
Mata Papa Bobby menatap marah pada Alam dan Nabila. Lelaki itu tidak menyangka kalau Alam dan Nabila berduaan di kantor tengah malam. Sesekali menarik nafas.
"Kalian ngapain di kantor malam-malam?" tanya Papa Bobby saat sidak ke kantor pagi-pagi.
"Maaf, pa. Saya cuma menolong Nabila yang diserang orang-orang ken." Jawab Alam.
"Dan kamu Nabila! Kenapa kamu malah menghubungi Alam bukan menghubungi polisi!" cerca Papa Bobby.
"Maaf, pak. Saya ketakutan sekali! Jadi yang saya pertama pikirkan ya minta tolong sama Pak Ronal. Maafkan saya pak!" Nabila terus menundukkan kepalanya.
"Kamu Kembali kerja! Saya mau bicara sama anak saya." Perintah Papa Bobby.
Nabila langsung berdiri dan mengucapkan terimakasih. Papa Bobby langsung menutup pintu, dia ingin bicara empat mata dengan Alam.
"Kamu tahu kan, resiko perusahaan kita. Banyak musuh, banyak kawan, dan orang bermuka dua. Target Zahra adalah kamu, tapi Gita yang selalu di buru! Target Ken adalah keluarga kita, tapi kenapa Gita yang mereka buru! Dari awal Papa bilang jangan berdua saja di rumah, kasih Gita teman, pembantu kek bodyguard kek, dan kamu bisa memantaunya. Kamu ngotot bilang mau mandiri, sekarang lagi genting! Akibatnya apa? Gita celaka dan keluarga Gita menyalahkan kamu!
Untuk kali ini papa setuju kalau Gita bersama orang tuanya sekarang."
"Semalam papa mertuamu membicarakan tentang keselamatan Gita. Kamu untuk sementara jangan menemui Gita dulu. Mereka sangat kecewa padamu, apalagi setelah video kamu dan Nabila di kantor berduaan. Kalau Gita tahu mungkin dia nggak akan pernah mau pulang. Jadi sekarang kita fokuskan pada kasus penculikan Gita. Papa sudah mengerahkan orang-orang kepercayaan untuk menyelidiki kasus ini."
Alam hanya bisa menelan salivanya. Mau tidak mau dia harus berpisah sementara dengan istrinya. Toh ini juga demi keselamatan rumah tangganya juga. Sesekali menatap photo pernikahannya sambil memijit keningnya.
Kenapa kita jadi begini?
Maafkan aku, sayang.
Kamu dimana?
Alam langsung mengambil kunci mobilnya. Dia akan menemui papa mertuanya, menanyakan soal keberadaan Gita.
"Pak, hari ini kita ada pertemuan dengan klien dari London." Ucap Nabila mengingatkan bos nya.
"Kamu gantikan saya memimpin rapat dengan Mr. Jhon. Saya ada urusan yang lebih penting. Oh, ya setelah rapat kamu hubungi pihak go-clean untuk membersihkan rumah saya. Pantau kerja mereka. Saya pergi dulu." Alam meninggalkan Nabila yang masih memandangi punggung Alam.
Nabila kembali ke ruang kerjanya. Bisik-bisik dari rekan kerja yang membicarakan video Nabila berduaan bersama bos nya. Gadis itu mencoba bersikap cuek, toh dia merasa tidak ada yang aneh dengan malam itu. Dia salut sama bos nya, yang mencoba jaga jarak dengan dirinya.
Zreeeeet zreeeeet zreeeeet
Nabila melirik hp nya. Tertulis nama honey. Nama pacarnya yang sudah bertahun-tahun bersamanya.
"Halo sayang." sapanya pada si penelepon
"Hai juga sayang, kamu apa kabar?"
"Alhamdulillah aku sehat selalu. kamu kapan pulang ke Jakarta. Aku kangen banget nih." rengek Nabila dengan suara manjanya.
"Kamu dong yang kesini. Mama nanyain kamu terus nih? kebetulan disini ada tanteku dari Jakarta." cerita si cowok.
Namanya Gery, pacarnya Nabila. Mereka sudah pacaran sekitar 5 tahun. Saat itu Nabila dan Gery kuliah di UNPAD. Satu jurusan Administrasi Negara. Nabila dan keluarga Gery sudah dekat. Apalagi dirinya yatim-piatu, hanya punya kakak tiri yang tidak terlalu dekat.
klik
Siti pulang dari kerja. Tubuhnya merasa letih, rasanya ingin istirahat di kamar kostnya. Dia melihat gadis muda menggunakan hijab duduk menangis di seberang kost nya.
Siti menghampiri gadis itu "Adek kenapa?"
Gadis menoleh, lalu dipeluknya tubuh Siti dengan erat. Ada gurat ketakutan di wajah gadis itu.
__ADS_1
"Saya ... saya di jambret, kak. Saya nggak tahu mau pulang kemana?" ucap gadis itu sesenggukan. Siti memberi Aqua agar gadis itu sedikit tenang.
"Siapa nama kamu dek?" tanya Siti sambil mengajak gadis itu masuk ke kostnya.
"Sheila, kak." jawab nya dengan polos.
"Rumah kamu dimana?" tanya Siti
"kak, aku numpang tinggal disini ya sama kakak. Aku nggak mau pulang? Mama dan papa mau jodohin aku sama anak temannya. Aku masih mau sekolah kak."
Siti mendengus kesal. Masih ada orang tua yang mengedepankan keegoisan mereka terhadap anak-anaknya. Seandainya dia diposisi Sheila dia juga akan melakukan hal yang sama, yaitu kabur dari rumah.
Tapi dia juga bingung menolak gadis itu untuk tinggal bersamanya. Bisa jadi itu cuma alasan saja, kalau ada apa-apa dia juga yang kena. Siti ingin menghubungi Ilham, tapi di urungkannya. Dia sadar kalau Ilham pasti punya kehidupan sendiri.
"Oke, kakak terima kamu tinggal disini. Tapi besok kamu pulang ya. Kakak nggak mau kalau nanti kakak yang di salahkan orang tuamu." ucap Siti sedikit mengancam.
"iya, kan. Aku janji besok aku akan pulang. Tapi kakak yang antar ya. Nanti aku kenalin sama abangku yang sampai sekarang masih belum nikah."
Siti tertawa.
"Dasar anak kecil, kecil-kecil sudah tahu jodoh jodohan."
Wajah Sheila langsung masam pas di bilang anak kecil. "Aku sudah tamat SMA kakak. Umurku 18 tahun."
"Iya.. iya kakak minta maaf. Nama kakak Siti. Sekarang kamu mandi, biar kakak beli makanan dan sekalian izin sama ibu kost."
"Terimakasih kakak." Sheila langsung memencet pipi Siti yang ada lesungnya.
klik
Alam menemui Papa Dul di kantornya. Tapi kata Sekretarisnya Papa Dul sedang ke Bandung ada urusan kerja. Alam menghela nafas. Bagaimana caranya dia bisa tahu keberadaan istrinya.
Maaf, ku telah menyakitimu
Ku telah kecewakanmu
Bahkan ku sia-siakan hidupku
dan kubawa kau seperti diriku
Walau hati ini trus menangis
Menahan kesakitan ini
Tapi ku lakukan semua demi cinta
Akhirnya juga harus ku relakan
Kehilangan cinta sejatiku
Segalanya telah ku berikan
Juga semua kekuranganku
Jika memang ini yang terbaik
Untuk diriku dan dirinya
__ADS_1
Kan ku terima semua demi cinta
Oh, jujur, aku tak kuasa
Saat terakhir ku genggam tanganmu
Namun yang pasti terjadi
Kita mungkin tak bersama lagi
Bila nanti esok hari
Ku temukan dirimu bahagia
Ijinkan aku titipkan
Kisah cinta kita selamanya
jujur, aku tak kuasa
Saat terakhir ku genggam tanganmu (tangan)
Namun yang pasti terjadi (yang pasti terjadi)
Kita mungkin tak bersama lagi
Bila nanti esok hari (nanti esok hari)
Ku temukan dirimu bahagia (dirimu bahagia)
Ijinkan aku titipkan
Kisah cinta kita (kisah cinta kita)
Kisah cinta kita selamanya
demi cinta
Alam pulang ke rumahnya. Berharap istrinya sudah istirahat di kamar. Tapi ternyata tidak. Ponsel Gita masih di rumah.
Alam masuk ke kamar mandi menemukan sesuatu yang membuatnya berlutut menangis.
Tiba-tiba ada pak RT yang menemuinya. Pak RT mengatakan dari kemarin ingin menemui dirinya sangat susah.
"Ada apa, pak?" tanya Alam pak RT
"Soal kasus istri bapak. Salah satu pelakunya sudah di kantor polisi. Kalau bapak ingin menemuinya biar saya antar." tawar pak RT
"Sekarang kita kesana, pak!" Alam tidak sabar ingin tahu siapa yang ingin menculik istrinya.
...----------------...
Siapakah dalang semuanya
apakah Zahra
atau ada sosok lain di belakang Zahra.
__ADS_1
Dimana Gita sekarang?
Tetap pantengin cerita ini ya ....