
Sehun berhenti di pagar suatu Masjid Besar, dia melihat gadis itu memasuki Masjid tersebut. Sehun melihat sekeliling, dia bingung dengan tempat tersebut.
“Sebenarnya ini tempat apa?” tanyanya dalam hati.
Sehun pun mengikuti gadis itu masuk ke dalam area Masjid.
Sementara di sisi lain, Chanyeol sedang berdoa di dalam Masjidnya.
“Ya Allah aku beriman padamu, tolong terimalah keislamanku.” ucap Chanyeol merintih, penuh dosa. “Tolonglah bimbing aku ke jalanmu yang lurus, berikan aku ilmu lebih banyak lagi soal islam.” lanjutnya.
Tidak lama setelahnya, Chanyeol mendengar seseorang membuka pintu, Chanyeol pun langsung bersembunyi.
“Assalamualaikum.” ucap lembut seorang gadis, dan saat Chanyeol melihatnya, ternyata dia adalah gadis SMA itu.
Chanyeol terdiam dan bersandar pada dinding yang dapat menghalanginya dari gadis SMA itu.
Perlahan tapi pasti, Chanyeol diam-diam melihatinya.
Sehun melihat segala aktivitas gadis SMA itu di dalam Masjid.
Ketika gadis SMA itu shalat, Sehun tersenyum merasakan ketenangan batin.
“Apa yang sedang gadis SMA itu lakukan?” tanya Sehun dalam hatinya lembut.
Setelah menyelesaikan shalatnya, gadis SMA itu pun berdoa.
Tidak lama setelah ia usai berdoa, ponselnya berbunyi dengan bunyian sebuah lagu, yaitu lagu LUCKY dari EXO, dan itu membuat Chanyeol yang dari tadi memang berada di sana terkekeh.
Gadis itu melihat sebuah VC dari seseorang yang bertulisan Ray, dan pada saat diterima.
“Syah anyeong.” Teriak orang-orang yang ada di layar ponselnya dan cukup membuat gadis itu jantungan.
“Hei! Jangan teriak!” keluh gadis itu yang terkaget.
“Maaf-maaf, mereka mah emang rusuh Syah.” ucap seorang laki-laki pemilik ponselnya.
“Oke, aku maafin.”
“Syah, gimana di sana?” tanya yang lainnya.
“Masih baik Sel.”
“Syah semoga kali ini kamu menang yang pertama lagi.” ucap orang yang lain, namanya Kanza.
“Amiin Kanza.”
“Syah cepetan balik! Besokan mereka lomba dan mereka mau banget lu ada dan nonton lomba mereka.” ucap seorang laki-laki lainnya.
“Iya, Rista. Aku usahain. Bilang aja sama mereka aku dateng, walau pun gak dateng setidaknya mereka nyangka aku dateng. Kalo mereka nanya dimana aku, bilang aja dikursi penonton, tapi sedikit telat, pinter-pinterin aja deh.”
“Ashiiap, kita di ajarin bohong.” ucap seorang gadis lain dengan niat bercanda.
“Aih, gak gitu maksudnya.”
“Tenang Syah, kaya gak tau aja kalo kita pinter bohong.” ucap yang tadi lagi, gadis itu pun terkekeh.
Melihat gadis itu senang, Sehun pun ikut senang, begitu juga Chanyeol.
Chanyeol beranjak berdiri dari duduknya, dia berpikir ini waktu yang tepat untuk pergi, karena gadis SMA itu masih terfokus pada ponselnya.
Chanyeol tidak mengetahui di sana ada Sehun, dengan jelas Sehun melihat Chanyeol yang akan meninggalkan ruangan.
__ADS_1
“Chanyeolie Hyung!? Sedang apa di sini?” tanya Sehun heran dan saat aku mencari tahu, ponselnya bergetar.
Getaran itu ternyata berasal dari alarm yang menunjukan 13.00 kst.
“Ya Tuhan!?”
Sehun kembali melihat sekitar dia berusaha mencari Chanyeol, tapi dia tidak melihat apa pun.
“Ah, benar. Aku akan menelponnya sekarang.”
Dengan cepat Sehun pun mencoba menelpon Chanyeol dengan wajahnya yang masih belum tenang.
Chanyeol hampir saja membuka pintu mobilnya, namun terhenti saat mendapatkan telepon dari Sehun, Chanyeol pun mengangkatnya.
“Hallo.”
“Hyung cepatlah ke sini! Aku ada di tempat beribadah orang-orang muslim yang terbesar yang ada di Seoul yang kau datangi.” ucap Sehun dari dalam ponsel yang terdengar terburu-buru, mendengar itu Chanyeol sangat terkejut.
“Ta-tadi kau bilang apa?” ucap Chanyeol gugup.
“Hyung.”
”I-iya, tunggu saja! Aku akan menunggumu di gerbang.”
Setelah mendengar jawaban Chanyeol, Sehun pun bergegas menjauh dari tempat itu.
Sementara itu gadis SMA itu masih saja santai-santai, hingga...
“Syah kamu mulai lomba jam berapa?” tanya gadis yang dipanggil Sel.
Mendengar itu, gadis SMA itu pun tersadar, dia pun melihat ponselnya yang menunjukan jam 11.10 WIB.
****
Gadis itu berlari keluar dan saat di depan gerbang Masjid, tiba-tiba sebuah mobil pribadi berhenti di depannya, sontak itu membuat gadis SMA itu terkejut.
Perlahan jendela mobil itu terbuka dan menampakan Chanyeol yang ada di tempat pengendara.
Mata gadis SMA itu pun membesar karena terkejut, rasanya dia ingin menampar dirinya untuk menyadarkan dirinya.
“Nona naiklah! Aku akan mengantarkanmu ke tempat tujuan.” ucap Chanyeol lembut.
Tidak lama setelahnya, kursi penumpang pun membuka jendelanya dan terdapat Sehun di dalamnya.
“Hei! Nona. Masuklah! Jangan membuat orang menunggu!” ucap Sehun tiba-tiba berteriak pada gadis itu, gadis itu pun terkejut dan langsung melihat pada Sehun. “Apa lihat-lihat! Masuk tidak ke dalam!” lanjut Sehun kali ini penuh ancaman.
“Sehunie!” ucap Chanyeol menegur Sehun geram. “Haluskan ucapanmu!”
“Maaf.” ucap Sehun melembut dia mencoba menenangkan dirinya.
“Tenanglah Nona! Kami bukan orang jahat. Kami akan megantarmu ke tempat tujuan dengan selamat sampai tujuan. Masuklah ke kursi di sebelahku!” jelas Chanyeol lembut dan terserap baik oleh gadis itu, gadis SMA itu pun masuk ke dalamnya.
Chanyeol pun kembali mengendarai mobilnya.
****
Gadis itu terdiam sayu di dalam bangku mobil, jujur saja sekarang jantungnya sedang berdetak kencang, namun dia menyembunyikannya.
“Ini untuk pertama kalinya aku bertemu dengan Kak Chanyeol, tapi kenapa rasanya aku mengenalnya sudah lama.” ucap gadis itu dalam hatinya dan sesekali melihat pada Chanyeol, namun tindakan gadis itu ketahuan oleh Sehun yang dari tadi memperhatikannya lewat cermin.
Sehun mencibir. “Apaan sih? Sepertinya dia senang banget berdampingan dengan Chanyeolie Hyung.”
__ADS_1
“Oh, iya. Kemana tujuanmu?” tanya Chanyeol tiba-tiba.
Gadis itu pun terdiam, dia mulai memikirkan sesuatu.
“Ah, tempatnya!? Aku lupa namanya.” mendengar ucap gadis itu, Chanyeol sontak menghentikan mobilnya.
“Aa!?” teriak Sehun dan gadis SMA itu terkejut.
“Kenapa berhenti?”
“Dia tidak tahu tempatnya.”
“Akh!? Hei Nona kecil kamu benar-benar aneh.” keluh Sehun pada gadis SMA itu, gadis SMA itu pun hanya terdiam. “Hyung tukaran posisi!” pinta Sehun tiba-tiba dan mengejutkan mereka berdua.
“Memang kamu tahu namanya?” tanya Chanyeol ragu.
“Tidak tahu, Cuma aku tahu dimana tempatnya.” jawab Sehun.
Akhirnya mereka pun bertukar posisi, belum Chanyeol memakai sabuk pengaman, Sehun langsung mengendarainya dan membuat mereka terkejut.
“Sehunie aku belum memakai sabuk pengamannya.” keluh Chanyeol.
“Tidak usah pakai Hyung! Aku saja tidak.”
“Keamanan berkendara.”
“Polisi hari ini diliburkan.”
Karena ucapannya selalu dijawab Sehun, Chanyeol pun memutuskan untuk diam dan diam-diam gadis itu terkekeh.
****
Sehun menghentikan mobilnya di depan gerbang suatu gedung, dan gadis SMA itu sangat mengenal jika itu adalah gedung yang dia maksudnya.
“Ayo keluar!” ajak Sehun.
Mereka bertiga pun keluar dari mobil tersebut, namun Chanyeol kembali masuk ke dalam mobilnya.
Gadis SMA itu sedikit terkejut, pasalnya Sehun tidak ikut masuk kembali.
“Kau akan tetap di sini Sehunie?” tanya Chanyeol penasaran.
“Iya, Hyung.” jawab Sehun santai dengan menunjukan nametag yang bertulisan Staff Bodyguard khusus.
“Kau jadi...” belum selesai Chanyeol bicara, Sehun menutup mulut Chanyeol.
“Nanti aku jelaskan padamu Hyung.” ucap Sehun Chanyeol pun mengerti, Sehun kembali meyembunyikan nametagnya, barulah melihat pada gadis itu. “Kau mau berterima kasih tidak?” tanya Sehun lembut, gadis itu pun mengangguk.
“Iya.”
“Lakukanlah!”
“Tapi aku harus memanggil kalian apa? Oppa ataukah Ajusshi.” tanya gadis itu ragu.
“Senyamannya kamu.” jawab Chanyeol dengan senyuman.
“Iya. Terima kasih Chanyeolie Oppa sudah mau menumpangkan mobilnya untukku.” ucap gadis itu lembut, Chanyeol pun tersenyum.
“Kalian berdua, aku duluan.” ucap Chanyeol sebelum menutup jedela mobilnya.
Setelahnya, barulah Chanyeol meninggalkan mereka berdua, Sehun pun memperhatikan gadis SMA yang ada di depannya dan sedang melihati kepergian Chanyeol.
__ADS_1