Aku Kamu Dan Dia

Aku Kamu Dan Dia
45. Ingatan yang telah kembali


__ADS_3

Berita Gita masuk rumah sakit sampai ke telinga para sahabatnya Ine, Rere dan Beta. hanya Rere sudah tidak bisa kemana-mana lagi, jadi Roki yang menjenguk Gita di rumah sakit. Menurut dokter Gita hanya demam biasa dan besok sudah bisa pulang.


Ilham membaca berita kalau dokter yang menangani Gita semasa di Singapura di tangkap. Dokter storm yang berkebangsaan Amerika itu, di tangkap karena melakukan malapraktik pencucian otak secara ilegal. Pasien mengalami radang di otak, bahkan ada yang mengalami buta.


Ilham mengabari hal ini pada mama Yulia perihal berita ini. Karena tersiar kabar ada dua pasien dari Indonesia yang akan di periksa. Ya, Gita adalah pasien dokter storm. Tapi Ilham tidak tahu apakah Gita termasuk pasien cuci otak atau sekedar terapi. Ilham melihat kondisi Gita melalui kaca pintu. Matanya mendadak berkaca, dia tahu pacarnya gejala depresi karena kekecewaan yang mendalam.


Tapi haruskah cuci otak menjadi solusi yang tepat. Sebenarnya cuci otak yang dimaksud bukan cuci otak seperti yang heboh di gunakan dokter Terawan, tapi lebih ke hipnotis agar Gita melupakan masalahnya.


Ilham mendapat telepon kalo ada pasien gawat darurat. Ilham masuk ke ruang inap Gita. Tak lupa mengecup kening Gita. Sepertinya sudah menjadi kebiasaan Ilham saat bersama Gita. Walaupun Ilham tahu ada orang lain yang masih menjadi pikiran Gita.


"Tidur yang nyenyak sayang."


Ilham keluar ruangan Gita sembari menyeka air matanya. Tak lama Mama Yulia datang menjenguk Gita. Ada Ronal bersama Keisya juga datang menjenguk.


Mama yang melihat Ronal langsung bawaannya kesal. Ronal heran kenapa mamanya Gita sekarang judes sama dia, padahal dulu ramah banget.


"Kak keisya?" panggil Ilham dari luar.


"Udah sampai nih. Kok nggak kabari?"


"Ya, aku lihat kamu sibuk tadi. Gita sakit apa sih? Perasaan rajin banget masuk rumah sakit."


"imunnya lagi turun,kak. Efek terapi yang dia jalankan di Singapura dulu."


"itu tangannya kenapa,hak? kok di perban?" tanya Keisya melihat balutan kasa di tangan Gita.


"Tante? Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Ilham


"Sepertinya ada yang menceritakan tentang masa lalunya dengan seseorang. Dari cerita tersebut Gita merasa di peralat oleh laki-laki itu untuk kembali ke mantannya." cerita Mama sambil menatap ke arah Ronal.


"Siapa itu?" Ilham merasa ingin tahunya besar.


"Apa yang siapa?"


"Laki-laki itu. Kita bisa memanfaatkannya untuk menyembuhkan Gita." jawab Ilham.


"Mengingatnya sudah bikin Gita sakit. Bagaimana kita bisa menyembuhkannya melalui dia." ucap Mama sembari duduk di sebelah Gita.


Ilham mengajak mama Yulia bicara mengenai tertangkapnya dokter Storm. Ilham menanyakan apakah Gita termasuk cuci otak juga. Mama Yulia yang mendengarnya kaget, bagaimana bisa dokter yang menangani putrinya ternyata dokter malpraktik.

__ADS_1


"Tidak. Gita hanya terapi saja." Elak Mama Yulia.


"Syukur deh, Tante. Sebab kalau iya, akan membahayakan Gita, imunnya akan terus menurun apabila setiap ada masalah akan cepat emosi, bisa jadi Gita bisa buta lagi."


"Separah itukah, ham?"


"Iya makanya, Tante tolong jujur sama aku. Soal pengobatan Gita sebelum aku menjadi dokter pendamping."


Mama merenung mendengar cerita Ilham. Dia tidak menyangka akan ada efek samping yang membahayakan kesehatan Gita. Mama mengelus kepala Gita.


"Maafkan mama sayang."


Keisya pamit pulang, tapi sebelum pulang Ronal ingin bicara empat mata bersama Mama Yulia. Ronal ingin meluruskan berita yang menimpa dirinya.


"Tante, aku tidak pernah mempermainkan Gita. Dari awal bertemu sejak perjodohan itu, sampai sekarang aku masih mencintai Gita. Satu, yang harus Tante ketahui, bahwa nama Gita sudah di bersihkan. Provokator yang membuat Gita celaka juga sudah di tangkap. Lalu apa yang membuat Tante masih membenciku?"


Mama cuma terdiam. Dia tidak terfokus dengan ucapan Ronal.


"Lalu apa kamu tahu kalo Gita cacat! apa kamu pernah mencoba mencari kabar tentang Gita! tidak! tidak pernah! Apa kamu tahu Gita terus menanyaimu! Tidak kan! Tante sebagai orang tua sedih melihat anak Tante memikirkan laki-laki yang tidak pernah memikirkannya."


Ronal terdiam. Dia menyadari kalau memang setelah kasus pengeroyokan Gita, Ronal tidak bertemu dengan Gita lagi. Tapi bukan karena dia tidak perduli dengan Gita, melainkan ada beberapa urusan yang harus dia selesaikan. Karena desakan bibinya dia harus menerima lamaran pak Irwan untuk Dinda.


"Ma...." suara Gita yang tiba-tiba terbangun.


Gita kaget dengan tindakan Ronal. Tak lama dia melepaskan pelukan pria itu. Gita mengatakan Ronal tidak sopan memeluk calon adik iparnya di depan keisya.


Aku tidak tahu harus bahagia atau sedih. Ketika aku bangun ada lelaki itu, tapi dia sudah ada sosok lain. Aku tidak tahu apa aku harus bahagia atau sedih. Ketika membuka mata ingatanku telah kembali. Tapi ada rasa sakit tiba-tiba menderaku.


Ya, aku ingat semuanya. Aku ingat yang ada di hadapanku adalah orang yang sudah mencampakkan aku. Bang Ed, Siti, maafkan aku, maafkan aku yang buta karena cinta dan mengabaikan nasihat kalian dulu. Sekarang mata ku sudah terbuka, ada pria lain yang lebih sayang padaku, yang perhatiannya melebihi kak Ronal.


Mungkin itu lebih baik kita menjadi orang lain. Menjadi Gita dan Ronal jauh sebelum saling mengenal.


Gita merasa ingatannya sudah kembali. Gita memilih merahasiakan ingatannya dari orang orang terdekatnya.


Pergilah kau 


Pergi dari hidupku


Bawalah semua rasa bersalahmu

__ADS_1


Pergilah kau


Pergi dari hidupku


Bawalah rahasiamu yang tak ingin kutahui


Ilham datang menengok calon istrinya. Melihat Gita sudah bangun ada pancaran bahagia dimata sang dokter. Pelukan hangat dari Ilham, menenangkan hati Gita yang masih berkecamuk karena ada dua lelaki di hadapannya.


"Ilham, aku mau mengajukan permintaan."


"Apa sayang?"


"Aku mau pernikahan kita di percepat." ucap Gita tanpa melepas tatapan ke arah Ronal.


Gita pernah berjanji akan buat Ronal terluka dengan rencana pernikahannya. Sama seperti hatinya yang sakit saat Ronal menikahi Dinda.


"Mama ... kak keisya ... kak Ronal... tolong restui aku dan Ilham, untuk menikah terlebih dahulu dari kalian."


"Alhamdulillah, akhirnya kamu mendengarkan kata Mama, nak. Mama senang sekali. Papa harus tahu soal ini." Mama meraih hp nya untuk menghubungi suaminya.


Siti dan ibu yang baru sampai bahagia mendengar berita ini. Siti mengabari kalo Dinda istri Edwar sudah melahirkan. Gita ikut senang mendengarnya.


Keisya dan Ronal pamit pulang. Keisya menggandeng Ronal dengan mesra.


Kenapa aku sesakit ini melihat mereka? Kenapa aku belum bisa merasakan kelegaan setelah memutuskan hal ini?


Gita mencoba mengalihkan pandangannya ke arah Siti.


"Are you okay?" Siti meyakinkan di mata sahabatnya masih ada kegelisahan.


"Menurutmu?" jawab Gita sambil tersenyum.


"Menurut aku, kamu masih ada yang mengganjal."


"Emang ada?"


"Tuh, kan."


"Iya, yang mengganjal karena aku merasa lapar." Gita sambil tertawa.

__ADS_1


"Seriusli."


"Dua rius, deh." mereka tertawa bersama-sama.


__ADS_2