Aku Kamu Dan Dia

Aku Kamu Dan Dia
60. Setelah putus ( part 2)


__ADS_3

Gita mulai mengaktifkan diri untuk membuat desain baju lagi. Gita membuka google untuk mencari referensi desainnya. Apalagi Beta sempat meminta Gita mendesain baju seragam untuk pernikahannya. Satu persatu sahabat nya melenggang menuju ke pelaminan. Dari Rere, lalu Ine dan sekarang Beta. Sedangkan dia sudah mulai ikhlas kalau harus jadi gadis tua.


Ah aku belum tua tua amat. Masih 25 tahun, masih bisa tebar pesona.


Gita berkaca dari atas sampai bawah. Lalu memutar tubuhnya. Sepertinya dirinya harus merubah penampilan menjadi lebih modis. Dia ingat Ine dulu suka mengoreksi cara berpakaiannya yang dianggap ketinggalan zaman.


Gita masuk kamar membongkar lemari, memilah milih baju. Memang iya baju nya nggak ngikutin zaman, apalagi Ilham tidak suka dia pakai baju seksi.


Gita membuka ATM nya yang jarang dia pakai. Awalnya ATM nya untuk biaya kemoterapi nya yang mungkin tidak akan cukup.


Gita belanja ke mall membeli beberapa fashion terbaru. Hp nya bergetar ada SMS dari Ilham kalau ada dokter dari Singapore yang mau bertemu dengan dirinya.


Beberapa saat Gita berpikir akan mengajak Ronal untuk menemaninya. Supaya dirinya tidak grogi saat melihat Ilham bersama Raisa.


"Ngapain ke rumah sakit? nyari Ilham? pergi sendiri aja, ntar Ilham salah paham lagi sama aku." Ronal membalas pesan dari Gita.


"Hehehe please." balas Gita.


"Hmmmm ... ya deh. aku nggak bisa nolak kalo kamu yang minta ... iya gentong si anak kota." ledek Ronal


"Jadi? mau nggak pak wassalam?" Gita masih menunggu jawaban dari Ronal.


"Mau yang mana?"


"Temani aku ke rumah sakit."


"Jangankan ke rumah sakit ke KUA aku mau?"


"Mulai deh!"

__ADS_1


"Hahahaha.... Gita gentong ngambek." ledek Ronal.


"Ya, biarpun gentong. Tapi banyak yang suka, termasuk. ..."


"Udah . . udah senang banget bahas kenangan." balas Ronal.


Ronal dan Gita sudah biasa saling chat walaupun akhirnya membahas kenangan diantara mereka. Mama Marni masih mewanti dirinya untuk tidak mendekati Gita lagi. Ronal meminta jawaban dari Mama Marni kenapa benci sama Gita.


"Gita itu yang menyebabkan kamu koma berbulan-bulan. Dia juga yang sudah buat kamu harus berganti identitas dari alam ke Ronal. Mama nya dulu sering menghina ibu saat masih bekerja di rumah ini. Dan mamanya lah yang merebut calon suami mama."


"Calon suami?" tanya Ronal heran


Pada akhirnya Marni menceritakan hubungan terlarangnya bersama Brian Spencer. Mama Yulia adalah calon yang dipilihkan oleh keluarga Spencer.


"Dan itu adalah papa kandungmu, lam."


"Lam, kamu dengar kan cerita ibu?" panggil Marni.


"Jadi aku anak haram kan, Bu?"


"Tidak, kamu bukan anak haram. Kamu anak ibu." Marni memeluk Alam yang mulai kacau saat mendengar cerita dirinya.


Ronal pergi keluar. Dia lupa janjinya pada Gita dan lebih memilih ke club. Ronal minum-minum di sana dan bertemu keisya. keisya memanfaatkan momen itu untuk membuat nama Ronal jelek. Gita mencoba menghubungi Ronal tapi tidak diangkat. Pada akhirnya Gita berangkat sendiri ke rumah sakit.


Sampai di rumah sakit ada dokter Jasson yang berasal dari rumah sakit Singapura, dimana dokter jasson juga ikut menangani terapi gita dulu. Dokter jasson menerangkan kalau penyakit Gita efek radiasi mata saat Gita buta dulu. Gita dulu itu terapi mata dengan sistem cepat yaitu menggunakan laser. Jadi tidak menggunakan operasi lagi.


Gita menyimak penjelasan dari dokter jasson yang wajahnya mirip bintang Korea, Kim woo bin. Ilham melihat Gita terpana dengan ketampanan dokter jasson.


"Ehm.. fokus sama orangnya apa sama materinya." bisik Ilham

__ADS_1


"dua-duanya." jawab Gita masih fokus sama dokter jasson.


"Ya, tapi ngeliatnya nggak segitu juga kali."


"Bukan urusan kamu!"


Mendadak Raisa duduk disamping Ilham. Raisa memegang tangan Ilham, supaya Gita cemburu. Tapi tetap saja Gita fokus sama dokter jasson.


"Ingat, dokter jasson sudah punya istri." bisik Ilham lagi.


Gita pindah tempat duduk biar lebih dekat melihat dokter jasson. Gita merasa Pandangannya sedikit buram. Tangannya menggosok matanya agar penglihatannya jelas.


Gita mengambil obat tetes matanya. Karena fokus sama dokter jasson, dia tidak melihat kalau yang diambil ternyata kutek yang baru dia beli di mall. Ilham yang melihat Gita salah ambil obat tetes, membenarkan dengan mencari obat itu di tas Gita.


Sayangnya, obat itu tak ada. Ilham mengambil obat itu di apotik rumah sakit lalu memberikan pada Gita.


"Jangan malu-maluin saya. Kalau tadi kamu mau teteskan mata dengan kutek ini, bukannya sembuh malah tambah parah." Omel Ilham.


Ilham melihat Gita memakai kontak lensa, langsung mengomel. "Ngapain pake lensa mata? Ganjen"


"Dengar, ya. Saya sekarang dokter yang menangani kamu. Jadi ikut aturan saya. Paham!" omelnya lagi.


"Sekarang buka lensa nya sekarang." perintah Ilham.


Gita meraba matanya dengan pasang wajah kesal. Gita mencoba membuka lensa matanya berwarna biru muda. Karena kesulitan Ilham turun langsung membuka lensa mata Gita. Raisa yang melihat langsung turun tangan, dia takut kalau Ilham CLBK lagi sama Gita.


"Biar aku saja. ini urusan wanita!" ujar Raisa yang langsung membantu Gita membuka lensa mata.


Sementara mama yang melihat kamar Gita berantakan, mencoba membersihkan barang barang Gita. Mama menemukan beberapa obat dan surat keterangan dokter.

__ADS_1


__ADS_2