Aku Kamu Dan Dia

Aku Kamu Dan Dia
RhnS 11


__ADS_3

Ayah Sehun melempar sebuah koper keluar rumah dengan sangat marah, sementara Sehun hanya terdiam duduk dengan pasrah menahan tangis. Ibu Sehun terlihat menangis sangat bersedih, sementara Kakak Sehun terlihat kacau dengan keadaan seperti ini.


“Pergilah dari rumah ini! Marga Oh telah dilepas dari ragamu.” ucap Ayah Sehun penuh amarah.


“Ayah. Jangan se-seperti itu! Se-Sehun ah, dia anak kita.” ucap Ibu Sehun tersedak-sedak karena menangis.


“Ayah tenangkan dirimu!” pinta Kakak Sehun, seketika itu bergejolak.


Sehun terbangun dari duduknya, dia mengambil koper yang lumayan jauh darinya, semua perhatian pun tertuju pada Sehun.


“Maafkan aku, telah mengecewakan kalian semua, namun ini keputusanku. Oh, iya Ayah, dulu guruku pernah mengatakan semua agama mengajarkan pada kebaikan, hanya tergantung dengan kita percaya pada siapa dan aku ceritakan itu juga pada Ayah, Ayah bilang itu benar, lalu apakah hal itu telah berubah sekarang?” tanya Sehun lirih, Ayah Sehun pun terdiam, Sehun tersenyum miris. “Aku akan pergi.” ucap Sehun yang terdengar begitu pasrah pada nasibnya.


Sehun akan meninggalkan tempat, dan ketika Ibu Sehun akan menghentikan kepergian Sehun, Ayah Sehun menghentikan langkah Ibunya.


“Sehun ah! Sehun ah! Jangan pergi! A-ayahmu tidak serius. Dia sedang syok dengan keputusanmu, dia pasti akan menerimanya nanti.” pinta Ibu Sehun yang sangat bersedih.


“Biarkan dia!” bentak Ayah Sehun pada Ibunya.


“Dia anak kita.” bela Ibu Sehun ikut membentak dengan kesedihannya.


Sehun mendengar perseteruan kedua orang tuanya, dan kali ini Sehun benar-benar tidak dapat menahan tangis dan kesedihannya, matanya yang telah memerah mengeluarkan butiran air mata, jalannya pun tidak terkontrol.


****


Guanlin, Jihoon dan Ong terlihat sedang jalan bersama-sama di sebuah trotoar dekat sebuah Dermaga dengan senangnya, langkah mereka pun terhenti saat Guanlin tiba-tiba berhenti.


“Ada apa?” tanya Jihoon pada Guanlin.


“Kakak-kakak bawa ponsel gak?”


“Bawa. Ada apa?” jawab Ong.


“Aku mencatat titipan mereka dalam memoku, tapi ponselku tertinggal, jadi aku lupa.” Ucap Guanlin terlihat merasa malu.


“Hm, Guanlin.” keluh Jihoon dan Ong tidak habis pikir.


“Biar aku yang hubungi mereka.” ajuan Ong, Jihoon dan Guanlin pun setuju.


Ketika Ong sedang mengetik Chat Grup, Sehun lewat dan tanpa sengaja menyenggol sedikit pundak Guanlin. Sementara itu, Sehun tidak menyadari telah menyenggol Guanlin, dia terus berjalan dan membuar Guanlin melihat padanya.


“Kak Sehun?? Sedang apa dia di sini?” tanya Guanlin bingung dalam hati. Guanlin pun mengikutinya tanpa disadari Ong dan Jihoon, sampai akhirnya Jihoon menyadari jika Guanlin meninggalkan mereka.


“Guanlin ah! Kau mau kemana?” teriak Jihoon yang hampir tidak terdengar Guanlin yang sudah jauh.

__ADS_1


“Kak, tolong hubungi salah satu member EXO lainnya! Aku sedang mengejar Kak Sehun.” teriak Guanlin yang terlihat khawatir.


“Kak Ong, kau punya nomor Kak Kai kan?” tanya Jihoon yang ikut cemas.


“Iya, aku juga lagi hubungin dia.” jawab Ong. “Ah, Kak Kai off.” kesal Ong, Jihoon pun segera bertindak, dia membuka ponselnya, dia menghubungi semua member dan yang terakhir adalah Kyungsoo.


“Dimana kalian?” tulis Kyungsoo yang kala itu sedang on.


“Kak D.O on.” Ucap Jihoon memberitahu Ong. “Dermaga Gangnam.”


“Aku dan yang lain akan segera datang.” tulis Kyungsoo lagi, Ong dan Jihoon pun menenang.


“Ayo kita kejar mereka!” ajak Ong.


“Ayo!”


Akhirnya mereka berdua pun berlarieninggalkan tempat untuk mengejar Guanlin yang juga mengejar Sehun yang sedang penuh masalah.


****


Sehun berdiri di ujung jembatan Dermaga, terlihat air laut yang begitu biru dihadapannya, pikirannya sangat kacau, tidak lama setelahnya Guanlin pun datang.


“Kak Sehun. Tetap di sana!” teriak Guanlin begitu ketas dengan khawatir dan sanggup terdengar oleh Sehun, Sehun menoleh kemudian tersenyum dengan lemasnya.


“Hallo Guanlin ah.”


“Mungkin iya.” jawab Sehun yang terdengar putus asa. Tidak lama setelahnya Sehun pun mencoba menjatuhkan dirinya ke dalam laut.


“Kakak!!!” teriak Guanlin khawatir dengan berlari dan akhirnya dapat menangkap tangan Sehun sebelum Sehun terjatuh. “Kak Sehun jangan bertindak bodoh seperti ini!” marah Guanlin yang terlihat sangat khawatir, Sehun pun tersenyum.


“Terima kasih telah mengkhawatirkanku.” ucap Sehun begitu lemah. Guanlin pun langsung memelungnya dan menangis, dia terlihat sangat khawatir.


“Jangan bertindak bodoh lagi! Kakak sudah seperti Kakakku sendiri.” ucap Guanlin penuh kejujuran, tidak lama setelahnya, Ong dan Jihoon pun datang bersama member EXO lainnya, mereka pun menghampiri Guanlin dan Sehun.


“Sehunie kemarilah!” pinta Chanyeol pada Sehun, Sehun pun melepas pelukannya pada Guanlin untuk beralih kepelukan Chanyeol. “Jangan gegabah lagi!” pinta Chanyeol.


“Kau ini sudah besar, jangan bertingkah seperti anak-anak!” ucap Kyungsoo terlihat kesal.


“Kyungsoo ya.” ucap Baekhyun mencoba menenangkan Kyungsoo, mereka semua tahu, itu adalah perwujudan sayang Kyungsoo pada Sehun, Sehun pun tersenyum senang agak terkekeh.


****


Chanyeol duduk bersama Sehun di balkon rumah yang di tempati Chanyeol sementara, Chanyeol terus melihat pada arah Sehun yang sedang dalam masa tersulitnya dengan perihatin.

__ADS_1


“Selanjutnya kau akan bagaimana?” tanya Chanyeol lirih


“Mungkin aku akan mencari gadis yang telah membuatku jatuh hati.” Balas Sehun lirih, namun terlihat agak tersenyum riang, seperti membayangkan sesuatu.


“Oh, ya?? Kau memilikinya?” tanya Chanyeol percaya tidak percaya dengan pernyataan Sehun, Sehun pun tersenyum untuk mengiyakan.


“Siapa?”


“Gadis yang waktu itu.” jelas Sehun yang terlihat senang, dan itu membuat ekspresi Chanyeol berubah, dia terdiam, kemudian tersenyum sipit.


“Gadis itu ya.” ucap Chanyeol yang terdengar berat mengucapkannya, namun Sehun tidak menyadarinya, malah Kyungsoo yang baru saja datang yang menyadari perubahan itu. “Mm, mu-mungkin dia cocok denganmu.” lanjut Chanyeol penuh penekanan, tangannya tergenggam sangat kuat, dia merasa dadanya sesak.


“Gadis yang mana?” tanya Kyungsoo yang tiba-tiba menyambar, dan mengejutkan mereka berdua. “Apakah gadis yang kau sukai?” tanya Kyungsoo terus terang pada Chanyeol, Chanyeol pun hanya terdiam.


“Tidak Kak, bukan gadis yang Kak Chanyeol sukai, tapi yang kusukai.” balas Sehun, namun Kyungsoo tidak merensponnya.


“Katakanlah! Chanyeolie!” perintah Kyungsoo yang sudah sangat geram.


Perkataan Kyungsoo membuat Sehun terdiam, dia mulai mengingat Chanbin teman gadis yang disukainya, waktu itu dia mengatakan, jika dia bukan seorang perempuan, dan dia menyatakan perasaannya juga pada gadis SMA itu.


“Tidak usah dikatakan lagi!” pinta Sehun, moodnya menjadi buruk. “A-aku mengerti.” Lanjutnya gugup, perasaannya sangat buruk.


Sehun akan meninggalkan mereka berdua, namun Chanyeol menarik tangan Sehun untuk menghentikannya. “Sehunie.”


“Tolong lepaskan aku kak! Aku tidak akan merebutnya.” ucap Sehun terbata-bata.


“Dia menyukaimu.” ucap Chanyeol dan cukup membuat mata Sehun terbuka sempurna.


Sehun menoleh pada Chanyeol penuh tanda tanya, sementara Chanyeol hanya menampilkan wajah yang menyedihkan. Kyungsoo pun menggelengkan kepala tidak habis pikir dengan Chanyeol, sebelum akhirnya dia pergi meninggalkan mereka berdua.


“Kakak jangan bercanda disaat seperti ini!” pinta Sehun tidak habis pikir.


“Aku mengatakan kejujuran, dia menyukaimu.”


“Ah, ya, tentu. Siapa fans yang tidak menyukai idolnya?”


“Hei! Bukan seperti itu. Dia itu fansku, dia sungguh menyukaimu.” jelas Chanyeol.


Pria itu terlihat sangat sesak saat dia mengatakan itu, Sehun hanya faat diam, dia pun tersenyum haru dan langsung memeluk Chanyeol.


“Kakak Chanbin ah?” tanya Sehun lirih. “Aku yakin itu kakak, tapi bodohnya aku baru menyadarinya, jika aku tahu sebelumnya, percayalah kak! Aku tidak akan segan-segan mengbukam mulutku.” ucap Sehun merasa sangat bersalah, Chanyeol pun tersenyum.


“Anak nekad.” takjub Chanyeol dengan menepuk pelang punggung Sehun yang sedang dipeluknya.

__ADS_1


Sehun tersenyum. “Aku mencintaimu kak.”


“Aku tahu, bukan hanya kau, mereka semua mencintaiku.” ucap Chanyeol yang mulai memuji dirinya sendiri, Sehun pun menjadi terkekeh.


__ADS_2