
Baekhyun berlari di sekitar Cafe dengan sangat gelisah, dia mencari keberadaan Suzy, sampai akhirnya menemukan Suzy.
“Suzy ya.” panggil Baekhyun pada seorang gadis cantik yang memakai pakaian yang sangat pendek dengan riasan yang membuatnya cantik.
Baekhyun langsung mendatangi Suzy dan memakaikan mantel yang dia pakai pada Suzy, Suzy pun melihat pada Baekhyun. Gadis itu tersenyum syukur, dia pun memeluk pria yang sangat mengkhawatirkannya itu.
“Akhirnya kau datang.” syukur Suzy.
“Harusnya kau pulang setelah dua jam aku tidak menemuimu. Aku kan sudah bilang padamu, jangan menungguku lebih dari itu.” ucap Baekhyun yang terdengar sangat khawatir.
“Mudah bagimu berkata seperti itu, tapi untukku sulit. Untuk pertama kalinya aku benar-benar mencintai seseorang yang ternyata juga mencintaiku, bahkan sangat. Kau penuh perhatian, aku tidak ingin kehilangan pria sepertimu.” ucap Suzy lembut, gadis itu pun tiba-tiba kehilangan kesadaran.
“Suzy ya.” Panggil Baekhyun yang tidak terbalas, sampai akhirnya dia tahu gadisnya kehilangan kesadaran. “Suzy.”
Baekhyun menggedong dan membawa Suzy keluar dari Cafe tersebut dengan khawatir. Baekhyun memasukan Suzy ke dalam mobil, kemudian membawanya pergi.
****
Suzy terbangun dari tidurnya, dia pun menyadari dirinya sedang tertidur di kasur yang empuk dengan seseorang yang memegangi tangannya.
Suzy dapat melihat Baekhyun tidur di bangku dengan kepalanya yang di sandarkan pada ranjang yang Suzy gunakan, tangan pria itu menggenggam tangan Suzy sangat halus, gadis itu pun tersenyum.
Tidak lama setelahnya Sehun pun masuk dan menyadari Suzy yang sudah siuman, pria itu membawa minuman panas, mungkin untuk Baekhyun.
“Kau sudah bangun, baguslah.”
“Sehunie, ini dimana?”
“Rumahmu dan Kak Baekhyun nanti.” jelas Sehun. “Minumlah coklat panas ini!” ucap Sehun memberikan minuman yang dia bawa pada Suzy. “Sebenarnya itu untuk Kak Baekhyun, tapi dia malah tertidur.” jelas Sehun saat Suzy mengambil coklatnya.
“Terima kasih.”
“Iya.” Balas Baekhyun. “Oh, iya. Kakak sangat mengkhawatirkanmu. Ralat! Dia sangat khawatir.”
“Aku tahu, aku dapat merasakannya.”
“Suzy.” panggil Baekhyun yang tiba-tiba terbangun.
Baekhyun menatap sebentar Suzy sebelum pada akhirnya mencium Suzy tepat di dahinya dan tepat di depan Sehun.
“Apa-apaan itu, berciuman di depanku.” ucap Sehun mencibir, namun tidak diladeni, Sehun pun akhirnya memutuskan untuk pergi.
****
Sehun berkeliling sekitar rumah Baekhyun, sampai dia menemukan Chanyeol yang terlihat sedang terduduk di kamar yang dia sediakan Baekhyun seorang diri. Sehun pun menghampiri Chanyeol.
“Hyung, kau sedang apa?” tanya Sehun yang terus, namun Chanyeol tidak menjawabnya, sampai akhirnya Chanyeol menengok ke kiri kemudian ke kanan. “Hyung apa yang sedang kau lakukan?”
“Hm, aku usai shalat.” jelas Chanyeol dengan senyuman, Sehun pun langsung duduk d samping Chanyeol.
“Shalat? Shalat itu apa?” tanya Sehun penasaran.
“Shalat itu salah satu ibadah yang dilakukan untuk memuja Allah.”
“Allah, termasuk Yesus dan Roh kudus?”
“Tidak.” Balas Chanyeol terkekeh. “Mungkin kau sudah tahu sekarang agamaku adalah islam. Tidak ada tuhan selain Allah. Laa illaha ilallah wa muhammadarrasulullah.”
“Allah dan Muhammad.”
“Iya.”
“Hyung kau tahu banyak sekali soal islam, aku ingin bertanya islam itu apa?”
__ADS_1
“Islam itu yang pertama adalah Syahadat, tiada tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad utusan Allah. Kedua mendirikan shalat, shalat itu menjadi pembeda antara islam dan non islam, shalat itu pondasi. Ketiga puasa, pasti kau tahukan puasa? Karena agamamu juga mengajarkannya, tapi ada perbedaan yang mendasar.”
“Apa perbedaannya?”
“Waktu pelaksanaannya. Puasa ada puasa sunnah dan wajib, ada satu bulan yang dimana seluruh umat islam diwajibkan berpuasa sesuai batasan-batasan yang Allah berikan.”
“Seperti apa batasan itu?”
“Jika kau seorang muslim, suatu hari nanti kau juga akan mengerti.”
“Apa ada lagi setelah ketiga itu?”
“Ada dua lagi. Selanjutnya adalah zakat, zakat itu dilakukan saat malam saat puasa akan dimulai dan sampai sebelum shalat idul fitri, yang lebih utama zakat dilakasanakan saat sebelum idul fitri, itu adalah zakat fitrah.”
“Shalat idul fitri itu sunnah?”
“Setahuku sunnah, aku baru mendapatkan pembelajaran itu, jadi lupa-lupa ingat.”
“Lalu yang kelima?”
“Haji, pada saat 10 Zulhijah, seorang muslim yang mampu atas segalanya akan mendatangi baitullah untuk melaksanakan perintah Allah.”
“Baitullah itu Mekkah?”
“Iya. Saat itu juga akan diadakan pemotongan daging kurban. Kau ingat cerita Ismail dan Ibrahim?”
“Iya.”
“Kurban dimulai saat cerita itu, begitu pun ke Baitullah.”
“Kak bimbing aku mengucap syahadat!” ucap Sehun yang terdengar mulai serius.
“Sehunie!? Kau tahu tidak? Mengucap syahadat berarti kamu memasuki islam.”
“Itu yang kuinginkan.”
“Aku akan mencoba meyakinkan mereka. Ku mohon Kak!” pinta Sehun mencoba menenangkan Chanyeol, karena kepercayaan diri Sehun, Chanyeol pun tersenyum.
“Mari ikuti aku!”
“Iya.”
“Ashadhualla…”
“Ashadhualla…”
“Illaha illallah…”
“Illaha illallah…”
“Wa ashadhu anna…”
“Wa ashadhu anna…”
“Muhammadarrasullullah.”
“Muhammadarrasullullah.”
“Selamat, kamu menjadi saudaraku.” jelas Chanyeol menyambut dengan senang, Sehun pun langsung memeluk Chanyeol dengan senang.
“Katakan! Apa yang harus kulakukan?”
“Mari belajar shalat!”
__ADS_1
“Iya.”
****
Akhirnya Sehun selesai mengerjakan shalat, meskipun masih dengan bimbingan Chanyeol. Chanyeol tersenyum setelah melihat Chanyeol tersenyum padanya.
“Permulaan yang bagus.” ucap Chanyeol bangga.
Saat pembicaraan itu terjadi, ternyata Baekhyun sudah memperhatikan mereka dari tadi, Baekhyun pun dengan ragu, akhirnya memasuki tempat tersebut, Chanyeol terkejut dengan kedatangan Baekhyun, melihat Chanyeol yang berekspresi seperti itu, Sehun pun melihat apa yang dilihat Chanyeol.
“Kak Baekhyun…” latah Sehun lirih karena terkejut.
“Sehunie, Chanyeolie, apa yang barusan aku saksikan?” tanya Baekhyun yang bingung.
“Aku membimbing Sehunie masuk agamaku.” jawab Chanyeol ragu tak ragu. “Maaf jika kau tidak suka.” merasa tidak enak hati.
“Kak, aku ingin masuk islam karena keinginanku, bukan dipengaruhi oleh Kak Chanyeol, tidak sama sekali.” upan Sehun khawatir Baekhyun salah paham pada Chanyeol. Melihat ekspresi mereka yang seperti itu, Baekhyun pun tersenyum.
“Hmm, bimbing aku Chanyeolie!” pinta Baekhyun mengejutkan Chanyeol dan Sehun.
“Kakak gak bercandakan?” tanya Sehun terkejut-kejut.
“Baekhyunie, aku tahu kau suka bercanda, tapi tidak untuk ini.” ucap Chanyeol meragukan.
“Aku tidak bercanda, aku serius. Aku awalnya ragu saat ingin memasuki islam, namun masuknya Sehunie kepada islam, itu membuat keyakinanku bertambah.”
“Lalu bagaimana dengan keluargamu? Suzy ya? Mertuamu?” tanya Chanyeol mengkhawatirkan semuanya, Baekhyun pun tersenyum.
“Jika aku menjelaskan pada mereka, mereka akan mengerti.” jawab Baekhyun begitu damai.
Melihat Baekhyun yang begitu percaya diri, Chanyeol dan Sehun pun bertatap-tatapan, mereka terlihat begitu kagum dengan keputusan Baekhyun, mereka pun memberikan salah satu tangan mereka pada Baekhyun.
“Mari!” ajak Chanyeol dan Sehun semangat, mereka bertiga pun saling tersenyum.
****
“Aku cinta kamu.” ucap seorang gadis yang terlihat samar-samar dan suaranya terdengar sangat lembut. Sehun yang terlihat memakai pakaian serba putih pun tersenyum.
“Sehunie!!” panggil Chanyeol membuat Sehun terbangun dari tidurnya, dia pun menatap Chanyeol yang terlihat begitu segar dengan mata yang masih mengantuk.
“Kak Chanyeol ada apa?” tanya Sehun lirih.
“Ayo bangun! Kita shalat Subuh.”
“Shalat Subuh. Shalat lagi?” tanya Sehun yang terlihat tidak suka.
“Kan sudahku bilang, 5 waktu dalam sehari.”
“Ta-tapi kenapa sepagi ini?” kejut Sehun.
“Memang sudah ada aturan waktunya.”
“Hah.” keluh Sehun.
“Ayo!!” paksa Chanyeol menarik Sehun agar ikut bersamanya dan pergi meninggalkan ranjangnya, Sehun pun menurut, dengan mulutnya yang masih menguap.
****
Sehun mangeluarkan semua isi dalam tasnya, di sana terdapat buku gadis SMA yang membuatnya menggila, Sehun pun mulai menulis sesuatu pada buku itu.
“Hai Nona, siapa namamu? Nona aku menyukaimu dari pertama kali kita bertemu. Maukah kamu menikah denganku? Aku bukan pengangguran kok, aku juga punya tabungan untuk membeli rumah, tapi rumah sederhana, bukan rumah besar.” tulis Sehun dengan tersenyum-senyum.
“Sehunie kau sudah siap?” teriak Junmyun yang terdengar sampai tempat Sehun, Sehun pun tersadar.
__ADS_1
“Iya, Kak. Sebentar lagi.”
Sehun pun bergegas merapihkan pakaiannya dan barang-barangnya yang lain, dengan semangat Sehun pun pergi meninggalkan tempat itu.