Aku Kamu Dan Dia

Aku Kamu Dan Dia
110. S2: Cerita Sekilas


__ADS_3

Sudah satu Minggu Alam di rawat di rumah sakit Bhayangkara. Tapi tetap saja dia harus kembali ke penjara. Sebelum pengumuman kasusnya kembali di usut. Mau tidak mau Gita harus bolak balik ke penjara menengok keadaan suaminya.


Mama Marni menemui orangtua Gita untuk meminta Gita tinggal bersama mereka. Tentu saja mama Yulia tidak mengizinkan kecuali kalau Alam sudah bebas. Rasa was-was pada besannya masih mendera di pikirannya, mama Yulia takut Gita akan di tindas lagi.


Gita baru pulang dari penjara bertemu dengan Ilham di jalan saat hendak pulang. Ilham menawarkan untuk mengantarkan Gita pulang ke rumah. Awalnya Gita menolak, tapi mengingat kondisi tubuhnya yang gampang lelah, akhirnya Gita mau diantar pulang oleh Ilham.


"Kamu sudah lama nggak kemo lagi? Kamu nggak ada keluhan lagi kan." tanya Ilham saat di dalam mobil.


"Belum ada, ham. Aku belum berani kemo sejak hamil."


"Justru bagus itu. Karena radiasi dari kemoterapi bisa memperkuat janin."


"Masa, ham."


"Iya, ayo kapan kemo lagi. Biar cepat sembuh. Oh,ya aku mau ajak kamu suatu tempat."


"Kemana?"


"Ikut saja." ilham melajukan mobilnya. Sepanjang perjalanan Gita tertidur. Tangan Ilham ingin menggenggam tangan Gita, dia ingin sekali menguatkan Gita, apalagi karena suaminya masuk penjara. Tapi di tahannya takut Gita terbangun.


Gita kamu wanita yang kuat. Aku bangga pernah menjadi bagian hidupmu. Aku akan selalu ada di sampingmu, walaupun bukan sebagai kekasih lagi.


seandainya waktu bisa di putar. Aku ingin yang terjadi diantara kita kembali berulang. Maafkan aku Gita, maafkan aku yang belum bisa melupakanmu.


Akhirnya mereka sampai di tujuan. Ada sebuah bazar khusus kesehatan, Ilham membawa Gita mampir kesana, sekalian Gita di periksa terkait kondisi kehamilannya.


"Siapa itu, ham?" tanya temannya yang berjaga di stand


"Oh, temanku." jawab Ilham.


"Suaminya mana? Masa kamu yang nganter dia periksa." celetuk teman yang lain.


"suaminya sedang di luar kota. Jadi aku bantu aja." jawab ilham.


"Sudah?" tanya Ilham saat Gita menghampirinya.


"Sudah,ham. Terimakasih. Yuk pulang, aku dapat souvernir nih." Gita menenteng souvernir yang berisi susu ibu hamil berbagai rasa.


"Aku duluan, ya." pamitnya pada teman-temannya.


"Mereka CLBK lagi ya?" tanya Soni teman ilham.

__ADS_1


"Emang kamu tahu?" tanya yang lain.


"Mereka dua kali gagal nikah, Lo." jelas Soni sambil menyeruput kopinya.


"Hah! masa! Tapi kelihatan Ilham masih ada rasa sama cewek itu. Kasihan Ilham dua kali gagal nikah, jagain jodoh orang." celetuk teman yang lain.


"Makasih, ham. aku sudah lama tidak keluar rumah sejak hamil."


"Hari ini, aku free kok. Kamu mau kemana? aku siap antar."


"Nggak usah. Aku mau pulang saja. Capek banget. Tadi ngurusin Alam yang masih kurang fit di penjara." cerita Gita.


"Dia sakit apa?"


"Dia sempat tertembak karena mau kabur. Sekitar satu Minggu dirawat di RS Bhayangkara. sekarang harus kembali ke penjara sampai penyelidikan kasusnya ada titik terang."


Dalam kondisi seperti kamu harus memikul beban yang sangat berat Gita. Kenapa harus kamu yang mengalaminya. Kamu berhak bahagia.


Ilham memeluk Gita, menandakan dia ikut merasakan apa yang di alami Gita. Pelukannya semakin erat membuat Gita risih. Tapi Ilham tidak menyerah, dia mengatakan pada Gita akan selalu ada buat wanita itu.


"Terimakasih, ham. Jujur aku tidak apa-apa. Apapun yang dialami suamiku harus aku terima. Bukankah sebuah pernikahan seperti itu, ya?"


"Iya, tapi kamu lagi hamil. Apakah Alam tidak mengatakan padamu kalau kandunganmu lemah Atau jangan-jangan dia memanfaatkan keadaan ini."


Gita lemas, dia takut mengalami seperti Ine dan Raisa. Dia ingin melihat anaknya tumbuh sehat. Punya orang tua yang lengkap. Dia tidak mau anaknya jatuh ke orang tua yang salah. Air matanya menitik, entah kenapa dia terpikir menyiapkan calon ibu jika dirinya meninggal.


Tubuhnya terduduk lemas di depan mobil Ilham.


"Gita, kamu jangan mikir yang macam-macam,ya. Aku ngomong seperti ini karena supaya kamu menjaga kehamilanmu. Bukankah ini yang kalian tunggu." Ilham menjelaskan maksud ucapannya agar Gita tidak salah paham.


"Iya, aku paham. Terimakasih kamu sudah mengingatkan aku. Sekarang aku mau pulang, badanku capek sekali. Besok aku mau jenguk suamiku."


"Jangan di forsir, Gita." jawab Ilham.


"Iya sekali lagi terimakasih atas perhatianmu. Kamu memang sahabatku, ham."


Mereka kembali memasuki mobil. Sejenak kedua terdiam menikmati perjalanan, mata Ilham sedikit melirik ke arah Gita. Hanya saja Gita masih fokus memandang keluar.


Mereka sampai di rumah, ada Zahra yang sedang mengobrol sama Mama Yulia. Ilham menyalami mama dan Zahra. Mata Zahra tak lepas dari sosok Ilham.


"Kok bareng?" tanya mama pada ilham.

__ADS_1


"Tadi ketemu di jalan, Tante. Aku pamit dulu Tante. Gita, aku duluan ya." pamit Ilham.


"Oke, makasih ya, ham. hati-hati di jalan." sapa Gita saat Ilham pamit.


Mama mengingatkan Gita agar jangan sering sama Ilham. Karena Mama tahu Ilham masih ada rasa dengan Gita. Gita meyakinkan mamanya kalau dia tidak akan macam-macam dengan Ilham.


"Kamu tadi ke penjara lagi?" tanya Mama Yulia.


"Iya, ma. Kenapa?"


"Kurangi kunjunganmu, Gita. Kandungan kamu perlu di jaga. Kamu tidak boleh capek. Seharusnya suamimu tahu hal itu." Mama mengingatkan Gita agar jangan sering datang ke lapas.


"Ini kan kemauan aku sendiri, ma. Apa salahnya aku sering menengok suamiku."


"Mama kamu benar, Gita. Seharusnya suami kamu mengingatkan kamu untuk menjaga kehamilanmu, kalau dia pengertian pada akan berkata seperti yang dibilang mamamu." Zahra ikut nimbrung.


Sementara Sudah hampir satu bulan Gita tidak menengok Alam di penjara. Tapi Gita tetap mengirimkan makanan untuk suaminya. Ada rindu mendera di hatinya, sepucuk surat yang berisi hasil USG. matanya tampak berkaca melihat calon anaknya tumbuh sehat dirahim istrinya.


klik


Siti baru saja pulang dari acara PKK desa Sukasari. Dia terpilih sebagai mentor untuk bagian keterampilan. Kepalanya sedikit pusing, sehingga lebih memilih merebahkan tubuhnya di tempat tidur.


Sesaat dia membuka gawai, melihat postingan teman-temannya. Senyumnya mengembang saat melihat postingan Gita yang meng-upload hasil USG. Hanya saja dia kesal karena ada yang komentar nyinyir.


"Gercep, ya gita. Belum sebulan nikah udah hamil 2 bulan."


"Wuiiih, tuan muda spencer tokcer ya, perasaan belum sebulan kalian nikah."


Dari semua komentar, Gita cuma menjawab " Terimakasih, mohon doanya."


Ya ampun Gita, kamu itu hatinya terbuat dari apa sih. Aku kalau di posisi kamu udah ngomel ngomel sama mereka. Julid banget mereka yang komen. Tapi seandainya mereka tahu kalau sebelum resepsi Gita sudah menikah pasti mereka tidak akan komen seperti itu.


Tangan Siti berselancar ke postingan yang lain.


Matanya fokus saat melihat sesuatu photo.



Siti yakin om Jo sudah punya pacar. Sejak setelah resepsi Gita, Jonathan sudah tidak pernah menghubunginya. Siti merasa rindu pada lelaki yang dulu sering ada buatnya.


Semoga bahagia, om. batinnya.

__ADS_1


Entah kenapa dia jadi susah tidur ketika melihat postingan Jonathan. Tapi di tepisnya, bagi Siti Jo tak lebih sebagai sahabat, sama seperti Gita.


__ADS_2