Aku Kamu Dan Dia

Aku Kamu Dan Dia
RhnS 3


__ADS_3

Sehun dan Taeyong tiduran di ranjang mereka dan keduanya terlihat memikirkan sesuatu.


"Gadis tadi, Hyung serius membayangkan gadis itu?" tanya Taeyong.


"Iya."


"Apa Hyung sudah tidak menginginkan tipe polos, cantik, sexy, bisa bersih-bersih, bisa masak dan penyayang?"


"Entahlah."


"Hyung." panggil Taeyong yang tiba-tiba terbangun dan melihat pada Sehun yang masih tiduran.


"Kenapa?"


"Lupakan gadis itu! Aku peringatkan Hyung jangan sampai menyukainya! Aku punya firasat buruk soal gadis itu." jelas Taeyong Sehun pun hanya tersenyum.


"Tenanglah! Aku hanya membayangkannya saja, tipeku tetap sama seperti dulu." jelas Sehun, Taeyong pun menjadi tenang.


"Hah!? Syukurlah."


"Udah sana tidur! Udah malam." ucap Sehun mendorong Taeyong agar menjauh darinya dan berhenti melihatnya.


Mereka berdua pun mencoba menidurkan diri dan perlahan-lahan tertidur.


****


Ke esokan harinya.


Para pihak SM mengantarkan Sehun dan Taeyong ke suatu gedung yang sangat tinggi dan elit. Mereka berdua pun masuk dengan senangnya.


Mereka tiba di sebuah ruangan di sana mereka juga mendapatkan sebuah map coklat yang tertutup yang diberikan oleh seorang pria baya.


Mereka berdua menatap map coklat itu dengan heran, penasaran dengan isinya.


"Apa isi di dalamnya?" tanya Taeyong penasaran, pria baya itu pun tersenyum.


"Ya, di dalam map itu terdapat sebuah foto dan data-data peserta lomba Fisika Internasional ini. Kalian aku tugaskan menjadi bodyguard sementara mereka, tapi ingat jangan sampai ketahuan." jelas pria itu.


"Jangan sampai ketahuan? Bagaimana bisa?" tanya Taeyong bingung.


"Agar peserta tidak tahu jika mereka memiliki bodyguard." jawab pria baya itu, Taeyong pun mengerti. "Oh, iya, tugas ini sebenarnya tugas tambahan untuk kalian, jika kalian tidak mau tidak apa-apa."


Saat pria baya itu menjelaskan, Sehun diam-diam membuka mapnya dan dia dapat melihat foto gadis SMA itu ada di dalamnya.


"Kalau seperti itu aku tidak..." ucap Taeyong semangat.


"Kami mau Pak." ucap Sehun percaya diri dan sanggup membuat Taeyong kesal dengan menatap Sehun tajam. "Kami merasa tertantang untuk tugas ini. Lagi pula bayaran kami sangat besar, padahal kami hanya tampil di acara penutupan."


"Terima Kasih Sehunie dan Taeyongie." ucap pria baya itu senang.


Sehun pun tersenyum dan memaksa Taeyong juga untuk tersenyum.


"Sama-sama."


"Jika seperti itu, saya duluan." pria baya itu membungkuk sebentar, Taeyong dan Sehun pun membalas dengan hal yang serupa.


Ketika pria baya itu sudah keluar dari ruangan, langsung saja Taeyong memukul punggung Sehun dengan kesal.


Plak!!


"Ah, kenapa memukulku?" tanya Sehun kesal dengan meringis kesakitan.


"Kau gila Hyung? Kita belum pernah melakukan ini sebelumnya." kesal Taeyong tidak habis pikir dengan Sehun.


"Belum pernahkan? Maka belajarlah dari detik ini, agar kamu bisa." balas Sehun tanpa rasa bersalah.

__ADS_1


"Ah, aku mulai curiga denganmu Hyung. Berikan mapmu!"


"Untuk apa?" tanya Sehun penasaran dengan menjauhkan mapnya dari Taeyong.


"Aku hanya ingin memastikan itu bukanlah seorang gadis cantik dengan tubuh yang sexy." jawab Taeyong yang terlajur frustasi.


"Itu tidak ada hubungannya dengan penerimaanku yang tadi, lagi pula aku mendapatkan laki-laki bukan gadis." jelas Sehun yang besih keras tidak mau memberikan mapnya, dia pun akhirnya kabur meninggalkan Taeyong.


"Hyung!!" teriak Taeyong kesal.


****


Chanyeol dengan sedikit keraguan memasuki sebuah Makamah Agama, satu persatu tangga dia injak, hingga akhirnya sampai di dalam.


"Bapak Park Chanyeol?" tanya seorang pria baya.


"Ya, saya Park Chanyeol." jawab Chanyeol lembut.


"Silahkan masuk! Hakim dan yang lainnya sudah ada di dalam."


"Terima kasih."


Chanyeol pun masuk ke ruangan yang dimaksudkan oleh pria baya itu.


****


Sehun terduduk di sofa dengan menaruh kaki kanan di atas kaki kiri.


Sementara Taeyong membuka map yang tadi Sehun pegang dan dia pun dapat melihat foto gadis SMA itu di dalamnya.


"Akh!! Hyung!!" teriak Taeyong kesal lagi, namun Sehun tidak menghiraukannya.


"Kamu tidak lelah teriak terus?" tanya Sehun julit, Taeyong pun berbalik dan menatap Sehun dengan sinis.


"Yak! Ini tantangan lho. Kalau kamu berhasil kamu menang dalam tantangan ini." ucap Sehun santai. "Dan jika kamu memang gak tertantang, katakan saja pada managernya kamu tidak akan melakukannya, tapi kamu kalah ya?" lanjut Sehun dan berhasil membuat Taeyong mencibir.


"Aku tidak akan menyerah."


"Bagus."


Sehun sangat senang mendengar jawaban Taeyong, dia pun menepuk kepala Taeyong dengan senang, sementara Taeyong masih mencibir.


****


Sekarang sudah jam 11 siang, sementara perlombaan akan di mulai sekitar jam dua.


Gadis SMA itu terduduk di sebuah ruangan bersama Yuda, Aryo dan Pak Mukhlas.


"Syah mau aku belikan sesuatu tidak?" tanya Aryo pada gadis SMA itu, gadis itu pun melihat pada Aryo, dan sepertinya itu berhasil membuat Yuda mencibir.


"Ehm." dehem Pak Mukhlas untuk menegur Aryo dan gadis SMA itu.


"Tidak usah Kak, aku lagi gak mau makan apa-apa." tolak gadis SMA itu dengan tersenyum.


Tolakan itu membuat Aryo sedikit kecewa dan Yuda terkekeh bergitu pun juga dengan Pak Mukhlas.


"Pak Mukhlas." ucap gadis SMA itu tiba-tiba, Pak Mukhlas pun melihat pada gadis SMA itu.


"Ada apa?"


"Pak saya mau izin pergi ke Masjid besar yang ada di Seoul ini."


"Dengan siapa?" tanya Pak Mukhlas sedikit ragu.


"Aku." jawab Yuda dan Aryo semangat dan berhasil membuat Pak Mukhlas terkekeh, gadis itu pun menjadi malu.

__ADS_1


"Jadi kamu mau yang mana Syah?" tanya Pak Mukhlas.


"Aku akan pergi sendirian."


"Gak boleh, ini di Korea, bukan di Indonesia Syah." tolak Pak Mukhlas yang khawatir.


"Pak, please! Saya berjanji akan kembali dengan tepat waktu." jelas gadis itu sangat berharap.


"Ponselmu harus tetap menyala dan langsung hubungi kami jika kamu tidak tau jalan pulang, kami akan menjemputmu." jelas Pak Mukhlas, gadis SMA itu pun sangat senang.


"Iya, Pak."


Gadis SMA itu pun menyalami Pak Mukhlas sebelum dia akhirnya pergi meninggalkan mereka bertiga.


"Assalamualaikum."


"Waalaikumussalam."


Mereka bertiga pun memperhatikan kepergian gadis SMA itu dengan senang.


"Yo, jangan ganguin dia! Nanti aku laporin ke Farida nih." ancam Yuda.


"Jangan jahat-jahat amat apa Yud."


"Makanya kalo udah punya pacar jangan godain cewe lain."


"Iya-iya."


Melihat pertengkaran kecil itu, Pak Mukhlas itu pun terkekeh dan menggelengkan kepalanya.


****


Sebelumnya…


Sehun berjalan-jalan di dalam gedung seorang diri, hingga langkahnya terhenti saat melihat gadis SMA itu keluar dari sebuah ruangan.


“Gadis itu.” ucap Sehun dalam hatinya. Sehun pun mengikuti gadis tersebut.


****


Sehun terus mengikuti gadis SMA itu, tanpa gadis itu sadari, hingga gadis itu berhenti di suatu toko, Sehun pun langsung bersembunyi.


Seorang pria baya pun menemui gadis SMA itu dengan terheran.


“Ada yang bisa saya bantu?” tanya pria baya yang sepertinya pemilik toko.


“Paman, apakah Anda tahu di mana Rumah Besar milik para muslim?”


Yang dimaksudkan adalah Masjid Besar, pria baya itu sepertinya mengerti.


“Lurus saja dari sini ke sana!” ucap pria baya itu menunjukan, gadis SMA itu pun mengerti.


“Terima kasih.” Ucap gadis itu membungkuk sebentar dengan senang, namun pria itu tidak membalasnya.


Gadis itu mulai kembali melanjutkan perjalanannya, Sehun pun berhenti bersembunyi dan mulai mengikutinya kembali.


****


“Hah huh!!” gadis SMA itu menarik nafas kecapekannya dengan bersanggah pada lututnya, bukan hanya gadis itu, Sehun yang sedang bersembunyi juga merasakannya, keringat mereka sama-sama deras.


“Gadis ini sebenarnya mau kemana? Dia terus berjalan tanpa henti.” Keluh Sehun dalam hatinya.


Namun gadis SMA itu kembali berjalan dan terpaksa Sehun harus mengikutinya lagi.


“Huh! Kuatkan dirimu Oh Sehun ssi! Jangan mau kalah dari Taeyong ssi.” ucap Sehun dalam hati, menyemangati dirinya sebelum kembali mengikuti gadis SMA itu.

__ADS_1


__ADS_2