Aku Kamu Dan Dia

Aku Kamu Dan Dia
120. Musuh Kembali


__ADS_3

Saat berangkat kerja Siti melihat seorang perempuan mengawasi kantor Spencer. Sayup-sayup Siti memperjelas wajah perempuan itu, dia menelan salivanya karena mengenal wanita yang tak jauh darinya.


Zahra. Itu benarkah dia? bukannya Zahra dipenjara? Kok bisa keluar? ya Allah, bahaya ini! Kak Alam harus tahu!


Klik


Seorang wanita duduk di dalam kamarnya, sambil mengotak-atik hp nya. Seperti sedang menunggu seseorang. Suara ketukan pintu terdengar, lalu dia menutup wajahnya dengan masker hitam.


Rupanya paket makanan yang dia pesan tadi. dengan gesit dia membayar makanan tersebut lalu kembali ke kamar. Dengan lahap dia menyantap makanan tersebut seperti berhari-hari tidak makan.


Sebuah kamar yang di penuhi photo dengan tanda panah!


Senyumnya menyeringai seram.


Aku seperti ini gara gara kalian!


Gita!


Ilham!


Boy!


Tunggu pembalasanku!


Zreeeeet zreeeeet zreeeeet


Wanita itu mengangkat sebuah telepon, terdengar suara lelaki memarahinya. Dengan Rasa gugup dia mendengarkan semua ocehan lelaki itu.


"Perempuan itu masih hidup, ternyata." kata lelaki di telepon tersebut.


"Iiiiya, bos. dia selamat." jawab wanita itu.


"Ingat aku sudah membeli wanita itu padamu. Aku mau kamu mendapatkan dia kembali." perintah lelaki itu.


"Bos bilang mau yang virgin? Kenapa masih ngincar Gita, bos." Jawab wanita itu.


"Jangan banyak tanya. Aku mau kamu kembali menculik wanita itu. Setelah itu aku akan menikahinya. Aku sudah membelinya 1 M padamu" ucap suara laki laki itu.


Wanita itu adalah Zahra. Sudah 4 bulan lamanya dia bersembunyi dari kejaran polisi. Dendamnya pada Gita dan Alam semakin besar. Di tambah saat dia tahu yang melaporkannya adalah Ilham.

__ADS_1


Zahra berkerja sama dengan seorang pengusaha mafia yang terkenal suka menjual wanita. Dulu saat masih menjadi Zafira dirinya adalah salah satu wanita yang bekerja di casino milik bos nya itu.


Bos nya sangat berjasa dalam hidupnya, karena banyak membantu memuluskan rencana dendamnya. Termasuk mengubah wajahnya menjadi sosok Zahra, kakaknya. Di samping itu, bos nya juga punya dendam pribadi dengan keluarga Spencer.


...----------------...


Malam itu sudah larut, Alam mengerjakan tugas kantornya di ruang tamu. Gita memijit bahu suaminya, karena terlihat wajah yang kelelahan. Tak lupa dia menyediakan beberapa cemilan dan teh tanpa gula kesukaan suaminya.


"Nggak usah di pijit, yang. Aku udah enakan kok." Alam melepaskan tangan istrinya.


Sejak mereka punya rumah sendiri, Gita harus mengerjakan semua pekerjaan rumah sendiri. Dia tahu istrinya lebih membutuhkan pijitan daripada dirinya. Alam berdiri mendudukkan istrinya dan bergantian memijat bahu Gita.


"Kok aku yang di pijit."


"Kamu pasti capek mengerjakan pekerjaan rumah tangga sendirian tanpa pembantu."


"Nggak kok, yang. Aku sudah biasa, di rumah walau ada bi Endah aku masih turun tangan ke dapur."


"Kan cuma ke dapur selebihnya, enggak kan. Ya, aku paham sih anak orang kaya seperti kamu, pasti belum terbiasa dengan semua ini." ucap Alam masih memijit bahu Gita.


Gita menoleh, dia risih suaminya menekankan kata anak orang kaya, seolah dirinya tak bisa apa-apa.


"Iiya, kan kenyataannya begitu. Kebanyakan mereka cuma terima beres dalam hidupnya.


Aku kan pengertian sama kamu, aku paham kok kamu bisa belajar membiasakan diri."


Gita mulai mendengus kesal. "Berarti kamu juga harus membiasakan diri juga dong." ucap Gita sambil ke kamar membawa bantal dan selimut.


"Maksudnya?" Alam belum paham.


"Maksudnya, malam ini kamu harus terbiasa tidur di luar. " Gita melempar bantal dan selimut ke arah suaminya.


"Eh, sayang kok kamu tega, sih. Di luar dingin, yang." rengek Alam.


"Bodo!" Gita masuk ke kamar dan mengunci pintu.


Makanya jangan pancing wanita marah. Enak aja dia bilang aku anak manja. Rasain, tuh!


Alam duduk di teras rumah. Dia melirik berkas kerjaan kantornya dari jendela kaca rumah. Padahal itu tugas sangat penting, dan besok adalah rapat penting dengan Mr. Adam. Sesekali dia menarik nafas, padahal dia nggak ada maksud bikin kesal istrinya.

__ADS_1


zreeeeet zreeeeet zreeeeet


HP nya berdering. Diintipnya siapa yang menelepon malam-malam begini. Ternyata dari Nabila, sekretarisnya.


"Ada apa ya? malam-malam begini Nabila menelpon."


Alam mengangkat telepon dari Nabila. Terdengar suara wanita menangis.


"Pak tolong saya, pak?" suara Nabila terdengar ketakutan.


"Kamu kenapa, bil?" tanya Alam heran dengan sekretarisnya.


"Pak, ada yang meneror rumah saya. Saya takut, Pak?"


Aduh gimana ini? kunci mobil ada di dalam. mana rumah di kunci sama Gita. Mana mungkin aku menyusul kesana dengan pakaian seperti ini (cuma memakai kaos oblong dan kain sarung).


"Coba kamu hubungi orang tua kamu, bil. Besok saya kesana." ucap Alam menenangkan Nabila yang masih menangis disana.


"Saya yatim-piatu pak. Orang tua saya sudah tidak ada, kakak saya jauh. cuma bapak yang saya percaya saat ini. Tolong pak, saya takut." isaknya.


"Iya...iya .. saya kesana sekarang. Kamu tenang dulu, ya. sholat biar kamu dilindungi oleh Allah."


"Terimakasih, pak." Nabila menutup telponnya.


Alam menutup telponnya, lalu memesan grab untuk menemui Nabila. Walaupun dia sendiri tidak enak pada Gita karena menemui wanita lain. Tapi Nabila sudah banyak membantunya di kantor, pekerjaan wanita itu yang gesit dan mampu menyelesaikan semua permasalahan di kantor.


klik


Alam pulang ke rumah sekitar pukul 9 pagi. mendapati rumahnya terbuka dan berantakan. Dia teringat istrinya, di carinya tak ada. Pikirannya kacau, dia takut ada yang mencelakai Gita.


"Bapak cari Bu Gita, kan." tanya salah seorang warga yang melihat dirinya.


"iiiiya ... istri saya dimana?"


"Istri bapak di puskesmas sekarang. subuh tadi ada yang mau nyulik dia, untung ada yang ngeliat dan mobil penculiknya di serang warga. kalau tidak mungkin istri bapak sudah di bawa kabur sama penculiknya." jelas laki-laki itu.


"Tadi ada perempuan yang mencari Bu Gita. Saya bilang juga kalau Bu Gita ada di puskesmas." tambahnya.


Ya, Allah. maafkan aku Gita. seandainya aku tidak menemui Nabila tadi malam, mungkin nggak akan ada kejadian seperti ini.

__ADS_1


Alam langsung menuju puskesmas terdekat, menemui istrinya. Ada mama Yulia yang menunggu di sana. Wajah mama Yulia seperti ingin menerkam dirinya. Dia cuma bisa menunduk malu, karena dia yakin mama Yulia akan menyalahkannya atas yang menimpa Gita.


__ADS_2