
"Assalamualaikum." terdengar suara wanita di pintu kediaman keluarga Spencer.
Pintu di buka oleh Mama Marni. Pelukan hangat dari ibu mertuanya, membuat Gita terharu. Ini pertama kalinya mama Marni menyambutnya dengan penuh kasih sayang.
"Gita, anakku. Akhirnya kamu pulang nak. Terimakasih, nak. Terimakasih kamu sudah mencabut gugatan cerai itu." ucap Mama Marni penuh rasa syukur.
"Assalamualaikum, Bu ibu semua. Ini menantu saya namanya Gita." pamer Mama Marni pada famili yang sudah berkumpul.
"Gita, kamu apa kabar, nak." Peluk Tante ria, mamanya Beta.
"Alhamdulillah, baik Tante. Tante kapan pulang dari Bangkok." sapa Gita pada mama sahabatnya.
"Tante sudah 6 bulan di Jakarta, nak. Kamu main ke rumah dong. Sejak menikah kamu nggak pernah main ke rumah lagi."
Gita dan Tante Ria berbincang-bincang melepas rindu. Maklum sejak kecil Gita, Beta, Ine dan Rere sudah berteman. Di tambah Roki yang suka nimbrung bareng mereka. Gita teringat saat masih kecil dulu, Roki dan Rere sering bermain pengantin kecil di teras rumah Beta yang luas.
"Maaf, Tante bisa pinjam Gita nya dulu." ucap Alam saat mereka asyik berbincang.
"Ah, kamu ini! Tante masih kangen sama Gita." omel Tante Ria sambil tertawa.
"Sebentar aja Tante. Ntar aku balikin lagi Gitanya." mohon Alam.
"ada apa sih? aku masih kangen sama Tante Ria. Kamu tahu nggak aku terakhir ketemu dia pas kapan?" ucap Gita yang kesal melepas rindunya terhambat.
"Kapan?"
"Waktu opa mau jodohin kita. Tante ria, tante Tamara, dan keluarga Rere. bukan orang lain lagi bagiku. Mereka juga orang tuaku." cerita Gita pada suaminya.
"Ntar di lanjutkan lagi. Aku masih kasih pengumuman sama mereka. Mumpung lagi pada kumpul."
"Soal kehamilanku? kan katanya pas makan malam mau ngasih tahu. Kok sekarang sih? kecepatan itu!" protes Gita.
Gita kesal suaminya yang tidak memegang ucapannya yang mau ngumumkan kehamilannya. Semalam Alam bilang mau ngasih tahu pas makan malam. Ini juga baru sore. Gita berdiri di samping Alam, menunggu apa yang mau dilakukan suaminya.
"Assalamualaikum, semuanya. Sore yang indah ini saya mau mengabarkan berita gembira buat kalian semua." Alam membuka percakapan.
"Apa itu, nak?" ucap Tante Ria.
"Pertama-tama saya ucapkan terimakasih pada kalian semua yang sudah menyambut istri saya dengan baik. Perkenalkan ini istri saya namanya Gita Mandasari. Putri dari ibu Gisella Yuliana yang kalian tahu sebagai ibu Lia atau Yulia. Dan ayahnya bapak Abdullah atau yang kalian tahu sebagai pak Dul."
Gita menepuk jidatnya.
Ini mau kasih pengumuman kok mutar-mutar sih. Aduh suamiku ini. Kasihan tuh yang pada penasaran. Lagian buat apa perkenalan. La, wong mereka sudah tahu aku sebelum kamu masuk ke keluarga ini.
Gita menyenggol Alam agar suaminya peka untuk langsung ke bahasan pokok. Tapi ternyata percuma, lagi-lagi suaminya tetap sibuk berpidato.
"Alhamdulillah saya dan Gita masih berjodoh. Seperti yang diketahui kalau kami sempat di landa badai besar selama pernikahan. Dari saya masuk penjara, Gita keguguran dan sempat hampir bercerai. Alhamdulillah Allah masih sayang pada kami berdua."
__ADS_1
"Terus yang mau di umumkan apa, lam?" ucap Mama Marni yang dari tadi bingung dengan maksud anaknya.
Gita mendengus kesal melihat suaminya bertele-tele. Pada akhirnya dia buka suara.
"Alhamdulillah, tuhan masih mempercayakan kami. Sekarang saya sedang mengandung dengan usia kehamilan masuk 3 bulan." ucap Gita langsung pada pokok bahasan.
"Alhamdulillah." suara mereka berseru serempak.
"Satu lagi pengumuman. Setelah anakku lahir. Kami akan pindah dan menetap di Jambi, tempat kelahiran saya." ucap Alam mengumumkan berita penting ini.
Gita kaget. Pasalnya rencana pindah ke Sukasari tidak ada dalam bahasan semalam. Dia merasa suaminya mengambil keputusan tanpa diskusi terlebih dahulu. Sembari menahan kekesalannya, Gita memilih berbaur dengan para ibu-ibu yang ada di acara.
Marni langsung memeluk Gita dengan riang. Di kecupnya kening menantunya dengan lembut. karena pelukannya erat, Alam melerai mertua dan menantu itu.
"Ibu, kasihan anakku nanti sesak nafas." omel Alam pada ibunya.
Marni dan Gita tertawa melihat tingkah anak dan suaminya tersebut. Marni menuntun Gita duduk di meja makan. Disambut beberapa famili yang menyalaminya. Rere mendekati Gita sambil memberikan selamat. Dua sahabat tersebut saling bercerita, Rere pun membagikan pengalamannya selama hamil jenny dan kehamilannya yang sekarang.
Gita maafkan suamiku
maafkan dia yang membuat kamu celaka
maafkan dia yang terlibat penculikanmu yang terjadi subuh itu
maafkan dia yang membuat kalian teradu domba melalui Nabila.
Tapi sampai sekarang aku belum siap
Aku belum siap melihat mas Roki masuk penjara
aku belum siap melihat jenny malu kalau ayahnya seorang narapidana.
Rere menatap Gita dengan perasaan bersalah. Tapi dia belum berani mengatakan yang sebenarnya pada Gita. Tanpa Rere ketahui sebenarnya Gita sudah tahu kalau Roki dalang semua masalah ini. Roki yang membayar Ken dan Zahra untuk menyerang dirinya saat subuh.
Roki yang membayar Nabila untuk menggoda suaminya.
Gita melihat Roki sedang duduk sendiri di
teras belakang rumah. Roki yang sedang sibuk menelpon seseorang. Tidak menyadari Gita ada dibelakangnya. Roki berbalik dan kaget melihat Gita berdiri dibelakangnya.
"Eh, Gita. Selamat ya atas kehamilannya. Semoga anak dan ibunya sehat sampai lahiran." ucap Roki menyodorkan tangannya untuk bersalaman dengan Gita.
Gita masih terpaku mengingat pembicaraan Ken saat dirinya di sekap dulu.
"Kenapa kak! kenapa kak tega sama aku!" ucap Gita menatap tajam ke arah Roki.
"Ma.. maksud kamu!" Roki masih bingung dengan ucapan Gita.
__ADS_1
"Kenapa kak Roki ingin sekali mencelakai aku. Salah aku apa sama kakak?"
Roki terdiam.
Kamu tidak salah apa-apa Gita.
Salah kamu adalah posisi kamu sebagai istri Alam.
Orang yang sudah merebut semuanya dariku.
Dari awal dia masuk ke rumah ini
dia sudah merebut kasih sayang papa
kepercayaan papa
Posisi yang harusnya untukku
Padahal dia hanya anak tiri yang bukan memiliki darah keluarga Spencer.
Semuanya termasuk merebut kamu dariku.
"Jawab, kak! Apa harus aku bilang ke Rere apa yang sudah kamu lakukan padaku!"
Suara Gita terdengar sampai di ruang tengah. Alam mendatangi istrinya untuk menenangkan.
"Ada apa, sayang? kenapa kamu emosi seperti itu? Apa Roki ada melukai perasaanmu?" tanya Alam.
Ya Allah apakah aku harus cerita yang sebenarnya pada suamiku.
Apa aku harus jujur kalau dalang semua ini adalah kak Roki.
Tapi bagaimana aku harus memulainya.
Klik
Tok tok tok
Mbak dia membuka pintu rumah kediaman Spencer. Mata mbak Dia kaget melihat beberapa polisi mendatangi rumah itu.
"Bu Marni! Bu Marni!" panggil mbak dia pada majikannya.
"Ada apa, dia?" Marni heran melihat mbak Dia berlari ngos-ngosan.
"Aaaaada... ada polisi nyari mas Roki?"
Semua yang ada di kediaman tersebut terkejut. Termasuk Alam dan Gita.
__ADS_1
siapakah yang melaporkan Roki?