Aku Kamu Dan Dia

Aku Kamu Dan Dia
83. S2: Setitik rasa


__ADS_3

Yang, aku diminta kerja lagi sama dokter Sasono." ucap Ilham saat menemui Gita di rumah.


Gita memeluk Ilham lalu pria itu menggendong memutar tubuh Gita. Gita bahagia kalau Ilham sudah kembali menjadi dokter.


"Harus di rayakan ini." seru Gita.


Gita menghubungi Siti, Jonathan dan boy. Nama yang terakhir bikin Ilham dongkol, bagaimana mungkin Gita masih ramah dengan boy. Padahal jelas-jelas di depan makam Alam, boy mencium gadisnya.


"Yang, bisakah tidak ajak mereka. Aku mau kita dinner berdua."


Gita menghentikan aktivitas gawainya. Dia juga mau dinner berdua dengan Ilham. Tapi entah kenapa Gita ingin berbagi kebahagiaannya pada teman-temannya. Akhirnya Gita mengalah dan mengikuti kemauan Ilham.


Sore itu Raisa mendatangi kediaman Gita. Dia minta Gita bicara pada Ilham soal kehamilannya. Gita awalnya tidak percaya karena dia tahu Raisa seperti apa. Bisa saja itu trik Raisa untuk menggagalkan pernikahannya.


Raisa menyerahkan hasil testpack dan USG.


"Kandungan ini sudah berumur hampir 7 Minggu, git."


"Dua bulan ..." lidah Gita terasa kelu. Sedangkan Ilham dan Raisa bercerai sudah dua bulan. Kepala Gita merasa pusing. Tubuhnya ambruk. Gita teringat pembicaraan Raisa dan Ilham waktu di resort.


"Jadi inikah yang mereka bahas kemarin." Isak Gita.


Mama bertanya apa Raisa bicara macam-macam. Gita tetap bungkam. Mama tahu pasti Gita tidak akan menceritakan masalahnya.


"Tante mau tanya sama kamu, ham? Apakah urusan kamu dan Raisa sudah selesai." Tanya mama Yulia pada Ilham.


"Kenapa Tante tanya begitu? Apakah Raisa melakukan sesuatu pada Gita?"


"Jawab dulu, ham!" gertak mama Yulia


Ilham menunduk "Bagi saya sudah selesai Tante, kami sudah resmi bercerai."


"Tapi kenapa dia masih mengusik hubungan kalian. Itu menandakan urusan kalian belum selesai."


Ilham teringat saat di resort Raisa mendatanginya mengatakan kalau dirinya hamil anak Ilham. Tentu saja itu mengagetkan Ilham karena dia tidak pernah menyentuh Raisa.


"Lupa kamu! waktu pesta kecil di vila Lembang. Kita terpaksa sekamar karena tidak enak sama orangtuaku. Lupa kamu, ham!"


"Tapi aku kan tidur di bawah, sa. Kamu jangan lupa itu!" jawab Ilham.


Ilham tetap kekeh kalau itu bukan anaknya. Dia tidak meresa pernah melakukan apapun pada Raisa. Pernikahannya dengan Raisa cuma empat bulan, bagaimana mungkin Raisa bisa hamil dua bulan.


"Aku nggak mau tahu! kamu harus tanggung jawab. Apa aku yang bilang pada Gita?" ancam Raisa.

__ADS_1


"Silahkan kamu lapor pada Gita! Aku yakin dia nggak gampang percaya sama kamu!"


Raisa kesal dan meninggalkan Ilham sendiri. Bagaimanapun bayinya butuh ayah. Raisa menangis karena tidak ada yang percaya kalau dirinya benar-benar sedang hamil. Bahkan kakaknya sendiri lebih mendukung hubungan Ilham dan Gita.


Flashback end


...----------------...


Gita memilih mencari hiburan sendiri. Pergi ke mall sendirian. Dia berusaha tidak percaya dengan omongan Raisa, tapi hatinya merasa sakit.


Sebuah es krim cup besar berdiri di depannya. Gita menoleh, boy tersenyum saat Gita melihatnya "Apakah pekerjaanmu hanya menguntit orang?"


"Ya kan aku pengangguran. Kebetulan lewat liat kamu terus mampir deh!" jawabnya sambil duduk di samping Gita.


"makasih ya." ucap Gita tersenyum.


"Soal?"


"Soal es krim nya. Tau aja kalo aku suka baskom robbins."


"Bukannya itu memang favorit kamu." jawab boy.


"Kamu sebenarnya siapa sih? Tau semua tentang aku." Gita masih penasaran.


"Ya udah boy. Ngomong aja, nggak usah berbelit-belit." ucap Gita masih asyik menikmati es krimnya.


Boy memegang kedua tangan Gita dan menatap gadis itu. "Gita ini aku ... Masa kamu nggak menyadari."


"Maksudnya?" Gita masih belum paham.


"Tatap mata aku, Gita. Aku yakin kamu pasti tahu jawabannya."


zreeeeet zreeeeet zreeeeet


Hp Gita bergetar. Ternyata telpon dari Ilham. Gita mematikan hp nya. Dia lagi malas mengangkat telepon dari Ilham.


"Siapa?" tanya boy


"Ilham." jawab Gita.


"Oh, sepertinya dia selalu tahu dimana kamu berada."


"Sama kayak kamu, boy." Gita masih cuek

__ADS_1


Entah aku merasa enjoy Kalau didekat boy, Sama saat bersama Alam dulu. Kenapa aku merasa sedang bersama Alam? bukan sedang bersama boy. Ya, Allah sadar Gita, kamu itu sudah punya Ilham. Alam sudah nggak ada! sadar kamu Gita!


Boy menarik tangan Gita mengajak ke tempat ice skating. Terakhir Gita ke tempat ice skating bersama Alam saat baru putus dari Ilham. Boy memegang tangan Gita untuk membantu berjalan di lantai es. Lagi-lagi Gita merasa flashback. Entah kenapa semua berputar kenangan bersama Alam. Gita memilih keluar dan pulang.


"Gita! kamu mau kemana?" Teriak boy.


Yang dipanggil tidak mendengar. Air mata Gita turun. Dia sungguh belum kuat dengan semua ini.


Ketika Gita sedang meregangkan kakinya sehabis kabur dari boy, tiba-tiba sebuah tangan menariknya.


...----------------...


Jonathan menatap sebuah gaun dan cincin di kamarnya. Dulu hadiah ini akan dia berikan pada Gita. Tapi sayangnya gadis itu menolak dirinya dan menerima cinta mantan adik iparnya. Ya, awalnya Jo mengetahui perjalanan cinta Gita versi Raisa, tapi belakangan dia baru tahu justru adiknyalah penghancur hubungan Ilham dan Gita.


"Lalu siapakah penerima gaun ini?" ucap Jo bingung.


Terbersit dalam pikirannya sosok Siti. Tapi ditepisnya, Siti jauh dari wanita idamannya. Sikapnya yang bawel, cerewet, dan judes. Beda dengan Gita yang kalem.


"Ah, apa aku kasih Sheila aja, ya. Itung itung hadiah kakak untuk adiknya." Jo makin pusing memikirkannya.


Akhirnya Jo mendatangi Siti ke kostnya. Siti kaget dengan kedatangan Jo malam-malam.


"Jalan yuk, suntuk nih?" ajak Jo


"Nggak, ah! ntar aku dikira jalan sama om-om."


"Ya ampun Siti!!!! Emang aku ada tampang om-om apa!" Jo menatap Siti dengan kesal.


Siti tertawa melihat Jo yang ngambek.


"Kamu tuh udah tua, bangkotan, ambekan pula."


Cup! Jo tanpa sadar mencium Siti. Mata Siti terbelalak melihat bibir laki laki itu mendarat di bibirnya "Maaf, khilaf." ucap Jo tidak enak pada Siti.


braaaaakkkk


Siti menutup pintu dengan keras. Di dalam kamar Siti menangis.


Bagaimana mungkin ciuman pertamaku ternyata si bujang lapuk! Bagaimana mungkin! Siti menangis sejadi jadinya.


Jo masih berdiri di depan kost Siti.


Maafkan aku Siti!

__ADS_1


Maafkan aku!


__ADS_2