
"Kamu mau pergi ke mana, Gita?" tanya mama melihat Gita membereskan bajunya.
"Ke Bandung, ma. Gita mau berobat ke rumah sakit Cicendo." jelas Gita
"Kenapa harus di Bandung, nak? Disini lebih lengkap fasilitasnya." sahut papa melihat putri semata wayangnya nyiapin koper.
"Sama siapa kamu disana?"
"Gita pinjam bi Endah dulu, ya ma,pa."
"Ya, udah kalo itu keputusan kamu. Ilham sudah tahu belum? secara dia dokter kamu sekarang." sahut Mama
"Sudah, ma. ini Gita mau ke rumah sakit pamit sekalian sama dokter Sasono." Gita sengaja berbohong supaya mamanya tidak banyak tanya.
Gita mulai berpikir lagi.
kenapa jadi kayak gini sih! Ngapain juga pake menghindar! Tenang Gita, Kamu nggak boleh gegabah. Toh Ilham bukan siapa-siapa kamu lagi. Jadi main santai aja, tapi.... kasihan juga sama dokter Raisa.
Aaaarhhg! Aku jadi kangen Siti! Biasanya kalo masalah kayak ada aja Omelannya. Siti lagi ngapain, ya. Aku main ke kost nya aja ah.
Gita mengembalikan kopernya, lalu pergi ke kost Siti. Rasanya sudah lama Gita tidak main sama Siti sejak Siti keluar dari rumahnya. Sampai di sana Gita menemukan motor Ronal di depan kost Siti.
Hmmmm seperti ada yang lagi ngapel. Aku pulang saja, ah. Ntar ganggu mereka. Oh,ya ini kan hari Minggu, wajar aja sih mereka ngedate.
"Gita!" suara Siti memanggilnya.
Gita nyengir. "Eh, Siti. Lagi diapel,ya. Sorry ganggu."
Muka Siti memerah." Apaan, sih? masuk yuk ada yang mau ketemu kamu?"
"Siapa? yang punya motor itu."Gita menunjuk motor yang di sangkanya milik Ronal.
"Bukan. Itu motor anak bapak kost. Pokoknya masuk dulu." Siti membawa Gita masuk kamar kostnya.
"Ibu! bang Ed!" Gita langsung memeluk ibunya Siti.
"Yah, yang di peluk ibu doang. Abangnya enggak?" Edwar langsung mengacak rambut Gita.
"Adek Abang tambah semok aja." goda Edwar.
"Kalian kesini nggak ngabarin? Kan bisa aku jemput? Cuma berdua saja."
"Berempat sama istriku dan anakku." jawab Edwar.
"Aku penasaran seperti apa wanita yang mau sama bang Ed?"
Edwar tertawa."Emangnya Alam aja yang bisa tebar pesona dengan para gadis. Aku nggak tebar pesona aja langsung sah."
"Ilham mana? Biasanya berduaan terus." tanya Siti.
"Aku udah end sama Ilham." jawab Gita.
__ADS_1
"kok bisa? Bukannya kamu sudah dilamar Ilham."
"Berarti ada dong kesempatan?" sahut Edwar.
"Kesempatan apa?" sebuah tangan menjewer telinga Edwar. Edwar menjawab kalau Alam kesempatan balikan sama Gita.
"Jadi kak Dinda istrinya bang Ed?Kok bisa? bukannya ..." Gita kaget melihat pemandangan hari ini yang penuh kejutan.
"Kan sudah aku bilang. Nggak perlu tebar pesona langsung sah."
Gita melihat bayi yang digendong Dinda. Gita mencoba menggendong si bayi cantik.
"Namanya Bella swanita." Edwar memperkenalkan anaknya pada Gita. Gita seperti mengenal nama tersebut. Gita meledek Edwar korban Twillight.
"Emang ada, ya film sunlight?" celetuk Siti.
"Twillight Siti!" sahut Edwar dan Gita berbarengan. Suasana kost Siti jadi rame. Gita merindukan suasana ini.
Dinda minta maaf pada Gita soal yang dilakukan ayahnya. Gita tidak mengerti apa yang dimaksud Dinda. Akhir Siti dan Edwar menjelaskan kejadian sebenarnya, kalau Alam diancam pak Irwan agar menikahi Dinda .
"Aku malu sama kamu, Gita." Dinda menundukkan kepalanya.
Gita memeluk Dinda."Kak, aku udah maafin kalian, kok. Tapi jangan minta aku kembali sama Alam. Aku nggak bisa lagi sama dia."
"Kenapa?" tanya Dinda.
Gita bungkam. Dia tidak bisa menjelaskan yang dia rasakan saat ini. Tapi yang pasti mereka sekarang hanya bersahabat tidak lebih.
"Kebiasaan banget bapak ini masuk nggak pake assalamualaikum." omel Gita.
Alam meringis kesakitan karena kepalanya di pukul Gita. "Bukdang, liat tuh Gita. Masa aku di pukul pake tas. Kan sakit, ilang kan kegantengan aku." adu Alam pada ibunya Siti dengan manja.
"Nggak papa ibu! Biar dia ngaca! ganteng apaan!" Gita kembali memukul kepala Alam dengan tas nya. Gita terpeleset dengan sigap Alam menangkap tubuh Gita. Mata mereka kembali beradu.
"Berat juga si gentong." keluh Alam.
ibu menjewer telinga Alam. "Jangan panggil anak ibu dengan sebutan itu."
"Iya, Bu. ampun!" Alam memohon pada ibu untuk melepaskan jewerannya.
"Kita ke Ancol yuk!" ajak Gita.
Gita mengajak keluarga Siti jalan-jalan ke Ancol. Tadinya Gita mau ajak ke Dufan, tapi Ronal menolak karena merasa bukan anak-anak.
"Lebih romantis ke Ancol." jawabnya.
"Emang mau romantisan sama siapa?" jawab Gita.
Mata Ronal menunjuk dirinya. Gita tertawa, beberapa kali hari Ronal ngegombalin dirinya.
"Nggak mempan!" Gita menjulurkan lidahnya.
__ADS_1
Mama menelpon Gita menanyakan jadi apa tidak ke Bandung. Gita menjawab dia tidak jadi berangkat. Gita mengatakan sedang liburan bersama keluarga Siti. Tangan Ronal menggenggam tangan Gita lalu mengajak Gita bermain jetski. "Siti kamu juga ikut." ajak Gita
"Mana muat bertiga Gita." protes Ronal. Sebenarnya dia cuma mau berdua saja sama Gita. Tapi sepertinya Gita mencari celah supaya kesempatan dirinya tipis.
"Nggak, ah. Aku takut liat ombaknya. Kalian aja, kan romantis berdua."
"Kalo berdua ntar ada setan di tengahnya." tambah Gita.
"Berarti aku setan dong." jawab Siti.
"Bukan. Dia yang setannya." Gita menunjuk Ronal.
Ronal protes dibilang setan sama Gita. Gita tetap ngotot ngajak Siti. Pada akhirnya Gita naik jetski sendiri, dan Siti berdua dengan Ronal.
Setelah asyik naik jetski Siti pergi membeli minuman. Di dekat warung kelapa muda, Siti seperti mengenal seorang laki-laki yang sedang bersama pasangannya.
"Ilham?" panggil Siti menebak siapa di depannya.
"Hey! Siti apa kabar?" sapa Ilham.
"Baik. Kamu ngapain disini?"
"Liburan dong mbak, kan sekarang Minggu." Raisa ikut menjawab.
"Ini pacar baru kamu?"
Ilham mengangguk. "iiya."
"Nggak nyangka, ya. laki-laki kayak kamu cepat move on." jawab Siti sinis.
Ilham menahan tangan Siti. Dia menanyakan apakah Gita ada bersama mereka.
"Ada. Tuh sama kak Ronal." Siti menunjuk Gita dan Ronal tidur di pasir pantai.
"Oh, mereka balikan." batin Ilham.
"Itu bukannya cowok yang di video bersama Keisya, ya. Yang viral itu!" Raisa mengingat wajah laki-laki yang bercumbu dengan Keisya di diskotik.
Ilham melihat Ronal dengan perasaan geram. Dengan refleks Ilham menarik Gita jauh dari Ronal. Gita kaget ada Ilham disana. Perasaan yang emosi membuat Ilham menghajar Ronal untuk yang kesekian kalinya.
"Jangan dekat-dekat dengan Gita!" Ilham menyeret tangan Gita dengan kasar. Gita mengeluh kesakitan, tapi tidak dipedulikan Ilham.
Gita melepaskan tangan, lalu pergi dari hadapan Ilham. Ilham mengatakan Ronal laki-laki mesum dan memperlihatkan video viral antara Ronal dan Keisya.
Gita sebenarnya sudah tahu video tersebut, Tapi bukan Gita namanya kalau tidak bisa menyembunyikan perasaan. Ilham terus mengikuti Gita dan mengejarnya. Hingga sebuah motor yang lewat percikannya hampir mengenai tubuh Gita, ternyata ditutupi oleh tubuh Ilham.
"Baju kamu kotor, ham." Gita membersihkan pasir becek di kemeja Ilham.
"Nggak papa." Ilham membuka kemejanya dan memakai oblong tipis.
Para wanita melihat tubuh Ilham yang six pack terpana. Gita kesempatan untuk meninggalkan Ilham yang di datangi para wanita.
__ADS_1
Gita baru sadar ternyata dia membawa kemeja Ilham yang kotor. Gita memberikan kemeja Ilham pada Raisa. Raisa menerimanya dengan perasaan jijik.