
Gita berencana memasak untuk Ilham. Ini perdana semenjak dekat dengan Ilham, Gita memasak khusus untuk kekasihnya. Yang Gita tahu Ilham hari ini ada rapat penting. Pastinya masakan dengan penuh cinta.
"Mau di bantu, Gita." tanya Siti melihat Gita yang sibuk menyiapkan bahan masakan.
"Nggak usah,ti. Aku mau masak sendiri." jawab Gita
"Hmmmm... lain banget yang mau merid. Jadi pengen?" goda Siti.
"Makanya cari. Dari dulu di suruh nyari sama bang Ed."
"Eh, itu bukannya waktu kamu di nyanyiin sama ..."
"Eh, Siti. Tolong ambilin daun bawang di teras belakang, dong."
Duh, kenapa sih mulut gue! nggak bisa di kontrol, kalau Siti tahu aku sudah ingat semuanya, gimana?
"ini, Gita." Siti menyerahkan daun bawang untuk di pakai Gita.
Siti mengambil hp nya karena ada pesan dari Ronal "Ti, aku mau ketemu."
"buat apa?" tanya Siti
"Ada yang mau aku bicarakan soal ."
"Soal Gita, kan kak. Kakak kan sudah punya calon. Jadi tolong jangan ganggu Gita lagi."
"Ti, tolong jangan jauh dari Gita. Keisya masih mengintai untuk membahayakan Gita. Aku cuma minta itu."
"Kenapa kak keisya mengincar Gita?
"Dia tahu hubungan aku dan Gita. Pokoknya kamu harus menjaga Gita. Itu permintaan terakhirku."
"Terakhir? Kakak mau kemana?"
"Aku mau pulang ke Sukasari."
__ADS_1
"Kakak mau menyerah begitu saja."
"Aku ... tidak tahu, ti. Aku mau menenangkan diri dulu."
"Jangan menenangkan diri saja, kak. Tapi instrospeksi diri juga. Apa yang terjadi selama ini juga karena kakak?"
Tak ada jawaban dari Ronal. Siti berharap Ronal bisa introspeksi diri untuk kedepannya.
Kembali ke Gita, masakan untuk Ilham sudah siap. Gita mengganti pakaian untuk berangkat ke rumah sakit. Siti melihat wajah Gita berbinar bahagia. Seperti permintaan Ronal tadi dia akan ikut menemani Gita kemanapun Gita pergi.
Ah, kak Ronal. Kenapa kembali menempatkan Gita dalam bahaya sih? Apa salahnya kakak buka hati untuk keisya? Jadi Gita juga nggak akan ada yang mencelakai. Kalo kayak gini, kak Ronal akan kembali di benci oleh keluarga ini.
Siti dan Gita sampai di rumah sakit. Gita melihat beberapa perawat genit pada Ilham. Gita kesal lalu mendekati Ilham yang ternyata menerima makanan dari para perawat.
"Enak kayaknya makanan ini." Gita melirik bekal yang di pegang Ilham.
"Eh, sayang. Ini mereka yang kasih. Aku nggak enak nolak. Takut mereka tersinggung."
"ooooo ... gitu. Ini bukan yang pertama mereka kasih oleh-oleh sama kamu. Ya, udah, ti kita pulang. Dia lebih suka makan oleh-oleh daripada masakan calon istrinya." ucap Gita pura-pura ngambek.
"Kamu perhatian banget sama kak Keisya." puji Gita.
"Iya sebagai saudara yang baik harus dong." balas Ilham.
"Aku dengar kak keisya dan Ronal putus." Tambah Ilham.
"Kok bisa?" Tanya Gita penasaran.
" Aku tidak tahu. Kalo kak keisya pernah bilang mereka hanya di jodohkan oleh ibunya kak Ronal. Kak Ronal masih cinta sama mantannya."
"uhuuuukkkk" Gita yang sedang minum air putih tiba-tiba tersedak mendengar cerita ilham.
"Kamu nggak papa sayang." tanya Ilham melihat Gita tersedak.
Gita mengisyaratkan kalau dirinya tidak apa-apa. Dia mau Ilham melanjutkan ceritanya, hanya saja Ilham menilai Gita mulai kepo.
__ADS_1
"Siapa tahu aku bisa bantu kak keisya." ucap Gita berharap Ilham melanjutkan ceritanya.
Setelah selesai makan. Gita pamit pulang. Siti yang mendengar cerita tadi, mulai cemas.
Kalau mereka benar-benar putus, berarti Gita sekarang dalam bahaya. Aku harus gimana?
Ini kan amanat kak Ronal. Harus dilaksanakan.
Sampai di halte depan rumah sakit, Gita meminta Siti membeli minuman di warung depan. Siti mengajak Gita, tapi Gita menolak dengan alasan malas jalan kaki. Siti akhirnya menuruti permintaan Gita. Tak berapa lama setelah Siti belanja, Siti tidak menemukan Gita, tapi barang Gita berserakan di lantai depan halte.
Siti berlari ke rumah sakit untuk mengadukan hilangnya Gita pada ilham. Siti ingin menceritakan masalah yang dibicarakan Ronal. Tapi di urungkan, Siti takut Ilham akan meninggalkan Gita kalau tahu cerita yang sebenarnya. Siti hanya meyakinkan Ilham kalo sepertinya Gita di culik.
Ya Allah kenapa bahaya selalu mengintai Gita. Lindungi Gita ya Allah. Maafkan aku kak alam. aku tidak bisa menjaga amanatmu.
Siti pulang dengan perasaan takut. Apa yang harus dia ceritakan pada orangtua Gita. Siti merasa terguncang dengan kejadian tadi. Yang ada cuma tangisan semata. Tapi Siti tidak melihat kecemasan yang tinggi dari Ilham. Beda dengan Ronal dulu saat Gita hilang dia cemas melebihi nyawanya sendiri.
Mama kaget mendengar Gita hilang. Mama menangis sejadi-jadinya. Papa melaporkan polisi, tapi menurut Siti Ilham sudah melaporkan ke polisi.
Mama yakin Gita di culik oleh Ronal. Karena bagi Mama hanya Ronal yang masih terobsesi dengan Gita. Mama melaporkan Ronal atas membawa lari anak perempuannya.
Siti meluruskan kalo bukan Ronal yang menculik Gita. Karena Ronal sudah pulang ke Sukasari. Mama tidak percaya dengan penjelasan Siti. Mama tetap akan melaporkan Ronal.
Ya Allah kapan api kebencian itu padam? kenapa mama Yulia segitunya membenci Ronal. Padahal dulu mama Yulia sangat sayang pada Ronal.
Sementara di kediaman Ilham, Keisya menerima laporan dari orang suruhannya. Senyum kemenangan terpancar di wajahnya.
"Terserah mau kalian apakan gadis itu? kalo perlu kalian buang yang jauh dari Jakarta." keisya menutup telponnya.
"Kan sudah ku bilang? Jangan remehkan Keisya.Dan kamu Ronal. Terima akibatnya karena sudah main-main dengan Keisya."
Keisya mendengar suara mamanya heboh saat dikabarkan Gita di culik. Keisya bilang ke mamanya kalo Gita bukan di culik melainkan kabur bersama Ronal. Keisya juga ke Ilham kalau Ronal dan Gita ada hubungannya di belakang Ilham.
Awalnya Ilham tidak percaya dengan ucapan keisya, tapi Keisya memberikan bukti dia menemukan cincin Ronal dan Gita di kamar Ronal. Ilham marah merasa di khianati.
Keisya puas setelah mengadu domba antara Ilham dan Gita. Semua terbayar lunas atas rasa sakitnya selama ini karena tak pernah dianggap oleh Ronal.
__ADS_1
Kediaman Spencer di datangi polisi untuk menggiring Ronal ke kantor polisi. Mama Marni kaget, apalagi yang sudah di perbuat putranya sampai polisi datang ke rumahnya. Mama Marni memohon pada polisi agar tidak membawa putranya. Roki dan Rere menangis saat mendengar Gita hilang dan tuduhan kearah Ronal.