
Gita mengerutkan keningnya. Untuk saat ini dia belum bisa menerima Alam kembali. Walaupun Alam sudah tahu tentang kehamilan, itu dianggapnya sebagai formalitas saja. Yang penting bagi Gita, tidak ada yang dia sembunyikan dari suaminya. Tapi untuk kesalahan Alam, Gita masih harus memikirkannya.
Di sebuah klinik dokter kandungan
Gita dan Alam sedang duduk di ruang antri. Alam terus memandang Gita, walaupun dia tahu Gita sedikitpun tak memperdulikannya.
Tangannya mencoba menggenggam istrinya, tapi terus ditepis. Alam menunduk lemas, bagaimana lagi caranya agar istrinya memaafkannya.
"Yang ..." panggilnya dengan lembut.
"Hmmm ..." cuma itu jawaban Gita.
"Kamu masih marah sama aku? sumpah aku tidak pernah selingkuh dengan Nabila."
Tak ada jawaban dari Gita. Masih terdiam dalam luka. Tak ada kesempatan bagi Alam untuk menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya.
"Bu Gita." panggil suster
itu menandakan kalau giliran mereka menemui dokter untuk mengetahui kondisi Gita sebenernya. Walaupun Alam tahu kalau Gita sedang hamil. Tapi alam ingin memastikan langsung dari dokter.
Seorang dokter muda nan tampan menyambut mereka dengan senyuman mautnya. Membuat Gita tidak bisa berkedip. Bahkan menurut Gita dokter ini lebih ganteng dari suaminya, tapi setara gantengnya dengan Ilham.
"Ada yang bisa saya bantu, ibu dan bapak?" dokter memulai pembicaraan.
Senyumnya membuat Gita tidak bisa menjawab. Alam menyenggol istrinya yang masih terpesona dengan dokter tersebut.
" Begini pak, istri saya tadi mual-mual terus. Makanya saya mau mastikan apakah istri saya hamil apa tidak?" jelas Alam pada dokter.
"Maaf saya mau bertanya apakah ini kehamilan pertama?" tanya dokter pada Gita.
"Kedua, dok. istri saya pernah keguguran saat usia kandungannya masuk 2 bulan." lagi-lagi Alam yang menjawab.
"Oh, cepat ya progresnya. Biasanya yang saya temui pasien yang habis keguguran lama dapatnya. Tapi ini setelah keguguran langsung isi lagi. Tapi bapak tidak memforsir ibu kan buat hamil lagi? Karena kasus yang saya temui kebanyakan suaminya memforsir istrinya untuk bisa hamil lagi dengan mengajak istrinya ikut program hamil, bisa juga berhubungan badan setiap hari." jelas dokter
Alam terdiam. Karena yang di bilang dokter memang sudah dia lakukan pada Gita. Tapi dia melihat Gita tidak pernah mengeluh soal program itu. Jadi Alam menganggap tidak ada masalah kalau tetap melanjutkan program tersebut.
Gita mendengar penuturan dokter, menunduk sedih. Karena keinginan suaminya untuk punya anak lagi sangat besar, sampai dia tertekan. Hanya saja, dia tidak pernah memperlihatkan kegelisahannya di depan suaminya.
"Kalau boleh tahu, kapan ibu terakhir haid?" tanya dokter pada Gita.
"Dua bulan yang lalu dok." jawab Gita.
"Oke kalau begitu, mari kita periksa dulu. Ibu silahkan berbaring di sana. Suster tolong tuntun ibu nya."
Suster langsung membimbing Gita untuk periksa kandungan. Gita langsung diberikan gel untuk mendeteksi letak janin. Alam berdiri disamping istrinya. Dia juga penasaran tentang kondisi kandungan Gita.
"Ini Bu lihat, anak ibu aktif sekali. Selamat ya bu." ucap dokter mau menyalami Gita. Tapi yang menyambut malah tangan Alam.
__ADS_1
"Sayang, kamu lihat kan. akhirnya kita punya anak. makasih ya sayang. kamu sudah beri kado terindah buat pernikahan kita." ucap Alam penuh bahagia.
Beda dengan alam, Gita tidak terlalu semangat seperti suaminya. Karena masih ada masalah lain yang menjadi beban pikirannya. Yaitu masalah suaminya dengan Nabila.
Selesai dari klinik, Alam mengajak Gita jalan-jalan untuk memperbaiki hubungan mereka. Gita masih membuang muka dari suaminya. Alam tahu kegundahan istrinya mencoba membujuk Gita.
"Yang ..." goda Alam
"Hmmm .." Jawab Gita sambil memainkan hp nya.
"Kamu cantik hari ini."
"Emang selama ini nggak cantik?"
"Selama ini cantik kok. Cuma hari ini cantiknya double." rayu Alam.
Gita tetap tak bergeming. Dia tidak peduli sebesar apapun usaha Alam untuk menghiburnya. Alam menarik wajah Gita, entah kenapa Gita menjadi salting.
Alam tersenyum melihat istrinya seperti salting. Tangannya menggenggam erat seakan tidak pernah lepas. Sejenak Gita membiarkan Alam menggenggam tangannya. Dia juga tak munafik kalau merindukan momen ini.
"Aku mohon kamu jangan pergi lagi. Kamu tahu aku tidak bisa hidup tanpamu."
"Itu kamu masih hidup." jawab Gita
"Jasadku memang hidup. Tapi ragaku sudah kau bawa pergi, sekarang ragaku sudah kembali karena kamu sudah kembali. Bahkan kamu kembali membawa junior kita. Aku janji akan menjaga anak kita."
"Aku bosan dengan janjimu. Dulu kamu juga bilang gitu kan. tapi nyatanya apa? kamu tetap ninggalin aku. Dua kali kamu ninggalin aku demi Nabila."
"Soal perceraian itu?" tanya Alam.
"Besok sidang perdana kita. aku harap kamu bisa datang." Jelas Gita.
"Kamu ikut aku sekarang!" Alam melajukan mobilnya dengan kencang.
Di mobil alam menghidupkan lagu sesuai dengan perasaan mereka saat ini
🎶Lama kita mencinta🎶
🎶Dengan jalan bahagia🎶
🎶Walau semakin lama🎶
🎶Terkadang berbeda🎶
🎶Aku yakin kita🎶
🎶Akan menyatu selamanya🎶
__ADS_1
🎶Saat tak ada disampingku🎶
🎶Diriku sangat merindukanmu🎶
🎶Sadarkah bahwa diriku besar mencinta🎶
🎶Kau terjatuh ku yang memeluk🎶
🎶Kau tersakitu ku yang terlukai🎶
🎶Dimana ada cinta yang seperti aku🎶
🎶Jangan memaksakanku🎶
🎶Menjadi seperti yang mereka mau🎶
🎶Kuingin bahagia🎶
🎶Dengan cinta yang kita perjuangkan🎶
klik
Di sebuah kontrakan kecil
Nabila membereskan beberapa barang untuk pindah ke Bandung. Sekarang dia sudah tidak bekerja lagi di perusahaan Spencer. Akibat kasus yang menyimpan bersama Alam, dia di pecat secara tidak terhormat. Padahal yang dia lakukan juga di suruh seseorang.
Gery ikut membantu kekasihnya membereskan barang. Lelaki itu senang saat mengetahui kalau kekasihnya akan kembali ke Bandung. Dengan begitu dia tak perlu bolak-balik Jakarta-Bandung lagi.
"Mama pasti senang sekali kalau kamu pulang." seru Gery sambil mengangkat salah satu dus milik Nabila.
Gery Duduk di sofa ruang depan. Tangannya merasa lelah setelah seharian membantu kekasihnya. Nabila memijit Gery dengan lembut. Sesekali pria usia 24 tahun itu menggoda pacarnya.
"Kapan kamu pulang ke Bandung?" tanya Gery saat menikmati pijitan sang kekasih.
"Secepatnya. Aku masih ada urusan yang harus diselesaikan terlebih dahulu."
"Urusan apa kalau boleh aku tahu?" Gery mulai kepo.
"Masih urusan di tempat kerja yang lama." ucap Nabila sambil beranjak menyiapkan makanan yang sudah di pesannya melalui grab food.
Aku mau memperbaiki semua yang sudah ku hancurkan. Aku tidak mau pergi dengan memberikan kesan buruk lagi. Semoga aku bisa melakukannya. Jujur, aku memang jatuh cinta pada pak Ronal. Sayangnya pak Ronal cinta banget pada istrinya.
Aku akan menyelesaikan semuanya. termasuk membongkar kebusukan mereka yang memanfaatkan aku.
tok tok tok
Nabila membuka pintu rumahnya. Betapa kagetnya dia melihat siapa yang datang ke rumahnya. Bukan hanya Nabila yang kaget, Gery pun ikut karena juga mengenal tamu tersebut.
__ADS_1
Siapa yang menemui Nabila?
Kenapa Gery ikut terkejut?