Aku Kamu Dan Dia

Aku Kamu Dan Dia
42. Fitting baju pengantin


__ADS_3

Keisya mengantar Ronal ke rumah. Mama Marni kaget melihat putranya mabuk-mabukan.


"Sejak kapan kamu suka clubbing?" tanya Mama Marni melihat anaknya pulang setengah teler


"Aku cuma menghormati keisya. Apa salahnya sekali-sekali,Bu." jawabnya.


Mama Marni membawa Ronal ke kamar mandi. Lalu mengguyur tubuh putranya dengan air. Ronal seperti gelagapan menerima guyuran dari ibunya.


"Bangun! laki-laki kalo menyelesaikan masalah tidak dengan mabuk-mabukan." bentak Mama Marni


"Jangan bikin ibu malu dengan kelakuanmu, Alam."


Walaupun lagi marah, Mama Marni tetap mengguyur tubuh putranya dengan air dingin. Mama Marni baru berhenti melihat Ronal menggigil kedinginan, lalu membersihkan tubuh putranya.


"Ma, kak Ronal kenapa?" sahut Roki melihat Mama Marni di kamar Ronal.


"Dia mabuk-mabukan bersama Keisya tadi."


"Ma, Kenapa mama tidak suka kak Ronal dengan Gita?" tanya Roki.


"Tolong bantu ganti baju Ronal,ki." Mama Marni keluar kamar Ronal.


Roki dengan sigap mengganti pakaian Ronal. Dia memperlihatkan kamar Ronal yang isinya penuh dengan photo Gita. Roki memandang photo Gita yang memakai gaun saat dirinya memutuskan Gita di resto nya Ine.


Ada rasa bersalah dalam diri Roki. Seandainya dulu dia mengantarkan Gita pulang malam itu. Tidak ada kejadian Gita sakit-sakitan. Rere yang mencari suaminya, melihat Roki memandang photo Gita.


"Ehm..." Rere berdehem melihat suaminya fokus mengenang mantan kekasihnya.


"Eh, sayang." Roki menyapu matanya yang mulai berair.


"Kangen, ya sama mantan." goda Rere.


Roki memeluk Rere untuk meyakinkan istrinya. Bagi Roki, Gita hanya masa lalu.


"Masa depanku, kamu dan kamu." peluk Roki sambil menunjuk perut Rere yang membesar.


Paginya


Kepala Alam mendadak berat saat bangun pagi. Yang dia ingat semalam diajak keisya clubbing, untuk merayakan hari pertunangan mereka.


"Sudah bangun?" Alam mendengar suara Keisya yang duduk di sofa kamarnya.


Alam lupa kalo di kamarnya banyak photo Gita. Keisya memegang photo yang ada di kamar.


"Nggak nyangka, ya. Kamu segitunya terobsesi sama adik iparku." Keisya memandang salah satu photo di kamarnya.


"Lancang kamu masuk kamar laki-laki!"


"Oh, ya? Mana yang lancang menyimpan photo wanita lain atau masuk kamar laki-laki? Kamu saja berani masuk ke toilet wanita!" ucap keisya sambil duduk didepan Ronal.

__ADS_1


"Aku mau tanya sesuatu?" tanya Keisya mendekatkan tubuhnya di depan Ronal


"Apa?"


"Apa yang kalian lakukan di pantry kantor semalam?"


"Menurutmu!" Ronal menantang ikut mendekatkan tubuhnya ke keisya.


"Menurutku... ini!" Keisya langsung mencium bibir Ronal.


Ronal langsung mendorong tubuh keisya.


"Gila kamu!"


"Iya, aku gila karena cinta! Sepanjang kamu mabuk, yang kamu sebut cuma Gita! Apa hubungan kalian sebenarnya?" bentak keisya.


Keisya ingat, tadi malam mereka ke clubbing bersama. Ronal yang awalnya enggan ikut, bisa dibujuk karena ancaman keisya. Keisya tahu kalau Ronal tak menganggap serius ucapannya, tapi Keisya kesal karena dianggap main-main sama ancamannya.


"Aku akan bertindak! untuk melindungi apa yang harus menjadi milikku. Jangan anggap Keisya remeh!"


Keisya sengaja mencampurkan beberapa alkohol ke minuman ronal. Saat Ronal benar-benar sudah mabuk keisya berencana membawanya ke hotel, sepanjang perjalanan Ronal hanya menyebut Gita.


"Gita? Siapa dia?"


Keisya kesal ada nama wanita lain yang diingat Ronal. Keisya akan mencoba mencari tahu.


Ketika akan menjemput Ronal untuk fitting baju pengantin, keisya mendapatkan jawabannya. Gadis yang selalu di sebut Ronal sepanjang perjalanan adalah calon adik iparnya.


"Aku kurang sehat. Kamu fitting saja sendiri dulu. Nanti aku ikut saja."


"Hmmmm ... oke aku duluan. Kasihan Gita dan Ilham sudah menunggu disana." Keisya berjalan keluar kamar, berharap Ronal mencegahnya.


Tak ada suara. Keisya mendengar suara jeburan air di kamar mandi. Senyum kemenangan terpaksa di wajahnya. Hanya dengan memakai nama Gita, keisya bisa memancing reaksi Ronal.


Keisya duduk di ruang tamu. Marni memperlakukan keisya seperti seorang ratu. Mereka mengobrol di ruang tamu. Rere yang sedang melintas menyapa keisya, sikap dingin keisya pada Rere membuat Rere kesal.


Rere menilai keisya itu sombong.


"Yuk" Ronal sudah siap untuk berangkat


Keisya mencium bau parfum Ronal yang wangi menyengat. Biasanya tidak pernah sewangi ini. Ronal sudah menunggu di mobil tanpa pamit pada ibunya. Keisya pamit dan menyalami Marni.


"Wangi amat." Goda Keisya


"Katanya mau fitting. Harus rapi dong." jawab Ronal.


"Ronal ... Ronal... Mau kamu sewangi ini, Gita tetap setia pada Ilham."


"Bukankah kamu dulu yang meninggalkan Gita demi mantan pacarmu!" ucap Keisya.

__ADS_1


Keisya teringat cerita Ilham. Ilham pun mendapat cerita tentang kejadian yang menimpa Gita dari mamanya Gita. Dimana Gita di campakkan pacarnya setelah lumpuh.


Keisya dan Ronal sampai di butik langganan mereka. Keisya kaget Gita sedang mencoba gaun incarannya. Banyak yang memuji Gita, karena body Gita lebih berisi dari Keisya.


"Kenapa kalian datang?" tanya Keisya memperlihatkan ketidaksukaannya pada Gita.


"Tadi mama bilang kita ikut fitting. Karena kami juga akan menikah." jawab Ilham sambil mencoba jas putih.


"Mas yang disana? Ayo kita fitting dulu." panggil satu karyawan pria.


Karyawan itu mengajak Ronal masuk ke ruangan. Ronal minta di pilihkan pada karyawan pria tadi, Ronal beralasan kurang pandai memilih baju.


" Huuuuuh, cucooook meong." kata si karyawan tadi.


"Tapi baju ini lebih serasi sama mbak tadi."


"Mbak yang mana?"


"Itu Lo mas calonnya pak dokter tadi." Kata karyawan menunjuk kearah Gita.


Mata Gita seperti mematung melihat dirinya sedang menggunakan gaun pengantin. Ingatan Gita berputar saat mengenakan gaun saat perjodohannya dengan Ronal. Kepala Gita merasa berat, linglung, tapi tetap berusaha kuat. Ronal yang melihat Gita seperti linglung mencoba menolong, tapi keburu dipapah oleh Ilham.


"Kamu kenapa lagi, sayang?" Ilham mendudukkan Gita yang mengeluh sakit kepala.


"Ingatan itu? datang lagi? aku tidak mau mengingatnya? aku benci semuanya!" pekik Gita memegang kepalanya yang masih terasa berat. Ilham memeluk Gita yang ketakutan.


"Iya, sayang. Kan ada aku disini."


Ilham menenangkan Gita. Ilham pamit pada Keisya dan Ronal. Ilham mengantarkan Gita pulang.


Sepanjang perjalanan pulang, Gita tertidur di bahu Ilham. Sepanjang perjalanan pulang, wajah kenangan Ronal terus menari di dalam mimpinya. Ilham mendengar Gita terus menyebut nama Ronal, menghentikan mobilnya.


"Ronal? apakah itu pria yang mencampakkan Gita?" umpat Ilham dalam hati.


Ilham menatap wajah Gita dengan lekat. Ilham mempertanyakan, apa Gita masih mencintai mantannya? apakah ada trauma dalam diri Gita, sehingga enggan mengingat masa lalunya? Ilham berharap Gita cepat mengingat masa lalunya. Tapi Ilham takut kalau Gita akan mengingat sosok yang bernama Ronal ini.


Sesampainya di rumah Gita, mama kaget melihat Gita tertidur. Ilham membopong Gita masuk ke kamar. Mama bertanya apa yang terjadi.


"Gita tiba-tiba histeris dan hampir pingsan saat mencoba baju pengantin.


"Makasih, ya nak Ilham. kamu selalu ada buat Gita."


"Tante?"


"Iya, nak Ilham."


"Aku ingin bicara sama Tante. Soal ingatan Gita."


"Tunggu, buat apa Gita mengingat masa lalunya yang banyak menyakitinya. Mending kalian fokus dengan pernikahan kalian."

__ADS_1


"Baiklah, Tante. Aku pamit dulu." Ilham pulang.


__ADS_2