
"Kamu jaga istrimu, lam. Biar kami yang mengurus Papa Bobby. Ingat jangan bikin istrimu sakit hati lagi." ucap Mama Marni sambil menemani papa Bobby ke dalam ambulans.
Malam itu adalah hari yang mengerikan bagi keluarga Spencer. Karena Roki yang selama ini tidak banyak tingkah, ternyata penyebab hancur hati papa Bobby. Anak yang selama ini dia banggakan ternyata seorang yang licik dan jahat.
klik
Sebelum penangkapan Roki
Nabila berdiri di depan kantor polisi. Tekadnya sudah bulat, akan melaporkan semua yang terlibat dalam kejadian menimpa Gita dan Alam. Gery menemaninya ke kantor polisi, Nabila merasa beruntung Gery tidak meninggalkannya.
Walaupun mereka bukan pacaran lagi, melainkan sekedar sahabat. Bagi Nabila tidak masalah, toh kalau mereka jodoh tidak akan kemana mana.
Saat ini Gery memang tinggal di Jakarta. Seperti di ungkapkan episode sebelumnya, Papa Dul mau mendidik Gery menjadi penerus perusahaan Opa. Gita minta Gery tinggal di rumah mama Yulia. Tapi Gery menolaknya, dia memilih mengambil apartemen yang tak jauh dari kantor.
Gery menawarkan Nabila bekerja bersama dirinya. Tapi di tolak gadis itu, dia sudah tak punya muka lagi dengan keluarga Gita. Nabila memilih menyelesaikan masalahnya dengan perusahaan Spencer.
"Bila, kamu yakin melakukan ini?" ucap Gery saat mendengar kabar kalau wanita itu menyerahkan diri ke polisi.
"Yakin! Aku mau bertanggung jawab atas perbuatanku. Aku akan dikejar rasa bersalah terus menerus jika diam saja. Tapi aku kasihan sama Bu Gita, karena keluarga suaminyalah dalang semua ini." ucap Nabila
Nabila pamit pada Gery untuk pergi ke kantor polisi. Sambil berpesan agar Gery mencari wanita yang lebih baik dari dirinya. Entah kenapa Gery merasa takut kehilangan Nabila. Walaupun Gery tahu wanita itu sudah menyakiti perasaannya dan keluarganya.
Walaupun saat mama Grace tahu, lalu melarang Gery dekat dengan Nabila. Tapi tak bisa dipungkiri kalau rasa itu masih ada.
"Aku pamit, Gery. Jaga dirimu baik-baik. Semoga kamu mendapatkan wanita yang sepadan. Wanita yang tidak mengecewakan kamu lagi. Aku minta maaf kalau selama ini banyak salah. Aku minta maaf kalau selama ini tidak bisa menjaga kesetiaanmu."
"Bila!" Gery beranjak dari kursi kantornya. Lalu memeluk wanita yang sudah di pacarinya selama lima tahun.
"Aku antar ya!" Gery berdiri mensejajarkan dengan Nabila.
"Nggak usah! Aku sudah pesan taksi online." tolak Nabila.
Gery tidak menyerah. Saat taksi online sudah sampai dia ikut masuk ke dalam mobil itu. Dia juga masih penasaran tentang siapa yang terlibat dalam kasus ini.
Nabila tidak bisa berbuat apa-apa saat Gery nekat ikut menemaninya. Kepalanya terus menunduk karena malu terhadap lelaki yang ada disebelahnya.
Gery menggenggam tangan Nabila. Paling tidak dia bisa menguatkan gadis itu. Gery tahu yang akan datang hari-hari yang di lalu Nabila akan lebih berat. Dimana akan terpasang status lalai Nabila sebagai mantan napi. Gery terus mengingatkan Nabila dia tidak akan meninggalkan gadis itu, walaupun nantinya mereka tidak berjodoh.
"Maafkan aku, Gery. mulai saat ini tolong lupakan aku!" ucap Nabila sambil menangis.
__ADS_1
Mereka akhirnya sampai di depan kantor polisi. Nabila berjalan diikuti Gery, Lalu menghadap langsung ke ruang pelaporan.
"Ada yang bisa saya bantu, Bu?" tanya petugas polisi yang duduk berhadapan dengan Nabila.
"Saya mau menyerahkan diri pak." jawab Nabila terbata-bata.
Gery yang mendengar ucapan Nabila terdiam sejenak. Tangannya gemetar saat mendengar Nabila ingin menyerahkan diri. Baginya Nabila cuma dimanfaatkan bukan salah satu pelaku.
"Dalam kasus apa, Bu?" Tanya petugas polisi. Masih mengetik laporan dari Nabila.
"Saya... terlibat dalam penculikan dan penyekapan seorang wanita. Saya juga terlibat dalam kasus penyuapan dana perusahaan." jawab Nabila mulai tenang.
"bila!" ucap Gery seketika
"Apakah anda melakukannya sendiri?" tanya petugas kepolisian.
"Tidak! saya hanya menjalankan perintah dari atasan saya. Saya juga berkerja sama dengan almarhum Zahra."
"oke anda bisa menjelaskan pada kami siapa saja yang terlibat dengan masalah ini!" ucapan salah satu petugas yang mendengar cerita Nabila.
"Bisa, pak!" jawab Nabila dengan mantap.
Ken mengamuk saat polisi menangkap dirinya. Dia juga marah saat tahu Nabila yang melaporkannya. Tapi Ken juga memerintahkan anak buahnya yang jauh untuk mengawasi keluarga Spencer.
Saat Roki ditangkap, tidak ada perlawanan dari lelaki itu. Mata Roki menatap ke arah Rere yang memohon-mohon pada polisi. Dulu Rere berkali-kali menasehati dirinya agar tidak terjerumus hasutan Ken.
Memang penyesalan tidak datang di awal, melainkan di akhir. Roki menatap Ronal dengan tatapan malu.
klik
"Re kenapa kamu tidak bilang kalau kamu tahu semuanya. Kenapa kamu tidak bilang sama aku atau suamiku tentang semua ini sejak awal." ucap Gita merasa seperti ditikung oleh sahabatnya.
"Maafkan aku, Gita. Sudah lama aku mau mengatakannya. Tapi mas Roki selalu menghalangi. Aku takut dia menceraikanku karena masalah ini." ucap Rere masih terisak.
Gita tidak tahu berbuat apa. Dia juga kecewa, keluarga Spencer bertubi-tubi menyerang dirinya. Dari mama marni, Ken dan sekarang Roki. Begitu juga dengan Rere yang menyembunyikan kejahatan Roki. Bukan hal yang tidak mungkin suatu saat suaminya juga begitu.
"Yang ... maafin aku!" alam langsung memeluk dirinya.
Ada sesak menghimpit di dadanya. Kecewa yang mendalam. Bulir air matanya sedikit demi sedikit menetes. Dia benar-benar lelah.
__ADS_1
"Sayang .." ucapnya pelan pada suaminya.
"Iya, istriku." ucap Alam sambil menatap ke arah Gita.
Entah kenapa Alam melihat wajah Gita seperti pucat. Ada ketakutan tersendiri saat melihat wajah istrinya.
Sama seperti saat melihat wajah teman asramanya dulu, temannya terlihat pucat. Dia beberapa menanyakan perihal wajah temannya ke teman yang lain, tak ada yang melihat kepucatan wajah temannya. Tak berapa lama temannya meninggal dunia.
"Aku mau pulang." jawab Gita sembari melepas pelukan suaminya.
"Kita nginap saja, yang. Aku tidak enak sama ibu dan yang lainnya."
"Baiklah, ayah. Bunda nurut aja sama ayah." sedikit ukiran senyum di wajah Gita.
Tak lama saat mereka sedang istirahat di kamar. Terdengar suara gaduh dari luar. Alam berlari ke depan.
"Betulkan kata saya? dari ibumu, terus kamu dan sekarang Roki! Mau kalian apa!" pekik Mama Yulia di ruang tamu.
"Mama .." panggil Alam mendekati ibu mertuanya.
"Mana Gita! Gita biar pulang sama kami! Tak usah berurusan dengan keluarga kalian! sudah cukup kalian buat dia menderita!" suara Mama Yulia menggelar tinggi.
Tak lama Gita merasa mengenal suara itu, lalu muncul di hadapan Mama Yulia.
"Ma... Gita mau tetap disini! Setidaknya sebagai seorang istri, Gita harus ikut dimanapun suami Gita berada." ucap Gita bersikap lebih tenang..
Maafkan Gita, ma. Bukan maksudku untuk melawan mama.Tapi aku sudah bersuami.
Sebagai seorang istri aku harus ikut kemana suamiku berada. Surgaku sekarang di kaki suamiku, tapi mama tidak usah khawatir. Aku yakin Alam bisa menjagaku.
Rasanya sangat tidak etis kalau kami pulang sementara disini sedang ada musibah.
Mama Yulia keluar dari kediaman Spencer. Perasaannya sakit saat putri semata wayangnya menolak ajakannya.
Apakah aku salah jika ingin menyelamatkan putriku dari keluarga itu?
Kenapa rasanya sakit sekali?
Gita anakku kenapa kamu tega sama mama nak!
__ADS_1
.