
1Tahun Kemudian ...
Sehun berjalan menuju kawasan barak lain, dia diutus untuk memberikan barang dari barak yang lain. Seorang pria yang tidak kalah tinggi dari mungkin hanya 2 cm tinggian Sehun, sudah menunggu.
"Permisi.” salam Sehun ramah, namun tetap tegas, pria itu menoleh dan alangkah terkejutnya Sehun saat melihat wajah pria itu.
“Se-Sehunie!?" latah pria itu tidak kalah mengejutkan dengan Sehun. Itu Kai, itu Jongin yang pernah diberitahukan Jihyo 1 tahun yang lalu.
"Kai." tanpa perlu lama menunggu, Kai pun memeluk Sehun, dia terlihat sangat merindukan Sehun, pelukannya erat, Sehun yang memang merindukan Kai pun ikut memeluk dengan eera.
“Sudah aku katakan pada semua, jika kau masih hidup, kau belum mati.” rintih Kai, matanya sudah berkaca sampai menjatuhkan setetes air mata. "Aku kangen sama kamu, brengsek.” kesal Kai dalam rindunya.
“Kau memang brengsek, saat mengatakan kangen, tetap mengataiku.” balas Sehun kesal dalam rindunya, Kai tersenyum dan melepaskan pelukannya.
“Jangan membual lagi, brengsek!”
"Aku tidak membual, brengsek."
"Kalo tidak membual, jangan berkatakan kasar!" ucap kai tanpa rasa bersalah, Sehun pun mencibir.
“Siapa yang memulai kata brengsek tadi?”
“Entah.” ucap Kai tidak merasa bersalah, bagaikan lupa ingatan seketika.
Saat melihat ekspresi Sehun yang berubah kesal, Kai pun tertawa, Sehun yang awalnya diam pun ikut tertawa, sampai Sehun yang berhenti terlebih dahulu.
“Terima kasih karena selalu percaya kalau aku masih hidup.”
“Tentu saja.” balas Kai tersenyum. “Hei, brengsek. Kamu shalat dimana saat sedang wamil seperti ini?”
“Hhm, di depan mereka semua.”
“Sama dong.” balas Kai, dan itu membuat Sehun heran bukan main.
“Sama dong??”
“Asyhadzuallaha illallah, wa asyhadzu anna muhammadar rasullullah.”
Mendengar jawaban Kai, Sehun sangat terkejut tidak percaya, dia pun akhirnya tersenyum bahagia.
"Masyaallah.”
“Oh, iya. Kamu ingin tahu tidak siapa lagi yang masuk?"
“Ada lagi?” tanya Sehun ragu, Kai pun mengangguk “Masyaallah, Siapa?"
“Kak Minseokie, Kak Lay, Kak Junmyunie dan Kak Jongdae yang terakhir. Ya, lumayan kan?” tanya Kai, Sehun mengangguk.
“Iya.” ucapnya.
"Ada yang bareng kamu masuknya?"
“Tidak.”
__ADS_1
“Oh, iya. Ini barang untuk barakmu.” ucap Sehun yang tersadar, kemudian mengambil barang yang dia bawa, Kai pun menerimanya.
“Ah, ya. Terima kasih.” Sehun mengangguk. "Baiklah kita harus mengembalikan barak ke kita masing-masing."
“Aigoo, aku hampir melupakannya. Sampai jumpa lagi Kai.” pamit perpisahan Sehun, saat akan melangkah Sehun mengingat sesuatu, dia pun berbalik. "Oh, iya. Tolong rahasiakan pertemuan kita ini dari yang lain!"
"Kenapa?" tanya Kai heran.
“Lakukan saja!” pinta Sehun. “Saranghae Kai ya.”
“Nado saranghae,"
“Assalamualaikum.”
“Waalaikumussalam.”
Sehun pergi meninggalkan Kai, tidak lama setelah itu Kai juga pergi meninggalkan tempat itu dengan membawa barang yang dibawakan oleh Sehun.
****
2 Bulan Kemudian.
Sehun dan teman-teman sebaraknya terlihat sibuk mengemas barang-barang mereka yang masih di luar, tidak lama setelahnya petugas pun masuk.
“Oh Sehun ssi.” panggil petugas itu.
“Siap.”
“Ada seseorang yang ingin bertemu denganmu." jelasnya.
“Ayo!" ajak petugas itu.
“Siap.” Sehun memgikuti kemana tentara itu pergi dengan berjalan, dia meninggalkan baraknya.
Sehun dibawa pada sebuah ruangan tempat dimana dia bertemu Jihyo. Saat memasuki ruangan dia dapat melihat tubuh bagian belakang seorang pria, yang tingginya di bawah Sehun.
“Anda memanggil saya?” tanya Sehun basa-basi, orang itu pun menoleh dan ternyata itu Kyungsoo. “Kak Kyungsoo!?” latah Sehun lirih, Kyungsoo pun tersenyum.
“Hai, Sehunie. Bagaimana keadaanmu?” tanya Kyungsoo terlihat khawatir.
"Kakak." ucap Sehun masih tidak percaya.
"Maaf atas kejadian terakhir kita bertemu.” ucap Sehun merasa bersalah.
Kyungsoo menggelengkan, dia pun menolak permimtaan maaf Sehun, kemudian dia memeluk Sehum, Sehun terdiam dengan ikut memeluknya.
“Kau tidak salah, aku yang egois. Aku sangat menyayangi Chanyeolie, tanpa mempertimbangkanmu. Maaf, aku sangat menyayangimu.” ucap Kyungsoo penuh penyesalan.
“Tidak Kak. Jika aku di posisi Kakak, aku juga akan seperti itu.” jelas Sehun, Kyungsoo melepas pelukannya. "Kakak memang sayang,sayan sama aku, aku tahu itu. Kakak Chanyeolie yang dulu suka, aku baru, makanya kakak lebih menjaga perasaan kak Chanyeolie."
“Syukurlah kamu bisa ngerti.” lega Kyungsoo. "Kembalilah! Kita akan pulang!" perintah Kyungsoo, Sehun pun mengangguk.
“Yah, aku harus pulang.” ucap Sehun yang masih ragu. "Kak, aku ingin menghubungi Jihyo ya.”
__ADS_1
“Jihyo ya? Apa aku gak salah denger? Kamu udah benar-benar suka sama dia?" kejut Kyungsoo, Sehun menggeleng. “Tidak. Dia adik yang baik.” jelas Sehun. "Gadis itu menyukai orang lain, namun karena dia akan menikah denganku, maka dia tidak menolakku, mengatakan jika rasa sayangnya padaku adalah rasa sayang terhadap kakak.”
"Kau sangat beruntung bisa mengenal Jihyo ya, dia gadis pengertian, menikah atau pun tidak, kamu tetap beruntung." takjub Kyungsoo. “Oh, iya Bagaimana kamu dan Jihyo bisa dekat?"
“Dia teman kecilku. Dari dulu kami selalu terhubung lewat surat, kami mungkin bisa bertemu dengan terang-terangan kan? Fans dan netizen bisa berbahaya.” jelas Sehun, Kyungsoo pun tersenyum tidak bisa percaya, namun dia harus percaya.
"Bahkan EXO tidak tahu." salut Kyungsoo.
"Hmm."
"Ini." Kyungsoo memberikan ponselnya."Telepon adik tersayangmu!”
“Iya.” Sehun mengambil ponsel tersebut, baru menelepon Jihyo dengan memasukan nomornya dulu.
[Assalamualaikum.]
“Waalaikumussalam. Ini siapa?” tanya Jihyo setelah mengangkat teleponnya dan duduk di ranjangnya.
[Oh Sehunie]
“Oh, Kak Sehunie. Ada apa?” tanya Jihyo terkejut, dia pun beranjak dari kasurnya ke jendela.
“Aku akan pulang bersama Kak Kyungsoo ya.” jelas Sehun dengan lirih.
[Oke, baiklah. Semoga sukses Kak.]
[Terima kasih. Kututup ya?]
[Iya.]
[Assalamualaikum.]
“Waalaikumussalam.” Jihyo menutup ponselnya, kemudian kembali ke ranjangnya, dia menidurkan dirinya.
Jihyo membuka kontak yang bertulisan, ‘Andai kita bisa bersama' dalam bahasa Korea.
Jihyo : Assalamualaikum. Kak dia akan segera pulang. Lihat saja kak Kyungsoo akan mengumpulkan kalian semua.
Andai kita bisa bersama : Waalaikumussalam. Terima kasih, kamu sangat baik.
Setelah mendapatkan balasan, senyum sumringai di bibir Jihyo pun lepas, dia sangat senang pesannya dibalas.
Di saat yang sama Sehun pun mengembalikan ponselnya pada Kyungsoo. "Aku akan melanjutkan kemas-kemasku."
“Pergilah! Aku menunggu, Kai akan segera tiba, aku harus segera kembali juga ke mobil.”
“Iya.” Sehun pun pergi meninggalkan Kyungsoo yang berada di dalam ruangan tersebut, Kyungsoo pun hanya dapat melihati kepergian Sehun dengan lirih.
****
Sehun menaiki mobil Kyungsoo, di sana sudah terdapat Kai yang terlihat senang dengan kehadiran Sehun.
“Hai.” sapa Kai.
__ADS_1
Sehun pun tersenyum. “Hai juga.” balas Sehun, mereka saling berbagi tempat dengan senang, Kyungsoo yang berada di depan juga ikut senang.