
Pagi ini di hebohkan dengan tertangkapnya boy Aziz, anak band yang menjadi buronan polisi Malaysia. Boy Alias Alam tertangkap di kediaman Spencer. Mama Marni kaget ternyata wajah anaknya adalah seorang kriminal. Tapi dia masih bingung bagaimana membebaskan anaknya.
"Bilang sama mereka, bu. aku bukan Boy, aku ini Alam. Tolong, Bu. cuma ibu yang tahu masalah ini. Aku punya istri dan anak Bu. Tolong aku,Bu." mohon Alam bersujud di kaki Mama Marni.
Marni terhenyak, disaat seperti yang pikirkan Alam malah Gita. Marni meresa inilah kesempatan dia memisahkan mereka. Pikirannya kacau saat melihat putranya di giring polisi.
"Kamu tahu kan kalau ini salah paham! Kenapa kamu diam saja, Marni! Tolong bantu Alamku bebas! Dia bukan Boy.!" Suara bibi meninggi.
Papa Bobby, Roki dan Rere pun kecewa dengan sikap mama Marni yang bungkam saat Alam di tangkap. Papa mengerahkan Pengacara keluarga untuk membebaskan Ronal. Dia tidak perlu persetujuan istrinya, Roki pun akan ikut membantu proses kasus yang di hadapi kakaknya.
Sementara itu, di rumah sakit Gita masih belum sadar. Mama sudah mendengar berita Alam tertangkap cukup terkejut, dia percaya menantunya bukan yang seperti di tuduhkan. Ada rasa sedikit bersyukur karena Gita belum sadar. Mama tidak tahu bagaimana rasanya kalau Gita sadar dan menanyakan suaminya.
"Tante..." Ilham terengah-engah datang ke ruangan Gita.
Mama tahu maksud Ilham, pasti dia juga menanyakan berita yang sedang heboh di media massa. Apalagi perusahaan Spencer sedang diatas angin. Tapi dia tidak bisa menjelaskan apa-apa, karena tidak tahu masalah sebenarnya.
Ilham menatap layar komputer detak jantung Gita, masih normal, tapi kenapa Gita belum juga sadar. Tangannya meraih rambut Gita, air matanya tumpah memikirkan keadaan wanita yang masih dia cintai. Ilham mengecup kening Gita, lalu membisikkan kalau dia masih menunggu Gita.
"Ilham, sadar! Gita sudah bersuami!" suara mama emosi lihat keberanian Ilham.
Saat suster masuk memeriksa keadaan Gita, tiba-tiba hp suster berdering dengan nada lagu seluruh nafas ini, tanpa mereka sadari tangan Gita sedikit bergerak.
Mama melihat tangan Gita sedikit bergerak, langsung memanggil dokter.
"Dokter! Dokter!" Panggil mama saat keluar ruangan Gita. Mama lupa kalau Ilham juga seorang dokter.
Ilham memeriksa kondisi Gita. Lumayan stabil, tapi tetap saja Gita belum membuka matanya. Tangan Gita kembali bergerak, matanya sedikit terbuka, tapi tatapannya kosong. Ilham meraba penglihatan Gita, tapi tetap saja kosong.
Zahra yang sudah sampai di depan kamar Gita, melihat adegan antara ilham dan Gita, lalu memotretnya. Zahra merasa sedikit menang karena menganggap pelaku pemerkosa adiknya sudah di tangkap. Tapi dia belum puas kalau belum melihat boy palsu itu hancur baik dari fisik maupun batin.
Sementara di kediaman Spencer, wartawan sudah berkumpul di sana. Mereka ingin tahu tentang kabar berita boy yang tinggal di keluarga Spencer. Rere yang sedang hamil muda dipindahkan ke rumah orang tuanya. Roki takut nanti berpengaruh pada kehamilan istrinya. Keluarga pun setuju memindahkan Rere dan jenny ke kediaman orang tua Rere.
Alam meminta pada salah satu personel polisi untuk meminjam hp menelpon Mama Yulia. Dia ingin tahu keadaan istrinya.
📼 Mama ini Alam, Gita bagaimana keadaannya.
📼 Gita sudah sadar, lam. Tapi fisiknya saja yang sadar.
Mama mengarahkan hp nya kearah Gita. Tampak Gita yang masih di pembaringan tapi tatapannya kosong.
__ADS_1
Alam tak bisa menahan air matanya ketika melihat kondisi Gita.
📼 Ma, tolong tempelkan hp nya ke perut Gita ma.
Mama menempelkan hp nya ke perut Gita.
📼Anak ayah tersayang, baik-baik ya sama bunda. jangan bandel, jangan bikin susah bunda ... jangan ..
Alam tidak bisa melanjutkan kata-katanya. Dia tidak kuat melihat Gita yang tanpa respon.
📼 Sebenarnya apa yang terjadi,lam?
📼 Panjang ceritanya,ma. Yang pasti ada hubungannya dengan wajah yang aku pakai sekarang.
📼 Ma, aku titip Gita.
Alam menutup video callnya. Dia di giring dalam tahanan.
Beberapa saat Zahra datang menemui Alam. Alam kaget melihat Zahra yang mengetahui tempat dia di penjara.
"Hai boy, apa kabar?"
"Kak Zahra?" Alam masih tidak percaya kedatangan teman istrinya.
"Adik!"
"Iya adikku zafira! Perempuan yang sudah kau renggut kehormatannya bersama teman-temanmu. Perempuan yang sangat mencintaimu, tapi kau buat dia seperti sampah! Perempuan yang bunuh diri, karena ketahuan hamil dan kau tidak mengakuinya."
Alam ingat cerita kemal beberapa waktu yang lalu tentang zafira. Tapi dia tidak menyangka kalau Zahra masuk ke kehidupannya karena dendam pada Boy.
"Kak! aku bukan boy! Aku alam! Tolong bebaskan aku kak! aku tahu pasti kakak yang menuntut kasus ini." Teriak Alam dari jeruji besi.
Zahra meninggalkan kantor polisi dengan senyum mengembang. Zahra menyetel lagu kesukaan zafira dalam mobilnya, lagu we are the Champions, menandakan kemenangannya sudah dekat.
Besok adalah pengiriman Boy sebagai tahanan negara. Semoga kau membusuk selamanya dalam penjara boy. Tapi, ini belum seberapa boy! lihat saja nanti!
Seorang lelaki datang ke penjara mengaku sebagai pengacara dari papa Bobby. Alam bersyukur Papa Bobby masih mau membantu menangani kasusnya.
Ada Roki yang ikut menemani pengacara "kakak tenang saja. Aku akan bantu mengeluarkan kakak dari penjara."
Zahra kembali ke rumah sakit melihat kondisi Gita. Entah apa yang ada dibenak Zahra saat memegang alat infus Gita.
__ADS_1
Terlalu mudah kalau kamu mati sekarang Gita.
Sementara Siti mencoba menelpon Gita, tapi tidak diangkat. Ibu dan keluarga yang lain kaget mendengar berita di tv soal penangkapan Alam. Ya, walaupun warga disana tidak tahu kalau yang di tangkap sebenarnya bukan Boy.
Tapi, ibu down duluan saat mendengar anaknya di tangkap.
Pada akhirnya Siti menelpon mama menanyakan berita tersebut. Mama cerita kalau Gita sudah seminggu belum sadar dari komanya.
Ya Allah cobaan apalagi yang kau berikan pada mereka. Baru saja bahagia sekarang ada lagi masalah yang menimpanya.
📞jadi Gita belum tahu masalah ini?
📞 belum,ti. Bantu doa nya buat Gita.
📞 Iya, Tante kami selalu mendoakan mereka.
Siti menceritakan pada keluarganya kalau Gita sudah seminggu belum sadar dari komanya. Mereka ingin sekali menjenguk Gita, tapi keadaan tidak memungkinkan untuk kesana.
Kembali ke rumah sakit, Zahra melihat mama Yulia kelelahan meminta Mama Yulia untuk pulang istirahat.
"Biar aku yang jaga Gita, Tante. Tante istirahat di rumah saja. Nanti kalau ada apa-apa aku kabari Tante."
"Terimakasih, Zahra kamu baik sekali." Mama Yulia pamit pulang ke rumah.
...----------------...
Pagi ini Zahra bangun melihat Gita sudah di tidak ada di tempat tidur. Panik itu pasti, apalagi Gita dalam keadaan belum fit, sedang hamil pula. Zahra mencari petugas rumah sakit terkait hilangnya Gita.
Zahra menelpon mama mengabari Gita yang hilang. Mama panik, takut terjadi sesuatu pada calon cucunya.
"Pa, paaapaaaa!!" teriak Mama
"Iya, ma. Ada apa? apa terjadi sesuatu pada Gita?" tanya Papa Dul melihat kecemasan istrinya.
"Gita hilang!" Isak Mama di balut dengan rasa panik.
"Kok bisa? Bukannya semalam di jaga Zahra." kata Papa Dul.
"Iya, kata Zahra saat bangun Gita sudah tidak ada di tempat tidurnya." ucap Mama Yulia sambil menangis.
"Sudah,ma. Papa yakin Gita masih sekitar rumah sakit. Sekarang kita ke rumah sakit, ya."
__ADS_1
Sementara itu, Zahra menemukan hp Gita yang masih ada notifikasi dari sebuah aplikasi berita online. Zahra menebak Gita sudah membaca berita tentang Boy. Zahra yakin Gita pasti ke kedutaan Malaysia, Apalagi boy hari ini akan di bawa ke Malaysia.
Mama sampai di rumah sakit, menanyakan pada Zahra kenapa Gita bisa hilang. Zahra menyerahkan hp Gita yang membahas berita itu, dia yakin Gita menemui suaminya.