
Ilham yang melihat Gita masih terlelap di pangkuannya, mencoba hati-hati melepaskan kepala Gita dan membaringkan tubuh gadis itu di tempat tidur. Ilham tahu yang dia lakukan semalam adalah salah. Tapi dia juga kecewa saat Gita mengatakan pada Ronal kalau ingatannya sudah kembali.
Kenapa pada laki-laki itu dia jujur? Kenapa bukan padaku yang selalu ada untuknya? sebenarnya siapa yang kamu cintai Gita?
Ilham beranjak dari tempat tidur Gita sambil mengecup kening Gita. Ilham pamit pada Siti yang sudah bangun terlebih dahulu.
"Ham, are you okay?" tanya Siti melihat wajah Ilham yang kusut.
"Im fine." jawabnya dengan senyuman.
Ulang tahun Gita yang di harapkan menjadi acara yang sakral, berubah menjadi pertumpahan darah.
...----------------...
Pagi ini Gita terbangun sudah ada di tempat tidur. Siti mengatakan kalau Ilham baru pulang tadi subuh. Gita menanyakan keadaan Ronal pada Siti. Siti tidak bisa menjawab karena dia pun belum mendengar kabar terbaru tentang Ronal.
Gita terbangun dan segera mandi. Dia menelpon Ilham agar menemaninya menjenguk Ronal. Tak ada jawaban dari Ilham. Gita takut Ilham marah padanya. Berkali-kali Gita menghubungi tak ada yang menjawab.
Sampai sebuah pesan masuk.
"Puas kamu Gita! gara gara kamu Ilham di tangkap polisi."
Polisi! ucap Gita dalam hati.
"Kalau Ilham marah kepada kamu itu wajar, Gita. Dia mati-matian membela kamu, tapi yang pikirkan malah Ronal." Omel Mama Yulia.
Gita segera menemui Ilham di kantor polisi. Perasaannya tidak karuan. Mendengar Gita yang kalut akan menyetir sendiri, papa meminta supir untuk mengantar Gita. Gita datang sendiri kekantor polisi.
Mama Mila marah melihat kedatangan Gita. Dia menyalahkan Gita sebagai penyebab Ilham di penjara.
"BUAT APA KAMU DATANG!" Mama Mila emosi melihat kedatangan Gita.
"Tante saya mau ketemu Ilham." Gita memohon pada mama mila.
"Tidak. kamu itu pembawa sial. Keluar!"
"Ilham!!!! Ilham!!!!" teriak Gita.
"Maaf mbak jangan buat keributan disini." ucap petugas lapas.
"Saya mau bertemu calon suami saya, pak." mohon Gita.
Mama Mila mendekati Gita. "Kalau kamu mau bertemu Ilham. Tolong bujuk keluarga Spencer untuk mencabut tuntutan pada Ilham." ujar Mama Mila.
Gita terdiam sejenak. Apapun akan dia lakukan asal Ilham bebas.
"Baik, Tante. Apapun demi Ilham, akan saya lakukan. Tapi izinkan saya bertemu Ilham Tante."
Mama Mila tetap tidak mengizinkan Gita bertemu Ilham. Mama Mila meminta petugas lapas agar tidak mengizinkan Gita menemui Ilham. Gita tetap ngotot ingin bertemu dengan Ilham. Pada akhirnya Gita menyerah, ia bertekad menemui keluarga Spencer
Saat menemui keluarga Spencer
Plaaaakk
"Bisakah kamu tidak mengusik hidup anakku, Gita." Mama Marni datang menemui Gita yang menunggunya di depan pintu rumah.
Baginya semua masalah yang di hadapi Ronal adalah Gita. Gita bersujud di kaki Mama Marni agar mencabut tuntutan pada Ilham. Tapi tetap tidak mengubah keputusan wanita itu.
"Kamu lihat perbuatan pacar kamu! anak saya di rumah sakit. Semua ini gara-gara kamu, Gita." Marni mendorong tubuh Gita.
"Maafkan saya Tante! Tapi saya bisa menggantikan Ilham. Semua memang salah saya." Gita tetap bersujud di kaki Mama Marni.
"Mama!" suara Roki dari jauh saat melihat Marni mendorong tubuh Gita.
"Apa yang Mama lakukan pada Gita?"
"Dia minta Mama membebaskan pacarnya. pacarnya yang sudah buat kakakmu masuk rumah sakit." ucap Mama Marni masih emosi.
"Wajar Ilham marah, ma? Kak Ronal datang langsung melamar Gita. Apakah itu sopan? Apakah Mama yang menuntut Ilham?" tanya Roki.
__ADS_1
Gita tetap berdiri di depan taman rumah keluarga Spencer, berharap keluarga Spencer mau mencabut tuntutan. Hujan membasahi langit Jakarta. Gita tetap bertahan disana. Sampai pertahanannya runtuh, tubuhnya tidak bisa bertahan untuk menghirup derasnya air hujan.
"Ma, bisa ke rumah sakit? Kak Ronal sudah sadar." Telpon Roki yang menjaga Ronal.
Mama Marni tidak memperhatikan adanya Gita yang pingsan di taman. Apalagi sudah malam. Tubuh Gita tak terlihat karena lampu taman sedang tidak hidup. Mama Marni berangkat ke rumah sakit, melihat keadaan putranya.
Sementara itu, Raisa datang ke rumah Ilham. Raisa mendengar kalau Ilham di bebaskan secara bersyarat.
"Calon mantu Tante datang." puji Mama Mila
"Ah, Tante bisa aja. Ilham mana Tante?" tanya Raisa.
"Ada di dalam. Lagi istirahat. Ntar ya Tante panggilkan?" Mama Mila beranjak ke kamar Ilham.
"Kei! bibi! Ilham mana?" Mama berteriak saat keluar dari kamar Ilham.
"Tadi bukannya Ilham di kamar, ma?" Keisya kaget ngeliat Ilham sudah tidak dikamar.
"Kemana lagi sih tuh anak! baru keluar penjara udah keluyuran!" omel Keisya.
Ilham tiba di rumah Gita. Kata Mama Yulia, Gita semalaman tidak pulang ke rumah. Ilham mencari Gita ke rumah sahabat-sahabatnya. Tapi tidak ada titik terangnya. Ine mengabari Ilham kalo Gita semalam datang ke penjara menjenguk Ilham. Tapi Ilham merasa tidak tahu kalau Gita ada datang mencarinya.
Gita terbangun melihat dirinya sudah di sebuah kamar. Kepalanya pusing, penglihatannya seperti berbayang. Ada sosok laki-laki di sampingnya. Gita tidak jelas penglihatannya, tapi satu yang dia ingat kalo dia masih di kediaman Spencer.
"Ham, Ilham. Kamu sudah pulang?" suara Gita melemah.
Laki-laki di sampingnya tidak bergeming. Gita mencoba mengenali wajah itu, pada akhirnya dia tertegun, ternyata dia dikamar Ronal.
"Kak! ini kamu kan! sudah sehat kan!"
"Hmmmm." jawab Ronal.
"Tolong cabut tuntutan pada Ilham, kak." Gita kembali bersujud pada Ronal.
Ronal pun teringat, dimana dia pun pernah sampai bersujud di depan orangtua Gita agar bisa bertemu gadis itu. Sekarang gadis itu melakukannya tapi bukan untuk dirinya, melainkan untuk pria lain.
Ronal yang duduk di kursi roda, lalu meminta Gita menjadi perawat sampai dia sembuh.
"Iya kenapa? Aku begini juga karena kamu." jawab Ronal
"Tapi?"
"Ya, sudah kalo tidak mau. Aku tidak akan bebaskan ilham." ucap Ronal pergi dari kamarnya.
"Aku yang buat kamu begini? Lalu selama ini apa kamu lakukan saat aku terpuruk! saat aku lumpuh, buta, Kamu dimana! Sekarang kamu menyalahkan aku!" protes Gita.
"Aku membersihkan nama kamu! membersihkan nama kita! dan sebagai gantinya aku harus menerima Dinda! aku melakukan semua ini untuk kita! Paham!" balas Ronal meninggi.
"Tidak! aku sudah tidak percaya lagi kata-katamu. Maaf sejak saat itu bagiku hubungan kita sudah selesai. Tidak ada lagi Ronal dan Gita." Gita berlalu dan keluar dari kamar Ronal.
"Gita kamu mau kemana!" panggil Ronal mengejar Gita.
Gita tidak perduli dengan panggilan Ronal. Gita membuka pintu luar. Lalu berlari kearah pagar. Gita sudah tidak peduli dengan kondisi tubuhnya lagi, dia hanya ingin jauh dari Ronal. Gita mendengar suara kursi roda yang terjatuh, tapi tidak menyurutkan niatnya untuk pulang.
Bagiku sekarang adalah Ilham. bukan Ronal, bukan laki-laki yang meninggalkan aku demi mantan pacarnya. Bukan juga laki-laki yang tidak menolongku saat aku di hajar warga.
Gita merogoh hp nya lalu memesan grab car untuk pulang. Sepanjang perjalanan mobil grab memutar lagu seluruh nafas ini nya last child feat Giselle
Lihatlah luka ini yang sakitnya abadi
Yang terbalut hangatnya bekas pelukmu
Aku tak akan lupa tak akan pernah bisa
Tentang apa yang harus memisahkan kita
Di saat ku tertatih tanpa kau di sini
Kau tetap ku nanti demi keyakinan ini
__ADS_1
Jika memang dirimulah tulang rusukku
Kau akan kembali pada tubuh ini
Ku akan tua dan mati dalam pelukmu
Untukmu seluruh nafas ini
Kita telah lewati rasa yang pernah mati
Bukan hal baru bila kau tinggalkan aku
Tanpa kita mencari jalan untuk kembali
Takdir cinta yang menuntunmu kembali padaku
Di saat ku tertatih tanpa kau di sini
Kau tetap ku nanti demi keyakinan ini
Jika memang dirimulah tulang rusukku
Kau akan kembali pada tubuh ini
Ku akan tua dan mati dalam pelukmu
Untukmu seluruh nafas ini
Gita menutup telinga tak ingin mendengar lagu itu lagi.
...----------------...
"Ilham kamu sudah keluar! Alhamdulillah!" Gita memegang wajah Ilham dengan bahagia.
"Kamu darimana, sayang? aku mencarimu."
Hp Ilham bergetar. Dia menerima photo Gita sedang di gendong oleh Roki.
"Ini apa maksudnya?" Ilham kembali emosi.
Ilham kecewa Gita masih berhubungan dengan keluarga Ronal. Ilham menuduh Gita menemui Ronal untuk merajut cinta lama mereka.
Gita tidak mungkin bilang kalo dia di suruh ibunya Ilham untuk membujuk keluarga Spencer mencabut tuntutan. Gita bungkam saat Ilham menuduhnya yang tidak tidak.
"Maaf." cuma itu yang bisa keluar dari mulut Gita.
"Maaf katamu! Aku membelamu dari laki-laki itu, tapi ini balasannya." suara Ilham makin meninggi.
"Kamu masih cinta kan sama dia! ngaku!"
Gita merasa sakit dengan semua tuduhan yang di lontarkan Ilham. Ilham meninggalkan Gita dengan emosi di taman dekat rumah. Gita mengejar Ilham, tapi Gita merasa penglihatannya buram, Gita tidak sadarkan diri.
Ilham mendapat email daftar orang-orang yang akan ikut kemoterapi. Mata Ilham fokus pada satu nama, Gita Mandasari.
"Kemoterapi? Gita? Dia sakit apa?"
Ilham menemui dokter Sasono untuk memastikan apa yang dia lihat.
"Dok, benarkah ini?" Ilham memperlihatkan email yang dia terima.
"Iya, benar. Tunanganmu memiliki tumor stadium awal di matanya."
Ilham merasa bersalah pada Gita. Ilham menangis di WC pria. Tadi dirinya sangat kasar pada Gita. Ilham mengambil kunci mobil menemui Gita di rumah. Tapi mama Yulia bilang Gita masih belum pulang. Sampai di taman warga menemukan Gita yang pingsan. Ilham langsung mengangkut Gita masuk kedalam mobil.
Ilham memegang tangan Gita dengan erat. Lalu membawa Gita pulang ke rumah. Mama kaget melihat kondisi Gita yang sangat pucat. Akhirnya Ilham menceritakan soal kecemburuannya pada Ronal, yang membuat mereka bertengkar hebat. Ilham minta maaf karena emosi meninggalkan Gita di taman.
"Tante kecewa sama kamu, ham. Tidak seharusnya seorang laki-laki meninggalkan wanita sendirian."
Ilham tertunduk "Maafkan saya, Tante."
__ADS_1
Mereka membawa Gita untuk istirahat di rumah. Mata Ilham kembali sembab melihat wajah Gita yang pucat.