Aku Kamu Dan Dia

Aku Kamu Dan Dia
39. Pertemuan keluarga Ilham


__ADS_3

Malam ini Gita akan dinner bareng keluarga Ilham. Ketiga sahabat Gita mendandani Gita semaksimal mungkin. Ine mengecek pakaian Gita, Beta mendandani Gita, hanya Rere sebagai penonton. Kalo Rere di maklumi karena kehamilan yang sudah besar. Dia hanya membantu untuk menilai tata riasnya.


"Gita, baju kamu nggak ada yang baru kah?" Ine mengobrak-abrik lemari Gita.


"Itu masih bagus semua, ne." sahut Gita melihat sahabatnya pusing.


"Apanya yang bagus, ini mah udah ketinggalan zaman?" Ine membanting baju baju tersebut ke tempat tidur.


"Hey! Gita tu bukan kamu! dia bukan penggila mode." omel Beta.


"Re, lu bantu milih dong." protes Ine pada Rere.


"Kalo aku suka yang itu. Rere menunjuk dress silang warna merah muda."


"Itu terlalu sexy! Ilham tidak suka." protes Gita.


"Hmmmm ... yang itu gimana?"Rere menunjukkan setelan jas berwarna merah muda. Gita setuju dengan pilihan Rere.


"Kita satu server, re." ucap Gita girang.


"Gita, lu sama ilham nggak satu ranjang, kan disana. kayak kejadian dulu." celetuk Ine.


"Dulu! emang ada apa dengan dulu?" Rere penasaran.


"Duuuuh .. mulut .... mulut .... " Ine terus menepuk bibirnya.


"Ada apa sih?" bisik Beta


"Ntar gue ceritain." Bisik Ine pada kedua sahabatnya.


"Ya, nggaklah, ne aku kan tinggal di rumah sakit."


"Hay! kalian bisik bisik! ngomongin gue, ya?"


Ine ingat bagaimana dulu Ronal perhatian menjaga Gita, saat Gita di temukan hampir pingsan di dekat pantai Ancol. Ine ingat sebegitu khawatir Ronal saat Gita drop waktu di putuskan Roki. Pagi itu, Ine melihat Ronal tidur di sebelah Gita.


"Nah, kan cantik." puji mereka bergantian.


"Udah siap, belum?" Mama menyelinap ke kamar Gita.


"Sudah, ma." jawab Gita siap dengan tas Selempangnya.


"Kok, Mama kurang sreg dengan style kamu, ya. kurang elegan, kurang sexy." nilai Mama


"Katanya Ilham tidak suka lihat Gita pake baju sexy." sahut Ine.


"Ya, udah cepat." Mama menarik Gita untuk ikut naik ke mobil.

__ADS_1


"Kalian disini aja, ya. Jaga rumah." kata Mama


"Siap Tante!" jawab mereka kompak.


Sepanjang malam mereka bertiga saling curhat, saling bertukar pikiran. Ine rindu suasana ini, dulu mereka saling berjarak karena diajak Beta untuk menjauhi Rere. Beta minta maaf sama Rere kalo sering menerornya soal Gita dan Roki. Ine tertidur.


"ineeee ... jangan tidur!" teriak Beta


"Lo punya utang cerita sama kita!" Beta berteriak di telinga Ine. Tapi percuma, Ine sudah ngorok.


Entah kenapa Rere merasakan tidak enak pada perutnya.


"Ta, Beta perut gue, ta." jerit Rere merasakan mules.


"Ah, elu mau ngelahirin pake numpang di rumah orang." Beta kaget melihat Rere jejeritan.


"Ta .... Betaaaaaa!" Rere masih jerit.


Beta berlari keluar mencari bi Endah. Beta menggedor pintu kamar bi Endah. Beta telpon ambulans untuk menolong Rere. Beta melihat Ine tetap asyik dalam tidurnya. Pada akhirnya ambulan datang mereka meninggalkan Ine di rumah Gita.


Beta menelpon Roki soal Rere. Beta tadinya mau mengabari Gita soal Rere, tapi di urungkan mengingat itu acara sakral, Beta takut merusak acara mereka.


Sementara itu, Alam diajak keisya untuk dinner bareng orangtuanya. Keisya merasa takut di langkahi adiknya, maka gencarlah keisya mendekati Alam. Perkenalan keisya dan Alam saat mereka terlibat kerjasama di perusahaan Spencer, Alam adalah Manajer di perusahaan itu. Keisya yang melihat Alam sudah tertarik langsung melancarkan aksinya. Keisya tahu kalau Alam menanggapinya selalu dingin. Tapi Alam tidak pernah menolak kalau keisya mengajak dinner di luar.


Sampai di hotel, Keisya mengenalkan Alam pada keluarganya dan keluarga calon adiknya, Ilham. Suasana makan malam yang awalnya terlihat romantis, menjadi dingin saat tahu siapa calon adiknya Keisya. Apalagi mama Yulia memperlihatkan ketidaksukaannya pada Alam.


Ilham hanya bisa mengangkat bahu. Dia menyuapi Gita dengan mesra. Terlihat seperti pasangan bahagia.


"Hayo, mas. bisa nggak kayak kita." Goda Ilham pada Alam.


"Kalian alay banget sih." omel keisya kesal melihat kemesraan adiknya, sementara yang disampingnya kaku seperti patung.


"Yank, kita keatas yuk. Ada spot cantik disana." ajak Ilham pada Gita


"Ilham! kita kumpul disini membicarakan rencana pernikahan kakak kalian. Bukan untuk mesra-mesraan." kata Mamanya Ilham


Mereka duduk kembali. Entah kenapa Gita merasa laki laki di depannya terus mengawasinya. Gita merasa tidak nyaman dengan tatapan itu.


"Mama dengar kalian sudah tukar cincin?" tanya mama pada Ilham.


"Mama masih ingin kamu fokus dengan kuliahmu, Ilham. Makanya mama ingin keisya yang lebih dulu menikah."


"uhuuuukkkk" Alam tiba-tiba tersedak.


"Kamu nggak papa, sayang." ucap keisya saat melihat gebetannya tersedak. Keisya memberikan minuman buat Alam.


Tiba-tiba Mama Yulia nyeletuk, " Selamat ya dek. Semoga kamu di lindungi Allah dari hal-hal yang membawa sial."

__ADS_1


Mama Yulia dan Papa Dul pamit pulang pada keluarga Ilham. Mama sudah terlanjur kesal, tadinya Mama mengira makan malam ini untuk keseriusan Ilham dan Gita. Ternyata mereka mempromosikan pernikahan kakaknya Ilham.


Mama mengajak Gita pulang. Awalnya Gita menolak, mama mengingatkan kalau ada dua wanita hamil di rumah. Ilham menawarkan ikut mengantar Gita.


"Tak usah, nak. Kamu bukannya ada pertemuan keluarga. Tidak baik meninggalkan acara."


Mama menarik Gita untuk pulang. Sepanjang perjalanan Mama mengomel, dia menyesal mau datang ke acara itu.


"Sudahlah, ma. Kalau mereka mengajak kita ke acara itu, berarti mereka menganggap kita keluarga." Kata Papa.


"Betul, ma. Itu berarti kita sudah dianggap keluarga." Gita ikut bersuara.


"Mama malu sama teman-teman mama. Mama menolak undangan mereka karena mama bilang ada pertemuan dengan calon besan."


"Yee, itu mah salah mama, rumpi benar." jawab Gita setengah tertawa.


"Mama cuma pengen punya cucu. Usia kamu udah Berapa, Gita? Rere dan Ine saja sebentar lagi jadi ibu. Sedangkan kamu? hubungan kamu sama Ilham belum ada kejelasan."


Gita menerawang jauh menatap kaca mobil. Entah kenapa dia kepikiran laki-laki yang berada di depannya tadi.


"Matanya seperti tidak asing."


Gita membuka hp, ada pesan dari Beta yang mengatakan Rere masuk rumah sakit. Gita memberitahu kedua orang tuanya soal Rere, mobil berputar ke arah rumah sakit.


Beta menceritakan saat Rere tiba-tiba menjerit perutnya mulas.


"Kak Roki sudah di kabari." Tanya Gita.


" Sudah. malam ini dia berangkat pulang ke Indonesia." cerita Beta


"Ine mana?"


"Ine dia sengaja aku tinggalkan. susah banget di bangunin."


"Ya, ampun kalo dia ada apa-apa gimana?"


"Ya, nggaklah, Git. Ine kuat orangnya."


Dokter keluar dari ruangan. Dokter memanggil keluarga Rere, semua yang hadir berdiri. Menurut dokter itu hanya kontraksi biasa. Semua lega setelah mendengarnya.


"Gimana pertemuan tadi?" tanya Beta


"Nanti aku ceritain deh." jawab Gita.


Gita dan Beta pamit pulang sementara mama menunggu Rere sambil ayahnya sampai.


Ine terbangun melihat suasana rumah sepi. Seperti biasa Ine heboh melihat kedua temannya tidak ada.

__ADS_1


__ADS_2