Aku Kamu Dan Dia

Aku Kamu Dan Dia
73. S2: titik terang kasus Ilham


__ADS_3

Siang itu Jo langsung pergi berkeliling Jakarta. Mamanya sempat ultimatum kalau belum mengenalkan calonnya, Jo akan di jodohkan dengan Keisya. Tentu saja Jo menolak, baginya Keisya itu hanya gadis dugem, jauh sekali dari gadis impiannya.


Jo duduk di cafe Aldo, mencoba searching di sosmed tentang Gita. Tapi tidak menemukan apa-apa.


"Apa gadis ini nggak punya sosmed, ya? Zaman sekarang langka banget liat cewek yang jarang pake sosmed. Dia benar-benar beda."


Jo berkeliling melihat aksesoris cafe Aldo.


Matanya tertuju pada photo tiga wanita, Jo merasa mengenali salah satu diantara mereka.


"Mas!" Jo melambaikan tangan ke arah salah satu staf cafe Aldo.


"Iya, ada yang bisa saya bantu?"


"Aku mau nanya, mas kenal sama cewek ini." Jo menunjuk gambar salah satu gadis yang dia lihat.


"oh, itu non Gita. Dulu dia rajin banget kesini. Tapi semenjak dia putus sama cowoknya dia udah jarang kesini."


"Cowoknya?" tanya Jo penasaran.


"Iya, mas. Non Gita sering kesini bareng pacarnya dan sahabatnya. Nah cewek-cewek itu sahabatnya. Dulu ada photo non Gita Ama pacarnya. Tapi berhubung pacarnya udah nikah sama perempuan lain, photo itu di lepas."


"Oke. Terimakasih infonya. Ini tips buat kamu."


Si karyawan menolak "Nggak usah mas. Saya ikhlas kok ngasih infonya." Jo menyelipkan uangnya ke kantong si karyawan "Saya juga ikhlas, kok."


Jo keluar dari cafe Aldo. Sementara itu Aldo menanyakan pada karyawan tentang kedatangannya Jo. "Dia nanyain non Gita, mas." Aldo menghela nafas, sebulan yang lalu juga ada seorang pria yang menanyakan keberadaan Gita.


"Si Gita emang kemana sih, kok banyak yang nyari?" batin Aldo


Siti baru keluar dari kost nya. Perutnya lapar ingin mencari makanan. Siti menelan salivanya saat melihat cafe tak jauh dari rumahnya menjual makanan barat. Tangannya merogoh uang 20 ribu. Dirinya mengeluh kenapa gajinya makin menipis. Siti saat ini bekerja di sebuah pertokoan buku tak jauh dari kantor Spencer.


"Siti!" Suara Ilham memanggilnya.


Siti malas meladeni ilham. Dia memilih menghindar. Ilham mengejar Siti, sampai di depan gang kost Siti.


"Mau kamu apa, ham? Nanyain Gita lagi? jangan ganggu Gita lagi, dia udah bahagia."


"Apa benar Gita sudah meninggal?" tanya Ilham.


"Kalau iya kenapa? Kalaupun Gita masih hidup apa urusanmu." jawab Siti ketus.


"Please, Siti aku mau bertemu Gita."


Ilham memegang tangan Siti.


"karena apa, ham? Karena udah ninggalin Gita atau karena melecehkan dia. Asal kamu tahu Gita sempat depresi gara-gara ulah... Ah, susah jelasin ke kamu."


"Aku melecehkan Gita. Nggak akan aku melakukan itu pada Gita, kamu jangan fitnah, ti?" Ilham kaget dengan ucapan Siti.


"Kan tadi aku sudah bilang percuma aku bilang ke kamu. Toh kamu juga akan menyangkalnya."

__ADS_1


Siti pergi meninggalkan Ilham yang terkejut dengan perkataan Siti. Entah mengapa pernyataan Siti seperti devaju baginya. Ilham mengaitkan ucapan Siti dengan ucapan dokter Sasono yang juga mengaitkan kasusnya dulu.


Ilham menemui dokter Sasono menanyakan perkembangan kasusnya. Dokter Sasono menyerahkan sebuah video. Dengan seksama Ilham menonton video sendiri, matanya mulai berkaca-kaca, pikirannya mulai kacau. Sekarang dia paham apa yang di katakan Siti.


"Dok, aku mau bertemu Gita?"


"Saya saja tidak tahu Gita sekarang dimana? Apalagi kamu,ham? Kenapa tidak temui Gita ke rumahnya? atau bertemu dengan orang-orang terdekatnya."


"Saya bodoh, dok. Kenapa saya tidak tahu kalau saya melakukannya pada Gita bukan Raisa. Kenapa Raisa tega sama saya?" Ilham terus mengutuk dirinya.


"Karena Raisa terlalu mencintaimu, ham. Rasa cinta yang di rasakan Raisa berubah menjadi obsesi ingin memilikimu."


Ilham merasa hampa. Pikirannya kosong, tiba-tiba tubuhnya merasa lemas. Ilham memilih duduk di kursi rumah sakit. Sepanjang waktu terus memukul kepalanya.


"Mas, kaki saya sakit."


"sini sayang, naik ke punggungku."


Dua sejoli berjalan sambil menggendong wanitanya. Si wanita tampak seperti tertidur.


flashback


Ilham melihat adegan itu teringat saat menggendong Gita yang kakinya belum kuat untuk berjalan. Saat mereka di Singapura dulu.


"Yang, aku capek." keluh Gita


"Kamu harus bisa, buat melatih kaki kamu."


Gita memaksakan berjalan kaki. Ilham selalu bilang jangan manja. Gita pura-pura terjatuh dan pingsan. Dengan sigap Ilham menggendong Gita, dengan bantuan salah seorang yang sedang lewat. Mereka meletakkan Gita di punggung Ilham. Gita di belakang membuka mata dengan tersenyum.


flashback end.


"Gita kamu dimana?" lirih Ilham.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ilham beranjak pulang ke rumah. Ada Raisa yang sedang bercanda ria dengan kakaknya yang baru sampai dari Malaysia. Ilham menghela nafas, dia merasa kecewa pada dirinya sendiri karena menikahi Raisa. Ilham masuk ke kamar dan mengunci pintu.


Tak lama keluar kamar dan menemui Raisa. Dia minta bicara empat mata dengan istrinya.


Jo langsung pamit pada Raisa dan Ilham. Dia juga sungkan berlama-lama di rumah mertua adiknya.


Ilham dan Raisa berdua di kamar. Keduanya terdiam sejenak. Lalu Ilham memperlihatkan video Raisa menukar minuman Ilham dengan alkohol dan memasukkan sebuah obat di minumannya. Dalam video tersebut tampak Ronal mendatangi Raisa tapi tidak jelas apa yang mereka bicarakan.


Raisa menunduk dia masih enggan jujur soal kasus ini. Raisa mengatakan kalau itu atas perintah Ronal agar dia dan Ilham terjebak di hotel tapi ternyata malah Gita yang jadi pelampiasan.


"Jadi ini semua perintah laki-laki itu." Ilham makin geram.


"Iyya mas. Maafkan saya, karena saya terlalu cinta padamu maka ikuti kemauan Ronal. Tapi saat orangtua Gita mau meminta pertanggungjawaban padamu di cegah Ronal. Mereka membawa Gita berobat ke luar negeri. Katanya Gita mencoba bunuh diri. Terakhir aku dengar Gita meninggal karena kankernya."


"Maafkan saya mas. Saya mencintai kamu, makanya aku melakukan semua ini." Raisa sesenggukan.

__ADS_1


Ilham memeluk Raisa. Dia menganggap Raisa adalah korban hasutan Ronal. Di balik pelukan ada senyum yang mengembang.


Ilham dan Ronal kalian bodoh bisa ku adu domba hanya demi seorang Gita. Aku yakin Ilham akan bertambah benci pada Ronal. Dan kamu Gita akan merasakan seperti yang aku rasakan saat ini. Tunggu saja!


Yang sebenarnya terjadi tidak seperti yang di ceritakan Raisa.


Flashback


Saat malam reuni, Gita duduk tak jauh di sebelah tempat duduk Ilham dan Raisa. Hanya berkelang satu kursi, Gita kesulitan dengan gaunnya yang panjang.


Mata Ilham tak lepas dari Gita dan Ronal. Raisa merasa tidak di pedulikan. Raisa memesan minuman alkohol untuk dia tukar dengan minuman Ilham. Lama dia terdiam melihat minuman itu, lalu mengeluarkan sebuah bubuk.


"Apa yang kamu buat Raisa?" Suara Ronal mengejutkan aktivitasnya.


"Eh, itu ... ini..." Raisa bingung menjawab apa pada Ronal.


"Itu bukannya obat perangsang, sa. Kamu mau ngapain sama Ilham?"


"Bukan urusan kamu, urus saja calonmu itu biar tidak menggangu hubungan kami."


"Tidak kebalik, sa. Kamu yang menggangu hubungan mereka." jawab Ronal sinis.


"Makanya kita kerjasama." tawar Raisa.


"Ogah! kalau Gita cinta sama aku, dia pasti kembali padaku. Tapi kalau Ilham dan Gita saling cinta mereka akan kembali dengan sendirinya."


"Munafik!" Raisa tertawa mendengar ocehan Ronal.


"Terserah, Saya bukan kamu ya!" Ronal meninggalkan Raisa dan menemui Gita yang urung ke WC karena ribet dengan gaunnya.


Karena Ronal merasa itu bukan urusan dia. Itu urusan hubungan Raisa dan Ilham.


Ronal mengantar Gita ke WC sambil membantu memegang gaunnya. Ronal kembali ke tempat duduk melihat Ilham meminum air yang disediakan Raisa tadi. Ronal mulai was was saat Ilham mulai masuk ke toilet wanita. Dia teringat ada Gita di sana.


Benar saja Ronal mendengar Gita berteriak. dia melihat gadisnya dicium Ilham dengan kasar. Baju gaun Gita talinya terputus dan akhirnya Gita pingsan.


Dengan emosi Ronal menghajar Ilham. Ilham tersungkur dan pingsan juga. Ronal mencium bau alkohol di tubuh ilham. Raisa juga ikut melerai Ilham dan Gita.


Flashback end


Ilham merencanakan akan membicarakan masalah ini ke keluarga Raisa dan keluarganya. Ilham juga akan menceraikan Raisa. Tapi Raisa memohon agar tidak di ceraikan.


"Gara-gara kalian, perusahaan papa hancur. Reputasi aku sebagai dokter juga hancur. Kamu bisa bilang maaf."


"Aku tidak masalah kalau gelar dokterku di cabut. Tapi perusahaan itu jerih payah keluargaku. Apa kamu tidak pikir kesana?" Ilham masih bicara dengan tenang.


"Kenapa kamu menyalahkan aku! Bukankah kak keisya juga terlibat dengan semua ini!"


"Kenapa bawa kakakku! Jangan cari kambing hitam, sa."


"Bukan cari kambing hitam. Tapi faktanya begitu! Dia tahu masalah ini! Asal kamu tahu dia yang membuang Gita sampai Sukabumi!"

__ADS_1


Deg! Ilham kaget dengan pernyataan Raisa tentang kakaknya. Dia belum bisa percaya dengan ucapan Raisa.


__ADS_2