Aku Kamu Dan Dia

Aku Kamu Dan Dia
64. Tragedi Reuni


__ADS_3

Seminggu kemudian


Malam ini Gita akan pergi acara reuni SMP khusus angkatan mereka. Tahun lalu Gita tidak bisa datang karena sudah di Sukasari. Tahun ini Gita terpaksa pergi sendiri karena Beta pasti datang bersama pasangannya. Gita membuka lemari lalu melihat sebuah gaun. Gaun yang dulu dia pakai saat bertunangan dengan Ronal. Gaun dimana pertemuan pertamanya dengan Ronal. Gita menghempas tubuhnya ke kasur, dia memilih tidak datang. Tapi sebuah pesan membuyarkan lamunannya.


"Aku tunggu di bawah, pake gaun yang cantik."


Gita membaca pesan itu dari Ronal. Dia bingung pakai baju apa. Pada akhirnya dia kembali memakai gaun tadi walaupun ribet. Dengan hati-hati Gita turun dari tangga rumahnya. Gita melihat mama papanya berdiri di sebelah Ronal.


"Anak mama papa cantik banget." Puji papa Dul.


"Iyalah. Secara mamanya cantik." Mama nggak mau kalah.


Gita bingung mama papa akur sama Ronal. Ronal membantu Gita memegang gaunnya yang cukup panjang. Apalagi acaranya memang bertema elegan party.


"Kak, kok Mama papa nggak marah pas kakak datang?" tanya Gita heran


Ronal cuma senyum-senyum saja. Entah apa yang dipikirkan pria itu. Saat sampai tangannya menggandeng Gita. Semua tamu menatap mereka. Mata Gita mencari sosok Ilham, apalagi mereka satu kelas dulu.



"Waaaah, Ilham kamu makin tampan saja." suara seseorang mengalihkan perhatian Gita.


Ilham datang bersama Raisa dengan gaun yang sebenarnya untuk Gita. Mata mereka bertatapan. Membuat ilham salah fokus melihat tangan mereka menggandeng.


"Sebenarnya kakak kok mau nemenin aku ke reuni." tanya Gita heran


"Daripada kamu mati kutu ketemu Ilham sama pasangannya. Aku siap kok membantu."


"Iya, tapi aku kan nggak pernah cerita sama kakak." Gita masih belum paham.


"Pokoknya rahasia." Ronal memilih bungkam.


Mereka memilih duduk di kursi tak jauh dari tempat duduk Ilham. Raisa kesal mata Ilham tak lepas dari Gita.


Raisa pergi mengambil minuman, lalu memasukkan sesuatu ke dalam minuman Ilham.


Gita pamit ke toilet, di dekat lorong toilet ada seseorang yang menarik tubuhnya.Gita kaget ada Ilham di depannya lalu menariknya ke dalam toilet.


"Ada apa?" tanya Gita cuek.


"Kenapa kamu masih dekat dengan Ronal?" gertaknya.


"Apa urusanmu?" jawab Gita cuek.


"Dia pria mesum. kamu tidak lihat videonya dengan kak Keisya."


"Lalu apa bedanya dengan kamu?"


"Maksudnya!"


"Kamu pernah se ranjang kan dengan dokter Raisa!"


"Kamu tahu soal itu darimana?"


"Tapi itu benar kan? dasar laki-laki!"

__ADS_1


Gita pergi dari hadapan Ilham. Tapi sekali lagi Ilham menahan tubuh Gita, lalu memojokkan ke dinding.


"Kamu mau apa?" Gita mulai takut dengan Ilham.


"Aku mau ..." Ilham langsung menempelkan bibirnya ke bibir Gita. Gita mendorong tubuh ilham. Ilham berubah menjadi lebih beringas mencium Gita. Raisa yang melihat sikap Ilham langsung melerai.


buuuughhh! sebuah bogem menghantam tubuh Ilham.


Ronal menghajar Ilham, lalu menarik Gita dari tangan Ilham.


Raisa mengecek minumannya tadi ternyata benar-benar diminum ilham.


"Reaksi obatnya cepat sekali." keluh Raisa.


Raisa menyesalkan seharusnya yang di cium adalah dirinya bukan Gita. Gita menangis ketakutan melihat aksi Ilham tadi. Ronal mengajaknya pulang. Gita sepertinya masih trauma.


Mama melihat Gita seperti kembali depresi.


"Ada apa ini?" tanya mama saat melihat Gita seperti orang ketakutan.


"Gita tadi di lecehkan Ilham, Tante!" jawab Ronal saat meletakkan Gita di kamar.


"Apa! Kurang ajar! sini biar papa bunuh dia!" ujar papa geram.


"Om, sabar! sepertinya Ilham di bawah kendali alkohol." Ronal menenangkan.


Gita kembali mengamuk. Depresinya yang dulu kumat lagi, Ronal kaget melihat Gita sampai berdarah. Dengan sigap Ronal memeluk Gita yang masih menangis.


"Pukul aku saja! jika itu membuat kamu puas! anggap saja aku Ilham! Pukul saja." Ronal tidak bisa menahan air matanya. Dia tidak menyangka Gita sebegitu terlukanya akibat kejadian tadi. Gita benar-benar memukul Ronal dengan tangan, menampar dan memukuli dengan tas yang dia pegang.


Tak lama Gita tertidur. Ronal membersihkan tangan Gita yang terluka. Sambil membersihkan kamar Gita yang penuh darah dan pecahan barang. Ronal merasa kecapekan dan tidur di sofa kamar Gita.


Raisa merasa bersalah pada Ilham. Akibat ulah dirinya malah Ilham yang menjadi korban. Tapi bukan berarti Raisa juga merasa bersalah pada Gita. Dia senang kalau Gita di lecehkan, karena saingannya akan berkurang.


Yang Raisa Inginkan cuma ilham, persetan dengan keadaan Gita.


" Sa, obat kemarin jadi kamu masukkan ke minuman Ilham." tanya Keisya.


"Jadi" jawab Raisa.


"Lalu hasilnya Gimana?" keisya masih penasaran.


"Bukan dengan aku. Tapi dengan wanita lain."


"Aduh, Kamu teledor banget. Tapi sama siapa dia melakukannya?" Keisya masih kepo.


"Gita." jawab Raisa.


"Berarti Gita udah nggak perawan lagi dong. Keren kalo gitu. Kalau Ronal tau pasti dia nggak mau lagi sama Gita." jawab Keisya terlihat senang.


"Justru itu. Ronal ada di lokasi saat kejadian. Belum sampai di ranjang kok. Baru ciuman dan remasan dada aja."


"Uhh! nggak seru kalo gitu. Lagian Gita lebay banget sih pake ketakutan segala. Padahal dulu dia sering tuh di cium-cium Ilham."


"Ya, bedalah kei, di cium dengan cinta sama di cium dengan kasar." jelas Raisa.

__ADS_1


"Akibat kecerobohan elo, Ilham malah akan benar balik ke Gita. Siap-siap elo gigit jari." omel Keisya.


Nggak akan! Nggak akan aku biarkan Ilham tau apa yang dia perbuat pada Gita. Biarlah aku buat orang orang bungkam kalau wanita itu adalah Gita. Tapi bagaimana caranya? Kalau video itu tersebar bagaimana?


aaaarhhg!!!! Gita kenapa Lo nggak cepat mampus aja sih. batin Raisa.


Sementara Gita sudah dua hari tidak keluar kamar. Mama takut Gita melakukan hal yang aneh-aneh. Mama menelpon Ronal agar datang ke rumah. Lalu mendobrak kamar Gita yang ternyata Gita merendam tubuh dalam bathroom. Ronal mengangkat tubuh Gita yang setengah telanjang. Mama menutup tubuh Gita dengan baju handuk.


Menurut kesepakatan keluarga Gita akan berobat ke Malaka. Ronal diminta mendampingi, tapi Ronal merasa jika bukan muhrim jadi tidak bisa bersama.


"Ya, udah kalian menikah saja." kata Papa.


"Aku tidak mungkin menikahi Gita dalam keadaan seperti ini." jawab Ronal.


Papa terus mendesak Ronal agar menerima keadaan Gita.


Bukan dia tidak terima, tapi nanti berpengaruh ke psikologis Gita. Ronal akan menunggu Gita sampai sembuh.


Sebuah iringan lagu yang di nyanyikan Ronal untuk Gita, saat Gita masih terbaring.


Kita telah lewati


yang pernah mati


Bukan hal baru


Bila kau tinggalkan aku


Tanpa kita mencari


Jalan untuk kembali


Takdir cinta yang menuntunmu kembali padaku


Di saat ku tertatih (saat ku tertatih)


Tanpa kau disini (tanpa kau di sini)


Kau tetap ku nanti


Demi keyakinan ini


Jika memang kau terlahir


Hanya untukku


Bawalah hatiku dan lekas kembali


Ku nikmati rindu yang datang membunuhku


Untukmu seluruh nafas ini.


...----------------...


Aih si Ronal kagak mau sama Gita nih.

__ADS_1


Banyak alasan!!!!


betul betul betul!!!!


__ADS_2