Aku Kamu Dan Dia

Aku Kamu Dan Dia
130. S2: Rencana Ken


__ADS_3

"Kamu sayang kan sama mama." ucap Mama saat sadar di kamar Gita.


Gita menggenggam tangan mama Yulia. Tentu saja dia sayang pada wanita yang sudah melahirkannya. Melebihi rasa sayang dan cintanya pada suaminya. Gita menunduk sambil mengangguk.


"Kamu mau kan menuruti permintaan Mama."


Gita bingung kalau dia menolak, mama pasti marah lagi padanya. Tapi kalau di turuti, Gita takut tidak akan bisa menerimanya. Gita yakin permintaan mama tidak jauh dari masalah pernikahannya.


"Ma.." suara papa mencairkan suasana.


Mereka menoleh. Papa masuk bersama Alam. Papa duduk di samping mama, sedangkan Alam duduk di dekat istrinya.


Papa menginstruksikan pada Alam untuk membawa Gita istirahat di kamar sebelah. Tapi Gita tidak mau meninggalkan mama Yulia. Ada rasa bersalah dalam dirinya.


"Sayang, papa bilang dia mau ngobrol empat mata sama Mama. Kita tinggalkan mereka dulu, ya." Bujuk Alam pada Gita yang tadinya tidak mau keluar kamar.


"Tapi..."


"Nanti kalau ada apa-apa, papa hubungi kalian." sambung papa Dul.


Gita akhirnya keluar kamar bersama suaminya. Kepalanya sedikit pusing, hingga akhirnya Alam memintanya istirahat saja. Alam meninggalkan Gita sendirian di kamar dengan alasan mencari makanan diluar.


Ya Allah, kenapa ada lagi cobaan pernikahan kami. Padahal dulunya mama sangat merestui kami, kenapa sekarang dia kembali membenciku. Kuatkan hati kami, ya Allah. Jangan sampai mama minta kami berpisah lagi. batin Alam.


Gita menahan tangan Alam karena takut sendirian di kamar.


"Yang... aku takut." Gita menggenggam erat tangan Alam.


"Kamu tenang aja, aku cuma pesan makanan ke lobby bawah kok. kalau seandainya merasa tidak enak, pindah ke kamar mama aja." Alam


menenangkan istrinya.


Tapi entah kenapa aku merasa tidak enak. Gelisah yang sedari tadi melandaku. Semoga ini hanya perasaanku saja. Ya Allah lindungi suamiku dari marabahaya.


Saat di lobby hotel

__ADS_1


"Ronal!" sebuah suara mengagetkan dirinya yang hendak keluar hotel.


Ngapain dia disini! Huh! Aku malas berurusan dengan lelaki ini.


"Hey! kalau saudara menyapa di sambut dong." ucap Ken sambil menepuk pundak Alam. Dengan pedenya dia mengajak Alam masuk ke cafe yang ada di hotel. Alam awalnya menolak karena dia tidak terlalu suka dengan Ken. Tapi Ken menariknya dengan paksaan.


Ken mengedipkan mata dari jauh dengan seorang wanita. Entah apa yang akan mereka rencanakan. Wanita itu keluar dari cafe dan berjalan menuju kamar Gita.


klik


Papa mulai fokus dengan mama Yulia. Posisi duduknya berubah, yang tadinya disamping Mama kini papa mengambil kursi sambil menggenggam tangan Mama.


"Ma." Ucap papa memulai pembicaraannya.


Mama yang tadinya masih kesal sekarang menatap wajah suaminya. Lelaki yang menikahinya 30 tahun yang lalu sampai sekarang belum terlihat kerut wajahnya menua.


Papa yang tadinya serius, jadi malu karena mama menatapnya dengan penuh cinta.


"Jangan gitu lihatnya, ma. Papa tambah ganteng ya. sampai mama segitunya ngeliat Papa." goda Papa.


"Mulai deh." Jawab mama malu-malu.


"Oh, eh, Iya. Gini ma, papa mau pensiun." ucap papa tiba-tiba.


Mama kaget. Bukan soal pensiunnya, tapi soal siapa yang akan meneruskan perusahaan yang sudah dibangun ayahnya dari bawah. Mama sangsi kalau Gita bisa meneruskan perusahaan Gunawan. Karena Gita dari awal sudah bilang tidak tertarik dengan dunia kantor.


"Kalau papa pensiun, siapa yang meneruskan perusahaan ayahku, pa."


"Alam. Dia yang akan mendidik Gita untuk belajar mengenal perusahaan." ucap Papa.


"Kalau papa minta Alam yang mengelola perusahaan. Maaf, mama tidak setuju. Jika suatu saat terjadi sesuatu pada Gita. Dia bukan lagi menantu kita. Sudah menjadi orang luar. Mama kemarin sudah bicara sama keluarga di Bandung. Gery yang akan kita didik menjadi penerus keluarga." ucap Mama Yulia.


Papa terdiam. Dia hanya ingin menyampaikan pendapatnya. Tapi kalau istrinya sudah menyiapkan orang lain, papa tidak bisa berbuat apa-apa. Perusahaan Gunawan adalah milik Mama Yulia dan keluarga besarnya yang di Bandung.


"Ma...Papa mau bicara soal Gita dan Alam. Papa minta mama tidak usah mencampuri urusan rumah tangga mereka. Papa lihat Alam sempat jatuh sakit gara-gara berpisah dari Gita. Begitu juga sebaliknya. Mama tahu kan bagaimana jungkir balik Alam untuk mendapatkan kepercayaan dari Gita lagi. Lagian mama yang dulu menikahkan mereka." papa mulai menjurus ke inti permasalahan.

__ADS_1


"Tapi, pa. Papa lupa yang dilakukan alam kemarin. Meninggalkan Gita sendirian di rumah. Gita akhirnya hampir di culik. Dan papa tahu jam berapa alam baru menemui Gita, jam 10 pah, apalagi sekretarisnya datang dan mengatakan mereka bermalam berdua. Papa tahu reaksi Gita gimana, dia down banget, pa. Dia sendiri yang minta mama buat mengasingkan diri karena kecewa pada suaminya. Sekarang dia yang mengingkari ucapannya. itu yang mama sesalkan dari Gita.


apa Mama salah melindungi anak mama sendiri?" kenang Mama Yulia.


Tok tok tok


Pintu kamar terdengar ada yang mengetuk. Gita beranjak dari tempat tidur dan membuka pintu. Seorang wanita berpakaian staf hotel berdiri di depan pintu.


"Iya, mbak ada apa?" tanya Gita.


Karena dia merasa tidak memesan apapun. Gita mengira kalau staf hotel pasti di suruh suaminya.


"Bu Gita di panggil tuan Ronal di lobby bawah." kata staf hotel.


"Oh, ya. Baiklah." Gita mengikuti langkah staf hotel tersebut.


"Kesini mbak!" Staf itu mengarahkan Gita masuk ke lift. Ada seorang lelaki berjas hitam meliriknya dengan tatapan aneh.


kenapa perasaanku tidak enak melihat laki-laki ini. Ah, semoga cuma perasaanku saja.


Tiba-tiba laki-laki menutup mulutnya dengan sebuah sapu tangan.


Dan gelap yang dia rasakan.


Beberapa menit kemudian


"Yang aku pulang..."


Sebuah pintu terbuka. Seorang wanita menyambut dari dalam kamar. dengan berpakaian lingerie, wanita itu bergaya manja menarik dirinya kedalam kamar.


"Nabila ... ngapain kamu disini! Mana istri saya!" bentak Alam.


"Ngapain kamu berpakaian seperti itu! Mau menggoda saya! Keluar!" Alam mendorong tubuh Nabila keluar dari kamar.


"Pak ...!" teriak Nabila menggedor kamar Alam.

__ADS_1


Papa dan mama keluar kamar melihat Nabila menggedor kamar alam dengan pakaian tembus pandang.


Alam keluar kamar untuk mencari Gita, di kagetkan dengan mama dan papa yang sudah berdiri di depan pintu.


__ADS_2