
Flashback on
saat di rumah Nabila
Nabila kaget saat Alam mendatanginya ke rumah. Begitupun dengan Gery, karena Gery tahu itu adalah suami tantenya. Di persilahkannya lelaki itu masuk ke rumah. Walaupun dia merasa canggung dengan kehadiran mantan bosnya. Tapi dia bisa menetralisir hatinya.
"Ada yang bisa saya bantu, pak?" tanya Nabila saat alam duduk di samping Gery.
"Bil, saya minta kamu jelaskan di depan istri saya kalau kita tak ada hubungan apa-apa. Gara-gara kejadian kemarin istri saya minta cerai." mohon Alam pada Nabila.
Nabila terdiam. Dia tidak enak saat Alam membicarakan hal itu di depan Gery, kekasihnya. Takutnya Gery salah kaprah, tapi dia tidak munafik kalau dia masih ada rasa dengan mantan bosnya, walaupun cuma sebelah tangan.
Gery seakan mempertanyakan apa yang terjadi antara Nabila dengan Alam. Di tatapnya kekasih nya yang masih bungkam.
"Apa yang terjadi, bil? Apa hubungan kamu dengan suami onty Gita?" tanya Gery butuh penjelasan.
"Kamu kenal Bu Gita?" Nabila terkejut saat Gery menyebut nama Gita.
"Gita itu tanteku." jelas Gery.
"Sekarang jelaskan padaku? ada apa diantara kalian?" Gery mulai mengintrogasi Nabila.
"Kamu kenal istri saya?" tanya Alam pada Gery.
"Tahu lah. Waktu resepsi di cottage kami datang kok." jelas Gery.
Alam langsung pokok permasalahan, sampai bersujud di depan Nabila agar bersaksi di depan istrinya. Nabila terdiam mematung, memang dia ingin menyelesaikan semuanya, tapi tidak sekarang. Ada momen yang akan dia gunakan untuk menyelesaikannya.
"Maaf, pak. Untuk sekarang saya tidak bisa. Sekali lagi saya minta maaf." Nabila pergi masuk ke kamarnya.
Gery mendatangi Alam yang masih berdiri didepan ruang tamu. Seketika amarahnya memuncak.
Buuuughhh!
"jadi kamu selingkuh di belakang Tante Gita! Kurang ajar!" Gery terus menghantam tangannya ke wajah Alam.
"Gery!" mereka menoleh kearah pintu depan.
"Gita!"
"Onty"
Gita melerai keduanya. Di Tatapnya wajah suaminya dengan perasaan kesal. Tapi dia menatap hal yang sama pada ponakannya.
"Kalian seperti anak kecil saja! Gery kamu pulang! Kalau tidak aku bilang sama kak Grace kalau kamu pacaran sama pelakor!" ancam Gita.
Dengan sigap dia menarik tangan Alam, lalu membersihkan wajah suaminya yang memar. Alam menatap istrinya yang telaten mengobati memar di wajahnya. Dengan lembut tangannya membelai rambut Gita.
" Aku tidak akan pernah menceraikan kamu, Gita. Sampai kapanpun tidak ada kata perpisahan diantara kita. Apalagi kita sudah punya anak. Apa kamu tega membiarkan anak kita tumbuh tanpa orangtua yang lengkap."
"Aku lelah. Lelah dengan semua yang terjadi diantara kita, lam. Aku juga manusia yang punya batas kesabaran. Dan kesabaranku sudah habis. Aku cuma ingin bahagia, hidup tenang. Itu saja."
"Tatap mataku, Gita. Bilang kalau kau memang inginkan perpisahan ini. Bilang kalau kau sudah tidak mencintaiku lagi. Katakan itu saat sedang menatapku."
"Aku..."
Alam mendekatkan wajahnya ke arah Gita. Gita gelagapan saat alam menempel bibirnya, tapi dia tidak menolak sentuhan itu.
Dengan cepat Gita mendorong tubuh suaminya.
Bisa-bisanya dia memanfaatkan keadaan. batin Gita
__ADS_1
Sementara Nabila yang masih merasa dilema, akhirnya keluar menemui Alam. Dengan berani dia mengetuk pintu mobil Alam dan meminta mereka masuk ke rumah.
"Bu Gita, saya minta maaf atas yang terjadi antara saya dan pak Ronal. Sebenarnya saya di bayar sama pak Ken dan kak Zahra untuk mengadu domba kalian. Karena mereka punya dendam dengan kalian! dan saya menerimanya karena ...."
Gita memandang Nabila dengan ketus "Karena apa bil?"
Nabila membalas pandangan Gita dan Alam. Lalu kembali menundukkan kepala " Karena saya jatuh cinta sama bapak .. dan saya menganggap kalau bapak ada rasa sama saya."
Gita menatap Alam dengan wajah ketus.
"So?" ucap Gita sambil berkaca pinggang.
"Jadi kalian punya perasaan yang sama kan. Good job! Jadi nggak perlu aku ada disini lagi! Selamat buat kalian! ayo Gery kita pulang! malam ini kamu nginap di rumah Oma Lia." Gita menarik tangan Gery dengan paksa.
"Onty pulang sama suami onty saja. Aku masih ada yang di selesaikan dengan bila." Gery menolak ajakan Gita.
"Gery!" bentak Gita yang sudah kesal dengan Alam dan Nabila.
Alam menarik Gita masuk ke dalam mobil. Sepanjang perjalanan mereka terdiam. Tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut mereka. Tidak ada pembelaan dari Alam.
Sampai di rumah, Gita turun sambil menutup pintu mobil dengan keras.
Mama Yulia kaget melihat anaknya pulang bersama Alam.
Flashback off
Masih malam di kamar Gita
Gita merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Walaupun sebenarnya dia malas satu ranjang dengan Alam. Gita dan Alam saling membelakangi. Mereka saling berpikir bagaimana menghadapi sidang besok.
Alam memandang punggung Gita
Rindu saling memandang dalam pembaringan ini.
Bagaimana kita bisa seperti ini sekarang
Bagaimana aku bisa kuat kalau kita saling menjauhi
Aku mencintaimu Gita
maafkan aku yang bukan suami idaman
maafkan aku jika pernah meninggalkanmu
Sebelum kembali berbalik alam mengucapkan sepatah kata pada punggung Gita.
"Yang ... maafkan aku jika aku belum menjadi suami yang sempurna buat kamu.
Maafkan aku jika aku masih sering membuatmu menangis, menderita.
Maafkan aku yang dulu tidak ada di sampingmu sehabis kasus pengeroyokan itu
Maafkan semua kesalahanku di masa lalu
Maafkan aku yang tidak jujur dengan identitasku
Maafkan aku yang tidak ada di sampingmu saat hamil pertamamu dulu
Maafkan aku yang tidak bisa menjagamu saat kamu hampir di culik Zahra dan Ken
Maafkan aku yang ...."
__ADS_1
Tak ada balasan dari Gita. Lagi-lagi dia menghela nafas, berharap setidaknya ada respon dari istrinya.
Kalau memang kamu tetap mau berpisah
Aku bisa apa Gita
Aku cuma tidak ingin anak kita mengalami apa yang aku alami
Hidup tanpa kasih sayang ayah kandung
Tapi kamu tenang saja
Aku tidak akan lepas tanggung jawab
Aku akan tetap mendampingimu saat kontrol kehamilan
Walaupun kita bukan suami istri lagi
Tapi aku sangat berharap kalau semua akan berjalan normal
Seperti layaknya keluarga bahagia
Seperti Roki dan Rere
Apakah penjelasan dari Nabila belum cukup bukti buat kita
bahwa yang terjadi diantara kita adalah rekayasa mereka yaitu Ken, Zahra dan Nabila.
Jika karena Nabila merasa aku menyukainya kamu salah.
Itu cuma persepsi dia saja.
Tapi kembali padamu Gita
Alam bangkit dari tempat tidur. Di liriknya Gita yang pura-pura tidur. Dia tahu kalau Gita tidak tidur. Tangannya menyentuh rambut kening Gita dengan lembut. Di kecupnya kening Gita sangat lama.
Gita merasa sesuatu menetes di wajahnya.
Selamat tinggal Gita
Semoga kamu bahagia dengan pilihan hidupmu
Langkah Alam yang gontai meninggalkan kamar. Dari belakang Gita hanya bisa memandang tanpa respon apapun. Hanya linangan air mata yang turun membasahi pipinya.
Gengsi yang begitu besar membuatnya enggan mengejar lelaki itu. Walaupun itu sangat ingin dia lakukan.
klik
Pagi ini Gita merasa sangat lapar. Semalaman dia tidak berselera makan. Tubuhnya terasa lemas, hampir saja di terjatuh di tangga saat turun ke dapur. Kalau saja bi Endah tidak menolong mungkin Gita sudah terguling di tangga.
"non Gita sakit?" tanya bi Endah melihat wajah Gita pucat.
"Nggak, bi. Aku cuma lapar." jawab Gita saat di rebahkan.
"Bibi buatin bubur, ya." bi Endah langsung ke dapur mengambil bubur ayam yang sudah tersaji di meja makan.
"bibi yang buat?" tanya Gita.
"Bukan, non. Den Alam yang buat katanya dia tiba-tiba pengen bubur ayam. Eh, pas udah masak dia bilang udah kencang liatnya. Aneh kan non."cerita bi Endah.
Gita mencicipi masakan buatan suaminya. Entah kenapa Gita langsung semangat makannya malah nambah tiga kali.
__ADS_1