Aku Kamu Dan Dia

Aku Kamu Dan Dia
77. Keinginan terakhir Gita


__ADS_3

Gita duduk termenung di taman dekat rumahnya. Dia sengaja meminta Mbak Ela membeli makanan di warung karena memang sedang ingin sendiri. Sebuah tangan memegang pundaknya.


"Jangan suka melamun, nanti kesambet!" suara seorang laki-laki membuyarkan lamunan Gita.


"Siapa?" ucap Gita kaget ada suara laki-laki.


"Cuma orang yang kebetulan lewat, dan melihat seorang gadis cantik sedang melamun." jawab laki-laki itu.


"Kamu mau coba menggodaku?" Gita mulai sedikit jaga jarak.


Gita berdiri, lalu berjalan menghindari laki-laki itu. Kakinya tersandung dan dengan sigap laki-laki itu memegang tubuh Gita. Gita seperti mengenal aroma lavender dari tubuh laki-laki itu.


Seperti aroma parfum yang biasa Ilham pakai.


Ah, kenapa aku masih hapal aroma ini. Tidak, Gita! jangan ingatkan soal laki-laki itu.


"Si..siapa kamu?" tanya Gita yang mulai takut saat mencium aroma parfum itu


"Oh, ya perkenalkan nama ku ... Rama."


"Kamu suka parfum lavender juga." tebak Gita.


"Dulu sih aku tidak suka. Tapi pacarku bilang dia suka wanginya. Makanya aku bertahan memakainya." jawab Rama.


Pikiran Gita melayang saat dia protes dengan wangi parfum Ilham, baginya parfum Ilham lebih mirip wangi kayu putih. Akhirnya Gita membelikan parfum lavender yang dia lihat sedang diskon di mall.


"Pake ini, yang. Wangi! parfum kamu itu udah bau kakek-kakek masuk angin." protes Gita.


"Tapi ini kan wanginya kayak perempuan, sayang."


"Iya kan biar aku nyaman, gitu." balas Gita.


Kenapa kisahnya sama aku dan Ilham. Ah tidak mungkin! Ilham pasti sudah bahagia bersama Raisa. Parfum ini hanya kebetulan sama, toh bukan dia saja yang suka wangi lavender.


"Aku pulang dulu" pamit Gita


"Perlu kuantar." Tawar Rama.


"Nggak perlu. Aku bisa sendiri, jangan mentang-mentang aku buta lalu meremehkan aku." jawab Gita ketus.


Masih seperti dulu, git. Keras kepala. Kamu bahkan masih ingat aroma parfum ini. batin Ilham.


Gita tetap ngotot pulang sendiri. Ilham mengikuti Gita dari belakang, merasa diikuti Gita langsung berteriak.


"Ilham aku tau ini kamu. Please jangan ganggu hidup saya lagi. pergi!"


"Gita!"


"Pergi!!!!! ku bilang pergi!" Gita berteriak seperti ketakutan.


Mbak Ela melihat Gita menangis ketakutan, segera mengajak gadis itu pulang ke rumah. Sampai dirumah mama melihat Gita menangis di dalam kamar.


"Gita kenapa, Ela?" tanya mama Yulia melihat putrinya tiba-tiba menangis.


"Nggak tahu, Bu. Tadi dia suruh saya belanja makanan. Pas saya balik dia sudah menjerit ketakutan." jelas mbak Ela.


"Bu ada temen mbak Gita mau ketemu?" panggil bi Endah.


"Siapa?" tanya mama Yulia.


"Namanya keisya."

__ADS_1


"Bilang sama dia Gita tidak bisa di ganggu."


"Baik, bu." bi Endah balik ke depan mengatakan pada Keisya kalau Gita tidak bisa di ganggu.


Keisya pulang dengan perasaan kesal. Padahal dia mau ngajak Gita ziarah ke makam Alam. Keisya merutuk kenapa dia selalu gagal menghancurkan Gita.


Gita yang sedang beristirahat tiba tiba terusik dengan lantunan gitar dari luar rumah. Lagu ST 12 yang berjudul Puspa langsung menghebohkan suasana rumah Gita.


Kau gadisku yang cantik


Coba lihat aku disini


Disini ada aku yang cinta padamu


Kau gadisku yang manis


Coba dekat aku disini


Disini ada aku yang sayang padamu


Walau kutahu bahwa dirimu


Sudah ada yang punya


Namun kutunggu sampai kau mau


Oh.. oh.. oh..


Jangan-jangan kau menolak cintaku


Jangan-jangan kau ragukan hatiku


Ku kan slalu setia menunggu


oh.....oh.......


Jangan-jangan kau tak terima cintaku


Jangan-jangan kau hiraukan pacarmu


Putuskanlah saja pacarmu


Lalu bilang I Love You... Padaku


Gita tertawa mendengar lagu yang di lantunkan Jonathan. Tapi tetap dia tidak memperdulikan Jonathan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Gita merendam tubuhnya di bathroom. Pertemuannya dengan Ilham di taman membuatnya tak tenang. Antara memori kejadian dahulu dengan kenangan manis mereka terus menghantuinya. Hampir satu jam Gita tidak keluar dari kamar mandi. Mama cemas takut terjadi sesuatu pada Gita.


Tak lama Gita keluar sudah mengganti pakaian dengan piyama. lalu menutupi rambutnya dengan kupluk.


"Kenapa kamu pakai kupluk nak?" tanya mama Yulia.


Gita terdiam. Dia tidak mungkin bilang ke mamanya kalau rambutnya mulai berguguran.


"Dingin, ma. Nggak papa kok, biar gaya." elaknya.


"Ma."


"Iya, nak."

__ADS_1


"Kalau mama di minta mama untuk permintaan terakhir. Mama mau apa?"


"Kok nanya gitu?" Mama kaget dengan pertanyaan Gita.


"Jawab aja, ma."


"Mama pengen lihat kamu menikah. Nimang cucu. Itu aja."


Gita menunduk sedih. Apa mungkin dirinya bisa memenuhi permintaan terakhir mamanya.


"Nah, kalau kamu?" Mama tanya balik.


"Nggak ada,ma." Jawab Gita datar.


Aku ingin bahagia bersama kalian itu saja. Aku ingin bahagia bersama orang-orang yang menyayangiku.


Aku tidak ingin mencari pasangan lagi


Aku capek ma ...


Aku lelah ...


Dan ku biarkan hidup ini mengalir apa adanya. ..


Kalau aku bisa memilih aku ingin menjadi wanita seutuhnya.


Menikah, punya anak hidup bahagia.


Tapi sudah tidak mungkin lagi...


Maafkan Gita, ya ma... ya pa


Gita belum bisa membahagiakan kalian


Malah Gita menyusahkan kalian ...


Maafkan Gita ...


"Git, kok diem aja. Udah sekarang makan dan kamu istirahat." ucap Mama membuyarkan lamunannya.


Selesai makan Gita kembali ke kamar. Sejenak Gita mendengarnya lagu favoritnya seluruh nafas ini by last child feat Giselle. Air matanya menetes, Entah kenapa dia begitu merindukan Alam yang selalu ada untuknya saat senang maupun sedih.


"Aku harus menemuinya besok di rumah. Rasanya tidak etis semenjak pulang aku tidak menjenguk mereka. Walaupun bagaimanapun mereka lah yang membantuku bisa berobat di Malaka."


Gita langsung tertidur. Dalam tidurnya dia bermimpi melihat seorang laki-laki dengan wajah terbakar, lebih terkejut laki-laki itu menyebut namanya. Gita terbangun, dadanya terasa sesak. Lalu mengucapkan astaghfirullah berkali-kali.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi ini Gita berencana akan mengunjungi kediaman Spencer. diikuti Mbak Ela, Gita menaiki mobil, tapi di tengah jalan mobil mereka di cegat oleh mobil keisya.


"Lo harus ikut gue!" Keisya menarik Gita secara paksa


"Kemana kak?" jawab Gita takut.


"Lo mau ketemu Ronal kan! Makanya gue sedang baik hati mempertemukan kalian!"


"Ngapain kamu yang ingin mempertemukan kami! Kenapa bukan dia sendiri yang datang?"


"Udah Lo jangan banyak bacot! Lo ikut gue atau Lo nggak bisa pulang ke rumah, selamanya!"


"Mbak Ela tolong bilang sama mama aku pergi sama kak Keisya." Teriak Gita dari luar.

__ADS_1


Hmmmm ... Kira-kira kemana keisya akan membawa Gita ya


Pantengin terus ya ...


__ADS_2