Aku Kamu Dan Dia

Aku Kamu Dan Dia
40. Jiwa dendam dalam diri Gita


__ADS_3

Selamat pagi reader! Terimakasih sudah mampir ke kisah ini. Semoga yang Mampir kesini dilimpahkan rezeki.


Hari ini akan di ceritakan bagaimana Gita mengetahui kalau yang menyebabkan dia celaka adalah Ronal. Apa yang akan terjadi selanjutnya!


...----------------...


Sepulang acara makan malam, Ronal memarahi Keisya. Ronal merasa di tipu oleh keisya.


"Kenapa kamu tidak bilang itu acara untukmu! Bukan untuk adikmu!"


"Kenapa! kamu tidak ingin menikah!" Tanya Keisya


"Bukan sekarang! lagian status kita cuma berteman."


"Berteman! Tante Marni saja minta kita segera menikah."


Alam kesal. Sejak mamanya terlalu turut campur dengan hubungannya dengan Gita. Semuanya menjadi runyam. Dia kembali ke Jakarta demi Gita. Bukan demi kemauan ibunya.


"Apapun yang terjadi? Kita tetap harus menikah. Ingat, Ronal! keluarga Spencer bisnisnya sedang di ujung tanduk. Kalau tidak berkat orangtuaku, ayah ibumu tidak akan bisa Plesiran ke luar negeri sekarang." Ucap keisya dengan sinis.


"Oh, iya jangan lupa, Ronal wassalam Spencer, Besok ada pertemuan keluarga besar kami. Awas saja kalau kamu tidak datang!" ancam Keisya.


Keisya masuk ke dalam mobil. Alam merenung di depan tangga rumah. Memikirkan yang terjadi saat acara makan malam.


"Bagaimana mungkin, Gita seolah tidak mengenalku."


"Alam?" Alam kaget mendengar suara wanita yang berdiri di belakangnya.


"Ibu! Kapan ibu pulang!"


"Baru saja sampai! ibu mendengar suara ribut dari luar. Kamu bertengkar dengan Keisya."


"Kenapa ibu pulang?"


"Jangan alihkan pembicaraan Alam! Ibu mau tahu bagaimana acara makan malam tadi?"


"Lancar."


"Lalu kenapa kalian bertengkar!"


"Bu, aku capek. Aku ingin istirahat." Alam bangkit dan meninggalkan Marni yang kesal dengan sikap putranya.


Marni yakin ini pasti ada hubungannya dengan Gita.


Ronal mengunci kamarnya. Sayup dia dengar pembicaraan Rere dan Roki dikamar. Karena kamar Ronal dan Roki bersebelahan.


"Mas, semalam Gita Ngotot ingin menginap disini. Dia mau nemenin aku."


"Loh, bukannya itu bagus."


"Aku takut Gita ketemu kak Ronal."


"Jika Ronal bisa membantu ingatan Gita, nggak masalah kan."

__ADS_1


"Jika ingatannya kembali bagaimana dengan ilham. Mereka akan menikah, mas."


"Aku kenal Gita. Dia kalau cinta sama laki-laki bucinnya keluar. Kakak tahu tidak Gita pernah kabur dari rumah karena kakak nggak kasih kabar padanya."


Roki terdiam. Dia ingat saat Gita baru sampai ke Jakarta, orang pertama dia temui adalah dirinya. Walaupun kaget, tapi Roki sudah mencoba menerima Gita. Roki baru tahu, kalo Gita sempat terusir dari kampungnya karena jatuh ke lobang jebakan hewan bersama seorang laki-laki.


Ronal yang menguping pembicaraan mereka, merasa kaget kalo Gita mengalami penghapusan memori. Ronal seperti menyusun rencana untuk mengembalikan ingatan Gita.


...----------------...


Gita terbangun dari tidurnya. Barusan dia mimpi aneh, tapi yang membuat makin aneh selalu muncul wajah calon keisya.


"Siapa laki-laki itu? Kenapa dia selalu muncul dalam mimpiku."


"Kapan kita ketemu Opa?"


"Buat apa?"


"Buat SIM."


"SIM? opa bukan polantas."


"SIM, Surat Izin Menikah."


"Udah, ah. tambah lama tambah ngelantur."


Laki laki itu menarik tubuh Gita ke dalam pelukannya. Lalu mencium Gita. Gita terdiam dia pun tak bisa menolak.


Bukan pertama mimpi itu mendatanginya. Tapi sudah kesekian kalinya. Kepala Gita menjadi terasa berat, Gita terus memegang kepalanya, makin berat, Gita merasa penglihatannya kembali buram.


"Tidak! Aku tidak mau buta lagi! Maamaaaa! maamaaaa!" Panggil Gita sambil menahan rasa sakit di kepalanya.


Mama dengan sigap datang. Mama melihat putrinya sedang meringis kesakitan.


"Gita takut,ma. aku takut!" Isak nya


"Takut kenapa lagi? Kamu mimpi buruk lagi?"


"Gita takut buta lagi."


"Apa yang terjadi, Gita?" tanya mama sembari memeluk putri semata wayangnya.


"Penglihatan Gita buram,ma. Gita takut buta lagi."


"Ya, udah nanti kita ke dokter, apa mama hubungi Ilham saja?"


" Nggak usah, ma. Kita ke dokter saja."


Gita teringat obrolan dirinya dengan Ilham. sejak kejadian di cafe Beberapa hari yang lalu. Ilham mulai mengurangi frekuensi pertemuan dengan Gita. Gita merasa, Ilham menurut keinginan Mamanya.


Ilham menceritakan kalau keluarganya kecewa pada Gita yang tiba-tiba pulang. Semenjak itu Ilham belum ada waktu menemui Gita. Kesibukannya sebagai dokter sangat menyita waktu. Beda saat Ilham menemaninya di Singapore untuk bertobat kakinya.


"Kenapa aku selalu tragis dalam hubungan percintaan? Apa aku di takdirkan sebagai perawan tua! Tidak Gita kamu belum tua! kamu baru 24 tahun!"

__ADS_1


"Baik. Aku akan minta maaf pada keluarga Ilham. Mungkin dengan ini kami bisa memperbaiki hubungan kami." tekadnya.


Gita yakin keluarga Ilham akan luluh jika dirinya melakukan pendekatan pada mamanya Ilham. Karena permasalahan hubungan mereka adalah mamanya Ilham.


"Kalo kata mama nggak usah! Kamu jangan turunkan harga dirimu di depan keluarga mereka."


"Inikan salah mama juga. Kalau saja mama nggak maksa aku untuk ikut pulang. Tidak akan begini jadinya."


"Lalu mama harus disana! melihat laki-laki yang membuat kamu celaka! iya!" suara mama lantang, menandakan dia masih emosi saat melihat Ronal juga ada di acara itu.


"Asal kamu tahu ya! Dia yang buat kamu cacat dan buta hingga kamu bisa koma!" Cerita mama masih emosi.


"Jadi dia yang menyebabkan aku seperti ini, jadi dia yang membuat aku kehilangan kesempatan bersama kak Roki."


Jiwa kebencian membuncah di pikiran Gita. Gita merasa harus membalas semua yang terjadi pada dirinya, Gita merasa akan membuat hidup laki-laki itu hancur. Seperti dirinya dulu.


"Tunggu saja pembalasan dari ku.


Kalau kamu bisa hidup tenang seperti sekarang. Kenapa tidak aku bisa buat kamu tidak akan tenang. Itu janjiku!"


Hp Gita bergetar. Ada chat dari Ilham untuk mengajaknya ke pertemuan bisnis antar keluarga. Sekalian mengenalkan Gita sebagai calon istrinya.


"Yank bisa ikut ke acara besok tidak?"


"Acara apa sih, yank?"


"Pertemuan bisnis antara keluarga Spencer dengan keluargaku".


"Emang aku wajib ikut ya? Bukannya itu pertemuan untuk pernikahan kak keisya."


" Tapi kan kamu calon istriku, sayang. Kata Mama, kamu harus datang."


"Eh, siapa nama calon kak keisya?"


"Ronal Spencer."


"Selama kenal dengan keluarga Spencer, aku baru tahu dia punya anak laki laki selain Roki."


"Itu anak tiri tuan Spencer, yang. Kamu lagi apa yang?"


" Aku lagi kurang sehat."


"Apa perlu aku kesana?"


"Nggak usah. Aku cuma perlu istirahat saja."


"Ya, udah cepat sembuh, sayang.I love you"


"Love you to."


Gita memberi emot bibir di akhir chat. Seperti mendapat angin segar, Gita punya celah untuk membalaskan dendamnya pada Ronal Spencer.


"Ronal Spencer ini baru permulaan, game is start?"

__ADS_1


__ADS_2