
Satu bulan kemudian
Alam sudah kembali menjalani aktivitasnya di kantor. Matanya fokus ke beberapa berkas yang harus dipelajarinya. Pria berusia 29 tahun, sangat tekun dengan beberapa kertas dan pena yang dipegangnya.
Alam membuka ponsel untuk mengecek keadan istrinya. Dia tidak mau kecolongan lagi seperti yang sudah-sudah. Alam memanfaatkan cctv dirumahnya untuk mengontrol keadaan Gita. Senyumnya mengembang ketika memandang istrinya dari layar ponsel.
Sayang, makin hari kamu makin cantik. Makin bikin aku tambah cinta sama kamu. Terimakasih sayang, kamu membuat rumah tangga kita makin berwarna. Apalagi sebentar lagi puteri kecil kita datang, aku berasa paling ganteng diantara dua bidadari cantik.
Alam menyelesaikan pekerjaannya karena ingin cepat pulang kerumah. Merindukan istrinya, setelah menyelesaikan pekerjaannya, Alam langsung beranjak dari ruangannya.
Kakinya berdiri di depan kantor. Di depan kantornya ada toko bunga. Alam mendatangi toko tersebut untuk membelikan bunga buat sang istri.
" Ada yang bisa saya bantu,pak?" ujar si wanita yang mungkin pemilik dari toko tersebut.
"Saya mencari sebuket bunga mawar putih."
"Oh, ada pak. Mau yang buket kecil apa buket jumbo?"
"Yang jumbo mbak. Buat istri soalnya jadi harus yang spesial."
"Ini baru suami idaman." puji si pemilik toko.
"Berapa mbak?"
"200 ribu aja, pak." Alam langsung membayar tanpa tawar menawar lagi.
Tak jauh dari toko bunga tersebut ada toko kue yang lumayan hitz untuk kalangan atas. Pemilik toko mengenal alam karena sudah langganan.
Alam melihat lihat kue-kue yang berjejer di lemari pendingin.
"Ada yang bisa saya bantu pak ronal." Sapa pekerja toko tersebut.
"Saya mau es krim tart yang ada blackforestnya."
"Oh sudah habis pak, kalau tart blackforestnya ada, pak ronal mau?"
Alam tampak berpikir. Karena yang dia tahu istrinya penggila es krim dan coklat. Namun pada akhirnya dia tetap membeli kue itu.
Semoga kamu suka sayang.
Alam kembali melajukan mobilnya untuk pulang kerumah. Terbayang di wajahnya sambutan dari istrinya. Sambutan bahagia ketika membawa hadiah spesial untuk Gita.
Sejak pulang dari rumah sakit alam memanfaatkan waktu untuk selalu bersama gita. Mengingat begitu banyak peristiwa yang menimpa rumah tangga mereka. Alam rela membawa tugas kantornya ke rumah agar bisa menemani istrinya. Walaupun dia sering mendengar keluhan gita yang tidak ingin suaminya membawa pekerjaan kerumah.
Flasback on
"Sayang..." Gita memanggil suaminya yang masih berkutat didepan laptop
"Hmmm...apa sayang?"
"Udah dong kerjanya. ini sudah jam berapa? Sudah larut banget."
"Ini tanggung sedikit lagi, yang. Besok ada pengusaha maskapai dari Brunei mau mengajak kerjasama. Proyek besar ini nggak bisa dianggap sepele, sayang." Sahut alam tanpa melepaskan pandangan dari laptop.
__ADS_1
Gita beranjak dari ranjang mendekati suaminya.
"Tapi, kamu itu baru sembuh. Aku nggak mau suamiku ini ambruk lagi. Bukankah kamu sering minta aku fokus sama kehamilan dan kesehatan. Gimana aku mau sehat kalau kamu juga nggak menjaga kesehatanmu. Kalau kamu sakit kan aku juga yang turun tangan."
Alam duduk menghadap sang istri. Gita mengambil kesempatan duduk diatas pangkuan suaminya. Alam menggendong Gita ala bridal style. Lalu mencium ceruk leher istrinya di beberapa titik.
Gita mengeratkan kepala suaminya agar lebih dekat. Dari ciuman kecil berubah menjadi lebih dalam. Tangan gita membuka kancing baju suaminya.
"emmphhh... ahhh." alam merasakan kenikmatan yang diberikan sang istri.
"ahhhhh.. yang... aaahhh...yang" desahan terus keluar dari mulut keduanya.
"Sudah, ya sayang." tiba-tiba alam menghentikan aktivitas ranjangnya.
"Kenapa?"
"Kasihan anak kita, sayang.Bukankah aktivitas ini bisa menghambat perkembangan janin. Kamu mau kan sedikit bersabar." Alam membujuk istrinya yang akhir-akhir ini sangat agresif.
"Tapi, sayang ... aku ...aku... ya sudahlah." Entah kenapa gita sendiri sangat heran dengan dirinya yang gampang agresif.
Gita beranjak dari tempat tidur. Lalu mengambil handuk hendak ke kamar mandi. Alam memperhatikan mimik wajah istrinya yang seperti kesal. Lalu memeluk tubuh gita yang makin membesar. Meyakinkan wanita itu kalau dilakukan akan membahayakan calon anak mereka.
Flashback off
Alam memarkirkan mobil di garasi rumah mama yulia. Dimana istrinya sudah satu minggu menginap disana. Alam menghembuskan nafas panjang. Lalu keluar dari mobil sport yang baru saja dihadiahkan untuk dirinya dan istrinya.
"Assalamualaikum"
Alam menatap satu kotak kue yang tadi dibelinya.
Sedikit menghela nafas kasar, karena surprisenya gagal.
"Itu apa, ayah." Gita melirik kotak kue yang disimpan alam.
Alam membuka kotak kue yang ternyata sama dengan buatan mama yulia.
"Maaf, ya sayang. Aku nggak tahu kalau ayah beliin bunda kue blackforest. Coba ayah bilang tadi, jadi bunda nggak minta mama buatin. Ini disimpan aja dulu siapa nanti malam bisa kita makan bareng-bareng." Gita menyimpan blackforest ke dalam kulkas.
"Dan ini buat bunda." Sebuket bunga mawar putih diterima Gita dengan perasaan bahagia.
"Dan ini bunda pakai untuk menutup kepala bunda."
"Ini apa, yah."
" Buka aja."
Gita membuka kotak yang dihadiahkan suaminya. Alam mengambil salah satu kain segiempat untuk menutupi kepala istrinya.
"Bunda cantik kalau berhijab. Mulai sekarang pakai ini,ya. Jadi bunda nggak minder lagi kalau keluar rumah. Dan dengan ini juga meringankan hisab ayah nanti."
"Ayah,terimakasih. Doakan bunda istiqomah ya."
Narasi Gita.
__ADS_1
Aku sendiri tidak tahu
kenapa sampai saat masih bertahan padamu
aku sendiri tidak tahu
Kenapa aku makin mencintaimu
Setelah semua yang kita lalui
Sakit sehat
Susah senang
tawa tangis
bahkan kita sudah sampai di ujung tanduk pernikahan
Tapi
Seburuk apapun sifatmu
Sejahat apapun yang pernah kau lakukan
Aku tetap tak bisa membencimu
Ada ilham yang dulu pernah ngisi hatiku
saat kamu memberikan luka yang dalam
Kesannya aku jahat pada ilham.
Karena dia terlalu baik. Tapi entah selalu ada bayang dirimu yang mengikuti perjalananku dengan ilham.
Aku tak pernah mengira bisa menyayangimu sebesar dan seyakin ini, aku tau ini tak mudah, bahkan aku dan kamu tak pernah membayangkan sebelumnya. Tapi inilah takdir, ini garis kehidupanku yang telah ditulis Sang Pencipta sehingga aku dan kamu bisa memiliki rasa sayang seindah dan seluar biasa yang belum pernah aku rasakan. Aku hanya ingin selalu bersamamu, aku hanya ingin kisah kita berujung bahagia. Aku tau sayang, perjalanan kita mungkin tak akan semudah mereka, tak akan semulus yang kita kira.
"Yaaah" Gita merasakan perutnya mules.
"Bunda, kenapa?" Alam kaget saat gita memegang perutnya.
"Mungkin mau melahirkan?" sahut mama Yulia
"Gita masih 8 bulan,ma."
"Cepat bawa ke rumah sakit!"Pekik mama yulia
Alam langsung membawa istrinya kedalam mobil. Rasa panik mendera lelaki itu. Gita terus menjerit kesakitan, membuat suaminya semakin tidak fokus menyetir.
"Bertahan sayang! sebentar lagi kita sampai!"
...####...
Bersambung
__ADS_1