
Kyungsoo membawa Kai dan Sehun langsung ke Markas EXO yang ada di Korea, yang tidak lain adalah Rumah Baekzy, rumah yang pernah ditinggali Chanyeol juga. Di dalam sana sudah terlihat member EXO yang menantikan mereka semua. Awalnya member berpikir yang spesial itu adalah Kai, namun setelah mengetahui di sana ada Sehun mereka tidak habis pikir.
“Kk-kau benar-benar Sehun?” tanya Chen tidak percaya, Sehun pun hanya tersenyum. “Sehunie!!” teriak Chen rindu dan langsung memeluk Sehun. Mereka saling bergantian memeluk Sehun sebelum akhirnya memeluk Kai juga.
Chanyeol menatap Sehun dengan haru, dia pun mengingat pesan pagi yang dikirimkan Jihyo padanya satu jam sebelum Kyungsoo menghubunginya. Chanyeol mendekati Sehun, kemudian memeluknya.
“Kau membuatku khawatir payah.” keluh Chanyeol dengan senang, Sehun pun hanya bisa tersenyum, setelahnya Chanyeol pun memeluk Kai.
****
Chanyeol dan Sehun duduk bersama di sebuah balkon, terlihat Sehun yang hanya diam membisu. Chanyeol pun memperhatikan Sehun dengan heran tidak habis pikir.
“Hei! Sekarang kamu begitu diam. Ada apa? “ tanya Chanyeol, Sehun pun menoleh.
“Boleh jujur, saat ini aku sedang jenuh. Aku menjadi kesulitan beradaptasi dengan semuanya.” jelas Sehun lirih. “Ah, ini rasanya seperti saat pertama kali bergabung dengan EXO.” keluhnya.
“Lalu kalau terhadapku bagaimana?” tanya Chanyeol antusias dengan tersenyum dan menaruh jari yang dibentuk ceklis dibawah dagunya dan penuh percaya diri, Sehun pun terkekeh.
“Kau memang sudah lama kenal denganku, mana bisa begitu.” keluh Sehun dengan mendorong Chanyeol, hingga Chanyeol jatuh dari bangkunya.
“Aih, kau kejam sekali pada Hyungmu.” keluh Chanyeol merasakan sedikit sakit, Sehun malah tertawa.
“Hahahaha.” tawa Sehun begitu senang, Chanyeol pun ikut tertawa.
“Hahahaha.”
“Bangun Hyung!” pinta Sehun dengan menawatkan tangannya, Chanyeol pun langsung menarik tangan Sehun hingga dia terjatuh. “Akh! Hyung!!” keluh Sehun kesal.
“Satu seri.”
“Ye. Satu seri, setidaknya aku selangkah lebih dulu dari pada kamu Hyung.” ledek Sehun, Chanyeol pun terdiam.
“Sehunie memang selalu satu langkah di depanku.” ucap Chanyeol dalam hatinya lirih. “Baiklah pria satu langkah di depanku, sekarang katakan padaku bagaimana soal gadis itu?” tanya Chanyeol tiba-tiba, Sehun pun terdiam.
“Molla, gadis itu sangat menjaga jaraknya denganku.” ucap Sehun yang mengingat kejadian di Halte BusWay waktu itu.
“Sangat sulit kah?” tanya Chanyeol.
“Hmm, tapi aku akan selalu berjuang memilikinya, jarak pembatas kami hanya tinggal jarak beberapa langkah.” jawab Sehun penuh percaya diri, Sehun pun menoleh pada Chanyeol yang terdiam. “Hyung, gwencha yo?”
__ADS_1
“Ye, berjuanglah!”
“Nee.” balas Sehun lembut, Sehun pun melihat pada langit dan saat itu banyak sekali bintang, namun mata Sehun hanya tertarik oleh satu bintang. “EXO planet.” latah Sehun lirih, mendengar itu Chanyeol pun tersenyum, kemudian melihat apa yang di lihat Chanyeol.
****
Chanyeol membuka matanya, dia melihat sebuah tempat yang indah di selimuti cahaya mata hari yang berkilauan. Chanyeol melihat seorang gadis berhijab mengenakan baju kebaya pernikahan, dia sangat cantik dengannya. Chanyeol tersenyum, namun senyumannya terhenti ketika dia melihat Sehun yang mendekatinya dengan pakaian yang serasi dengan gadis itu. Sehun melihat Chanyeol, dia pun tersenyum, Chanyeol balas tersenyum, dia menahan rasa sesaknya, mereka begitu sangat bahagia. Seketika air mata pun turun dari mata Chanyeol, entahlah ini air mata bahagia atau kesedihan.
“Chanyeolie!” panggil seorang pria lembut menyadarkan Chanyeol dari tidurnya, dan itu ternyata Baekhyun. Baekhyun terlihat sangat khawatir, Chanyeol pun tersenyum menghapus air matanya, kemudian mendudukan dirinya agar sejajar dengan Baekhyun.
“Anyeong Baekhyunie Hyung.”
“Ada apa?” tanya Baekhyun yang masih cemas.
“Ani ya, gwenchana.” jawab Sehun menutupi-tutupi sesuatu, Chanyeol pun menoleh ke sebelah, di sana ada Sehun yang tertidur dengan nyenyak. “Pasti dia sedang mimpi indah.” ucap Chanyeol dengan tersenyum, Baekhyun pun diam sejenak.
“Sudah 2 tahun lebih kan? Apa perasaan mereka masih tetap sama? Siapa yeoja itu?” ucap Baekhyun dalam hati dengan sedih.
“Apa yang Hyung pikirkan?” tanya Chanyeol heran, Baekhyun pun menggeleng kepala.
“Tidurlah lagi! Tapi kali ini aku yang tidur di samping Sehunie, kita bertukar posisi.”
Chanyeol dan Baekhyun pun bertukar posisi, mereka pun mencoba menidurkan dirinya masing-masing.
“Hyung.” panggil Chanyeol lirih, namun tidak ada jawaban. “Hyung cepat sekali tidurnya.”
Setelah itu Chanyeol pun tertidur dan Baekhyun membuka matanya kembali dengan lirih. “Adik-adikku tidak boleh saling melukai satu sama lain. Ya Allah, berikanlah Chanyeolie pengganti yeoja itu, karena sampai sekarang Chanyeol masih saja menyukainya, sementara Sehunie, pasti dia akan sangat terpukul jika suatu hari dia mengetahui perasaan Chanyeolie yang masih sama terhadap gadis itu.” doa Baekhyun dalam hati.
****
Semua orang dalam rumah Baekzy terlihat sedang sebuk bersiap-siap untuk bekerja, kecuali Sehun dan Kai. Baekhyun sendiri sebagai tuan rumah sangat sibuk, sampai Suzy datang dan merapihkan pakaiannya.
“Tenanglah!” pinta Suzy lembut, namun Baekhyun tetap tidak bisa tenang.
“Mana bisa tenang! 30 menit lagi ada operasi, aku harus cepat.”
Diantara semuanya yang pengusaha, Baekhyun justru menjadi seorang dokter di sebuah RS besar dan terkenal, sementara Suzy adalah perawatnya, namun dia memutuskan berhenti untuk mengurusi anak dan suami tercintanya.
****
__ADS_1
Keadaan rumah sudah sepi dan hanya menyisakan Suzy bersama Sehun dan Kai. Suzy menatap mereka berdua, kemudian mendekati mereka berdua, Sehun dan Kai sendiri terfokus pada perut Suzy yang sudah besar.
“Apa yang kalian lihat?” tanya Suzy.
“Berapa bulan?”
“8 bulan.”
“Uwaa!!” salut Sehun dan Kai. “Besar sekali.”
“Ih, kalian ini. Seperti baru pertama kali lihat aja.” keluh Suzy dengan duduk di salah satu bangku.”
“Emang baru pertama kali kan.”
“Baiklah.” ucap Suzy mengalah. “Mau makan apa? Biar aku masakin.”
“Aku...”
“Hahahaha.” tawa Kai.
Ketika Sehun akan menjawab, Kai malah tertawa, Sehun pun menatap heran Kai, sementara Suzy memberikan tatapan buasnya pada Kai, Kai pun terdiam menahan tawa.
“Yak! Kapan kamu bisa masak?” tanya Kai menghina. Suzy pun berdiri dari tempatnya, begitu pun juga Kai. Kai berlari saat Suzy akan mengekarnya untuk memukulnya, Sehun yang awalnya diam pun tidak bisa diam saja.
“Suzy ya.” ucap Sehun menarik tangan Suzy untuk menahannya, Suzy pun menoleh. “Kamu lagi hamil, tidak boleh banyak tingkah! Cuekin aja Kai! Nanti kalau sudah melahirkan baru boleh.” jelas Sehun, Suzy tersadar, Sehun pun melepaskan tangannya. “Maaf ya, aku gak bermaksud nyentuh kamu.”
“Gwenchana yo.” balas Suzy merasa aneh, begitu pun Kai.
“Uwaa! Oh Sehunie malaikat apa yang merasukimu?” ucap Kai terdengar mengejek.
“Kok bicaranya gitu sih?” keluh Sehun, Kai pun tersenyum. “Suzy ya, aku dan Kai akan keluar, tidak baik jika seorang istri tanpa suaminya, memasukan pria lain ke dalam rumahnya.”
“Baiklah.”
“Kaja Kai!” ajak Sehun.
Kai dan Sehun pun keluar bersama meninggalkan Suzy. “Assalamualaikum.”
“Waalaikumussalam.”
__ADS_1