
Ya Allah, jika memang akhir hidupku seperti ini, aku pasrah. Daripada aku harus menjadi istri laki-laki itu.
Alam maafkan aku!!!
Maafkan aku!!!
Gita nekat melompat ke laut saat mobilnya hendak masuk ke jurang laut.
Byuuuuyur
Gita langsung masuk ke dalam air laut. Kakinya mencoba mencapai keatas tapi ternyata susah. Gita pasrah jika dia harus mati dengan cara seperti ini, daripada dia mengorbankan tubuhnya pada lelaki yang tidak di kenal.
Teringat kata-kata Alam semasa dulu
"Aaaaa .... Gita ..... i lopeeee youuuu."
"gentong ku .... Aku cinta sama kamu." Teriaknya saat di pantai Melaka.
"Kamu ingat aku pernah berjanji kalau aku akan menemui kedua orang tuamu dan juga opa untuk melamarmu. Sekarang aku sudah menepati janji itu, Aku bertanya sekali lagi. Will you marry me? Maukah kamu menerima Alam yang berasal dari desa, bukan anak orang kaya seperti Roki ataupun Ilham. Maukah kamu tinggal bersamaku di Sukasari Menjadi istri dan ibu untuk anak-anakku nanti... maukah...?"
Gita mencoba berenang menahan perutnya yang masih sakit. Gita takut terjadi sesuatu pada kandungannya. Apalagi tendangan Zahra sangat kuat. Gita pasrah jika memang harus meninggal seperti ini.Sebuah tangan menariknya keatas. Membawa tubuh Gita yang sudah tak berdaya.
"Mbak, bertahan mbak!"
Orang itu mengguncang tubuh Gita, memegang nadinya.
"Ya, Allah. Denyutnya lemah."
Matanya menatap sekelilingnya mencari bala bantuan.
...----------------...
Sebelum Sidang
Roki mendekati mamanya mengabarkan kalau Gita tidak pulang ke rumah sudah dua hari. Mama Marni menyimpulkan Gita kabur sama pacar dokternya.
"Mama yakin dia kabur bareng dokter itu. Ya Allah, baru aja di restui dia udah bertingkah. Sekarang bagaimana? Apa kasih tau Alam?"
"Jangan, ma! Nanti dia nekat lagi! Mama lupa kejadian dia kabur dan tertembak. Roki sudah kerahkan orang-orang untuk mencari Gita, ma." Roki menenangkan mamanya yang sudah terlanjur negatif thinking pada Gita.
"Bagaimana kalau Alam menanyakan Gita?"
"Pokoknya mama tenang saja. Biar Roki yang atur semuanya. Please mama bungkam dulu." pinta Roki pada Mama Marni. Roki paham Mama Marni masih belum sepenuhnya menerima Gita.
__ADS_1
Ya Tuhan, kenapa lagi ini? Kenapa ada aja masalah yang menimpa anakku. Sejak awal sudah aku duga kalau kehadiran Gita akan memberi masalah dalam hidup Alam. Kapan ini akan berakhir? Kapan anakku bisa hidup tenang tanpa ujian seperti ini. Gita, kamu dimana? Kenapa kamu kembali membuka luka untuk anakku?
Saat break sidang
Mama Marni menelpon Mama Yulia terkait masalah Gita. Tapi tidak diangkat. Pada akhirnya Mama Marni menyimpulkan bahwa keluarga Gita juga andil dalam hilangnya.
"Mungkin mereka yang menyembunyikan Gita."
Sementara Mama Yulia di rawat di rumah sakit karena stress memikirkan keberadaan Gita. Papa Dul senantiasa menjaga istrinya. Sejak Gita hilang dua hari yang lalu, mama Yulia tidak mau makan dan terus menangis.
Ilham yang menjenguk mama Yulia menanyakan keberadaan Gita. Papa Dul menjelaskan kalau Gita sudah dua hari tidak pulang.
"Om, maaf bukan aku sok tahu, tapi kok aku curiga sama Zahra. Sewaktu di rumah sakit aku pernah lihat Zahra mau mengotak-atik alat infus Gita." jelas ilham.
Dia ingat saat dirinya masuk Zahra seperti kaget karena hampir ketahuan mau mencelakai Gita. Dia pernah bilang seperti itu sama Gita, tapi sayangnya Gita tidak percaya.
Papa Dul terkejut, selama ini dia jarang ngobrol langsung dengan Zahra. Hanya sesekali bertemu, jadi tidak terpikirkan dengan kecurigaan seperti yang Ilham bilang.
"Om, tidak datang ke sidang Alam." tanya ilham.
Bagaimana mungkin aku bisa datang menemui keluarga Spencer, aku takut mereka menanyakan keberadaan Gita. Bagaimana aku bisa jelaskan masalah ini pada mereka. Ya, Allah lindungi putriku dan bayinya.batin Papa Dul.
Papa menelpon Roki terkait kecurigaannya pada Zahra.
π Assalamualaikum Roki
π Gimana persidangan tadi?
π break satu jam om. Sejauh ini belum ada titik terang untuk meringankan kak Ronal.
π Ya Allah.
πApa ada kabar tentang Gita, Om?
π Belum,Ki. justru itu yang mau saya bicarakan. Soal Zahra?
πZahra? siapa itu?
π Teman baru Gita, Ki. Tolong selidiki soal Zahra?
π Kenapa dengan Zahra, Om?
πAda yang pernah lihat dia mencoba mencelakai Gita saat di rumah sakit.
__ADS_1
π Hmmmm ... gimana ya Om? Akan aku usahakan ya Om, masalahnya ini banyak banget yang harus aku kerjakan terkait kasus kak Ronal.
π Oh, maaf ,Ki kalau Om merepotkan kamu.
πNggak papa, Om. Sebisa mungkin aku bantu Om.
π Terimakasih Roki. Jujur Om, tidak tahu lagi minta tolong sama siapa. Om ingat kamu dulu sarjana hukum, makanya kepikiran minta tolong sama kamu.
"Siapa telpon, Ki?" tanya Alam melihat adiknya muka mengkerut sehabis menerima telepon dari Papa Dul.
"Bukan siapa-siapa, kak. Soal kerjaan?" elak Roki.
"Owh, boleh aku pinjam hp nya?" kata Alam.
"Buat apa, kak?"
"Buat mastiin Gita datang apa tidak?"
"Kayaknya Gita tidak akan datang kak."
"Kenapa?"
"Soalnya aku dengar Gita baru mulai kemo lagi. Jadi sekarang sedang pemulihan. Kakak tenang saja, acara ini live kok. Jadi dia bisa nonton memberikan dukungan dari rumah." ucap Roki berbohong pada Alam agar kakaknya tidak banyak bertanya.
...---------------...
Sebuah roda tempat tidur rumah sakit berjalan cepat. Tak jauh dari tempat Mama Yulia di rawat, para perawat membawa pasien yang di duga tenggelam di laut.
Ilham yang melihat kehebohan rumah sakit, mencoba mencari tahu.
"Itu pasien kenapa?" tanya ilham para teman sejawatnya.
"Tenggelam di laut, ada nelayan yang menemukan. Kasihan lagi hamil." kata temannya.
"Hamil? jangan-jangan!" Ilham berlari menuju ruang pasien.
Ilham kaget melihat siapa pasien yang dimaksud.
"GITAAAAA!!!!"
Ilham menerobos ruang ICU dimana Gita di periksa. Dia penasaran apa yang terjadi pada Gita. Teman sejawatnya yang mengenal kisah Ilham dan Gita, menepuk pundak Ilham.
"Ada apa dengan Gita?" tanya Ilham pada temannya.
__ADS_1
"Keguguran. Ibunya kritis." temannya menjelaskan pada ilham.
Ilham mengabari papa Dul terkait Gita sudah di temukan sekarang di ruang ICU. Dia juga mengatakan kandungan Gita tidak bisa di selamatkan.