
Episode ini mengandung adegan kekerasan
...----------------...
Gita membuka mata, sebuah ruangan gelap. Entah dimana dia berada sekarang. Tangannya terikat, begitu pun kakinya. Dia ingin menjerit tapi mulutnya tertutup. Di hentakkan kakinya, tanda ingin berontak.
Aku dimana? Siapa yang melakukan ini, ya Allah tolong lah hamba. Lindungi aku dan bayiku.
"Hai, Gita apa kabar?" sebuah suara datang
Kak Zahra! Kenapa dia! Apakah dia yang menyekapku! Apa salahku padanya!
Ternyata benar kata Alam, dia jahat! Ya Allah tolong selamatkan kami!
Kakinya terus menghentakkan kelantai. Dia tidak menyangka kalau Zahra akan berbuat jahat yang padanya.
Plaaaaak
Plaaaaak
Sebuah tamparan mendarat di wajah Gita. Bukan sekali tapi berkali-kali. Gita kesakitan akibat tamparan kuat dari tangan Zahra.
"Itu buat kamu, Gita. Dan juga buat suamimu, boy."
Kak Zahra pasti mengira Alam adalah boy! Bukan kak, Boy yang asli sudah meninggal! dia bukan boy, kakak Zahra orang baik. Kakak salah paham. Kak lepaskan aku, kak! Jangan hidup dalam kebencian.batin Gita.
" Kamu tahu kenapa saya membawamu kesini!" Zahra jongkok di depan Gita.
"Karena kamu akan di beli oleh seseorang. Kamu akan merasakan apa yang adikku rasakan. Biar suamimu tahu, nyawa di bayar nyawa." Zahra tertawa, suaranya melengking di dalam ruangan.
"Oh, ya besok sidang suamimu, kan. Jangan harap kamu bisa datang Gita. Atau mungkin besok kamu tidak bisa melihat matahari lagi." Zahra kembali tertawa melengking.
Gita menatap Zahra dengan penuh kemarahan. Rasanya kalau mulutnya tidak terkunci, dia akan meludahi wanita itu. Terbayang pasti mamanya mencarinya. Dalam hatinya terus berdoa agar ada yang menyelamatkannya.
Tak lama kaki Zahra menendang ke arah perut Gita berkali kali. Gita menjerit kesakitan, tapi jeritan itu tak memancing rasa iba bagi Zahra. Tawa nya semakin keras, begitu pun tangisan di wajah Gita.
"Ini tidak seberapa yang dialami adikku Fira, Gita. adikku meregang nyawa dalam keadaan ternoda. Oh, ya sama saja dengan kamu, hamil di luar pernikahan sah! Apa kamu tahu kalau kalian dulu cuma menikah siri, siri itu sama dengan pernikahan zina, tidak sah!!! Dan anak ini adalah anak haram!!!" pekik Zahra.
Gita terkejut dengan pernyataan Zahra. Dia mencoba mempercayai, tapi sulit. Kenapa keluarganya membohonginya lagi, kenapa suaminya tidak mengatakan yang sebenarnya.
maafkan bunda,nak.
Seketika Gita merasa gelap.
__ADS_1
...----------------...
Sementara itu mama Yulia gelisah karena Gita tidak kunjung pulang. Padahal tadinya dia pamit untuk melihat temannya yang baru melahirkan. Tapi sampai Gita tidak ada kabar, nomor hp nya tidak bisa di hubungi.
Mama menemui Roki terkait hilangnya Gita. Kalau mama mengabari Alam, takutnya menantunya nekat kabur lagi. Roki baru saja selesai meeting di kejutkan dengan kehadiran Mama Yulia.
"Tante kenapa?" Tanya Roki melihat Mama Yulia menangis.
"Gita semalaman tidak pulang, Ki. Padahal besok sidang Alam. Tante takut terjadi sesuatu pada Gita." adu mama Yulia.
"Tante, tenang dulu, apa tante sudah hubungi teman-temannya. Dengan siapa terakhir Gita pergi?"
"Sudah, Ki. bahkan teman yang mau di jenguk Gita bilang kalau Gita belum ada datang ke tempatnya." Mama Yulia menjelaskan pada Roki.
"Dengan siapa Gita terakhir pergi?" selidik Roki.
"Sendiri." jawab Mama Yulia.
"Astaga!!!" Roki mengacak rambutnya.
Roki bingung apakah dia menceritakan hal ini pada Alam atau tidak. Mama Yulia mewanti-wanti agar jangan bilang pada Alam, takut nantinya Alam nekat lagi. Roki setuju, kali ini dia akan menggunakan koneksinya untuk menyelamatkan Gita.
"Tante pulang saja. Biar aku yang mengurusnya." ucap Roki menenangkan mama Yulia.
Roki menceritakan tentang hilangnya Gita pada Rere. Wanita itu kesal karena Roki ikut campur urusan Gita. Roki meyakinkan istrinya kalau yang dia lakukan demi kakaknya.
"Aku sudah kerahkan pihak polisi untuk melacak keberadaan Gita. Semoga Gita tidak apa-apa, apalagi dia lagi hamil." jelas Roki.
"Semoga, mas." Rere menghela nafas, ada ada saja yang menimpa Gita.
...----------------...
"Apaan ini!" teriak seorang pria saat menemui Zahra.
Di tatapnya tubuh Gita yang sudah memar dan berdarah. Dia minta perempuan yang masih segar, sehat dan masih single, Bukan wanita hamil. Dengan kesal pria itu memukul Zahra.
"Aku tidak mau wanita hamil, aku mau yang masih virgin." Teriaknya.
"Tapi bos ..."
"Apa! Kalau kau tidak menyerahkan seorang gadis, maka bayarlah hutangmu, nona Zahra. Owh, maaf kamu bukan Zahra tapi Zafira. Yang pura pura meninggal padahal yang meninggal adalah kakakmu, kakakmu yang kau bunuh karena tidak mendukungmu."
"Berapa banyak biaya yang ku kerahkan untuk merubah penampilanmu, Fira. Hanya karena dendammu pada pacarmu itu." kata pria itu.
__ADS_1
"Bos ...."
Fira menunduk. Dia rela menyamar menjadi Zahra untuk membalas dendam kepada Boy. Lelaki yang sudah menghancurkan hidupnya. Fira ingat dimana boy menggilir tubuhnya dengan teman-temannya. Fira ingat bagaimana boy memilih Aisyah saat dirinya mengatakan kalau dia sedang hamil. Bahkan Boy menendang perutnya, lalu meninggalkannya sendirian di tempat sepi.
Sekarang dia bisa melampiaskan dendamnya melalui Gita. Karena Gita sedang mengandung anak Boy.
Gita sedikit tersadar mendengar pembicaraan antara Zahra palsu dan seorang lelaki. Dia mencoba pura-pura tidur. Lelaki itu tetap membawa Gita ke dalam mobil. Entah kemana dirinya akan di bawa pria itu, sesaat setelah jauh Gita bangun sambil memegang perutnya yang kesakitan.
"Tuan, tolong selamatkan saya!" ucap Gita merintih kesakitan.
"Nona, anda sudah bangun!" ucap pria itu.
"Siapa anda?" tanya Gita.
"Aku sudah membelimu untuk di jadikan istriku." jawab pria itu.
"Tuan, tolong lepaskan saya! saya sudah punya suami." mohon Gita.
Permintaan tolong Gita tetap tidak di gubris. Lelaki itu menarik rambut Gita yang tipis dan menyeringai, lalu membenturkan tubuh Gita ke bawah. Gita takut melihat ciri khas senyum pria itu. Dia pasrah jika harus mati di tangan pria itu. Seketika Gita melihat laut, dengan nekat dia membuat sopir tidak fokus menyetir, mobil mereka pun oleng.
Dan akhirnya ...
...----------------...
Hari ini adalah sidang perdana kasus Boy. Alam menatap semua yang hadir di ruangan sidang. Tak ada istrinya ataupun mertuanya. Seketika dia menghela nafas, Berharap Gita ikut hadir disana, menjadi penyemangatnya saat sidang. Tapi dia melihat ada Zahra di sana sebagai penggugat.
Ketuk palu dimulai ...
"Saudara Boy! Apa benar anda yang melakukannya. Anda yang memperkosa saudari Zafira bergilir bersama teman-teman anda." Seorang pria berjubah hitam berdiri mendekati Alam yang duduk di kursi tengah.
"Saya bukan Boy! saya Alam, Ronal Wasallam Spencer. Sudah beberapa kali saya jelaskan kalau saya bukan Boy. Justru karena boy saya mengalami kecelakaan dan akhirnya di beri Wajah boy. Saya tidak kenal dengan yang namanya Zafira" jelas Alam.
"Bagaimana kami bisa percaya dengan ucapan anda? Apa buktinya kalau kamu bukan Boy! Kenapa anda memakai wajah orang lain!"
"Saya.. saya ..." Entah kenapa dia merasa tidak bisa melanjutkan kata-katanya.
"Kenapa! Anda tidak bisa menjawab kan! Itu sudah membuktikan anda adalah boy yang sebenarnya."
Alam terdiam. Mencoba berpikir bagaimana dia bisa menjelaskan pada orang-orang di persidangan. Matanya masih mencari sosok Gita atau keluarga Gita. Tapi tetap saja nihil.
"Dia memang bukan Boy!" Suara seorang laki-laki mengagetkan seluruh yang ada ruangan persidangan.
Siapakah dia
__ADS_1
Bagaimana nasib Gita selanjutnya...
Tetap pantengin terus ceritanya.