
Boy! Siapa laki-laki itu sebenarnya. datang tanpa diminta pulang tanpa diantar. mungkinkah dia titisan jelangkung. Bisa jadi! Dia datang saat aku terpuruk karena sebuah masa lalu. Dia jadi pelindung kapanpun tanpa ku minta. Dia seperti seseorang yang aku kenal, tapi aku rasa bukan orang yang sama.
Gita mengurutkan rentetan kejadian setiap bertemu boy. Apakah dia seorang penguntit, bisa jadi! Buktinya dia selalu datang saat Gita butuh pertolongan. Tapi entah kenapa saat boy menciumnya di depan makam Alam tidak membuatnya marah atau tersinggung. Beda saat Ilham yang dulu hendak mencium dirinya di malam reuni.
Ah, otaknya merasa gila dengan laki-laki ini. Gita berasa sedang bersama Alam kalau ada boy, tapi dia sadar diri ada Ilham yang sudah mau bersamanya. "Sinting!" Omel Gita.
Gita meregangkan kakinya, tadi dia memilih kabur dari boy. Bagaimana mungkin laki-laki itu selalu mengingatkan pada Alam.
Tiba-tiba ada sebuah tangan yang menarik dirinya.
"Yang..." suara Ilham mengagetkan dirinya.
Gita menoleh, lalu berdiri didepan kekasihnya.
Mereka duduk di sebuah cafe. Ilham mencium tangan Gita, Lalu mengelus rambut gadis itu. Ilham tahu Gita masih kesal dengan ucapan Raisa.
"Sayang, ngomong dong. Jangan diem gini." bujuk Ilham pada Gita.
"Soal Raisa, ham." ucap Gita terbata-bata.
"Sebaiknya kita tunda pernikahan kita. Sampai urusan ini selesai." tambah Gita.
"Yang ... percaya sama aku... aku dan Raisa nggak pernah ngapa-ngapain?"
"Kalian kan suami istri nggak mungkin nggak pernah begitu!" Gita mulai emosi.
"Aku belum bisa menerima Raisa. Karena yang aku cintai cuma kamu."
"Yang ... kamu marah marah sama aku. tapi kamu nggak introspeksi diri." Ilham ikut emosi.
"Maksud kamu apa? Mau lempar tangan!"
"Tadi ngapain kamu berdua sama boy. Pegang-pegangan tangan." Ilham masih tidak mau kalah.
Braaaaakkkk!
"Aku capek, ham. Kamu tuh bisa nggak sih nggak posesif. Sehari aja, ham. Kenapa sama om Jo kamu nggak seperti ini. Tapi sama boy kamu mulai aneh!" Gita menurunkan volume suaranya.
"Maaf, sayang. Bukan maksud aku begitu. Sejak dia nyium kamu di makam Alam, aku merasa dia ada rasa sama kamu." jelas Ilham.
"Aku sayang sama kamu, Gita. Aku nggak mau kehilangan kamu lagi. Toh selama ini aku tidak pernah nguntit kamu kemana-mana kan. Kalau aku ngekang kamu aku pasti ngikutin kemana pergi."
"Kalau kamu sayang sama aku, kenapa kamu melakukan ini sama aku, ham? Kenapa kamu renggut semuanya?" Isak Gita.
Ilham memeluk Gita, tanda mereka berdamai. Ilham berkali-kali meminta maaf pada Gita atas yang dulu terjadi diantara mereka. Boy melihat kemesraan mereka mengepalkan tangannya.
Mereka berjanji akan melawan rintangan yang ada. Ilham mengajak Gita pulang. Tapi Gita ingin jalan-jalan bersama Ilham.
"Udah lama kita nggak ke pantai." ajak Gita.
__ADS_1
"Ini udah gelap sayang. Kamu nggak boleh capek."
" Ayolah sayang." Rengek Gita.
"Iya... iya." akhirnya Ilham mengalah.
...----------------...
Bruuuukkk!!!!
Suara kamar Gita di kagetkan dengan ambruknya tubuh Gita. Mama yang sedang di dapur mendapat aduan dari Bi Endah kalau Gita pingsan dan mimisan. Mama langsung menghubungi Ilham untuk membawa Gita ke rumah sakit.
Ilham langsung datang ke rumah Gita. Dengan sigap membawa Gita ke rumah sakit tempat dia bekerja. Tak henti-hentinya Ilham berdiri di samping Gita.
"Ham, tolong Gita!" ucap Mama Yulia panik.
"Iya Tante. Ilham akan berusaha." Ilham menenangkan calon mertuanya.
Mama terus menangis melihat kondisi Gita. Papa terus menenangkan mama. Mereka tak henti-hentinya berdoa agar putrinya selamat. Dokter Sasono mengatakan kemungkinan kesempatan hidup Gita tipis. Gita sudah masuk stadium akhir.
"Pa, anak kita!" histeris mama
"Iya, ma. Kita akan terus berdoa untuk Gita. Tidak ada yang tidak mungkin kalau Tuhan berkehendak Gita sembuh."
Papa menemui Ilham " Ham, mau kan kamu memenuhi permintaan terakhir Gita!"
"Nikahi Gita, ham! Kalau kamu siap om akan bawa penghulu ke rumah sakit." pinta Papa Dul.
Ilham menyanggupinya "Iya, om aku akan nikahi Gita sekarang. Ilham bilang sama mama dan papa dulu om, supaya datang ke rumah sakit."
"Terimakasih, nak." Papa memeluk Ilham dengan erat.
Sementara itu, mama mengabari Siti kalau Gita kritis. Mama juga mengabari Siti kalau Gita akan menikah di rumah sakit. Siti menangis mendengar kabar kondisi sahabatnya.
Jonathan sedang mengecek photo prewedding Gita dan ilham, tiba tiba hp nya berdering. Jo tersenyum melihat siapa yang menelepon.
π"Halo om Jo"
πHalo juga Siti. Kamu nggak marah lagi kan sama aku.
πini bukan soal itu. Ini soal Gita!
π Gita kenapa?
π Gita kritis Om. Tapi hari Ilham dan Gita akan menikah di rumah sakit.
π Tolong kabari boy juga.
__ADS_1
πKenapa boy harus tau?
π Panjang ceritanya. yang pasti om tolong kabari boy, segera penting!
Jonathan heran dengan permintaan Siti untuk menghubungi Boy.
Siti duduk di bangku depan rumah sakit. Matanya menerawang mengingat kenangannya bersama Gita. Siti yakin boy adalah Alam.
Flashback
Siang itu boy datang ke kost Siti. Tentu saja Siti senang lelaki pujaannya datang walaupun sekedar mampir. Hanya saja dia heran darimana boy tahu alamat kost Siti, soalnya yang tahu tempat Siti cuma Jo dan Gita.
Boy mengeluh dadanya terasa sakit sehingga menumpang istirahat di kost Siti. Siti mempersilahkan. Siti melihat dompet boy dan membukanya.
Siti dengan pelan membuka dompet boy. Tidak ada yang aneh dengan isinya sampai sebuah photo terjatuh di lantai. Dengan pelan pelan Siti membukanya. Siti mengatupkan bibirnya saat melihat photo itu.
Gita harus tahu ini!
flashback end.
Ilham dan keluarganya sudah berkumpul di rumah sakit. Mereka tinggal menunggu penghulu datang untuk menikahkan Ilham dan Gita.
Semua sahabat Gita berkumpul. Ada Rere dan Roki, ada Beta dan suaminya, ada Siti dan Jonathan, termasuk keluarga Spencer yang hadir. Semua menangis melihat kondisi Gita. Komputer detak jantung semakin menunjukkan Gita lemah. Siti menunggu datangnya boy. Tapi yang di tunggu tidak juga muncul.
Tak lama pak penghulu datang. Ilham bersiap-siap duduk di depan tempat tidur Gita.
"Saudara Ilham anda sudah siap!" tanya pak penghulu.
"Siap, pak!"
Ilham langsung menjabat tangan papa Dul.
"Saudara Ilham Ramadhan saya nikahkan kamu dengan putri saya yang bernama Gita Mandasari binti Abdullah. Dengan mas kawin tersebut tunai!"
"Saya terima nikahnya Gita Mandasari..."
"Tunggu!!!!!" Sebuah suara menghentikan akad tersebut.
...----------------...
Udah tahap pernikahan ya!
Hmmmm siapa yang mencegah Ilham saat akad!
kepo yaaaaa!!!!
tetap pantengin ya!
Tenang Gita belum mati, kok!
__ADS_1
Jangan lupa untuk like,komen, dan rate nya
terimakasih.