 tahun diatas dirinya. Tante Mey ibu kak Grace adalah sepupu kandung mama Yulia bagian Oma. Jujur sejak Gita lahir dia belum pernah ketemu Oma. Dia hanya tahu silsilah keluarga Oma.


"Hai, kak Gilang!" Gery memanggil seorang lelaki muda yang datang ke dekat kali belakang rumah.


"Itu namanya kak Gilang. Dia tamatan Seoul university, Lo. Keren kan, sekarang dia manajer kepercayaan di perusahaan mama." Cerita Gery.


Gilang menyalami tangan Gita. Tubuhnya tinggi atletis, badannya lebih berisi sama seperti tubuh Ilham. Gita seperti melihat sosok Ilham dalam diri Gilang. Sedikit terkenang dengan masa pacarannya dengan Ilham.


"Mandangnya jangan gitu amat, onty. Ingat onty Gita udah punya laki." goda Gery.


"Dasar Gery salut coklat!" Gita menyiram ponakannya dengan percikan air kolam.


"Biarin onty gentong." Gery mencibir Gita yang masih menyiramnya.


Seeeer!Gita berasa sakti saat mendengar sebutan yang di ucapkan Gery. Kenapa harus kata itu yang keluar dari mulut ponakannya. Kenapa tidak dengan sebutan lain agar tidak teringat pada Alam. Dia benci kalau teringat laki-laki itu. Muak! Tapi kalah dengan rasa rindunya.


"Mama setuju kalau kamu mau cerai dari Alam. Mama tidak tahan melihat kamu terus menderita gara-gara dia. Toh sekarang banyak wanita yang sukses walaupun sebagai single parents. Bisa kerja walaupun sudah punya anak. Nggak tergantung pada laki-laki." hasut Mama Yulia saat menjenguk Gita di Bandung.


Pikiran Gita masih menerawang. Teringat kata kak Grace yang menyuruhnya berpikir lagi soal perceraian. mungkin kak Grace bisa bilang begitu karena dia sudah mengalaminya. Bedanya kak Grace korban kdrt. Sedangkan dirinya tumbal persaingan bisnis keluarga suaminya.

__ADS_1


"Tante Lia tolong jangan hasut Gita untuk bercerai dari suaminya. Biarkan mereka menyelesaikan masalahnya dari hati ke hati. Kita sebagai orang tua tidak boleh lagi masuk ke masalah mereka. Cukup di pantau dan kasih nasihat yang baik untuk mereka." ucap kak Grace saat mendengar mama Yulia bilang ke Gita soal perceraian.


"Kamu nggak tahu Grace. yang sebenarnya terjadi! Gita sudah banyak menderita saat menikah dengan suaminya. Pokoknya apapun yang terjadi, mereka harus pisah! titik nggak pake koma!" jawab Mama Yulia.


"Tapi Tante sudah tanya belum ke Gita kalo dia mau cerai apa tidak! Jadi Single parents itu nggak mudah Lo. Aku saja sempat down!" tambah Grace.


Mama Yulia tetap teguh pendirian untuk mengurus perceraian Gita dan Alam. Grace cuma bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah tantenya.


Kak Grace akhirnya mencari tahu tentang keluarga Spencer. Paling tidak, dia mengorek informasi tentang Alam. Kak Grace ingin Alam dan Gita menyelesaikan masalah mereka.


Aku tidak mau adikku seperti diriku. Menjadi wanita single parents mengurusi anak sendirian. Oke, sekarang ada orang tua, tapi kalau orangtuanya sudah tidak ada lagi, apa dia sanggup banting tulang sendiri.


Aku saja yang pernah jadi korban kekerasan dalam rumah tangga sempat mengalami depresi berat. Tapi Gita, suaminya tidak pernah melakukan kdrt padanya, apa yang membuat Gita mau pisah dari suaminya.


Ah, pusing aku lihat adikku yang satu ini. Tante Yulia dan Om Dul terlalu masuk dalam rumah tangga mereka. Bukan sebagai penengah, melainkan yang menjauhkan ayah dan anak.


Grace ingat saat dulu masih menikah, mertuanya selalu mencampuri urusan rumah tangganya. Dimana dirinya selalu terpojok, sampai akhirnya bertengkar dengan suaminya yang selalu berujung kekerasan. Tidak ada pembelaan dari mertuanya. Hingga saat hamil Gery, Grace kabur dari rumah mertuanya. Tak lama Grace mengirimkan surat cerai kepada suaminya.


klik


Alam kembali ke kantor seperti biasa. Sejak Gita tak ada kabar, hidupnya kembali kacau. Terkadang dia sibukkan dengan beberapa pekerjaan sampai tidak pulang ke rumah. Mama Marni pusing melihat anaknya yang mulai gila kerja, sampai kesehatannya pun tidak di perhatikan lagi.


Alam mundur dari jabatan besar yang di amanatkan papa Bobby. Dia memilih kembali menjadi staf biasa seperti awal dia masuk ke keluarga Spencer.


Saat sampai di kantor Alam mendapati sebuah berkas dari kantor pengadilan agama. Tubuhnya lemas saat cincin pernikahan mereka ada dalam berkas tersebut, beserta surat gugatan cerai yang sudah di setujui Gita.


Siang ini, Mama Marni menemukan Alam pingsan di kamarnya sambil memeluk photo Gita.


...****************...


Akankah mereka benar-benar berakhir dengan perceraian

__ADS_1


Tetap terus pantengin kisah ini ya ...


__ADS_2